STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
PERTEMUAN PERTAMA.


__ADS_3

Malam hari di sebuah lapangan basket kota, tampak sekumpulan pemuda baru menyelesaikan latihannya.


"Josh, tembakanmu malam ini sangat akurat! Aku pikir kita akan kembali memenangkan pertandingan basket antar kota 3 bulan lagi," sahut Aaron sambil menyapu keringatnya dengan handuk kecil.


"Aku belum yakin akan hal itu, jangan lupa! Ada beberapa team profesional yang akan mengikuti pertandingan nanti!"


"Josh, Aaron, duluan ya?!" teriak teman satu team mereka yang sudah bersiap-siap untuk pulang.


"Yeay.. Bye!" Aaron melambaikan tangannya pada teman-temannya, sementara Josh tampak memikirkan sesuatu, "Apa yang kamu pikirkan saat ini?!" Aaron memukul lengan sahabatnya itu.


"Aku memikirkan Alicia dan tour ke Rumania,"


"Tour ke Rumania? Apakah kamu tidak ingin mengikutinya? Bukankah Alicia akan pergi? Ini kesempatan untukmu agar bisa selalu bersamanya!"


"Perasaanku mengatakan akan terjadi sesuatu di sana!"


"Mungkinkah itu hanya perasaanmu saja? Sudahlah teman, lebih baik nikmati saja perjalanannya nanti," Aaron tersenyum lalu merangkul pundak sahabatnya itu, "Ayo pulang! Semakin malam di sini terlihat sedikit menakutkan!" sahut Aaron bergidik ngeri.


"Sifat penakutmu ini mengapa tidak pernah berubah?!" Josh terlihat kesal.


"Hahaha.. Itu tolong tanyakan langsung pada ibuku! Ayo pulang!" Aaron menarik tangan Josh meninggalkan lapangan basket.


***


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, Mahasiswa dan Mahasiswi teman satu kelas Alicia telah berkumpul di bandara, termasuk dirinya.


"Selama satu minggu ini aku akan tidur bersamamu!" sahut Gwen senang sambil merangkul lengan sahabatnya, Alicia tertawa kecil.


"Aku juga senang bisa bersamamu selama satu minggu ke depan! Ini pertama kalinya aku pergi jauh dari rumahku," ucapan Alicia membuat Gwen menatap sahabatnya itu.


"Ada aku bersamamu nanti, aku akan mengajakmu bersenang-senang di sana!" bisik Gwen ketika melihat wajah sahabatnya yang terlihat sedih, Alicia menatap Gwen dan mengangguk pelan.


"Alicia!" Aaron datang tiba-tiba dan merangkul pundak gadis itu, "Satu minggu ini bagaimana jika kita ambil kamar bersama?!" bisik Aaron.

__ADS_1


"Eh?!" ucapan Aaron membuat Alicia terdiam, Josh yang berada di belakang Aaron menendang bokong sahabatnya itu hingga membuat Aaron tersungkur.


"Hei Josh!! Kamu sahabatku tetapi mengapa selalu kejam padaku?!" teriak Aaron sambil mengelus bokongnya.


"Punya sahabat sepertimu aku sangat malu!" sahut Josh dingin lalu pergi meninggalkan Aaron.


"Hei teman, apa maksud ucapanmu itu?!" Aaron bangkit dan mengejar sahabatnya.


"Untung saja Josh menendangnya, jika tidak.. Aku akan membuatnya menjerit seperti saat di kantin!" bisik Gwen sebal, "Sudahlah, jangan dipikirkan ucapannya itu!" Gwen merangkul sahabatnya yang masih terdiam, ayo! Dosen sudah memanggil untuk berkumpul!" ajak Gwen pada Alicia.


"Iya," Alicia mengangguk dan tersenyum pada sahabatnya.


***


Keesokan paginya, rombongan Mahasiswa ini telah sampai di Transylvania, Rumania, Dosen pemimpin rombongan ini menyewa dua rumah untuk Para Mahasiswanya, Para Muridnya itu memasuki rumah dengan cepat untuk memilih kamar dan mandi, Mahasiswi ditempatkan dalam satu rumah, sementara Mahasiswa menempati rumah yang berada di sebelahnya.


"Hei teman, kapan kamu akan mengungkapkan perasaanmu itu padanya?!" tanya Aaron pada sahabatnya sambil melempar tas yang dibawanya ke lantai kamar.


"Woahh!! Josh yang cool akan mengungkapkan perasaannya di lapangan basket," Aaron bertepuk tangan.


"Tolong jangan menggangguku lagi saat itu?!" Josh melirik Aaron, Aaron mengangkat tangannya.


"Tenanglah, aku tidak akan mengganggumu, jika ini berhasil.. Jangan lupa untuk mentraktirku," bisik Aaron sambil merangkul pundak sahabatnya.


