STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
VICTOR.


__ADS_3

Victor, pria ini tampak seumuran dengan Dimitri, ia memiliki tinggi 182cm dan kulit yang sangat pucat sebab ia tidak pernah terkena Matahari, karena pria paruh baya ini adalah seorang Vampir atau lebih tepatnya lagi pria pertama di dalam Klan Vampir, beberapa hal di dunia manusia ini bisa melukainya seperti salib, bawang putih, dan juga matahari, Klan Vampir sedikit berbeda dengan Drakula, walau berasal dari keturunan yang sama tetapi status Drakula adalah yang tertinggi bagi Kaum Penghisap Darah ini, karena Drakula memiliki keistimewaan bisa merubah wujudnya juga tidak akan terluka pada semua yang bisa menyakiti Kaum Vampir itu, semua yang bisa melukai Klan Vampir bagi seorang Drakula hanya bagaikan gigitan semut saja, dan perbedaan lainnya dari kedua jenis ini adalah gigitan seorang Vampir mengandung racun yang bisa merubah seseorang menjadi seorang Vampir, tetapi tidak pada Drakula! Hanya darah murni seorang Drakula yang bisa merubah seseorang agar bisa menjadi seorang Vampir, dan Klan Vampir biasanya selalu menghisap darah orang seenaknya, sedangkan seorang Drakula tidak bisa melakukan hal itu! Hanya kerelaan seseorang dalam memberikan darahnya yang membuatnya bisa meminum darah orang tersebut, dan satu lagi perbedaan terbesar dari kedua tipe ini... Seorang Drakula hanya terlahir dari dari garis keturunan berdarah murni, tetapi seorang Vampir bisa diciptakan dari darah Drakula atau lewat racun Vampir yang disebarkan melalui gigitan seorang Vampir karena seorang Vampir tidak bisa memiliki keturunan.


Dan bagaimana Victor bisa mengenal Dimitri? Semua berawal dari ratusan tahun yang lalu saat Victor meninggalkan Transylvania, ia sengaja pergi dari Transylvania untuk mencari pria terjahat agar menjadi sekutunya sekaligus penyedia makanan untuknya, dan ia bertemu Dimitri 10 tahun yang lalu, kekejaman pria paruh baya ini yang saat itu masih muda menarik minatnya, dan sekarang... Ia adalah Pimpinan Tertinggi kelompok yang dipimpin oleh Dimitri saat ini.


"Matahari akan muncul sebentar lagi, mengapa keluar dari petimu?"


Pertanyaan bernada sinis ini hanya dijawab Victor dengan senyum di bibirnya.


"Aku mendengar teriakanmu, terus terang itu sangat mengganggu! Dan aku terbangun karena mencium aroma darah segar ini!" ia menarik seorang bawahan Dimitri yang terluka dan mengendusnya, aroma darah yang terlihat di kemeja pria muda itu membuatnya merasa sangat lapar.


Sementara pria muda ini memperlihatkan wajah yang sangat ketakutan ketika Victor mengendus tubuhnya, baru saja ia bermaksud melepaskan dirinya dari cengkraman tangan Victor, tetapi dua gigi sedingin es itu telah merobek lehernya, menghisap hampir seluruh darahnya.


"Aku akan berikan pasukan untukmu! Tetapi katakan padaku, pria yang telah kuminta untuk ditemukan apakah kamu telah mendapatkannya?!"


Victor melepaskan pria muda itu yang sudah terkulai lemas, lalu melemparkan tatapan tajamnya pada Dimitri.


Untuk menghindari tatapan itu Dimitri pun menundukkan kepalanya karena tatapan mata pria paruh baya yang sedang berdiri di hadapannya ini membuatnya sedikit gemetar.


"Pri... Pria yang kamu inginkan itu adalah Leon Vald, aku telah menyelidiki latar belakang pria itu, ia berasal dari Transylvania dan memiliki sebuah Kastil di sana, bukankah ini semua sesuai dengan ciri-ciri pria yang sedang kamu cari itu?"

__ADS_1


"Kastil di Transylvania? Leon Vald? Vald?? Vlad!" Victor tertawa terbahak-bahak saat mengeja kedua kata ini, entah mengapa kedua kata ini membuatnya sangat bahagia, "Dia bukan Vald tetapi Leon Vlad! Sang Pangeran Drakula! Pria kecil itu ternyata menyembunyikan identitasnya selama ini."


"Leon Vald adalah seorang Vlad? Bukankah itu artinya..."


"Satu-satunya keturunan berdarah murni yang selamat dari pembantaian ratusan tahun yang lalu, Vlad itu adalah identitas dirinya! Pria muda itu seharusnya sangat pintar, karena kepintarannya itu berasal dari darah bangsawan murni yang mengalir di tubuhnya!"


