STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
RAHASIA KECIL TENTANG ALICIA.


__ADS_3

Kamar hening sesaat karena Leon sedang terpaku di hadapan istrinya sementara Alicia yang merasa tangannya sedikit kesemutan karena ditahan oleh suaminya ini mulai menggerakkan kedua tangannya hingga membuat Leon tersentak.


"Lepaskan tanganku!" protesnya dengan suara pelan.


Tetapi sang suami bukannya melepaskan malah menurunkan pandangan ke tubuhnya yang sedang menggeliat.


"Jangan bergerak!" cetus Leon dingin.


"Tanganku sakit!"


"Sudah kukatakan jangan bergerak!" kali ini Leon sedikit meninggikan suaranya, bahkan wajahnya mulai bersemu merah.


"Aarrgghht!!" Alicia tiba-tiba berteriak keras ketika merasakan ada sesuatu yang seakan menekan bawah perutnya, karena memikirkan tangannya yang kesemutan ia telah melupakan kalau tubuh suaminya itu sedang menekan tubuhnya, seiring geliat tubuhnya yang berusaha membebaskan tangannya, milik suaminya yang bergesekan dengan tubuhnya di bawah sana ikut tergoda, "Leon, angkat tubuhmu!!" bentaknya.


"Tadi siapa yang telah mengatakan agar aku mengambilnya sendiri? Sekarang aku sudah menginginkannya, jadi sayang... Tolong pertanggung jawabkan ucapanmu itu!" ucap Leon dengan senyum di bibirnya.


"Leonardo ada di kamar mandi!" bisik Alicia.


Baru saja Leon ingin menimpali ucapan istrinya ini yang dipikir hanya candaan olehnya, sebuah sapaan dari suara cadel membuatnya berpaling.


"Ayah!! Mengapa ayah selalu menyiksa ibu!!" mata bulat di wajah mungil itu menatapnya dengan tajam.


Melihat kehadiran putranya Leon dengan cepat melepaskan tangan istrinya dan mengangkat tubuhnya, ia meraih sebuah bantalan sofa untuk menutup bagian atas celananya yang sedikit terangkat.


Sedangkan Alicia berusaha bangkit perlahan sembari mengomel, sementara yang sedang diomeli olehnya hanya tertawa canggung di hadapan buah hatinya.


"Ibu, apakah tangan ibu sakit?" Leonardo menghampiri ibunya dengan wajah khawatir.


Alicia menggeleng pelan pada buah hatinya, walau sebenarnya tangannya saat ini terasa sedikit kebas karena ditahan Leon cukup lama.


"Atau ibu ingin pergi lagi? Kalau ibu ingin pergi ayo kita pergi saja! Ayah ini selalu menyakiti ibu, tadi juga di bawah ayah sama sekali tidak membela ibu padahal sudah jelas wanita tidak tahu malu itu sudah mengatakan bahwa ibu adalah seorang wanita yang telah memiliki anak dan berusaha menjerat ayah! Aku pikir wanita itu buta sehingga tidak bisa melihat kemiripanku dengan pria ini!"

__ADS_1


"Pria ini? Hei bocah, darimana kata-kata ini kamu pelajari?!" hardik Leon sambil membanting bantal kursi dan melupakan apa yang baru saja ia tutupi sampai istrinya menutup mata bulat itu yang tanpa sengaja melirik celananya.


"Celanamu!" bisik Alicia.


Mendengar kata-kata istrinya ini Leon spontan melirik juniornya yang masih terbangun di balik celananya.


"Sial," rutuk hatinya, ia kembali meraih bantalan kursi untuk menutupinya.


Karena situasi yang semakin canggung akhirnya Alicia terpaksa membawa putranya meninggalkan kamar dengan alasan ayah putranya itu ingin mandi, walau agak bingung tetapi Leonardo kecil menurut dengan patuh pada perintah sang ibu.


Belum lama meninggalkan kamar bersama putranya, di koridor depan kamar Alicia bertemu dengan Dr. Mark yang mengatakan padanya bahwa Julian dan Alice berada di ruang tamu rumah sedang menunggu dirinya dan Leon, mendengar hal itu ia langsung mengajak Leonardo untuk turun bersama, disusul oleh Dr. Mark yang mengikutinya dari belakang.


"Julian? Alice?" sapanya sesampainya di ruang tamu, selain kedua nama yang telah dipanggilnya itu ia bahkan melihat Anton juga berada di ruang tamu.


"Alicia, bagaimana kabarmu?" Julian yang pertama kali mendengar sapaan itu beranjak dari duduknya dan menghampiri Alicia.


"Aku baik, bagaimana denganmu?"


"Tentu saja! Mengapa ucapanmu ini terdengar aneh sekali?"


"Itu karena... Sebelum ini..."