"Pergilah! Aku tidak percaya pada ucapanmu!" Josh menepis tangan Aaron.


"Hei buddy, aku ini sahabatmu! Mengapa selalu memperlakukanku seperti musuhmu?!" teriak Aaron kesal.


"Jika masih ingin berbicara, teruskan saja! Aku akan mandi terlebih dahulu, aku harus buru-buru mengisi perutku ini!" Josh meninggalkan Aaron ke kamar mandi setelah mengambil handuk dan pakaiannya dari dalam tas miliknya.


Setelah satu jam semua berkumpul bersama Dosen yang telah menunggu mereka di bus, Dosen ini membawa semua Muridnya ke sebuah restoran yang berada di kota Transylvania, saat berada di restoran Alicia tanpa sengaja menabrak seorang pria, gadis itu mengangkat kepalanya ketika akan melihat pria itu yang memiliki tinggi 190cm.


"Maaf," sahut Alicia pelan, pria itu hanya tersenyum padanya, Alicia tertegun melihat senyum pria itu yang menurutnya sangat indah, barisan gigi putih yang rapi, rahang yang keras, mata yang tajam, dan hidung kecil yang tinggi, pria itu memiliki wajah yang sangat sempurna dan terlihat dewasa.

__ADS_1


"Tidak apa-apa.. Kamu baik-baik saja?" tanya pria itu lembut padanya, Alicia mengangguk cepat, pria itu tertawa kecil melihat anggukannya, "Berhati-hatilah!" pria itu mengelus kepalanya.


"Hei paman! Lepaskan temanku!" Gwen menarik tangan Alicia, ketika menyadari sahabatnya itu tidak mengikutinya, Gwen mencari Alicia, dan Gwen menemukan kepala sahabatnya itu di elus seorang pria dewasa, Gwen menunjukkan wajah bermusuhan pada pria di hadapannya.


"Gwen, bukan salahnya! Aku.. Aku yang telah menabraknya!" bisik Alicia.


"Kamu menabraknya itu bukan alasan untuknya menyentuh kepalamu seenaknya! Siapa tahu pria ini seorang paman yang menyukai gadis-gadis muda!" Gwen kembali menatap pria di hadapannya.


"Aku belum setua itu!" sahut pria itu sambil tersenyum, "Umurku baru 22 tahun saat ini," tambahnya lagi.


"Aku tidak peduli berapa umurmu! Jauhi saja sahabatku!!" bentak Gwen, lalu menarik Alicia meninggalkan pria itu yang masih menatapnya.


"Darahnya sangat harum dan manis, gadis kecil.. Kita akan bertemu lagi!" pria itu memperhatikan Alicia dari kejauhan.


Setelah meninggalkan restoran rombongan tour ini melanjutkan perjalanannya mengunjungi Musium Transylvania dan beberapa bangunan bersejarah, salah satu tempat yang mereka kunjungi adalah Kastil milik keluarga Vald yang berada di sebuah bukit, Kastil itu tampak terawat dan bersih karena Kastil tersebut adalah milik seorang bangsawan saat ini, Kastil ini sering dipergunakan untuk pembuatan Film Drakula yang sangat disukai Alicia, gadis itu tampak menjelajahi Kastil dengan wajah gembira.


"Mengapa bangunan tua ini membuatmu sangat bahagia sekali?!" tanya Gwen bingung, Gwen merasa sedikit takut berada di tempat itu, walaupun Kasti sangat megah dan bersih tetapi suasana di dalamnya cukup mencekam.


"Aku menyukai tempat ini, karena di tempat ini sejarah Drakula berasal," Alicia tersenyum.


"Bukankah Drakula itu makhluk yang hidup dengan menghisap darah?"


"Benar," Alicia mengangguk.


"Itu sangat menjijikkan dan sedikit menakutkan, mengapa kamu menyukai hal-hal seperti ini?!" Gwen melihat sekeliling Kastil yang dipenuhi oleh patung-patung Drakula, walau hanya dekorasi tetapi wajah patung-patung itu cukup membuat nyalinya menjadi ciut.


"Bukankah patung ini terlihat luar biasa?" Alicia mengagumi sebuah patung, di bawah kaki patung tersebut tertulis keturunan terakhir Drakula Transylvania, Sang Pangeran Drakula.


"Bukankah mereka ini tidak nyata sama sekali?! Semua yang ada di film itu dibuat hanya untuk menakut-nakuti saja! Mereka sama sekali tidak pernah ada!"


"Siapa yang mengatakan padamu bahwa Drakula hanya sebuah cerita dan tidak nyata?!" suara dingin seorang pria membuat Alicia dan Gwen berbalik.


"Hei, mengapa kamu mengikutiku dan temanku?!!" bentak Gwen.

__ADS_1


__ADS_2