
Pernyataan yang dilontarkan Leon pada Josh membuat Alicia merasa bersalah pada sahabat masa kecilnya itu, baginya sangat tidak pantas untuk Leon mengucapkan hal itu di tengah-tengah keramaian saat ini, apalagi ketika ia melihat wajah Josh yang tampak terpukul menerima kenyataan itu, ditambah dengan gunjingan beberapa penonton yang mulai menyalahkan Josh atas apa yang ia lakukan.
Dan saat Alicia melihat Aaron bersama teamnya terburu-buru mendekat, ia segera meminta Leon agar menunggunya di parkiran, karena ia sendiri membutuhkan sedikit waktu untuk menolak Josh secara baik-baik.
Dengan berat hati Leon mengikuti keinginan kekasih kecilnya itu, walau sedikit cemburu tetapi ia percaya Alicia bisa berpikir secara jernih dan menyelesaikan masalahnya sendiri.
"Selesaikanlah segera, aku akan menunggumu di mobil," bisik Leon sambil mencium kening Alicia.
Alicia mengangguk pelan, setelah Leon tidak lagi terlihat ia melirik Josh, sahabatnya itu tampak diam mendengarkan Aaron yang sedang berbicara padanya.
"Josh, aku ingin bicara berdua denganmu," pintanya dengan suara pelan.
Gwen dan Aaron tampak keberatan, karena kehadiran Leon membuat mereka sedikit kesal, tetapi melihat rasa bersalah yang ditunjukkan Alicia lewat tatapan matanya, akhirnya Josh menyetujui permintaannya, ia mengikuti Alicia yang mengajaknya meninggalkan lapangan basket ke sebuah taman kecil yang berada tak jauh dari parkiran.
Keheningan dan suara daun kering yang terinjak menemani langkah Josh dan Alicia.
"Apakah pria itu selalu baik padamu?" tanya Josh ketika kakinya baru saja melangkah memasuki taman, ia sudah tidak sabar untuk memecahkan keheningan di antara dirinya dan Alicia.
Alicia mengangguk dan tersenyum.
"Leon dia... Seorang pria yang baik, walaupun dia lebih dewasa dariku tetapi dia selalu berusaha untuk mengimbangiku, terkadang... Dia terlihat dingin dan kalem, tetapi dilain waktu dia akan bertingkah nakal layaknya pria seusia dirimu."
Josh memperhatikan raut wajah Alicia, saat menjelaskan tentang Leon wajah gadis yang dicintainya itu tampak bahagia, karena melihat hal itu ia mengerti bahwa tidak seharusnya ia menghancurkan kebahagiaan Alicia jika ia benar-benar mencintainya, sementara ia tahu bagaimana Alicia menjalani kehidupannya selama ini.
"Katakan padaku, apakah kamu mencintai pria itu?" tanyanya lagi sambil menatap Alicia yang bersandar pada sebatang pohon.
__ADS_1
"Tentang itu... Aku minta maaf padamu, karena aku tidak bisa menerimamu, dan aku... Aku tidak bisa menolakmu di hadapan semua orang yang berada di dalam sana! Jika aku melakukan hal itu, aku akan membuatmu malu dan menyakitimu."
"Tetapi sekarang kamu juga telah menyakitiku," gumam Josh lirih.
"Dan aku akan lebih menyakitimu jika aku menerimamu sementara aku mencintai pria lain! Aku tidak ingin membohongimu dan juga berbohong pada hatiku sendiri, memang benar hari ini aku agak bingung dan sedih, tetapi itu karena aku juga ingin membahagiakannya! Leon... Dia selalu berusaha membuatku bahagia, aku yang telah terisolasi selama 11 tahun tanpa pergaulan ini dan tiba-tiba memiliki seorang kekasih yang sempurna seperti dirinya, benar-benar membuatku merasa tidak percaya diri di hadapannya, tetapi itu adalah kebodohanku! Melihat kehadirannya hari ini di sini aku akhirnya mengerti bahwa Leon menerimaku apa adanya, dia tidak peduli jika aku kurang pergaulan, dan tingkahku tidak seperti para wanita cantik yang banyak dikenal olehnya, bahkan dia menerimaku setelah mengetahui rahasiaku, bukan hanya itu... Aku juga pernah memukulnya tetapi Leon tidak pernah memperhitungkannya padaku, dia menerima semua kekuranganku dan hal itu yang membuatku merasa nyaman berada di dekatnya, karena bersamanya aku tidak perlu menyembunyikan rahasiaku dan bisa menjadi diriku sendiri."
