STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
KELUARGA MARINO.


__ADS_3

Malam hari, setelah makan malam bersama Alicia dan putranya, Leon pun mengajak Dr. Mark untuk meninggalkan kamarnya, ada beberapa hal yang ingin dibicarakannya dengan sahabatnya ini tetapi ia tidak ingin putranya mendengar hal itu.


"Bagaimana gadis kecil itu?" tanyanya setelah berada di kantor hotel.


"Aku telah mengantarnya ke kampusnya seperti permintaan kekasihmu, selama diperjalanan gadis itu telah menceritakan padaku tentang pertemuannya dengan kekasihmu, mereka baru saling mengenal beberapa hari ini, dan kekasihmu itu telah membantu membayar uang kuliah gadis itu selama satu semester, sebagai gantinya gadis itu bertanggung jawab untuk menjaga putramu ketika kekasihmu harus bekerja."


"Membayar penuh apartemen mungilnya selama satu tahun bahkan membayar uang kuliah buat gadis kecil itu, menurutmu... Bagaimana cara Alicia menghasilkan uang sebanyak itu? Apakah ia telah menjadi simpanan seseorang?"


"Hei hei Mr. Leon Vald yang agung, tolong tempatkan kecemburuanmu itu di posisi yang tepat! Jangan selalu tenggelam di dalamnya! Ketahuilah bahwa kekasihmu itu telah bekerja sangat keras hingga sampai ke tahap ini!" Dr. Mark benar-benar ingin memukul sahabatnya ini karena Leon selalu menempatkan kecemburuannya di atas segalanya jika menyangkut kekasihnya itu.


"Semua ucapanku ini cukup beralasan! Kekasihku itu sangat cantik, apalagi sekarang... Dengan tinggi tubuh 170cm dan tubuhnya yang menggoda itu! Ia hanya perlu melintas di hadapan seseorang dan pria itu pasti akan tunduk padanya!"


"Dengarlah ucapanmu ini, bukankah ini terdengar seperti pria yang sedang cemburu buta?!" Dr. Mark menyeringai melihat kekhawatiran Leon, "Gadis kecil itu telah memberitahuku bagaimana kekasihmu itu melakukan pekerjaannya, putramu yang mengatakan itu padanya bahwa kekasihmu itu hanya tidur dua jam dalam satu hari karena harus bekerja dalam dua shift, siang hari ia bekerja sebagai kuli bangunan dan malam hari ia bekerja sebagai petugas keamanan, dari situlah ia menghasilkan uangnya!"


Leon tertegun mendengar penjelasan sahabatnya ini, perasaan bersalah karena telah berpikiran jelek pada Alicia terasa bagaikan sembilu yang menancap di hatinya.


"Kekasihmu itu benar-benar wanita yang luar biasa, bahkan di sela-sela kesibukannya itu ia masih bisa mendidik putramu menjadi seorang anak yang sopan, andai aku bisa menemukan seorang wanita seperti dirinya..."


PLAKK!!!


Sebuah pukulan mendarat di kepala Dr. Mark.


"Hei Leon! Aku masih membutuhkan kepalaku ini untuk membantumu menjalankan Vald Corporation!" protesnya sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit karena pukulan tersebut.


"Itu hukuman untukmu karena berani memikirkan kekasihku!"

__ADS_1


"Cih... Dasar pria pencemburu!" rutuk Dr. Mark dalam hati, "Aku sungguh kasihan pada Alicia karena harus mengenal sahabatku ini."


Sahabatnya yang sedang memasang wajah cemberut padanya itu membuat Leon melirik dengan gusar.


"Ada apa?! Apa kamu ingin menggantikan Alicia untuk menjadi kekasihku?!"


"Hahaha... Tidak terima kasih, dalam satu hari harus melayanimu dua kali, tugas ini memang lebih cocok untuk kekasihmu itu!" Dr. Mark menyeringai masam, "Tetapi Leon, dengan tenaga kekasihmu itu... Bagaimana kamu bisa melakukannya?"


PLAK!!!


Sebuah pukulan kembali mendarat bebas di kepala Dokter tengil ini.


"Aku tidak tahan lagi!! Aku akan pergi sekarang!" teriak Dr. Mark kesal.


"Bagus, daripada mengisi otak kosongmu itu dengan pikiran kotor, lebih baik lakukan tugasmu! Hubungi ayah kekasihku dan tanyakan tentang perkembangan penawar serum yang telah dikerjakannya selama 6 tahun ini, dan juga... Jangan lupa untuk mengambil beberapa kantong darah segar! Aku sangat lelah dan membutuhkannya secepatnya."


"Mark..." Leon mengepalkan tangannya.


Melihat hal itu Dr. Mark pun berlari dengan cepat meninggalkan ruangan kantor.