"Hmmm... Pantas saja pria itu bisa mematahkan semua strategyku, aku pikir bagaimana mungkin seorang pria muda tahu apa yang sedang kurencanakan? Tetapi mendengar ucapanmu tadi aku baru tahu bahwa dia lebih tua ratusan tahun dariku!"


"Kamu mencoba bersaing strategy dengannya?! Apa kamu pikir Kaum Penghisap Darah sepertiku bisa dikalahkan olehmu?!" lontar Victor sinis, "Kaum Vampir terkenal dengan kelicikannya sedangkan seorang Bangsawan Drakula terkenal akan kepintarannya! Otakmu ini jika dibandingkan dengan kaumku hanyalah seperti sebutir kerikil di hadapan bongkahan batu besar, apalagi jika dibandingkan dengannya! Bagi seorang Vlad kamu tak lebih dari sebutir pasir di hamparan gurun yang luas!! Ingin bersaing strategy dengannya?!! Apakah kamu bermaksud menggali kuburan untuk dirimu sendiri!!" bentaknya, kebodohan pria paruh baya di hadapannya ini membuat Victor merasa sangat kesal, sejenak ia menghela nafas melihat wajah itu yang walaupun tampak tunduk padanya tetapi raut keangkuhan masih terlihat di sana, "Sudahlah! Kelak semua ini serahkan padaku! Bagaimanapun pria itu adalah Pimpinan tertinggi kaumku, aku akan menemuinya nanti malam dan jangan terlibat lagi dalam masalah ini!"


"Aku tidak bisa! Pria itu telah mengacaukan rencanaku berkali-kali, lagipula... Grigori berada di sisinya dan aku menginginkan pria itu! Dan Leon Vlad ini bukankah hanya sebuah legenda hidup?! Untuk apa aku harus takut?!" cetus Dimitri dengan seringai angkuhnya


"Sebaiknya takutlah mulai sekarang, karena jika aku bisa membunuhmu dengan mudah terlebih lagi dia! Aku pikir dia belum menghabisimu saat ini hanya karena ingin bermain-main denganmu terlebih dahulu, baginya kamu hanyalah seekor tikus kecil yang ditempatkannya di dalam labirin miliknya! Sadarlah! Dan istirahatlah hari ini!" nasehatnya sambil menepuk pundak Dimitri, sesaat setelah menyelesaikan kata-katanya itu ia melangkah pergi meninggalkan Dimitri yang hanya diam terpaku mendengar kata-katanya, "Oh ya Dimitri, makananku itu lebih baik dikurung secepatnya, karena sebentar lagi pria itu akan berubah menjadi seorang Vampir ganas yang haus darah!" lontarnya tepat sebelum ia melangkah keluar dari pintu.


***


Hari ini matahari telah merangkak tinggi ketika Alicia terbangun, seraut senyum merekah di bibirnya tatkala membuka matanya dan melihat seorang pria dan seorang wanita paruh baya sedang berdiri di sisi ranjangnya.


"Ayah! Ibu!" ia bangkit dengan cepat dan menghambur ke pelukan kedua orang tuanya.

__ADS_1


Sementara Leon yang memperhatikan hal itu hanya tersenyum dari sofa di mana ia mendaratkan pantatnya dengan nyaman pagi ini, karena terlalu nyaman bahkan ia belum meninggalkan sofa ini dari dua jam yang lalu.


"Bos, bukankah hari ini terlalu tenang?" celetuk Anton yang duduk di sampingnya setengah berbisik.


Leon mengangguk pelan, sejenak netra biru cerahnya tampak berputar bahkan alis tebalnya bertaut di saat yang sama.


"Ini bukanlah langkah seorang Dimitri setelah semua yang telah kita lakukan padanya, menurutku ada seseorang yang lebih berkuasa yang berdiri di belakang pria itu, dan orang ini bermain secara perlahan!"


"Bagaimana Bos bisa mengetahuinya?" tanya Anton dengan wajah bingung, bahkan ia menggaruk kepalanya mendengar penjelasan Bosnya itu.


"Bukankah kamu lebih mengenalnya?!" tukas Leon sambil melirik Anton dengan sudut matanya, "Setelah mengetahui penghianatan Julian dan Marino, menurutmu bagaimana seharusnya Dimitri akan bertindak?!"


"Benar juga." Anton mengangguk polos, "Jika hanya Dimitri yang menjadi lawan kita saat ini, seharusnya pria itu sudah melakukan serangan balasan tanpa ampun, tetapi pagi ini..."


"Pengalihan! Mundur selangkah untuk menang! Seseorang yang berada di belakang Dimitri seharusnya adalah seorang pria yang sangat pintar atau seseorang yang sangat licik!!" timpal Leon.


Ucapan Leon yang terdengar sangat yakin itu membuat Anton semakin bingung dan kembali menggaruk kepalanya.


Otak Bos ini... Bagaimana bisa memikirkan semuanya sejauh itu? Benar-benar membingungkan!

__ADS_1


__ADS_2