"Ehemmm!!" Dr. Mark dengan cepat menyela kata-kata Julian dengan deheman keras sebelum pria itu melanjutkannya.


"Sebelum ini??" Alicia melirik Julian dan Dr. Mark secara bergantian, ia merasa kedua pria ini mencoba menyembunyikan sesuatu darinya, "Mark??"


"Itu... Lebih baik tanyakan saja langsung pada suamimu!" usul Dr. Mark dengan wajah canggung, sebelumnya Leon memang telah memperingatkannya jika istrinya ini telah tersadar dan kembali menjadi dirinya, maka semua tentang Alicia yang berubah menjadi Regina, Leon tidak ingin ada seorangpun yang membahas tentang hal ini di hadapan istrinya ini.


Sedikit merasa bingung, Alicia pun melemparkan pandangannya pada semua yang berada di ruang tamu termasuk putranya, tetapi semua seperti menghindari tatapan matanya.


"Mengapa mereka menghindariku? Bahkan Leonardo kecilku juga sedang menyembunyikan sesuatu dariku, ada apa ini?" pikirnya, perasaan resah melanda hatinya, dan ia merasa perlu segera menanyakan hal ini pada Leon suaminya, tetapi ia juga tidak bisa meninggalkan tamu begitu saja baginya hal itu sangatlah tidak sopan, karena itu ia hanya bisa mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Hampir setengah jam berlalu tanpa terasa ketika ia berbicara dengan Alice yang ingin meminta bantuannya untuk acara pertunangannya dengan Dr. Mark, tidak hanya membahas acara pertunangan Alice, dalam pembicaraan ini Julian malah membujuk dirinya agar meninggalkan Leon, karena menurut pria ini... Suaminya itu kurang becus menjaga dirinya, tetapi itu hanya ditimpalinya dengan tertawa kecil dan menganggap ajakan Julian itu hanya sebagai candaan semata.


"Leon tidak perlu menjagaku, karena aku bisa menjaga diriku sendiri!" tukasnya, bermaksud membela suaminya.


"Tetapi terakhir kali... Bukankah saat itu ia membiarkanmu terluka di bawah perlindungannya?! Kamu bahkan kembali ke hotel dalam keadaan tak sadarkan diri!" ucap Julian bersikeras, ia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran Alicia yang ingin terus mempertahankan hubungannya dengan Leon yang menurut dirinya sebagai hubungan yang sangat membahayakan bagi wanita yang disukainya ini.


"Kejadian hari itu bukan kesalahannya tetapi kelalaianku, jika Leon suamiku tidak membantuku hari itu, saat ini mungkin aku bukanlah Alicia yang kalian kenal lagi."


"Tetapi kamu memang..." Julian dengan cepat menghentikan kata-katanya karena tiba-tiba melihat Leon sedang melangkah menuruni anak tangga, "Aku akan pulang sekarang, jika ada waktu hubungi aku!" ia menyelipkan kartu namanya yang baru saja ia keluarkan dari kantongnya ke tangan Alicia.


Di sisi lain, Alicia yang menerima kartu nama tersebut menjadi semakin bingung dengan tingkah Julian terhadapnya.


Apakah telah terjadi sesuatu pada diriku sebelumnya?


Ia termangu cukup lama hingga Leon yang telah berada di dekatnya menegurnya.


"Sayang... Ada apa? Mengapa pria itu terburu-buru pergi setelah melihatku?" tanya Leon sembari memperhatikan wajah istrinya, tetapi bukannya menjawab pertanyaannya, Alicia justru menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk ia mengerti, "Apakah ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku?" tanyanya lagi karena melihat wajah istrinya itu berdekik di hadapannya.


"Seharusnya bukan aku yang bertanya, tetapi kamu yang sedang berhutang sebuah penjelasan padaku, sekarang aku ingat sesuatu... Sejak aku terluka hingga hari aku tersadar, sepertinya aku telah melewati beberapa hari sebelumnya tetapi aku sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi selama beberapa hari itu!"


Pertanyaan yang dilontarkan Alicia pada dirinya ini membuat Leon spontan melirik Anton dan Dr. Mark, namun kedua pria ini bertingkah seolah-olah tidak mengerti apa-apa dan pergi begitu saja sambil membawa Leonardo putranya.


"Leon??"


Ia menghela nafas mendengar teguran istrinya ini.


"Kamu benar, kita perlu bicara!" sahutnya.


Sementara itu di sudut ruang tamu, seorang gadis yang memperhatikan perselisihan kecil ini tampak tersenyum senang.


Wanita ini berani sekali bertingkah arogan di hadapan kakak, mungkin sebentar lagi kakak akan segera mengusirnya dari rumah ini!

__ADS_1


Sambil tersenyum sinis gadis itu membalikkan tubuhnya dan pergi.


__ADS_2