STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
BERANGKAT KE ROMA.


__ADS_3

Bandara Charles De Gaulle Paris siang hari, Dr. Mark yang mengantarkan kepulangan James dan Checille sedang menemani kedua orang tua Alicia dan juga Asisten James di ruang tunggu keberangkatan.


"Mark, tolong sampaikan pada menantuku nanti jika telah bertemu dengannya bahwa aku membawa semua berkas dan hasil percobaan terhadap putriku ke Los Angeles! Walau saat ini semua terlihat baik-baik saja, tetapi aku membutuhkan penelitian lebih lanjut agar aku bisa meminimalkan resiko yang akan terjadi di kemudian hari, dan katakan juga setelah bertemu putriku segeralah ke Los Angeles, karena masalah dirinya sebagai Pangeran Kegelapan ini... Checille ingin membicarakan tentang hal ini dengannya!" pesan James dengan berbisik pada Dr. Mark, ketika panggilan untuk semua penumpang yang akan ke Los Angeles telah terdengar.


"Baik paman." Dr. Mark mengangguk sopan, "Paman dan bibi tolong menjaga kesehatannya, setelah aku dan Leon menemukan Alicia juga putranya, aku akan meminta Leon agar segera membawannya ke Los Angeles untuk menemui paman," ucapnya.


"Oh ya Mark, ada satu hal lagi... Penawar dariku memang telah berhasil membersihkan darah putriku dari pengaruh serum tersebut, tetapi pagi ini aku menemukan sesuatu terjadi pada darah putriku, ada sel-sel halus yang mempengaruhi darah tersebut dan membuat perkembangan trombositnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya, karena itu aku ingin memeriksa hal ini di Lab milikku dan memantau perkembangannya, jika terjadi sesuatu aku akan segera menghubungimu!" bisik James sambil menepuk pundak Dr.Mark.


Dr. Mark mengangguk pelan dan menunduk hormat, ia kemudian melambaikan tangannya pada James, Checille dan Asisten James yang telah melangkah untuk memasuki pesawat.


"Mereka sudah pergi?"


Pertanyaan yang dilontarkan oleh seorang pria ini membuatnya berpaling.


"Kalian sudah di sini?!"


Julian yang sebelumnya melontarkan pertanyaan pada pria yang berada di hadapannya ini mengangguk, di sampingnya berdiri Alice yang sedang menyeret sebuah koper kecil.


"Pesawat kita akan berangkat sebentar lagi, terima kasih telah memberitahuku ke mana Alicia pergi," tukasnya.


Dr. Mark tertawa canggung mendengar ucapan Julian ini.


Kapan aku memberitahumu? Bukankah kamu yang telah memaksaku untuk mengatakannya?! Jika tidak... Akankah kukatakan hal ini padamu? Melihat kemarahanmu dan kepergianmu dan Alice malam itu, aku sudah tahu bahwa aku tidak boleh mengatakan hal ini padamu!


Ia melirik Julian dan mencoba tersenyum.


"Kamu pergi begitu saja seperti ini, lalu bagaimana dengan semua bisnis keluargamu di Paris?" tanyanya.


"Tenanglah, ada seseorang yang telah kupercaya yang akan menanganinya, tetapi Alicia... Aku telah berjanji di dalam hatiku untuk tidak akan membiarkan Leon mendapatkannya lagi! Sudah cukup semua kesabaran yang kuberikan pada pria itu, dan apa yang dilakukannya? Pria itu melukainya bahkan mengecewakannya!" cetus Julian sembari menggertakkan giginya dengan kesal.

__ADS_1


"Hei hei... Menurutku Leon sama sekali tidak bermaksud menyakitinya dan mengecewakannya, ia hanya ingin menyembuhkan istrinya saja! Bukankah kita semua ingin melihat Alicia kembali seperti dirinya yang dulu? Dan itulah yang telah dilakukan sahabatku itu."


"Tetapi Alicia dan putranya tidak aman tinggal bersamanya! Pria itu terlalu banyak musuh di mana-mana, dan aku tidak ingin Alicia dan putranya kembali terluka karena hal itu!"


Dr. Mark kembali tertawa canggung.


"Apa yang perlu ditakutkan? Mereka sekeluarga adalah makhluk abadi dan semua yang mengetahui kelemahan mereka hanya segelintir orang saja dan semua orang itu berada di bawah Vald Corporation!" gumamnya.


Panggilan untuk semua penumpang yang akan menuju Roma agar bersiap di gerbang 2F!!


Pengumuman ini membuat Alice menatap Julian.


"Sudah waktunya!" tukasnya, yang dijawab Julian dengan anggukan kepalanya.


"Kamu juga pergi?" tanya Dr. Mark, ia mensejajari langkah Alice yang telah melangkah bersama Julian.


