
Malam itu, Alicia tidak bisa tidur, pikirannya dipenuhi kecemasan akan nasib kedua temannya.
"Apa yang diinginkan makhluk itu dari korban-korbannya dan ke mana makhluk itu membawa para korbannya?!" pikir Alicia, "Aku tidak akan memberikan kesempatan pada makhluk itu untuk menyentuh teman-temanku!" bisiknya.
Ketika semua teman-temannya tertidur, dan Para Mahasiswa yang berjaga pergi ke kamar kecil secara berkelompok, Alicia perlahan-lahan keluar dari kamarnya, membuka pintu rumah dan keluar, lalu menutup pintunya kembali.
"Hei!!" sebuah sapaan halus membuatnya berpaling.
"Leon?? Apa yang kamu lakukan di sini?" Alicia menghampiri Leon yang duduk di pagar teras.
"Oh itu... Malam ini, saat sedang jalan-jalan menikmati udara malam, aku melihat makhluk itu! Sang Pelompat Atap! Makhluk itu melompat di atap-atap rumah penduduk! Aku terus mengikutinya sampai ke sini! Tetapi sayang sekali aku kehilangan jejaknya," Leon menghela nafas, "Lalu bagaimana denganmu? Apa yang kamu lakukan di luar rumah sendirian?" tanya Leon.
"Dua temanku menghilang." Alicia duduk di samping Leon, "Makhluk yang sangat menyeramkan telah menculik mereka! Aku melihatnya sendiri dengan mataku ini!" bisik Alicia.
"Itu pasti dia!" sahut Leon, "Makhluk itu selalu menculik orang yang tidak menyadari kehadirannya untuk dimangsa!" Leon menggeratakkan gigi karena kesal.
"Dimangsa?!" Alicia menatap Leon dengan wajah terkejut, Leon mengangguk.
"Aku telah mengikutinya selama ratusan, maksudku beberapa tahun ini, tetapi masih saja tidak berhasil menangkap makhluk itu!" Leon melirik Alicia, khawatir gadis itu menyadari ucapannya.
"Sudah beberapa tahun? Bukankah itu artinya sudah banyak yang menjadi korbannya?!" tanya Alicia.
"Benar, sudah cukup banyak! Walaupun aku berhasil menggagalkannya berkali-kali, tetapi makhluk ini selalu mendapatkan korbannya, terutama pengunjung yang sama sekali tidak mengetahui tentang keberadaannya," ucap Leon.
"Kamu menggagalkannya berkali-kali?" Alicia menatap Leon dengan wajah tak percaya, Leon mengangguk, "Tetapi... Bukankah makhluk ini sangat kuat?!"
"Sangat kuat buat seorang manusia, tetapi bagiku..." Leon tersenyum.
"Leon??"
Leon melirik Alicia, gadis itu terus menatapnya dengan mata bulatnya, wajah Alicia yang cantik dan tampak polos membuat hati Leon berdebar kencang.
"Aku sangat ingin mencium dan menggigitnya!" bisik hati Leon.
"Leon??"
__ADS_1
Lamunan Leon buyar mendengar gadis itu memanggilnya untuk kedua kalinya.
"Aku..." kata-kata Leon terhenti ketika mendengar suara teriakan dari dalam rumah.
"Josh!!! Tolong!!" teriakan itu terdengar semakin keras.
Alicia yang mendengar hal itu berlari memasuki rumah bersama Leon.
"Ada apa?!" tanyanya khawatir, pada seorang Mahasiswa yang tampak pucat pasi.
"Ma... Makhluk itu kembali dan mem.. Membawa Josh!" sahut Mahasiswa itu terbata-bata, semua yang mengikuti tour terbangun mendengar teriakan itu dan berkumpul di dekat Mahasiswa yang sedang ketakutan tersebut.
"Mr. Leon??" Miss Erin tampak terkejut melihat kehadiran Leon di antara murid-muridnya, "Apa yang kamu lakukan di tempatku?!" tanyanya curiga.
Melihat tatapan Miss Erin, Leon merasa harus menjelaskan kesalah pahaman ini.
"Miss Erin jangan salah paham, aku hanya kebetulan lewat dan bertemu Alicia di luar sana!" Leon menunjuk teras.
"Itu benar Miss Erin, aku... Aku sedang berbicara bersama Leon saat mendengar teriakan." Alicia berusaha menjelaskan.
"Miss Erin, sebelum berkunjung ke Transylvania ini, apakah Miss Erin pernah mencari tahu keadaan di sini?" tanya Leon, Miss Erin menggelengkan kepalanya, melihat hal itu Leon menghela nafas, "Kalau begitu, aku akan membantumu mencari mereka! Tinggallah di sini bersama murid-muridmu! Kunci semua pintu dengan baik dan usahakan untuk terjaga hingga malam ini berlalu!" pesan Leon, Miss Erin mengangguk.
