STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
LEON PERGI.


__ADS_3

Setelah mengganti pakaiannya, Leon pun kembali pada Alicia.


"Di mana temanmu?" tanya Alicia yang melihat Leon hanya turun sendiri.


"Oh itu... Temanku itu orangnya agak tertutup dan tidak suka bertemu orang-orang baru," tukas Leon, ia harus memberi alasan yang masuk akal agar Alicia tidak terus bertanya padanya, "Ayo kembali ke rumahmu!" Leon mengajak Alicia meninggalkan rumah besar tersebut.


Dengan ditemani sang Butler yang mengembalikan kunci mobil milik ibu Alicia, Leon pun mengajak Alicia masuk ke dalam mobil ibunya dan membawa gadis itu meninggalkan kawasan elite tersebut.


"Hei Leon, kamu belum menjelaskan padaku bagaimana kamu mengenal Alice? Dan mengapa ayah Wesley terlihat takut padamu?!" tanya Alicia dengan tatapan menyelidik.


"Alice?? Hmmm... Bukankah kamu tahu, Mark adalah sahabatku? Dan Alice adalah kekasih Mark! Begitulah aku mengenalnya! Sementara ayah Wesley, mungkin ia takut padaku karena mengetahui identitasku!" lontar Leon santai.


"Apa?!! Jadi ayah Wesley mengetahui identitasmu?! Apakah kamu tidak khawatir jika pria itu akan membocorkannya, dan kamu kemungkinan akan diburu oleh banyak orang?!" tanya Alicia cemas.


"Siapa yang berani mengejarku?!" Leon tertawa, sesaat kemudian Leon menghentikan tawanya, "Apakah maksud identitas yang ditanyakan gadis ini berbeda dengan yang kupikirkan?!" bisik hatinya, Leon melirik Alicia, tampak kecemasan tergambar di wajah gadis kecil itu, "Hei gadis kecil, apa yang sedang kamu pikirkan?!" tanyanya.


"Ayah Wesley! Aku akan menemuinya dan memohon padanya agar tidak membocorkan identitasmu sebagai Drakula!" gumam Alicia.


Leon menghela nafas.


"Ternyata benar, apa yang dipikirkan oleh gadis kecil ini dan apa yang kupikirkan tidak sama!" bisik hatinya, "Tidak perlu melakukannya! Pria tua itu... Sebagai kekasihku kamu tidak perlu tunduk padanya! Seharusnya dia yang tunduk padamu!"


"Tetapi kamu membutuhkannya untuk menyembunyikan identitasmu itu!" protes Alicia.


"Tentang itu... Kamu tidak perlu memikirkannya! Aku memiliki caraku sendiri untuk menghadapi pria tua itu! Dia tidak akan berani mengatakan apapun tentangku! Tenanglah!" Leon mengelus kepala Alicia dengan lembut, "Bagaimana jika nanti malam aku tidur bersamamu lagi?" bujuk Leon.


Hal itu spontan membuat wajah Alicia bersemu merah.


"Jangan melihatku dengan wajah itu!" Leon memutar kepala Alicia agar mengarah ke depan, "Wajahmu itu membuatku lapar!" rutuknya dengan wajah yang mulai bersemu merah, sebenarnya... Ia sedikit tergoda setiap kali gadis yang berada di sampingnya itu memperlihatkan wajahnya yang memerah, "Apakah gadis kecil ini tidak menyadari betapa menggodanya wajahnya saat ini?" Leon menghela nafas, ia melarikan mobilnya dengan cepat membelah keramaian lalu lintas Los Angeles malam hari.


Beberapa saat kemudian, mobil pun tampak memasuki halaman rumah Alicia, setelah memarkir mobilnya, Leon membukakan pintu mobil untuk Alicia dan membantunya turun.

__ADS_1


Kedatangannya dan Alicia disambut oleh Ayah Alicia yang menunggunya di ruang tamu sambil menonton tv.


"Ayah belum tidur?" sapa Alicia, ia mendekati sang ayah dan mencium pipinya.


"Ayah menunggumu!" James melirik Leon yang berada di belakang putrinya.


"Selamat malam paman! Ini kunci bibi." Leon mengembalikan kunci mobil milik ibu Alicia pada ayah gadis itu yang menatapnya dengan wajah kurang bersahabat.


"Terima kasih telah mengantar dan membawa putriku kembali dalam keadaan baik-baik saja!" sindir James sambil menerima kunci dari Leon.


"Sudah kewajibanku paman." Leon tersenyum.


"Itu bukan kewajibanmu! Walau ibunya sangat menyukai dirimu, tetapi aku belum menerimamu sebagai kekasih putriku!" cetus James sambil mematikan tv, ia beranjak dari sofa dan menyuruh putrinya untuk masuk ke dalam kamar.


Mendengar perintah sang ayah, Alicia melirik Leon, setelah melihat anggukan kekasihnya itu, ia pun meninggalkan Leon bersama ayahnya.


"Kapan kamu akan keluar dari rumahku?!" tukas James sambil menatap Leon dengan tajam.