"Bukankah aku harus menggantikanmu dan Leon untuk memberikan laporan ke Pusat?!" Alice melirik Dr. Mark dengan wajah kesal, "Kalian berdua ini... Yang satu adalah Sekretaris Pusat dan yang lain adalah Pimpinan, tetapi mengapa semua pekerjaan kalian selalu aku yang harus melakukannya?!" protesnya.


PLAKK!!


Sebuah pukulan mendarat di kepala Dr. Mark hingga membuat Dokter muda ini menatap Julian kesal.


"Aku tidak mengijinkan adikku yang cantik ini menikahi pria bodoh sepertimu!"


"Hei hei... Alice telah menerima lamaranku, dan tentu saja itu tidak membutuhkan persetujuanmu!" Dr. Mark menjulurkan lidahnya dan segera berlari dengan cepat ketika melihat Julian kembali mengangkat tangannya.


"Pria bodoh ini..." Tangan Julian bergetar menahan kesal melihat tingkah Dr. Mark.


Sementara Alice hanya tertawa kecil memperhatikan kemarahan saudara lelakinya itu.

__ADS_1


***


Roma pukul 2 siang di Kantor Pusat Vald Corporation, kedatangan Leon dan Anton di kantor ini disambut oleh semua bawahannya dengan wajah bingung, bagi seluruh Karyawan Kantor Pusat ini jika Sang Pimpinan telah hadir bersama Anton dan bukan Dr.Mark itu sama artinya dengan sebuah pemeriksaan dadakan terhadap beberapa Karyawan yang kemungkinan akan ditendang keluar dari Vald Corporation, dan hal ini tentu saja membuat semua Karyawan sedikit gugup menghadapi kedua pria ini, bahkan semua Dewan Direksi berlari dengan cepat ke ruang rapat ketika Anton berteriak untuk rapat dadakan.


"Siapa yang telah melakukan kesalahan kali ini?" bisik seorang pria paruh baya pada pria paruh baya lainnya yang duduk di sebelahnya, namun pria yang berada di sebelahnya itu hanya mengangkat bahu dengan wajah bingung.


"Sudah mendengar kabar tentang Marino dan keluarganya?" celetuk seorang pria paruh baya lainnya.


"Aku telah mendengarnya, kabarnya Pimpinan telah mengusir Marino dan keluarganya lalu mengurungnya di sebuah kota kecil, dan hal itu dilakukan langsung oleh Gream Reaper!"


"Bukankah ini sedikit aneh? Karena biasanya semua yang menantang Kedua Utusan Dari Neraka ini akan langsung menghilang begitu saja! Tetapi Marino dan keluarganya ini... Sepertinya Pimpinan sedang bermurah hati padanya!"


"Apakah aku sudah bisa memulai rapatnya?!"


Perkataan yang diucapkan dengan nada dingin ini membuat beberapa pria paruh baya yang sedang bergosip spontan menghentikan kegiatannya.


"Mungkin semua telah mendengar apa yang telah terjadi pada Marino dan keluarganya, dan aku ingin ini menjadi sebuah pelajaran bagi siapa saja yang kelak ingin menantangku dan tidak bisa mematuhi semua kebijakanku bahwa Anton telah berada di sini untuk mengawasi apa yang akan kalian lakukan, dan setelah ini aku tidak akan ikut campur lagi dengan apapun keputusan yang akan diambilnya pada orang yang ditemukan bersalah olehnya!"


Semua pria paruh baya yang tergabung dalam Dewan Direksi menghela nafas berat mendengar perkataan Sang Pimpinan, karena semua telah mengetahui reputasi kegilaan Anton yang sangat kejam walau saat ini pria muda itu hanya tersenyum di samping Pimpinannya itu.


"Aku kehabisan mainanku, jadi siapa saja yang ingin bermain denganku... Aku dengan senang hati akan menyambutnya!" timpal Anton dengan seringainya yang membuat semua anggota Dewan Direksi bergidik, setelah mengatakan hal itu ia membubarkan rapat Dewan Direksi atas permintaan Leon.


"Sudah memeriksa hasil kamera pengawas?" tanya Leon ketika ruangan rapat telah kosong.


Anton mengangguk mendengar pertanyaan itu.


"Aku akan membawa hasilnya ke rumah Bos untuk memeriksanya lebih lanjut, lalu bagaimana dengan Nyonya? Apakah kita akan mencarinya hari ini?" ia menatap Leon.


"Tentu saja, aku baru saja mendapatkan laporan penggunaan kartu hitam di sebuah Bank Darah, istriku itu membeli 10 kantong darah satu jam yang lalu di sana dengan menggunakan kartu miliknya, sebaiknya kita ke sana sekarang!" perintah Leon yang dijawab Anton dengan senyum cerianya.

__ADS_1


Aku sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu Nyonya!


__ADS_2