
"Ternyata selama ini kamu telah merencanakan segalanya!" Alicia menjatuhkan kepalanya di dada Leon dan memeluk erat tubuh kekar suaminya itu, tubuh yang terjaga dengan baik bahkan sangat nyaman untuk menjadi tempat bersandar baginya.
Dan rambut itu, yang sehitam langit malam dan jatuh terserak di dadanya membuat Leon menundukkan wajahnya, ia mengecup lembut kepala Alicia dan membenamkan wajahnya sejenak di rambut istrinya itu yang beraroma segar shampoo mewah miliknya.
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk menyelesaikan ini secepatnya, agar aku bisa selalu menemanimu dan Leonardo," bisiknya sambil menarik nafas pelan, wangi rambut istrinya ini berpadu lembut dengan aroma darah yang terdengar olehnya mengalir di setiap pembuluh darah Alicia membuatnya terbuai dalam ketenangan.
"Hanya tinggal beberapa kali lagi sebelum aku mengubahmu menjadi Pengantinku yang sesungguhnya!" bisik hatinya lirih.
***
Sore harinya, ketika lampu jalan sudah mulai terlihat dari balkon kamarnya dan Leon baru saja membahas tentang penawar bagi istrinya itu bersama James, tiba-tiba Dr. Mark menemuinya dan mengajaknya ke kantor miliknya.
Setibanya di dalam kantor, tanpa menunggu lagi Dr. Mark pun menceritakan bahwa ia menerima telpon dari Dimitri yang mengatakan bahwa Pimpinan pria paruh baya itu meminta untuk bertemu dengan Leon malam ini di Musee De Louvre pada pukul 10.
"Jarak Musee De Louvre dan Sungai Seine hanya 40 menit perjalanan, maka lakukan saja!" putus Leon.
"Lalu Pasukan Rahasia?!"
"Karena malam ini istriku ingin pergi bersama putraku dan kedua mertuaku untuk menikmati Sungai Seine, maka Pasukan Rahasia dibagi dua saja, Jenderal dan 20 orang itu akan menjaga keselamatan keluargaku bersama Anton, sementara Wakil Jenderal dan 20 orang lainnya akan ikut bersamaku!"
__ADS_1
"Hei Leon, menyetujui hal ini begitu saja apakah kamu tidak berpikir jika ini adalah sebuah jebakan?!" protes Dr. Mark sambil menatap wajah dingin pria muda yang saat ini sedang duduk tenang di balik mejanya.
"Mungkin kamu benar, tetapi aku telah bersiap! Selain Pasukan Rahasia... Julian dan para bawahannya akan memperhatikan Sungai Seine, sementara semua Bodyguard Vald Corporation... Bukankah kamu lebih mengerti bagaimana harus mengatur mereka di sekeliling Musee De Louvre sebelum pertemuan itu dimulai?!"
"Menurunkan semua Bodyguard?!!" Dr. Mark tercekat atas ucapan Leon ini, memang Leon kemarin telah memintanya untuk menarik semua Bodyguard Vald Corporation ke Paris ketika pria ini mengetahui istrinya menghilang, tetapi menurunkan semua Bodyguardnya ini bagi Dr. Mark seperti Leon sedang menabuhkan genderang perangnya bahkan meniupkan terompetnya sebelum ia melemparkan tombaknya ke tengah Arena untuk memulai sebuah peperangan yang sangat besar, "Setelah 8 tahun, apakah akhirnya hari ini akan tiba?" gumamnya.
"Sudah waktunya! Dimitri itu... Aku telah memperhatikannya secara diam-diam selama 8 tahun ini, sudah cukup kebebasan dan pengampunan yang kuberikan padanya, sekarang masanya untuk membuat perhitungan!"
Tidak terlihat ekspresi apa pun di wajah Leon saat mengucapkan kata-katanya itu, wajah itu justru terlihat sangat tenang.
Mendengar kata-kata Leon dan melihat wajah sahabatnya itu Dr. Mark hanya bisa mengangguk pelan, karena ia sangat mengerti karakter Leon yang tenang dan arogan, ketika pria muda itu masih bisa tersenyum santai padanya maka ia bisa tenang, tetapi saat Leon telah kembali pada sifat arogannya dan wajah datarnya, maka saat itulah ia harus takut pada rencana yang akan dijalankan pria ini.
