STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
SAHABATKU MEMBENCIKU!


__ADS_3

Sore ini setelah mengajak buah hatinya bergembira di Disneyland, Alicia pun menghabiskan sisa waktu sebelum kembali ke hotel dengan mengunjungi Le Marais, sebuah daerah kota tua di Paris.


Beberapa bangunan abad pertengahan masih bisa dilihat Di Le Marais bahkan suasana di zaman itu masih terasa kental di area ini yang sekarang telah menjadi objek wisata, walau jalanan sedikit kotor hingga membuat Anton agak mengeluh memasuki daerah ini, tetapi melihat Alicia dan putranya asik berburu makanan tanpa memperhatikan keadaan tempat tersebut, pria muda ini pun menyunggingkan senyum di bibirnya.


"Benar-benar wanita yang sangat langka," batinnya, karena ini pertama kalinya Anton melihat seorang wanita kalangan atas begitu bahagia berburu kuliner pinggir jalan bersama putranya, apalagi wanita ini adalah istri dari Pemilik sepertiga belahan Dunia, bagi Anton sebenarnya dengan status Alicia sekarang dan juga kartu hitam yang berada di kantong blazer yang dikenakannya, maka restoran mewah mana saja di Paris ini bisa dimasukinya tanpa harus bersusah payah memesan table, tetapi sekarang... Ia kembali menatap Alicia yang sedang mencoba jajanan khas Paris bersama putranya.


Apakah masih ada seorang wanita lagi di luar sana yang seperti dirinya? Benar-benar sangat menarik!


Anton kembali tersenyum.


"Paman, kemarilah! Roti ini sangat enak!"


Teriakan cadel dari bibir mungil itu menyentakkan Anton dari lamunannya, dengan senyum di bibirnya ia melambaikan tangannya pada Leonardo lalu melangkah menghampiri ibu dan anak itu.


Tinggal satu langkah lagi maka ia akan berada tepat di samping Alicia, tetapi decit suara ban yang berhenti tiba-tiba dari dua buah mobil membuatnya menarik kembali kakinya.


Gawat!! Nyonya?? Bos Kecil!!


Anton melompat cepat ke belakang Alicia dan memasang sikap siaga, sementara itu beberapa pria berpakaian rapi tampak turun dari kedua mobil tersebut, tiga dari sepuluh pria yang berdiri di hadapannya saat ini sangat dikenalnya karena ketiga pria ini dulunya adalah teman-temannya saat ia masih bekerja pada Dimitri.


"Menemani seorang wanita cantik? Hmmm... Grigori ternyata sekarang kehidupanmu cukup baik."


Pria yang berbicara ini adalah Lev, Lev pernah menjadi sahabat dekat Anton, tetapi sejak Dimitri memberikan perhatian yang berlebihan pada Anton, maka sejak itulah Lev sangat membencinya.


"Setidaknya hidupku jauh lebih baik darimu, dan aku sangat berterima kasih padamu, karenamu pagi ini pria tua itu berhasil menangkapku, dendam ini... Akan kuperhitungkan padamu suatu hari nanti!" Anton menatap Lev dengan tajam, bahkan rahangnya sedikit mengeras karena emosi yang tertahan.


"Mengapa harus menunggu?! Bukankah sekarang aku berada di hadapanmu?!" sindir Lev sambil tersenyum sinis.


"Anton??"

__ADS_1


Tepukan di pundak yang berasal dari belakang membuat Anton berpaling.


"Nyonya??"


Saat ini di hadapannya Alicia tampak sedang menatap Lev, wajah itu terlihat santai bahkan seraut senyum tipis terukir di sudut bibirnya.


"Kita kembali ke hotel!" tukas Alicia sambil menggenggam erat tangan Leonardo kecil.


"Mengapa terburu-buru?! Malam masih panjang, lagipula kedatanganku ke sini untuk menjemput anda Nyonya Leon Vald, Bosku sangat ingin bertemu denganmu!" lontar Lev.


"Ingin membawanya?! Bukankah harus berhasil melewatiku terlebih dahulu?!" Anton melirik Lev.


"Tidak perlu! Tinggalkan saja mereka!" Alicia menarik lengan Anton untuk menjauhi sekelompok pria ini.


"Nyonya Leon Vald, maaf aku harus membawamu!" Lev memberi kode pada sembilan pria yang bersamanya agar bergerak, tetapi baru saja para pria ini ingin melangkah suara tembakan memenuhi tempat tersebut, bahkan jalan yang berada di hadapan mereka di penuhi butiran peluru tajam.


