STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
RUNTUHNYA KEANGKUHAN DIMITRI.


__ADS_3

Mendengar sapaan Sang Manajer Bar, Dimitri pun mengangkat wajahnya, bahkan para bawahannya yang menyadari kehadiran Leon dengan cepat melindunginya dari Pimpinan Vald Corporation itu.


"Hmmm... Mr. Leon, ternyata waktumu cukup senggang hari ini sehingga bisa menghadiri acara seperti ini?!" sindir Dimitri sambil mengangkat gelasnya, dengan wajah acuh tak acuh ia menenggak minumannya sembari diam-diam melirik Anton yang berdiri di samping Alicia.


Sial, bocah ini tampan sekali malam ini! Jika dibandingkan dengan para pria yang menemaniku... Bahkan ketampanannya itu bagaikan sebutir mutiara murni di antara butiran pasir, cahaya sirius di hamparan langit malam yang gelap, benar-benar menyilaukan! Tidak hanya itu... Kelompok kecilnya ini malahan terlihat lebih menonjol dari semua yang ada di dalam Bar ini, perbedaannya terlalu kontras seperti langit dan Bumi, membuatku semakin ingin memilikinya! Juga pria itu...


Ia mengalihkan sudut matanya pada Julian, perpaduan wajah keras dan tatapan mata yang lembut milik pria itu membuat Dimitri menelan salivanya, ia kembali menenggak minumannya untuk menahan gairahnya itu.


Sementara Leon, ia tidak segera menjawab sindiran Dimitri terhadap dirinya tetapi justru menyerahkan kartunya pada Manajer Bar.


"Kerugian Bar mu malam ini masukkan dalam tagihanku!" ucapnya sambil berbisik pada Sang Manajer.


Walau sedikit bingung dengan kata-kata ini, Manajer Bar tetap menerima kartu milik Leon dan mengangguk pelan.


"Mr. Leon, aku akan segera meminta seorang pelayan untuk mengantarkan Minuman Special Bar malam ini yang baru saja Launching untuk anda sebagai sambutan selamat datang," ujarnya ramah setelah menerima kartu dari Leon.


Leon hanya menganggukkan kepalanya mendengar kata-kata Sang Manajer, lalu dengan dinginnya ia mengayunkan tangannya pada Manajer itu agar segera meninggalkan dirinya.


Sikap angkuh dan aura iblis yang terpancar dari wajah Leon membuat Sang Manajer kembali mengangguk patuh dan buru-buru menjauhi Pimpinan Vald Corporation itu.


"Ini pertama kalinya aku bertemu pria ini, dia benar-benar seperti rumor yang beredar tentangnya, seorang utusan dari Neraka yang sangat menakutkan!" bisik hatinya bergidik ngeri.


"Tergesa-gesa mengusir orang itu, apakah sudah tidak sabar ingin bermain denganku?!" lagi-lagi Dimitri melontarkan sindirannya.


Tetapi Leon bahkan mengacuhkannya begitu saja, ia malah berpaling pada Alicia dan melepaskan lengannya dari rangkulan istrinya itu, sambil tersenyum lembut ia membungkuk di hadapan Alicia dan merobek bagian samping gaun yang dikenakan istrinya itu sampai sebatas paha, hingga memperlihatkan kaki ramping Alicia yang terbalut stoking hitam bermotif brokat bunga-bunga kecil.

__ADS_1


"Sayang... Aku serahkan pria tua itu padamu!" bisiknya ketika mengangkat tubuhnya dan kembali berdiri tegak.


Alicia tersenyum mendengar kata-kata ini dan berpaling pada Anton.


"Selain Dimitri, semuanya milikmu!" tukasnya pada pria muda berambut putih itu, yang disambut pria itu dengan tawa kecilnya.


"Hei Leon, apa kamu gila?!! Mengapa menyerahkan Dimitri pada Alicia, bagaimana jika istrimu itu sampai terluka?!" protes Julian, ia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan Leon, karena baginya menyerahkan Alicia untuk menghadapi Dimitri adalah satu kesalahan besar.


"Sebenarnya aku juga tidak ingin melakukannya!" gumam Leon, "Tetapi istriku ini memiliki dendam pada pria tua itu! Dan aku ingin ia menyelesaikan dendamnya itu agar tidak perlu menyimpannya seperti diriku! Lagipula... Aku ada di sini untuk melindunginya!" lanjutnya lagi seraya memperhatikan Anton dan Alicia yang telah mulai bergerak.


Sejenak suasana menjadi hening dan mencekam ketika Anton memulai aksinya, tetapi sesaat kemudian teriakan ketakutan dari pengunjung Bar yang mulai berlarian keluar meninggalkan Bar tersebut mulai terdengar bersahut-sahutan.