***
Malam hari pukul 9 malam di pinggiran Sungai Seine, Leon bersama sahabatnya Dr. Mark dan juga Anton tampak sedang membantu istrinya, putranya dan kedua mertuanya untuk naik ke sebuah perahu yang akan mengantarkan istrinya itu untuk menikmati perjalanan di sepanjang Sungai Seine.
Lampu-lampu kota yang gemerlap di pinggiran Sungai Seine dan memantul di air, berpadu sempurna dengan bentangan Jembatan yang berada tepat di tengah-tengah sungai ini yang menambahkan keindahan Sungai Seine ini di malam hari, ditambah lagi dengan kehadiran lampu beberapa perahu kecil yang membawa para wisatawan dan terlihat dari kejauhan, cahaya itu bagaikan Sirius, Canopus dan Arcturus yang bersinar indah di hamparan langit luas.
__ADS_1
Leon melambaikan tangannya pada keluarganya dari pinggiran Sungai Seine ketika perahu yang dinaiki istrinya bersama keluarganya dan juga Anton itu perlahan-lahan bergerak menjauhi tepian.
"Kita pergi sekarang! Dan jangan lupa untuk menghubungi Julian!" ucapnya pada Dr. Mark yang berdiri di samping dirinya.
"Aku pikir itu tidak perlu, Julian telah berada di sini sejak tadi, pria itu sekarang sedang berada di Le Bridge, tengah menikmati makan malam dan keindahan Sungai Seine secara bersamaan!" tukas Dr. Mark sambil menunjuk sebuah restoran mewah yang berada di pinggiran Sungai Seine ini.
Mendengar jawaban dari Dr. Mark, Leon spontan mengalihkan pandangannya ke arah yang ditunjuk oleh sahabatnya ini, memang benar! Di sana... Tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, di sebuah meja yang berada di ruangan terbuka dan dihiasi sebuah payung taman dengan lampu warna-warni yang merambat di tiang payung tersebut, tampak seorang pria muda sedang menikmati makan malamnya, sebuah gelas wine yang terisi setengahnya juga sebotol Château Gruaud Larose yang memiliki warna khas pada botolnya terletak di hadapan pria muda itu.
"Selera pria ini lebih baik dari Anton," tukasnya sambil menyunggingkan senyum tipis di bibirnya, "Kehadirannya membuatku merasa sedikit lebih tenang, sekarang kita bisa pergi untuk menemui Pimpinan Dimitri!"
Tanpa menemui Julian terlebih dahulu, Leon pun pergi meninggalkan area Sungai Seine bersama Dr. Mark dan semua bawahannya yang mengikutinya saat ini.
***
Setelah melakukan perjalanan selama 40 menit, akhirnya Leon, Dr. Mark dan semua bawahannya tiba di Musee De Louvre, kehadirannya di sambut oleh seorang pria berseragam rapi dan memiliki id sebagai Penjaga Musium ini, dikarenakan Musee De Louvre telah tutup dari pukul 6, pria ini pun mengajaknya ke sebuah pintu rahasia yang berada cukup jauh dari pintu masuk umum Musee de Louvre yang berbentuk segitiga.
Pintu yang dimasuki oleh Leon itu membawanya langsung ke dalam sebuah ruangan di Musee De Louvre, ruangan ini di dominasi warna emas pada dindingnya yang dipenuhi ukiran, bahkan beberapa lukisan tampak menghiasi kubahnya yang membuat ruangan ini terlihat elegan seperti kamar seorang Raja di abad pertengahan, tetapi Leon tentu saja hadir bukan untuk mengagumi hal itu, ia terus mengikuti pria ini yang membawanya memasuki sebuah Galeri lukisan Para Seniman terkenal, di dalam Galeri ini ia menemukan seorang pria yang berdiri membelakanginya sambil melihat sebuah lukisan, pria itu terlihat sangat serius ketika memperhatikan lukisanThe Card Sharp With The Ace Of Diamonds karya La Tour yang berada di hadapannya itu.
__ADS_1
"Karya La Tour ini memang sangat menarik, karena di karya ini La Tour menjelaskan dengan gamblang bahwa Sang Pelayan mengetahui dengan pasti bahwa salah satu dari ketiga orang yang sedang bermain kartu itu bermaksud curang, atau dengan kata lain Pelayan itu tahu siapa penipu tersebut!" lontar Leon sinis ketika menyadari siapa pria yang telah mengundangnya untuk bertemu tersebut.