Lev mengedarkan pandangannya ke gedung-gedung tinggi yang berada di Le Marais.


"Jika ingin mayatmu berada di kamar mayat sekarang, maka lakukanlah! Tetapi aku harus memberi tahukan sesuatu padamu sebelumnya, bahwa mereka yang saat ini sedang memperhatikanmu adalah para sniper terbaik, bukankah kamu bisa melihatnya dari tempat berhentinya peluru itu? Jika mereka menginginkannya itu tidak mungkin hanya berhenti lima senti dari ujung sepatumu!"


Setelah menyelesaikan ucapannya, Alicia mengajak Anton meninggalkan Le Marais bersama putranya diiringi tatapan kesal dari Lev.


"Bagaimana Nyonya mengetahui bahwa Pasukan Rahasia mengikuti kita?" tanya Anton bingung sambil mengikuti langkah Alicia yang berjalan cepat menuju mobil yang terparkir tak jauh dari tempat ia berada saat ini.


"Aku tidak tahu, tetapi suamiku telah berkata padaku sebelum pergi tadi bahwa aku bisa menikmati sore ini bersama putraku tanpa perlu merasa khawatir, dan aku percaya padanya!"


Mendengar ucapan Alicia ini, Anton baru menyadari sesuatu, hari ini Bosnya itu memberi dua kemeja baru untuknya, salah satu dari kemeja itu telah dipakainya tadi pagi dan yang satu lagi sekarang sedang membalut tubuh kekarnya.


Ternyata kemeja ini milik Bos, mengapa aku tidak menyadari hal ini sebelumnya? Padahal aku telah melihat inisial namanya di kerah kemeja ini saat memakainya tadi.

__ADS_1


Sekarang ia mengerti mengapa Pasukan Rahasia melindunginya seharian ini, sebelumnya Anton hanya merasa sangat bahagia telah menerima dua kemeja mewah ini dari Bosnya, dikarenakan ukuran tubuhnya dan Leon hampir sama karena itulah ia tidak menyadari jika kemeja yang diberikan Leon padanya adalah milik Bosnya yang arogan itu.


Ia segera membukakan pintu mobil untuk Alicia dan putranya ketika mereka telah tiba di sisi mobil, setelah menutup kembali pintunya Anton sempat melemparkan pandangannya pada Lev yang masih berdiri terpaku menatapnya dari kejauhan.


"Tenanglah Lev, suatu hari nanti aku pasti akan mendatangimu dan mengeluarkan isi kepalamu dengan tanganku sendiri," bisiknya dalam hati.


Tanpa menunggu lagi Anton pun masuk ke dalam mobil dan melarikan mobilnya meninggalkan area Le Marais.


***


Di saat yang sama di sebuah bar yang hanya bisa dikunjungi oleh orang-orang yang memiliki kartu hitam saja, tampak Julian sedang menemui Marino dan Dimitri.


"Bekerja sama denganmu?! Apa keuntungan yang bisa kudapatkan dari kerja sama ini?!" tanya Julian sinis sambil mengamati gelas whisky yang baru saja diterimanya dari Dimitri.


Dimitri terkekeh mendengar pertanyaan ini.


"Wanita itu... Nyonya Leon Vald, bukankah kamu sangat menyukainya?! Aku bisa memberikannya padamu!" cetusnya, ia menatap lekat wajah pria berambut pirang yang duduk di hadapannya saat ini.


Hmmm... Pria ini sesuai dengan seleraku, tetapi Anton aku masih menginginkan si gila itu, tubuhnya itu membuatku benar-benar hilang kendali hanya dengan melihatnya saja, dan wajah dinginnya itu sedikit mirip dengan pria ini.


"Kamu bisa mendapatkan wanita itu untukku?!"


Pertanyaan bernada dingin ini membuyarkan semua yang dipikirkan Dimitri saat ini, ia kembali terkekeh.


"Mendapatkan wanita itu dan memberikannya padamu itu sangat mudah untukku!" sahutnya santai.


Lagipula aku juga cukup tertarik dengan wanita itu, kemampuannya membuatku sedikit bergairah, mungkin aku bisa membuat pria ini dan wanita itu melayaniku sekaligus.


Dimitri menenggak minuman yang berada di tangannya sambil melirik Julian yang menyunggingkan seraut senyum aneh padanya.

__ADS_1


__ADS_2