Josh hanya diam mendengar alasan tentang mengapa Alicia menolak dirinya, ia sadar bahwa di dalam sebuah hubungan hal pertama yang perlu ada yaitu rasa nyaman dan bisa menjadi diri sendiri, hal itulah yang diberikan Leon pada Alicia, dan bagi Josh Alicia pantas mendapatkan hal itu setelah menjalani hidup yang kesepian selama 11 tahun, kedua hal ini mungkin belum bisa diberikan olehnya seperti yang diberikan Leon pada Alicia, bahkan saat ulang tahun Wesley ia telah menyadari Leon lebih layak untuk sahabat kecilnya itu, karena pria itu melindungi Alicia tanpa syarat dan di setiap waktu ketika sahabatnya itu membutuhkan perlindungan, tetapi saat itu... Ia belum bisa menerima keputusan Alicia tersebut, dan sekarang... Josh mengerti ia harus mundur demi kebahagiaan gadis yang dicintainya itu.
"Apakah kita masih berteman?"
"Tentu saja, kamu adalah sahabat pertamaku dan juga sahabat baikku, aku tidak ingin kehilanganmu!" jawab Alicia sambil tersenyum.
Melihat senyum itu, Josh pun memeluk Alicia.
"Josh??"
"Aku tahu, terima kasih... Josh."
***
Matahari tampak telah tenggelam diperaduannya saat Alicia dan Leon meninggalkan lapangan basket.
Di dalam mobil yang melaju kencang membelah jalanan Los Angeles, Leon memperhatikan Alicia yang menatap jalanan yang kini telah mulai diterangi oleh lampu-lampu jalan, pandangan gadis kecil itu tampak kosong, ia sama sekali tidak memperhatikan apa yang telah dilewatinya seperti tenggelam di dalam pikirannya sendiri.
"Ada apa?" tanya Leon lembut sambil menyentuh pipi kekasih kecilnya itu dengan ibu jari.
__ADS_1
Alicia berpaling menatap pacar tampannya yang terlihat sedang mencemaskan dirinya, ia menggeleng pelan dan mencoba tersenyum.
"Tidak apa-apa, aku telah menjelaskan posisimu di hatiku pada Josh, dan dia menerima hal itu, tetapi..."
"Tetapi??"
"Tetapi aku tidak tahu bagaimana harus berhadapan denganmu! Di mataku, kamu begitu sempurna dan aku... Aku hanyalah gadis kecil yang duduk di bangku kuliah semester kedua, orang tuaku dan teman-temanku semua berasal dari keluarga biasa, sementara kamu... Kamu memiliki pergaulan yang luas, teman-teman yang sukses, wajah dan tubuh di atas rata-rata pria lainnya, aku merasa tidak pantas untuk menjadi kekasihmu!"
Leon menghentikan mobilnya tiba-tiba di sisi kiri jalan mendengar ucapan kekasih kecilnya itu.
"Siapa yang telah mengatakan bahwa kamu tidak pantas untuk menjadi kekasihku?!" sahutnya dingin, ia menatap tepat ke bola mata Alicia hingga membuat gadis kecil itu menundukkan wajahnya.
"Tidak ada yang mengatakannya, tetapi aku sadar diri, Leon aku..." Kata-kata Alicia terhenti ketika ia mengangkat wajahnya dan melihat Leon masih menatap dirinya.
"Kamu ingin menyerah padaku?! Tidak ingin melanjutkan hubungan ini?!"
"Aku... Aku hanya tidak tahu bagaimana harus menjalani ini bersamamu!" Alicia kembali menundukkan kepalanya.
"Apakah ini karena pria itu?!"
"Bukan." Alicia menggeleng pelan.
Leon menyentuh dagu Alicia dan mengangkat wajah kekasihnya itu perlahan agar kembali menatapnya.
"Jika ini karena aku menolakmu dan membuatmu ragu padaku, ayo lakukan! Tetapi satu yang harus kamu tahu, aku menolakmu bukan karena aku tidak menginginkanmu, aku menolakmu karena aku menghargai dirimu! Gadis Kecil, mungkin kamu tidak menyadari hal ini, tetapi sejak aku mengenalmu aku selalu mencoba menahan keinginanku padamu! Kamu tahu?? Itu sangat berat, bahkan wajahmu ketika sedang malu begitu menggodaku, aku tidak pernah merasakan keinginan sebesar ini kepada gadis lain, ingin selalu bersamamu, ingin menyentuhmu lebih dan lebih, keinginan ini bahkan hampir menggoyahkan pendirianku! Dan kamulah gadis itu, satu-satunya gadis yang bisa membuatku tak berdaya!"
__ADS_1
"Eh??" Alicia tertegun di hadapan mata biru itu yang sedang menatapnya dengan lembut, mata yang seindah hamparan langit cerah dengan awan-awan putih yang berarak.