
Keesokan harinya, di siang hari saat Leon, Dr. Mark dan Anton telah berada di Kantor Pusat, Clara yang baru saja diusir oleh Leon di pagi harinya tiba-tiba kembali ke Rumah Pusat dan mengganggu Leonardo yang sedang bermain dengan salah seorang Pelayan di taman, Alicia yang tanpa sengaja melihat hal itu dari jendela kamarnya langsung bergegas menghampiri gadis ini yang terus berteriak histeris pada putranya dengan mengatakan bahwa dirinya adalah wanita yang tidak tahu malu, belum sempat ia membalas ucapan gadis ini, putranya Leonardo justru lebih dulu angkat bicara.
"Tante... Mulutmu busuk sekali, kamu mengatakan bahwa ibuku wanita tidak tahu malu, aku pikir justru kamulah yang tidak tahu malu, bukankah pagi ini ayahku telah mengusirmu?! Lalu siapa yang mengijinkanmu kembali ke rumah ini?!"
"Hei bocah yang tidak memiliki ayah, berani sekali kamu menegurku, siapa yang kamu sebut sebagai ayahmu?! Apakah kamu lupa bahwa rumah ini adalah milik kakakku dan bukan milik ibumu? Hanya anak dari seorang wanita tidak tahu malu saja berani mengajariku!" teriak Clara dengan wajah kesal.
"Siapa yang mengatakan kalau aku tidak memiliki ayah?!" lontar Leonardo dingin, "Wajahku ini tidak bisakah kamu melihatnya kalau aku mewarisi wajah ayahku!"
"Hanya sedikit mirip saja siapa yang percaya? Bisa saja ibumu hanya seorang kencan satu malam kakakku dan mungkin telah berkencan dengan banyak pria lainnya, tetapi kalian menjebak kakakku agar mau menerima kalian di rumah ini!"
"Ayahku itu apakah ibuku perlu menjebaknya? Kalau bukan ayahku yang meminta ibuku untuk tinggal bersamanya, apakah kamu pikir ibuku bersedia tinggal di sini?!"
"Jangan terlalu membanggakan ibumu, wajahnya biasa saja... Bahkan jika aku menjadi seorang pria pun aku tidak akan tertarik padanya!"
"Tentu saja tidak akan tertarik, jika kamu adalah seorang pria kamu adalah seorang pria murahan! Sementara wanita ini... Hanya seorang pria berkelas yang akan jatuh cinta padanya," celetuk seseorang tiba-tiba.
Mendengar suara yang sangat dikenalnya ini, Alicia spontan berpaling.
"Julian??" sapanya sembari tersenyum.
Sementara Clara yang melihat kehadiran Julian justru terpaku melihat ketampanan pria ini yang hampir setara Leon dan sedang melangkah dengan sikap yang elegan, ia bahkan menundukkan wajahnya dan bertingkah malu-malu ketika Julian melirik padanya.
"Aku menunggumu kemarin, kenapa tidak menghubungiku?" tanya Julian sesampainya di hadapan Alicia, ia melirik Leonardo kecil dan mengusap kepala putra Alicia itu dengan lembut.
"Hahaha... Aku baru sembuh, jadi aku pikir akan lebih baik jika lebih banyak menghabiskan waktu di rumah," jawab Alicia canggung, ia menundukkan wajahnya dan tidak ingin menatap Julian setelah apa yang telah Leon ceritakan kemarin padanya tentang bagaimana dirinya yang lain berusaha memangsa pria ini.
"Kamu sedang menghindariku bukan?"
"Sepertinya dia sedang bermain trik padamu, bukankah semua wanita murahan melakukan hal itu?" lontar Clara sinis, bahkan kata-katanya ini membuat Julian berpaling padanya dan menatapnya tajam.
"Maaf aku tidak mengenalmu dan tidak sedang berbicara padamu, sebaiknya pergilah selagi aku masih bisa menahan diriku," sahut Julian dingin.
__ADS_1
"Mengusirku? Rumah ini milik kakakku, sebaiknya kamu yang pergi dari sini!"
"Milik kakakmu? Bukankah rumah ini milik Leon Vald si pria arogan itu?!"
"Leon adalah kakakku, itu artinya rumah ini juga adalah milikku!"
"Oh?? Jika benar kamu adalah adiknya mengapa aku tidak pernah mendengarnya menyebutkan namamu?!"
"Kamu..."
"Aku hanya tahu kalau rumah ini dihuni oleh pria arogan itu bersama kedua sahabatnya juga istri dan putranya, dan aku tidak pernah mendengar Leon berbicara bahwa ia memiliki seorang adik, tetapi... Baru saja aku sedikit mendengar gosip Para Pelayan, menurut mereka ada seorang wanita yang tidak tahu malu dan berniat mengusir Nyonya rumah ini agar bisa menggantikan posisinya, dan setelah melihatnya sendiri aku pikir ucapan itu pasti ditujukan untukmu!"
