
"Anton, jaga ucapanmu!!" tegur Leon.
"Tapi Bos..." Baru saja Anton ingin memprotes tindakan Leon, tetapi ucapannya terhenti dengan kedatangan seorang pria paruh baya yang tergesa-gesa menghampiri Leon, ia melemparkan tatapan tajam pada pria paruh baya ini yang sedang membungkuk di hadapan Leon sebelum akhirnya pergi dengan wajah kesal.
"Ada apa dengan si gila ini?" celetuk Dr.Mark yang bingung melihat kepergian sahabatnya gilanya itu.
"Ah Tuan... Apakah Clara telah melakukan kesalahan?" tanya Uncle Jhon sungkan, soalnya pria paruh baya ini sedikit mengenal sifat Anton, pria berusia 22 tahun itu selalu tampil ceria di hadapannya walau ia tahu Anton tidak terlalu menyukai kehadiran putrinya di rumah ini.
"Sepertinya telah terjadi salah paham antara putrimu dan istriku!" lontar Leon, sembari melirik Uncle Jhon dan bermaksud melihat reaksi pria paruh baya ini terhadap apa yang telah terjadi pada putrinya, dan setelah ia menyelesaikan ucapannya itu Uncle Jhon terlihat melirik putrinya ada kekesalan di wajah pria paruh baya itu saat melihat putrinya.
"Ini bukan salahku ayah! Siapa suruh wajahku begitu cantik dan kak Leon menyukaiku hingga membuat wanita itu cemburu padaku dan mendorongku sampai jatuh dan terluka!" tukas Clara membela diri.
Uncle Jhon menggertakkan giginya mendengar ucapan putrinya yang terdengar sangat angkuh di hadapan majikannya ini.
"Diamlah!" tegurnya, "Kamu ini benar-benar tidak mengerti bagaimana menempatkan dirimu! Apakah kamu tahu kalau beberapa pelayan sudah mulai bergosip tentang dirimu?!" sahutnya kesal, setelah menegur putrinya Uncle Jhon pun membungkuk di hadapan Leon dan meminta majikannya itu agar memaafkan kesalahan putrinya ini, bahkan ia berjanji akan membuat Clara pergi hari ini juga dari Rumah Pusat.
"Itu tidak perlu Uncle Jhon, Clara boleh tinggal di sini sementara waktu, hanya saja... Tolong menjauhlah dariku dan istriku karena istriku itu tidak terlalu suka jika seorang wanita yang tidak ia kenal mendekatiku, tunggulah sampai aku menjelaskan padanya tentang Clara jika kelak Clara ingin berbicara denganku lagi, tetapi untuk saat ini... Aku harap ia bisa menjaga sikapnya dulu terhadapku dan juga istriku."
"Baik Tuan Leon, aku akan mengawasi sikap putriku ini selama ia di sini dan terima kasih karena Tuan tidak memperhitungkan kesalahan putriku," ucap Uncle Jhon sopan sambil menunduk hormat, "Clara, cepat minta maaf pada Tuan!" perintahnya pada putrinya tanpa menegakkan tubuhnya.
Dan putrinya yang memasang wajah cemberut itu bukannya menuruti perintahnya malah pergi begitu saja.
"Tuan ini..."
"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan! Ini salahku juga yang telah memanjakannya beberapa tahun yang lalu," sela Leon ketika melihat wajah Uncle Jhon tampak merasa bersalah padanya, ia cukup mengerti apa yang dirasakan oleh pria paruh baya ini, karena itu ia tidak ingin Uncle Jhon merasa sungkan padanya, setelah beberapa saat ia meminta Uncle Jhon untuk berdiri tegak dan memerintahkan pria paruh baya itu agar kembali pada tugasnya.
Sepeninggal Uncle Jhon... Leon meminta Dr. Mark untuk mencari Anton agar menanyakan apa yang sebenarnya terjadi siang ini, di sisi lain ia akan menemui istrinya Alicia dan juga putranya untuk mencari tahu hal ini, agar tidak menerima laporan dari salah satu pihak saja, setelah Dr. Mark pergi, Leon pun pergi ke kamar istrinya, beberapa menit kemudian ia telah berada di depan kamar Alicia, ia mengetuk pintu itu berkali-kali bahkan harus menunggu selama 10 menit sebelum akhirnya Alicia membukakan pintu untuknya.
