STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
ALICIA KOMA.


__ADS_3

Setelah menjawab kata-kata Leon, dengan senyum di wajahnya yang dingin, Alicia mencoba memanggil Leonardo kecil agar putranya itu mendekat padanya, walau terlihat ragu-ragu sambil terus melihat ayahnya, akhirnya Leonardo memberanikan diri mendekati ibunya setelah ayahnya itu melepaskan pelukannya dan mengangguk padanya.


Sejenak ia menghentikan langkahnya ketika berada di hadapan ibunya dan memperhatikan wajah ibunya yang terus tersenyum padanya.


"Ibu... Apakah ibu telah melupakanku?" tanyanya takut-takut.


"Hmmm... Bagaimana menurutmu?" Alicia menyentuh kepala bocah kecil itu dengan lembut.


"Menurutku ibu telah melupakanku! Jika tidak, ibu tidak mungkin menakutiku seperti tadi."


Alicia tertawa kecil melihat wajah cemberut yang ditunjukkan Leonardo padanya.


"My Lord, aku bukan ibumu tetapi aku pelayan ayahmu, itu artinya aku juga adalah pelayanmu!"


"Bukan, ibu bukan pelayan siapapun!" protes Leonardo cepat, "Jika ibu mengatakan ini karena ayah yang telah mengancam ibu, ibu bisa mengatakannya padaku! Aku bersedia membawa ibu pergi dari sini!" lanjutnya dengan wajah serius.


"Vlad junior jaga ucapanmu!" tegur Leon.


"Tetapi apa yang kukatakan benar ayah, kakek dan nenek juga berpikiran sama!"


Melihat raut wajah Leon yang terlihat mulai kesal, Alicia pun menarik Leonardo dan mendudukkan putranya itu di pangkuannya.


"My Lord, seorang Vlad harus bisa menjaga ucapannya terutama pada orang tua!" nasehatnya.


Mata bulat kecil itu memicing mendengar perkataannya itu, tetapi sesaat kemudian mata itu membelalak dengan wajah gembira, ketika ia melanjutkan kata-katanya.


Sementara Leon yang memperhatikan hal itu hanya tersenyum.

__ADS_1


"Aku baru menyadari jika seorang Regina ternyata bisa akrab dengan anak-anak," bisik hatinya.


***


Keesokan malamnya, seperti yang telah direncanakan olehnya bersama James dan Dr. Mark, Leon pun membuka atap hotel untuk acara dinner keluarga kecilnya, acara ini bahkan dihadiri oleh Alice dan Julian atas undangan Dr. Mark, sedangkan Biana... Ia sengaja diminta pulang demi menutupi rahasia keluarga kecil ini yang belum diketahui olehnya.


Awalnya semua berjalan lancar hingga Leon mengajak Alicia untuk berdansa bersamanya, dan ketika dansa hampir berakhir ia dengan cepat menyuntikkan sesuatu ke leher Alicia yang sedang bersandar padanya.


Hal itu sontak membuat Alicia mendorong tubuhnya dan menjauh darinya sambil memegang lehernya, wajah cantik itu terlihat marah atas apa yang telah dilakukan Leon pada dirinya, tetapi sekilas ia juga tampak sangat sedih karena merasa ditipu dan dipermainkan oleh seseorang yang sangat dipercaya olehnya.


Bukan hanya Alicia, bahkan Julian dan Alice yang tidak mengerti apa pun sangat terkejut dengan apa yang telah dilakukan Leon pada istrinya, apalagi setelah melihat Alicia berlari dengan cepat ke pinggir atap hotel.


Raut wajah Alicia penuh dengan kekecewaan saat ia tersenyum miris pada Leon, dengan mengangkat kedua tangannya ia menjatuhkan dirinya dari atap hotel yang memiliki lebih dari dua puluh lantai tersebut, bahkan teriakan histeris memanggil namanya terdengar bersahut-sahutan mengiringi jatuhnya tubuh ramping itu, sementara Leon yang melihat apa yang telah dilakukan Alicia istrinya spontan ikut terjun mengejar tubuh istrinya yang sedang melayang di udara.



