STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
PERTUKARAN?


__ADS_3

Sebelumnya setelah menerima telpon dari Dimitri, Alicia pun pergi meninggalkan kamarnya secara diam-diam, ia menyembunyikan rambut panjangnya dengan topi dan memakai kacamata hitam agar Pasukan Rahasia milik Leon suaminya tidak mengikutinya, begitu ia tiba di alamat yang telah diberikan padanya lewat chat, Dimitri yang telah menunggunya bersama bawahannya mengikat dirinya dengan memperlihatkan rekaman ibunya yang melarangnya untuk datang.


Dimitri terkekeh melihat wajah dingin yang ditunjukan Alicia pada dirinya, hari ini demi menjemput wanita ini ia telah meninggalkan Marino di sebuah rumah yang telah disewanya untuk beberapa hari agar pria tua itu tidak mengganggunya.


"Nyonya Leon Vald, maaf telah mengundangmu dengan tidak hormat, tetapi aku membutuhkan kerjasamamu untuk membujuk pria itu agar bersedia bekerja untukku!"


Menggunakanku untuk membujuk seorang pria? Siapa? Apakah Leon? Ataukah...


Alicia memperhatikan Dimitri, pria di hadapannya ini tampak seumuran dengan ayahnya, hanya saja tubuh pria ini terawat dengan baik bahkan terlihat lumayan dalam balutan kemeja dan celana bahan, tetapi sikap pria ini membuatnya jijik.


"Jangan banyak bicara! Sekarang pertemukan aku dengan kedua orang tuaku jika ingin aku menurutimu, jika tidak..."


Ia mengedarkan pandangannya pada beberapa pria yang berdiri di belakang Dimitri.


Hanya lima belas? Pria ini terlalu menganggap remeh diriku.


Ia tertawa keras dan tawa itu terdengar sangat sinis.


Apa yang telah dilakukannya ini membuat Dimitri menatapnya dengan wajah bingung, sebenarnya pria paruh baya ini ketika ia pertama kali mengetahui bahwa Leon Vald menikahi seorang wanita, Dimitri telah terlebih dahulu menyelidiki tentang identitas Nyonya Leon Vald ini, banyak tawaran yang datang padanya untuk menemukan wanita ini, bahkan ia telah melihat beberapa video yang diunggah secara sembarangan tentang aksi wanita yang berada di hadapannya ini, dan hal itu membuatnya penasaran untuk mengetahui siapa orang tua wanita luar biasa ini hingga ia menemukan James dan Checille, dan di situlah akhirnya semua pertanyaannya itu terjawab, walau ia tahu wanita ini sangat kuat, tetapi Dimitri tidak mengetahui satu hal bahwa Alicia sama sekali tidak bisa mengendalikan dirinya ketika kemarahan telah menguasai dirinya dan juga... Ia telah kehilangan kepekaannya terhadap rasa sakit.


PLAKKK!!!


Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Alicia yang terus tertawa, Dimitri melakukan itu karena merasa sangat kesal mendengar tawa Alicia yang seolah-olah menganggap dirinya hanyalah sebuah bayangan tak kasat mata.


Berharap tawa itu berhenti setelah ia memukul Alicia tetapi hal itu sama sekali tidak terjadi, wanita di hadapannya ini justru terkekeh walau wajahnya telah terlihat merah dan sudut bibirnya pecah hingga mengeluarkan darah akibat tamparan tersebut.


Wanita ini?? Mengapa sifat gilanya ini sangat mirip dengan Anton?!


Ia terus menatap wajah Alicia yang akhirnya menghentikan tawanya, wanita di hadapannya ini tiba-tiba mengangkat wajahnya dan menatapnya dengan tajam, bahkan tatapan itu berhasil membuatnya merasa sedikit ketakutan.

__ADS_1


"Tatapan ini?? Mengapa wanita ini bisa menunjukkan tatapan yang sangat mengerikan seperti ini?!" bisik hatinya resah.


PLAK!!!


Ia kembali menampar Alicia agar wanita di hadapannya ini menundukkan wajahnya, tetapi Alicia mengacuhkan pukulan itu dan terus menatapnya.


"Bawa wanita gila ini!!" teriaknya pada bawahannya sambil membalikkan tubuhnya untuk menghindari tatapan Alicia, karena Dimitri merasakan tubuhnya tiba-tiba sedikit gemetar melihat mata itu yang terlihat seperti ingin mengoyak tubuhnya dan mematahkan semua tulangnya.


"Wanita ini jauh lebih menakutkan dari pada si gila itu!" rutuknya dalam hati.


Sesuai perintahnya, beberapa bawahannya segera mendekati Alicia dan membawa Alicia pergi meninggalkan gudang.