"Kamu..." Clara mengangkat tangannya ingin menampar Julian, tetapi tangan itu ditahan oleh Julian yang saat ini berdiri di samping Alicia, dengan sedikit dorongan pria ini bahkan membuatnya tersungkur di rumput taman.
"Tu... Tuan Julian, tolong jangan sakiti dia!" sebuah permintaan bernada memelas dari seorang pria paruh baya yang tergopoh-gopoh menghampiri Clara terdengar sesaat setelah Clara terjatuh, "Tuan, Nyonya, tolong maafkan putriku," pinta paruh baya itu lagi, ia membungkuk di hadapan Julian dan Alicia.
Melihat pria paruh baya ini, Alicia ingat akan kata-kata suaminya semalam bahwa pria ini adalah orang baik, karena itu ia juga tidak ingin memperpanjang lagi masalah ini, dengan sopan ia meminta Uncle Jhon agar segera berdiri tegak dan menyuruh pria ini untuk membawa putrinya pergi sebelum Leon melihat kehadiran Clara di Rumah Pusat ini.
"Ini bukan seperti dirimu!" ujar Julian sambil menatap Alicia setelah Uncle Jhon telah menghilang dari hadapannya.
"Hanya seorang gadis kecil, untuk apa aku terlalu memperdulikannya?"
"Gadis kecil?! Dia terlihat seperti seorang wanita! Bahkan sifatnya ini sangat licik! Hanya seorang anak Pengurus tetapi begitu berani pada Nyonya rumah, itu artinya dia sama sekali tidak menghargaimu!"
Alicia tertawa kecil mendengar ucapan Julian ini.
"Aku bisa apa? Gadis itu berani terhadapku karena Leon yang telah memanjakannya sebelumnya, dan ayah gadis itu telah banyak membantu suamiku untuk menjaga rumah ini, aku pikir aku bisa memaklumi tindakannya itu!"
"Bahkan jika kelak wanita itu berhasil merebut suamimu?!"
"Julian, aku tidak mengerti maksud ucapanmu! Menurutku sebaiknya pembicaraan ini akhiri sampai di sini saja!" tukas Alicia.
__ADS_1
"Baik lupakan ini, kebetulan maksud kedatanganku juga bukan untuk membicarakan hal ini, tetapi ingin tahu bagaimana keadaanmu sekarang?"
"Seperti yang kamu lihat, bukankah aku baik-baik saja?" Alicia kembali tertawa kecil.
"Apakah kamu sudah memikirkan kata-kataku tentang meninggalkannya?"
"Aku..."
"Jangan melihat kehidupannya yang nyaman hingga kamu tergoda untuk bertahan dengannya tanpa memikirkan keselamatanmu dan juga putramu ini, karena jika kenyamanan ini yang kamu inginkan, aku juga bisa memberikan hal ini padamu! Dan bersamaku jauh lebih aman daripada bersamanya!"
"Sepertinya kamu telah salah paham padaku!" timpal Alicia dengan wajah sedikit kesal, ia merasa tersinggung dengan kata-kata Julian ini yang terdengar seperti sedang menudingnya sebagai cewek yang mementingkan materi dalam menjalin sebuah hubungan, "Aku bertahan dengan Leon karena aku mencintainya, darinya aku belajar mengenal cinta, dan sifatnya yang lembut padaku membuatku nyaman berada di sisinya."
"Tetapi beberapa waktu yang lalu dia membuatmu hampir mati!"
"Itu bukan aku, tetapi sisi diriku yang lain! Leon telah memberitahuku tentang ini!"
"Apakah dia menceritakan hal lainnya? Seperti kamu yang telah memintaku untuk membuka pakaianmu?"
Eh??
Alicia terhenyak mendengar ucapan Julian ini.
"Apakah ibu meminta paman Julian melakukan hal itu?" celetuk Leonardo kecil, dengan wajahnya yang polos dan terlihat bingung ia menatap sang ibu.
"Leonardo itu... Itu pasti bukan ibu yang melakukannya!" sanggah Alicia cepat.
"Kamu menggodaku malam itu, apakah kamu juga melupakan hal ini?"
"Aku tidak..." Pemilik netra biru jernih itu terpaku di hadapan Julian sesaat setelah mengangkat wajahnya dan melihat Julian yang sedang menatapnya dengan lembut.
"Alicia... Aku sangat mengenalmu, kamu tidak akan menggoda seorang pria jika kamu tidak menyukainya, tetapi melihat tingkahmu malam itu, bolehkah aku berpikir bahwa aku memiliki sedikit tempat di hatimu?"
__ADS_1
"Apa?!"