STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
SERIGALA JAHAT.


__ADS_3

Malam hari sebuah mobil mewah tampak melaju memasuki pekarangan Rumah Pusat, sesaat setelah mobil berhenti tiga orang pria turun dari mobil dengan raut wajah gusar, terutama pria yang melangkah di depan dua pria lainnya, kening pria ini terus berkernyit sejak turun dari mobil hingga masuk ke dalam Rumah Pusat.


"Mark, Anton, awasi perkembangan terbaru Vald Corporation! Dan juga Instansi itu yang sedang mengawasi istriku saat ini, jika bisa hubungi Kepala Instansi tersebut untuk melakukan pertemuan di Los Angeles lusa! Aku ingin mereka tahu bahwa istriku telah terbebas dari pengaruh serum dan sudah tidak lagi memiliki kekuatannya!" perintah pria ini yang tak lain adalah Leon.


"Hei Leon, bukankah istrimu belum kehilangan kemampuannya? Jika kita mengundang mereka dan mereka mengetahui akan hal ini, pada akhirnya mereka akan tetap berusaha untuk mendapatkan istrimu itu!" tukas Dr. Mark mencoba mengejar langkah sahabatnya.


"Aku memiliki rencanaku sendiri! Dan untuk itu aku membutuhkan bantuanmu juga Anton saat di Los Angeles nanti."


"Bos jangan khawatir, demi melindungi Nyonya... Aku bersedia untuk menculik pria itu satu persatu dan menghabisinya di tempat lain," cetus Anton menimpali ucapan sahabat sekaligus majikannya itu.


"Tentang itu... Untuk sementara tolong jangan lakukan hal-hal yang akan membuat istriku semakin diminati oleh mereka! Ingin menjadikannya sebagai senjata?! Mereka mungkin belum tahu sedang berhadapan dengan siapa saat ini!" dengus Leon sambil menggertakkan giginya.


"Jadi apa rencanamu sekarang?" tanya Dr. Mark ketika melihat sahabatnya itu menghentikan langkahnya tiba-tiba.


Leon menatap kedua sahabatnya secara bergantian.


"Pertama, kita akan dapatkan hasil pemeriksaan terakhir istriku setelah diberikan penawar oleh ayah mertuaku itu dan memberikannya pada mereka! Lalu menguji rasa sakit istriku itu di hadapan mereka agar mereka percaya bahwa istriku sudah tidak lagi memiliki efek serum tersebut di dalam tubuhnya, setelahnya dan yang paling terpenting adalah menyembunyikan kemampuan baru istriku dari mereka! Karena aku tahu hasil pemeriksaan istriku atau pengujian atas rasa sakitnya itu tidak akan serta merta membuat mereka puas! Dalam hal ini aku serahkan semuanya padamu Anton, saat itu... Kalau mereka masih berniat untuk menjebak istriku agar memperlihatkan kemampuannya... Maka kamu harus melindungi istriku dan membereskan mereka semua ketika hal itu terjadi! Dan dengan perlindungan extra ini aku harap mereka bisa lebih percaya tentang hasil pemeriksaan istriku," terangnya.


"Ternyata kamu telah memikirkan segalanya!" Dr. Mark menepuk pundak Leon sembari tersenyum puas, "Kalau begitu kita lakukan saja rencanamu ini!" lanjutnya dan dijawab dengan anggukan kedua sahabatnya.

__ADS_1


Setelah berpisah dengan Anton dan Dr. Mark di anak tangga, Leon pun bergegas menuju kamarnya, beberapa masalah yang hari ini ditemukannya saat berada di Vald Corporation membuatnya sangat merindukan istrinya, ia mengetuk pintu kamarnya dengan tidak sabar ketika telah berada di depan kamarnya, tetapi pintu itu tidak kunjung terbuka, karena itu ia mencoba meraih kenop pintu dan memutarnya perlahan.