"Haizzz... Pria bodoh ini, mengapa aku bisa bertahan selama ini dengan sifatnya itu?!" sungut Leon.


***


Roma Italia, di sebuah rumah dengan design mediterania, terdengar teriakan seorang pria paruh baya dari ruang tamu rumah tersebut.

__ADS_1


"Sanna, di mana putri nakalmu?!" teriak pria paruh baya itu pada seorang wanita paruh baya yang tampak sedang menuruni anak tangga.


"Marino, tenanglah! Biarkan saja Nathe merayakan kebebasannya hari ini, sejak 6 tahun yang lalu putriku itu telah menghabiskan waktunya di Rumah Sakit Jiwa karena ulah Pimpinan Vald Corporation! Hari ini ia baru diperkenankan meninggalkan Rumah Sakit Jiwa, jadi tolong biarkan ia menikmati kehidupannya selama satu hari saja," bujuk Sanna, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik ini adalah ibu dari Nathalia mantan tunangan Leon, ia adalah seorang mantan model yang dinikahi oleh Marino, "Daripada berpikir tentang putrimu, lebih baik temukan cara untuk membalas perbuatan Leon Vald itu pada keluarga kita! Pria arogan itu telah seenaknya memberikan tubuh bersih putriku pada 10 pria untuk dinikmati begitu saja, bahkan ia berani menendangmu dari Vald Corporation, karena perbuatannya itu putriku harus menghabiskan waktunya selama 6 tahun di Rumah Sakit Jiwa, bahkan keluarga kita telah dihancurkan oleh pria itu, dendam ini... Aku akan kembalikan padanya suatu hari nanti!" Sanna menghempaskan tubuhnya di sofa di hadapan suaminya.


"Benar, pria itu tidak pernah ada untuk Vald Corporation, ia seperti siluman yang tidak pernah diketahui keberadaannya, selama ini akulah yang telah membesarkan Vald Corporation dengan tanganku ini, tetapi dengan mudahnya ia menendangku ketika ia kembali dan mengumumkan tentang dirinya yang akan mengurus Vald Corporation 6 tahun yang lalu." Marino menggertakkan giginya dengan wajah kesal.


"Tetapi mengapa saat itu ia menendangmu? Kamu tidak pernah menceritakan hal ini padaku, dan juga... Bagaimana dengan semua Pemegang Saham yang selalu mendukungmu itu?!" lontar Sanna sambil menatap suaminya.


Marino menyeringai sinis.


"Leon Vald dan Sekretaris Pusat menemukan bukti kecuranganku dan penggelapan beberapa aset dari Vald Corporation, dan Pemegang Saham minoritas itu?! Apa yang bisa mereka lakukan?! Melihat aku dipermalukan dalam rapat direksi mereka justru dengan mudahnya berpaling dariku, sementara semua yang telah kulakukan itu juga menguntungkan untuk mereka, tetapi mereka langsung menyetujui keputusan Pimpinan Vald Corporation itu ketika ia memutuskan untuk mengeluarkanku." Ia mendengus, "Hati manusia itu seperti hutan liar, tidak tahu jenis hewan apa yang bersarang di dalamnya."


"Tenanglah... Aku telah menyelidiki tentang Leon Vald selama 6 tahun ini, pria arogan itu telah memancing kebencian dari banyak pihak pada dirinya, jika kita bisa mengajak pihak-pihak ini untuk bekerja sama, bukankah menjatuhkannya hanya tinggal menunggu waktu saja? Lagipula... Berdasarkan penyelidikan dari para agen yang telah kuminta untuk mengikutinya, pria itu selama 6 tahun ini sedang mencari seseorang, hanya dengan menemukan orang tersebut lebih dahulu darinya bukankah kita bisa memberikan pembalasan yang setimpal untuknya?!"


Marino tampak berpikir sejenak mendengar ucapan istrinya itu.


"Dan siapa orang yang sedang dicari olehnya itu?" tanyanya sambil menatap istrinya.


"Seorang wanita, dan aku tahu di mana wanita itu berada sekarang," tukas Sanna dengan senyum liciknya.


"Kalau begitu, kita harus menemui wanita ini secepatnya!"


"Tidak perlu terburu-buru, para agenku masih mengikuti Leon, aku pikir sebelum menemui wanita itu, lebih baik mengumpulkan relasi terlebih dahulu, aku dengar dari para agen kalau Leon akan mengirim beberapa orang Pemegang Saham yang berkolusi di belakangnya ke pedalaman Afrika, bagaimana jika..."


"Aku mengerti!" Marino menyela ucapan istrinya dengan cepat.

__ADS_1


Sanna kembali tersenyum licik mendengar jawaban suaminya.


__ADS_2