STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
SENTUHAN DRAKULA.


__ADS_3

"Ingin menyembuhkan dirimu, pilihannya ada di tanganmu sekarang!" Leon mengangkat tangannya dari wajah Alicia.


Di saat yang sama, Alicia tiba-tiba berjingkat mencium pipi Leon, hal itu membuat Leon tertegun.


"Apa itu cukup?"


Pertanyaan Alicia menyentakkan Leon yang masih terpaku.


"Apa itu? Maksudku... Apa yang baru saja kamu lakukan?!" tanya Leon sambil memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah.


"Bukankah kamu mengatakan padaku, kalau kutukan ini hanya akan sembuh jika aku menciummu, dan itu yang kulakukan! Sekarang jawab pertanyaanku! Apa itu cukup untuk mematahkan kutukannya?!"


"Oh..." Leon tertawa canggung, "Ternyata ini hanya untuk mematahkan kutukannya? Aku hampir berpikir kalau kamu melakukan itu karena menyukaiku," gumam Leon.


"Leon??" Alicia menatap Leon.


"Sebenarnya ini tidak sesimpel itu! Ikutlah denganku!" Leon menarik tangan Alicia.


"Kamu akan membawaku ke mana?"


"Mencari sebuah cermin, dan satu-satunya tempat di Kastil ini yang memiliki itu adalah kamarmu!" Leon membuka pintu kamar yang pernah digunakan Alicia selama berada di Kastilnya, "Lihatlah! Kamu belum mengangkat kutukannya sama sekali!"


Alicia memperhatikan wajahnya di cermin, kerutan dan rambut putihnya belum menghilang sama sekali.


"Leon... Apa ini?! Bukankah kamu yang telah mengatakannya sendiri jika ini akan menghilang kalau aku menciummu?!" sahut Alicia kesal.


"Itu benar, maksudku... Bukan menciumku seperti yang kamu lakukan tadi! Jika saja kamu memiliki sedikit perasaan untukku, itu akan jauh lebih mudah," gumam Leon, "Mengapa gadis ini polos sekali?!" teriaknya dalam hati, Leon menghela nafas melihat Alicia, "Baiklah... Karena aku cukup murah hati hari ini, aku akan mengajarimu bagaimana melakukannya dengan benar, dan Alicia, kamu beruntung! Karena aku sangat mahir melakukannya, atau dalam pengertian lain... Kaumku adalah yang terbaik dalam melakukan hal ini!" Leon menarik pinggang Alicia dan mencium bibir Alicia yang tidak sempat menghindar darinya, beberapa kecupan dan sentuhan tangan Leon pada tubuhnya membuat Alicia tenggelam dalam kelembutan pria itu.


Alicia menarik kemeja Leon ketika tubuhnya mulai memanas karena sentuhan Leon, ini pertama kali baginya merasakan pengalaman yang sangat luar biasa, setelah sebelumnya Leon memaksa untuk menciumnya.


KREKK!!


Leon menghentikan sentuhannya ketika mendengar suara tersebut, ia mengangkat wajahnya dari Alicia dan melirik kemeja yang sedang dikenakannya, kemeja itu robek oleh tangan mungil gadis yang berada di hadapannya saat ini, membuat tubuh kekarnya terpampang begitu saja.


"Aku melupakan tenaga gadis ini, Apakah ini pertama kali baginya merasakan hal ini?! Atau seharusnya aku menghentikannya sedikit lebih awal!" Leon mengalihkan pandangannya pada Alicia yang tampak sedang mengatur nafasnya, "Baiklah, sampai di sini saja!" sahutnya sambil mengelus kepala Alicia dengan lembut, "Kutukanmu sudah berakhir, lihatlah!"

__ADS_1


Mendengar ucapan Leon, Alicia dengan cepat membalikkan tubuhnya, rambut hitamnya yang indah telah kembali dan kerutan halus yang berada di wajahnya pun turut menghilang, wajahnya tampak lebih segar dan cantik.


"Leon, apakah yang berada di dalam cermin itu adalah aku?" tanya Alicia takjub melihat perubahan dirinya.


"Menurutmu?! Aarrgghht... Sekarang aku harus mengganti bajuku, apakah kamu tahu kalau ini adalah kemeja kesukaanku?!" sungut Leon sambil memperhatikan kemejanya, "Aku akan ke kamarku untuk mengganti bajuku, kamu bisa tidur di sini malam ini! Karena besok, aku akan membawamu kembali ke Los Angeles." Leon melangkah meninggalkan Alicia.


Mendengar ucapan Leon, Alicia membalikkan tubuhnya dengan cepat.


"Hei Leon," panggilnya.


Leon yang telah berada di depan pintu kamar menghentikan langkahnya.


"Terima kasih!" ucap Alicia pelan.


Mendengar hal itu, Leon membalikkan tubuhnya menatap Alicia.


"Sebenarnya aku telah mengajarkan padamu bagaimana caranya berterima kasih padaku, tetapi... Tidak apa-apa, karena aku cukup senang menerima ucapanmu itu!" tukas Leon sambil tersenyum.