"Mengapa istriku itu tidak mengunci pintu kamar?" pikirnya, ketika pintu tersebut terbuka dengan mudahnya, Leon masuk ke dalam kamarnya tetapi ia tidak menemukan istri maupun putranya berada di dalam kamarnya saat ini, hingga ia mendengar suara air dari dalam kamar mandi, "Rupanya sayangku sedang mandi untuk menyambutku, kalau begitu Leonardo pasti sedang berada di kamarnya," ucapnya sambil tersenyum tipis, mengetahui sang istri sedang berada di kamar mandi, Leon pun dengan cepat mengunci pintu kamarnya lalu melempar jas dan dasinya ke sofa kemudian melangkah perlahan menuju kamar mandi, dengan sangat hati-hati ia mencoba memutar kenop pintu kamar mandi, "Tidak terkunci? Istriku ini... Apa tidak takut jika ada seseorang yang tiba-tiba masuk ke sini?!" rutuknya dalam hati.


Tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyergap sang istri yang sedang mandi, sambil berjingkat perlahan ia masuk ke dalam kamar mandi, dan di sana! Di balik shower screen ia melihat tubuh ramping itu sedang menikmati air hangat yang jatuh ke atas tubuhnya, tetapi uap air yang mengembun di shower screen sedikit menghalangi penglihatannya untuk menikmati tubuh istrinya itu, dan demi memuaskan penglihatannya ia pun mulai maju selangkah demi selangkah mendekati shower screen tempat di mana istrinya berada, dengan gerakan pelan ia mendorong pintu shower screen dan bersandar di pintu tersebut memperhatikan tubuh istrinya yang masih menutup matanya di bawah air hangat yang keluar dari shower.


Tanpa sadar tangan kekarnya terangkat melihat punggung bersih sang istri, ia menyentuh punggung itu dengan ujung jarinya dan menggerakkan jarinya dengan lembut di punggung tersebut.


Perbuatannya ini mengejutkan Alicia yang sedang mandi, merasakan sentuhan itu ia spontan mematikan shower dan membalikkan tubuhnya.


"Leon?!" gumamnya, ia menggertakkan giginya ketika melihat Leon tampak sedang memperhatikannya sembari tersenyum nakal.


Permintaan bernada perintah itu membuat Alicia sedikit merinding, bagaimana tidak... Wajah suaminya ini bahkan terlihat seperti seekor serigala liar yang tengah kelaparan di hadapannya.


"Tetapi aku telah selesai!" ia menolak dengan cepat dan mencoba menghindari Leon.


Tetapi Leon yang telah tergoda dengan tubuh istrinya ini tidak membiarkan istrinya ini lepas begitu saja, ia menarik tubuh polos itu ke dalam pelukannya dan segera mendaratkan bibirnya di bibir Alicia yang tidak lagi sempat untuk menolak hal itu.


Kecupan lembut sekaligus liar itu hampir membuat Alicia tidak bisa bernafas, di tambah beberapa remasan halus di kulit tubuhnya yang berasal dari telapak tangan Leon yang hangat semakin membuatnya sulit untuk bernafas dengan baik.

__ADS_1


"Leon..." Ia mendorong tubuh itu perlahan setelah Leon melepaskan bibirnya dan berharap suaminya ini akan melepaskan dirinya, tetapi deru nafas yang terdengar layaknya angin topan yang berhembus hangat di kulitnya menyadarkannya bahwa ia tidak akan bisa terbebas kali ini.


Mengapa aku merasa seperti menjadi si kerudung merah yang sedang bertemu serigala jahat?


Ia mendesis pelan sembari merutuk dalam hati karena tidak mampu menolak semua sentuhan dari suaminya ini yang terus meremas setiap bagian tubuhnya.


"Akh!!" jeritnya tertahan ketika tanpa sadar suaminya ini telah berhasil memasuki tubuhnya, "Kapan ia melepaskan semua pakaiannya?!" sungutnya dalam hati.


***


Beberapa saat kemudian, Alicia melangkah keluar dari kamar mandi sambil menekuk wajahnya.


Seharusnya aku bisa menyelesaikan mandiku lebih cepat lagi, tetapi pria bodoh ini membuatku mandi sekali lagi, jika bukan karena mengkhawatirkan Leonardo yang sedang menungguku di kamar, mungkin aku tidak akan membiarkan pintu kamar mandi itu tidak terkunci, dasar Leon bodoh!


Ia mengumpat berkali-kali di dalam hati mengingat apa yang dilakukan suami tampannya itu pada dirinya di dalam kamar mandi tadi, bahkan ia sengaja memasang wajah cemberut pada Leon yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Sementara Leon yang melihat wajah cemberut istrinya itu hanya tertawa kecil.


"Sayangku imut!" bisik hatinya.

__ADS_1


__ADS_2