***


Sore merangkak malam, di sebuah room Klub Malam milik Julian tampak Marino tengah merayakan kerjasamanya dengan Julian, sambil tertawa bangga pria tua ini menceritakan tentang keberhasilan Dimitri menangkap Nyonya Leon Vald, bahkan ia menghina Leon yang dianggapnya tidak becus menjaga istrinya itu, dan ia juga mengatakan pada Julian kalau Nyonya Leon Vald itu lebih cocok dengan Julian.


Julian hanya menanggapi ucapan pria tua di hadapannya ini sambil tersenyum, sesaat rahangnya mengeras ketika mendengar Dimitri telah memukul Alicia berkali-kali, tetapi ia segera menyembunyikan kekesalannya itu agar Marino tidak menyadarinya.


Baru lima belas menit Julian meninggalkan room, tiba-tiba seorang pria muda datang mendobrak room dan memukuli semua yang berada di room tanpa terkecuali Marino, setelah membuat Marino tergeletak di lantai bersama teman-temannya, pria muda ini pun menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu menyalakan sebatang rokok.


"Mr. Marino, Bosku ingin berbicara denganmu," celetuknya sambil menghembuskan asap rokoknya dengan santai.


"Gri... Grigori, dasar pria gila!!" teriak Marino, ia meringis merasakan sakit pada tubuhnya akibat pukulan pria muda yang sedang duduk di hadapannya saat ini, "Di mana Julian?! Apakah semua ini rencananya?!!" teriaknya lagi.


Pria muda itu yang tak lain adalah Anton Grigori tidak segera menjawab pertanyaan itu, ia hanya tersenyum tipis sambil menghisap rokoknya.


"Bosku telah membereskan Julian, dan sekarang... Waktunya bertemu denganmu."


Sesaat setelah Anton menyelesaikan ucapannya, suara derap langkah teratur terdengar mulai memasuki room, Marino segera berpaling ketika mendengar langkah-langkah kaki tersebut, ia menengadahkan kepalanya untuk melihat pria ini yang telah berhenti tepat di sampingnya.

__ADS_1


Wajahnya terkesiap ketika matanya bertemu Netra biru cerah yang sedang menatapnya dengan tajam, pria itu adalah Leon Vald yang datang untuk menemuinya dengan diikuti puluhan pria berseragam rapi di belakangnya.


"Bos, aku telah menyelesaikan tugasku di sini, aku akan menunggu di luar jika Bos membutuhkanku."


Anton mematikan rokoknya di asbak dan beranjak dari duduknya saat melihat kehadiran Leon, setelah melihat anggukan Leon, ia segera pergi meninggalkan room.


"Marino... Aku ingin melakukan sebuah pertukaran denganmu!"


Leon mengucapkan kata-kata ini sambil melangkah ke arah sofa, lalu duduk tegak di sana.


"Pertukaran?! Pertukaran apa maksudmu?! Aku sama sekali tidak mengerti!!" elak Marino.


"Aku tidak memintamu untuk mengerti, cukup liat saja video ini!"


Leon menunjukkan sebuah video di ponsel miliknya pada Marino, dan Marino sangat terkejut melihat video tersebut karena di dalam video itu istrinya Sanna dan putrinya Nathalia tampak sedang terikat, beberapa lebam yang menghitam terlihat di tangan istrinya dan putrinya itu.


"Apa kamu pikir bawahan Dimitri bisa melindungi istri dan putrimu jika aku menginginkan mereka?!!"


Lontaran bernada sinis ini membuat Marino menggertakkan giginya, tetapi siapa yang tidak mengenal Leon Vald ini jika ia telah tampil bersama bawahan gilanya?! Semua kekejaman mampu dilakukan pria arogan ini tanpa memandang pria atau wanita.


"Pertukaran apa yang kamu inginkan?" tanyanya pelan, ia terpaksa harus mengalah di hadapan pria ini jika ingin istri dan putrinya kembali dalam keadaan baik-baik saja, karena jika ia bersikeras maka Pimpinan Vald Corporation ini tidak akan segan untuk memotong-motong tubuh istri dan putrinya itu lalu mengirimkan potongan itu padanya.


"Aku menginginkan istriku dan kedua mertuaku kembali!"


"Apa?!! Aku tidak bisa melakukannya!! Karena mereka semua berada di tangan Dimitri!!" protes Marino.


Ia berharap Leon mengerti kesulitannya, tetapi sayangnya Leon bukanlah pria yang bisa diajak bernegosiasi.


"Waktumu hanya sampai tengah malam, jika malam ini aku tidak mendapatkan istri dan mertuaku kembali, maka aku akan mengirimkan istri dan putrimu itu dalam bentuk shasimi!!"

__ADS_1


Usai mengucapkan hal ini Leon pun beranjak meninggalkan Marino yang tertegun atas ucapannya.


__ADS_2