Melihat senyum itu, Alicia berlari menghampiri Leon yang kembali menarik tubuhnya dan menciumnya dengan lembut.


"Wow... Ini sangat menjijikkan! Bisakah melakukan hal itu di dalam kamar saja?!"


"Aku berbaik hati mengambil libur malam ini karena ingin menghiburmu, aku takut kamu akan bersedih karena kepergian gadis kecil ini! Tetapi sepertinya aku salah!" Dr. Mark memperhatikan kemeja yang sedang dikenakan Leon, "Apakah aku sedang menonton pertunjukkan hewan liar di sini?!" tunjuknya pada kemeja Leon.


Alicia menunduk canggung mendengar ucapan Dr. Mark.


"Kembali ke kamarmu! Aku akan mengurus pengganggu ini terlebih dahulu!" bisik Leon pada Alicia, Alicia mengangguk pelan.


"Mengapa memintanya pergi? Karena aku sudah di sini, bukankah sebaiknya kita minum bertiga?" usul Dr. Mark.


"Mark, aku pikir gadis ini belum cukup umur untuk menyentuh minuman keras!" lontar Leon, "Sebaiknya kamu menungguku di ruang tamu saja! Aku akan segera menemuimu setelah mengganti bajuku!!" lanjut Leon lagi, sambil menatap sahabatnya dengan tajam.


"Hahaha... Oke oke... Simpan saja Calon Pengantinmu baik-baik, agar aku tidak merebutnya," ledek Dr. Mark, ia melangkah meninggalkan Leon dan Alicia sambil menggerutu.


Alicia mengangkat wajahnya setelah Dr. Mark tidak lagi terlihat.

__ADS_1


"Ini canggung sekali." bisiknya pada Leon, sambil mengipas wajahnya dengan tangannya.


Leon menatap wajah Alicia, wajah itu masih tampak bersemu merah.


"Hei!" ia mengangkat wajah Alicia dengan jarinya, "Ingin melanjutkannya nanti?" bisiknya.


Wajah Alicia semakin memerah mendengar ucapan Leon.


"Aku... Aku sebaiknya tidur cepat malam ini!" tukas Alicia sambil memalingkan wajahnya.


"Hmmm... Baik kalau itu maumu, itu kerugianmu! Karena jujur saat ini aku sangat ingin merobek pakaianmu itu dan membuatmu berteriak dengan keras! Dan aku ingin kamu tahu kalau aku sangat mahir melakukan hal itu!"


Alicia tertegun mendengar ucapan Leon yang diucapkannya dengan sangat terus terang.


"Tidak terima kasih!" tolaknya sambil menepis tangan Leon dari wajahnya, ia berlari kembali ke kamarnya dan menutup pintunya dengan cepat.


Leon tertawa kecil melihat wajah Alicia yang tampak cemberut ketika memasuki kamarnya.


Sementara itu di dalam kamarnya, Alicia tampak bersandar di pintu kamarnya, mencoba untuk meredakan detak jantungnya yang terdengar cepat.


"Ada apa denganku? Mengapa aku mencium Leon?!!" jerit hatinya.


***


Beberapa saat kemudian di ruang tamu Kastil miliknya, Leon menghampiri sahabatnya setelah mengganti pakaiannya.


"Seharusnya aku mendengarkan ucapanmu tadi siang!" Dr. Mark menyerahkan gelas yang berisi bourbon pada sahabatnya, "Apakah kutukan itu benar? Gadis itu kembali karena tak bisa meninggalkanmu?!" tanyanya penasaran.


"Tentu saja benar, apa menurutmu perjanjian darah ini terjadi begitu saja?! Setelah melakukannya maka bisa kembali pada kehidupan masing-masing seperti tidak pernah terjadi apa-apa?!" Leon menenggak minuman di gelasnya.


"Dan seperti perkiraanku, seharusnya saat ini kalian sudah berbaikan bukan?! Apakah itu karena sentuhan Drakula yang sangat melegenda itu?!" goda Dr. Mark.


Leon melirik sahabatnya yang tampak tersenyum nakal.


"Itu bukan hanya sentuhan, tetapi itu keistimewaan kaumku! Karena aku hanya bisa jatuh cinta pada gadis yang terikat perjanjian dengan kaumku, itu artinya aku tidak memiliki waktu untuk mempelajari hal ini dengan para gadis di luar sana karena harus mengejar gadis yang telah ditakdirkan untukku! Karena kesetiaan ini, kaum Drakula memiliki satu keistimewaan, kaumku memiliki sentuhan pisik terbaik yang pernah ada untuk menarik perhatian Calon Pengantinnya! Itu dimulai dengan ini!" Leon menunjuk bibirnya.

__ADS_1


"Kalau begitu, bagaimana jika kamu mengajariku tentang itu? Agar aku bisa memiliki seorang kekasih," bujuk Dr. Mark dengan wajah memohon.


"Maaf aku tidak tertarik untuk menciummu!" cetus Leon, ia mengambil botol bourbon dari tangan sahabatnya itu, mengisi gelasnya dan meminumnya sampai habis.


__ADS_2