"My Lord, katakan padaku... Apakah kamu pernah mencintaiku sedikit saja?" bisik Alicia lirih, ketika Leon menangkap tubuhnya, bahkan butiran bening yang tampak bagaikan kristal terlihat menumpuk di netra biru jernih itu yang menatap Leon dengan wajah terluka.


***


Dini hari di hotel milik Leon, tampak kesibukan di sebuah kamar yang terletak tepat di sebelah kamar James dan Checille, kamar ini yang telah dipersiapkan Leon sejak pagi hari bersama Dr. Mark telah dilengkapi dengan peralatan kesehatan modern yang baru saja dikirimkan hari ini.


Di dalam kamar saat ini, James dan juga Dr. Mark tampak sangat sibuk memeriksa kondisi Alicia yang telah diberikan suntikan penawar oleh Leon, sementara Leon, Anton dan Checille yang memangku cucunya yang telah tertidur sedang duduk di sofa menunggu dengan wajah cemas.


"Denyut jantungnya tidak beraturan!" lapor Dr. Mark pada James yang terlihat fokus memeriksa hasil darah putrinya itu dengan sebuah komputer.


Ucapan sahabatnya itu pada James membuat Leon menggertakkan giginya dan mengepalkan tangannya dengan keras, ia merasa menyesal sekarang karena terburu-buru memberikan penawar tersebut pada istrinya.

__ADS_1


"Profesor James, Alicia..."


Keraguan Dr. Mark dalam melanjutkan kata-katanya membuat Leon beranjak dan dengan cepat menghampiri sahabatnya itu.


"Ada apa?" tanyanya tak sabar.


"Istrimu... Istrimu sekarang berada dalam keadaan koma," ucap Dr. Mark.


"Apa?!!" teriak Leon kesal, "Hubungi semua Dokter terbaik milik Vald Corporation dan perintahkan datang sekarang juga!!" bentaknya.


"Tidak perlu!" cetus James, bahkan ucapannya ini membuat semua yang berada di dalam kamar ini spontan melihat padanya, "Jangan terburu-buru, penawar baru saja bekerja memperbaiki sel darahnya, memang sedikit memakan waktu tetapi sebaiknya kita menunggu terlebih dahulu!"


"Menunggu apa?! James, putrimu sedang sekarat!!" teriak Checille histeris.


Leonardo kecil yang terbangun karena teriakan neneknya, bahkan menggosok matanya dan mengedarkan pandangannya dengan wajah bingung.


"Checille tenanglah! Alicia adalah putriku, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padanya!" sahut James tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor, "Mark, Leon, kemarilah!"


Perintah James tersebut membuat Leon dan Dr. Mark yang berdiri di samping tempat tidur Alicia dengan cepat menghampiri James.


Setelah kedua pria muda ini berada di sisinya, James pun menjelaskan hasil darah Alicia yang tertera di layar, kening Dr. Mark dan Leon tampak berkernyit sesaat tetapi beberapa saat kemudian kedua kedua pria muda ini terlihat mengangguk pada James.


"Darah putriku memang sedikit istimewa, dengan komposisi trombosit dan Leokosit dalam batas ini, apa yang terjadi sekarang padanya masih termasuk normal, karena saat aku mencobanya pada tikus lab yang hanya memiliki beberapa miligram darahnya saja aku membutuhkan beberapa jam untuk mendapatkan hasilnya, namun pada putriku ini... Mungkin kita membutuhkan waktu sedikit lebih lama, aku pikir... Sebaiknya semuanya beristirahat terlebih dahulu, cukup aku saja yang menjaga putriku di sini!" tukas James sembari melirik istrinya, mencoba memberi isyarat agar istrinya itu membawa Leonardo pergi.


Dengan wajah cemberut Checille mematuhi isyarat suaminya itu dan membawa pergi cucunya yang kembali terkantuk di pangkuannya, sedangkan yang lain tampak enggan meninggalkan kamar ini.


"Paman, menurut paman tadi... Kondisi koma ini tidak akan membahayakan nyawanya, tetapi sampai kapan istriku akan berada dalam kondisi ini?" tanya Leon khawatir.

__ADS_1


"Aku belum tahu, mungkin hanya beberapa hari tetapi mungkin saja akan memakan waktu hingga berbulan-bulan, tergantung reaksi darahnya!"


"Apa?!!" Leon terhenyak mendengar jawaban ini.


__ADS_2