"Aku akan pergi bersamamu!" Alicia menatap Leon.
"Gadis kecil, ini bukan jalan-jalan! Membawamu akan memperlambat gerakku!"
"Aku harus ikut!!" Alicia memegang lengan Leon dengan erat, Leon kembali menghela nafas.
"Baik... Baik..." Leon akhirnya mengalah pada gadis itu, "Ayo pergi!" katanya, sambil menarik tangan Alicia.
"Mr. Leon, tolong jaga Alicia!!" teriak Miss Erin, Leon membalikkan tubuhnya, menatap Miss Erin dan mengangguk, kemudian membawa Alicia pergi bersamanya.
"Ke mana kita akan mencarinya?" tanya Alicia sambil mengikuti langkah Leon.
"Ke sebuah rumah kosong, aku tahu di mana tempat itu!"
__ADS_1
Setelah memacu mobilnya dengan kencang, akhirnya Leon dan Alicia tiba di sebuah rumah yang terletak di pinggir hutan.
"Rumah siapa ini?" Alicia keluar dari mobil sambil memperhatikan rumah yang berada di sisi kanan jalan, rumah itu tampak temaram, seperti hanya diterangi dengan sebatang lilin saja.
"Rumah ini milik seorang petani, seluruh anggota keluarganya dimangsa oleh makhluk itu! Karena takut, petani itu pergi meninggalkan rumahnya," Leon menjelaskan dengan berbicara sangat pelan, lalu mengajak Alicia mendekati rumah itu dengan mengendap-endap.
Setelah berada di depan pintu rumah, Leon menendang pintu itu dengan keras, terdengar raungan keras dari dalam rumah, Alicia memasuki rumah itu dan melihat makhluk itu berdiri di hadapannya dan Leon.
"Hei, kembalikan ketiga temanku!!" teriak Alicia, makhluk itu kembali meraung mendengar teriakan Alicia, melihat hal itu tanpa merasa takut Alicia maju ke hadapan makhluk itu.
"Apa yang akan kamu lakukan?!" Leon menatap Alicia, keberanian Alicia mengejutkan dirinya.
"Aku akan menghadapinya sendiri!!" sahut Alicia lantang, tanpa mengalihkan pandangannya dari makhluk yang berada di hadapannya.
"Hei Nona, makhluk itu bukan tandinganmu! Makhluk malam itu memiliki kekuatan yang luar biasa, daerah Transylvania telah sejak lama dihantui olehnya, dan Dosenmu itu, telah membawamu dan teman-temanmu berkunjung ke suatu daerah tanpa menyelidiki terlebih dahulu tentang ini!"
"Aku tidak peduli!! Aku harus menemukan teman-temanku kembali!" Alicia berlari menangkap makhluk itu dan melemparnya dengan keras.
"Siapa gadis ini sebenarnya?!" Leon tertegun melihat kekuatan Alicia, di depan matanya Alicia berkali-kali melempar makhluk itu ke dinding rumah dengan mudahnya, ketika Alicia akan mendekati makhluk itu kembali, makhluk itu melarikan diri dengan menerobos atap rumah.
"Leon!! Makhluk itu berhasil melarikan diri!!" teriakan Alicia menyadarkan Leon dari rasa kagumnya, Leon mencoba mengejar keluar rumah, tetapi makhluk itu telah menghilang.
"Di mana makhluk itu?" tanya Alicia yang mengikutinya ketika ia berlari keluar, Leon menggeleng.
"Makhluk itu menghilang lagi!" Leon memperhatikan setiap pohon yang telah dilompati oleh makhluk itu, tetapi bayangan makhluk itu sama sekali tidak terlihat lagi.
"Leon, teman-temanku tidak berada di rumah ini! Di mana makhluk itu menyembunyikan teman-temanku?" tanya Alicia dengan wajah cemas.
"Aku tidak tahu pasti, makhluk itu selalu menyembunyikan para korbannya di suatu tempat, tetapi... Yang aku tahu biasanya makhluk itu akan membawa korbannya ke sini terlebih dahulu!"
"Tetapi mereka tidak berada di sini! Kita harus menemukan teman-temanku secepatnya!" Alicia melangkah ke mobil dengan wajah panik, melihat hal itu Leon menarik tangan Alicia dan memeluk gadis itu.
"Alicia, tenanglah! Makhluk itu selalu menyimpan korbannya selama dua minggu sebelum memangsanya! Kita masih memiliki waktu untuk menyelamatkan teman-temanmu," bisiknya, mencoba menenangkan Alicia yang terserang kepanikan.
Mendengar ucapan Leon, Alicia menghembuskan nafas lega, walau di dalam hatinya saat ini masih tersisa sedikit rasa cemas, tetapi pelukan Leon membuatnya merasa tenang.
__ADS_1