Seorang pria yang berdiri tak jauh dari Julian tampak mengutak-ngatik ponselnya melihat kekejaman yang dilakukan Anton pada bawahan Dimitri, melihat hal itu Julian pun menghampiri pria itu.


"Menghubungi polisi?! Apakah sudah siap untuk berhadapan langsung dengan kedua utusan dari Neraka itu?!" tegurnya.


"Sebaiknya pergilah sebelum mereka berdua menyadari tentang apa yang telah kamu lakukan!" perintah Julian.


Tanpa menunggu lagi, pria itu dengan cepat memutar tubuhnya 180 derajat dan mengambil langkah seribu.


"Dasar pria bodoh, berani sekali mengambil photo si gila itu di saat ia sedang membunuh orang, apa sudah bosan hidup?!" rutuk Julian ketika memperhatikan ponsel yang diberikan oleh pria yang baru saja lari terbirit-birit dari hadapannya, dengan cepat ia menghapus semua photo tentang Anton dan Alicia dari galeri ponsel lalu melempar ponsel tersebut ke lantai dan menginjaknya hingga hancur.


"Ada apa?!" tanya Leon datar ketika Julian telah kembali ke sisinya.


"Hanya seekor serangga kecil tidak perlu dipikirkan!" tukas Julian, ia kembali memperhatikan pertarungan antara Dimitri dan Alicia, alisnya sedikit berkerut ketika melihat bagaimana Alicia menghadapi Dimitri, walau secara keseluruhan wanita cantik itu hanya mengandalkan tinjunya dan sedikit tendangan kakinya, tetapi pukulannya itu mampu membuat Dimitri jatuh bergulingan di lantai.

__ADS_1


"Pantas saja pria dingin ini berani melepaskan istrinya itu untuk menghadapi Dimitri, ternyata dia bukan wanita biasa," bisiknya dalam hati sambil terus memperhatikan pertarungan itu bersama Leon yang sesekali melayangkan kakinya pada bawahan Dimitri yang berlari mendekatinya.


Perkelahian yang terjadi di ruang dalam Bar ini membuat ruang dalam Bar ini hancur berantakan, tidak hanya sampai di situ... Bahkan semua botol minuman yang tersusun rapi di belakang meja Bar pun ikut hancur ketika Alicia mengangkat tubuh Dimitri dan melemparkan tubuh pria paruh baya itu ke arah meja Bar.


Dendam, amarah, penghinaan, semua yang pernah diterimanya dari Dimitri membuat Alicia menggila, pria paruh baya ini... Memang ia yang telah membujuk Leon agar menyerahkan pria paruh baya ini padanya.


"Sayang... Sekarang pria sakit jiwa ini menjadi milikmu!" celetuknya sambil menendang Dimitri yang sedang membungkuk di lantai ke arah Leon suaminya.


Tubuh pria paruh baya itu terseret di lantai yang dingin, melewati genangan darah dari para bawahannya dan berhenti setelah Leon menahan tubuh itu dengan telapak sepatunya.


"Seharusnya kamu mendengarkan ucapan Victor, tikus kecil seperti dirimu ini apa pantas menantangku?!" lontar Leon sinis sambil menatap Dimitri dengan tajam.


Keangkuhan Dimitri hancur seketika di bawah tatapan mata itu yang melihatnya dengan penuh kemarahan, sekarang ia baru sadar dengan kesalahannya yang telah mengabaikan semua peringatan Victor pada dirinya, andai saja ia tidak terlalu mengikuti nafsunya dan melakukan semua kata-kata Victor, mungkin saat ini ia tidak akan jatuh dalam penghinaan ini dan berada di bawah telapak kaki Leon Vlad.


"Anton, pria ini kuserahkan padamu, matahari dan udara pagi besok sudah tidak boleh lagi dirasakan olehnya!"


"Baik Bos," tukas Anton sembari membersihkan wajah dan tangannya dari percikan darah yang mengenai wajah dan tangannya itu ketika ia melakukan aksinya pada semua bawahan Dimitri yang berada di Bar ini, ia mengangkat tangannya pada Alicia ketika Alicia melangkah melewatinya.


Alicia tersenyum tipis melihat tangan itu, sambil terus melangkah ia menepuk tangan itu.


"Kerja bagus!" cetusnya, ucapannya ini dibalas Anton dengan tawa cerianya.


"Hei Leon, bukankah bawahanmu itu terlalu menakutkan?!" bisik Julian, "Lihat saja! Setelah membunuh orang sebanyak ini dengan kejam, ia bahkan masih bisa tertawa dengan wajah polosnya," lanjutnya lagi dengan wajah sedikit takut.


Leon hanya tersenyum tipis menanggapi hal itu.

__ADS_1


Pria yang berdiri di sisiku memang harus memiliki sikap seperti dirinya!


__ADS_2