"Tidak perlu bertanya, karena aku tidak akan menjelaskan apapun padamu," lontar Alicia begitu melihat Leon mengikuti dirinya masuk ke dalam kamar, "Bukankah kamu telah berjanji untuk tidak menggangguku kalau aku memutuskan kembali padamu?" lanjutnya lagi sambil menghempaskan pantatnya di sofa yang berada di dalam kamarnya.
__ADS_1
"Mengapa?"
Ia mengangkat wajahnya menatap Leon ketika mendengar kata-kata ini.
"Mengapa??"
Leon menahan senyumnya mendengar ucapan istrinya ini yang membalas pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan baru.
"Maksudku mengapa kamu selalu melakukan ini? Mengambil semua kesalahan di pundakmu dan tidak pernah ingin menjelaskannya? Apakah terlalu sulit bagimu untuk membujukku?"
"Jika kulakukan itu, akankah kamu percaya padaku?" sungut Alicia dengan wajah masam, ia menekuk kedua kakinya dan memeluknya lalu menjatuhkan kepalanya di atas lututnya.
Melihat hal itu, Leon pun duduk di samping istrinya ini.
"Menurutmu bagaimana aku memperlakukanmu selama ini?" tanyanya lembut.
"Lalu??'
"Lalu apa lagi?! Kamu hanya tidak pernah percaya padaku, jadi sia-sia jika aku menjelaskan hal itu padamu! Cuma membuatku semakin kesal saja!" Alicia mendengus sebal.
"Bukankah itu hanya anggapanmu saja? Pernahkah kamu bertanya padaku tentang pendapatku?"
Ucapan Leon ini membuat Alicia meneggakkan kepalanya, ia menatap Leon yang sedang tersenyum lembut padanya.
"Jadi... Apakah kamu akan mempercayaiku ketimbang gadis itu jika aku menjelaskannya?!" celetuknya.
"Tentu saja." Leon menyentuh hidung ramping istrinya sambil tertawa kecil.
"Lalu mengapa ketika di bawah tadi kamu menegurku? Aku bahkan belum membalas semua fitnahan yang dilontarkan gadis itu padaku!" protes Alicia sembari memasang wajah cemberut.
__ADS_1
"Kapan aku menegurmu? Aku hanya memanggil namamu, sedikit berharap kamu akan berlari padaku dan menjelaskan semuanya lalu membujukku untuk membelamu, tetapi apa yang kudapatkan? Hanya seorang istri yang terlalu keras kepala." Leon menjentik pelan kening Alicia.
"Sekarang kamu menyesal telah menikah denganku?"
"Sayang... Aku harap kamu membuang jauh-jauh pikiranmu ini, jika tidak aku pasti akan menghukummu!" ancam Leon sambil mendekati wajah Alicia.
"Bukankah kamu sendiri yang... Ummm..."
Tidak ingin istrinya ini melanjutkan kata-katanya, Leon dengan cepat menutup bibir mungil itu menggunakan bibirnya, tidak hanya itu ia juga menahan tangan Alicia yang terus memukul dadanya bahkan mendorong istrinya ini perlahan hingga kepala Alicia jatuh di atas sofa yang empuk.
"Kapan kamu akan memberiku seorang putri?" bisiknya sambil mengecup telinga Alicia dan membuat wajah mungil itu memerah di hadapannya.
"Bagaimana mungkin aku bisa memberimu seorang putri jika yang kamu lakukan hanya selalu membuatku kesal?!" rutuk Alicia dalam hati.
"Sayang?? Apakah hari ini tidak ada yang ingin kamu katakan padaku?"
Ucapan lembut yang diiringi sebuah kecupan di lehernya ini membuat Alicia merinding.
"Lihatlah keadaanku sekarang, apakah aku masih bisa mengatakan sesuatu padamu?!" sungutnya.
Sementara Leon kembali tertawa kecil, saat ini ia memang sedang mendominasi istrinya ini, tubuh ramping itu sedang berada di bawah tubuhnya dengan kedua tangan mungil istrinya itu terletak di atas kepala karena ditahan oleh tangannya.
"Jika tidak bisa menjelaskannya dengan mulutmu, bagaimana jika aku memberikan kesempatan padamu untuk menjelaskannya dengan tubuhmu?" selorohnya.
"Daripada harus menjelaskan dengan tubuhku, aku lebih memilih untuk membiarkanmu mengambilnya sendiri, aku pikir tawaran sebaik ini Mr. Leon pasti tidak akan menolaknya!"
Sejenak Leon tertegun dengan ucapan istrinya ini yang cukup berani.
"Sejak kapan wanita ini belajar untuk menggodaku?!" jeritnya dalam hati.
__ADS_1