"Kapanpun paman menginginkannya! Sebenarnya aku ingin menunggu hingga mendapatkan rumah sesuai budgetku, tetapi jika paman tidak menyukaiku berada di sini, aku akan pergi besok!" ucap Leon sopan.


"Baik paman." Leon mengangguk, "Paman tidak perlu khawatir! Aku akan pergi baik-baik, selamat malam paman." Leon meninggalkan James sambil menunduk.


"Pria ini sangat sopan, apakah aku benar-benar telah salah paham padanya?" bisik hati James resah, ia memperhatikan Leon yang telah masuk ke dalam kamar tamu dan menutup pintunya.


***


Pukul 4 pagi di dalam kamar Alicia.


Leon yang sedang tertidur membuka matanya ketika merasakan jemari hangat sedang membelai tubuhnya.


Sebelumnya... Ketika semua telah tertidur, ia menyelinap masuk ke dalam kamar Alicia yang telah tertidur pulas, dengan perlahan ia berbaring di samping gadis kecil itu dan memeluknya hingga terlelap.

__ADS_1


Tetapi pagi ini ia terbangun oleh sentuhan jemari Alicia di tubuhnya, saat ia membuka matanya, Alicia tampak sedang menatap tubuhnya.


"Sepertinya aku harus menghapus keinginannya padaku! Jika gadis kecil ini terus melakukan hal ini padaku, mungkin aku tidak akan bisa menahan keinginanku padanya!" rutuk Leon dalam hati, ia melirik leher Alicia yang putih bersih, karena terlalu putih bahkan nadi halus di lehernya terlihat jelas sekali, "Hei gadis kecil, menginginkanku?" bisiknya.


Hal itu dijawab Alicia dengan menganggukkan kepalanya.


Melihat hal itu, Leon mendorong Alicia perlahan dan mendekati gadis itu, ketika Alicia berpikir Leon akan menciumnya, ia pun menutup matanya, kesempatan itu dipergunakan Leon untuk menggigit lehernya, sesaat kemudian Alicia pun kembali tertidur, Leon melepaskan taringnya dari leher Alicia setelah mengetahui Alicia telah tertidur pulas.


"Merepotkan sekali!" bisiknya lagi, ia menyapu bibirnya yang menyisakan tetesan darah Alicia dengan ibu jarinya, "Sebaiknya aku menjaga bibirku mulai hari ini! Aku tidak ingin terus-menerus menggigitnya demi menghapus keinginannya itu!" bisik Leon dalam hati sambil memperhatikan wajah Alicia, wajah Alicia yang sedang tertidur itu hampir menggodanya untuk mencium bibir merah yang sedang merekah indah di hadapannya, ketika bibirnya hampir menyentuh bibir Alicia, Leon pun tersadar, "Aku tidak boleh melakukannya lagi!" ia menggeleng keras, dan mengalihkan bibirnya pada kening Alicia dan mencium kening itu dengan lembut, "Selamat malam Calon Pengantinku!" ucapnya pelan.


***


Keesokan harinya karena masih libur kampus, Alicia memutuskan bangun lebih siang, ketika bangun pagi ini ia merasakan tubuhnya sedikit lemas, hingga ia memutuskan untuk tidur kembali.


Dan saat ia bangun siangnya, ia tidak menemukan Leon di rumahnya, bahkan tas milik Leon pun tidak berada di kamarnya.


"Ke mana Leon? Mengapa ia membawa tas miliknya bersamanya?!" tanya hatinya bingung, Alicia pun berusaha mencari Leon di luar rumah, tetapi ia hanya melihat tetangga sebelah rumahnya tampak akan pindah, karena dua mobil pengangkut barang tampak terparkir di sana, dan beberapa karyawan mobil box itu terlihat sibuk memasukkan barang milik tetangganya ke dalam mobil.


Alicia menghampiri Nyonya Leah tetangganya itu.


"Nyonya Leah, hai!" sapanya.


"Alicia! Apakah kampusmu sedang libur?" tanya Nyonya Leah ramah.


Alicia mengangguk pelan.


"Nyonya Leah pindah?" tanyanya sambil memperhatikan kesibukan yang tampak di halaman rumah tetangganya itu.


"Iya... Aku akan pindah ke tempat yang lebih baik! Karena yang membeli rumah ini telah membayar mahal dan ia menginginkan rumah ini secepatnya, makanya aku agak sedikit terburu-buru." Nyonya Leah menjelaskan dengan wajah yang terlihat bahagia.


"Oh... Aku ikut senang untukmu Nyonya, tetapi siapa yang telah membeli rumahmu ini? Mengapa ia memintamu pindah cepat?" tanya Alicia dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Aku tidak mengenal pria itu, tetapi dia tampak ramah, dan karena dia telah membayar sangat banyak, tentu saja aku tidak akan keberatan pindah dengan cepat!" jawab Nyonya Leah sambil tersenyum.


"Pria aneh!" gumam Alicia.


__ADS_2