STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
APA JAWABANMU?


__ADS_3

Di dalam taksi yang melaju menuju rumah Alicia, Leon memperhatikan gadis kecil itu yang terlihat sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Ada apa?" tanyanya lembut.


Alicia melirik Leon yang sedang menatapnya.


"Pria ini... Mengapa sebelumnya aku sangat ingin menciumnya? Tetapi setelah dia menggigitku keinginan itu sirna begitu saja!" bisik hatinya bingung.


"Alicia?? Jangan katakan kalau kegilaanmu pada bibirku kembali lagi?!" sahut Leon khawatir.


"Hahaha... Dalam mimpimu!" Alicia menjulurkan lidahnya.


Leon menghela nafas lega, ia benar-benar tidak ingin lagi menghadapi kegilaan Alicia yang selalu ingin menempel padanya, karena wajah Alicia yang bersemu merah ketika mendekatinya membuat Leon hampir tidak bisa menahan dirinya, hal itu yang membuatnya semalam terpaksa meminum darah Alicia agar gadis itu tertidur, di saat yang sama juga hal itu mengurangi keinginan Alicia padanya.


"Apa yang dikatakan oleh sahabatmu itu? Sepertinya itu agak mengganggumu," tandas Leon.


"Seorang teman di kampus akan berulang tahun besok malam! Gwen ingin aku menghadirinya bersama Josh!"


"Josh?!! Bukankah dia pria itu?! Yang berada di Rumah Sakit?!" tanya Leon gusar.


Alicia mengangguk pelan.


"Lalu apa Jawabanmu?!" Leon menatap Alicia tajam.


"Aku akan pergi, tetapi aku akan pergi sendiri! Gwen sedikit keberatan, tadinya... Tetapi akhirnya ia menyetujuinya," jawab Alicia.


"Mengapa pria itu tidak ingin melepaskanmu?! Benar-benar membuatku kesal!" rutuk Leon sambil menekuk wajahnya.


"Itu karena... Josh telah menembakku sebelum kita melakukan perjalanan ke Transylvania, dan aku... Belum memberinya jawaban hingga hari ini!" gumam Alicia, berusaha menghindari tatapan Leon padanya.


"Pria itu pasti akan bertanya lagi padamu! Jika hari itu tiba, jawaban apa yang akan kamu berikan padanya?!"


"Aku belum tahu!"


"Belum tahu?! Maksudmu sampai saat ini kamu masih belum tahu dengan perasaanmu sendiri?!" sungut Leon.


"Aku tahu perasaanku, tetapi aku belum tahu cara untuk menolak Josh!" sanggah Alicia, "Dia sahabat baikku, aku takut penolakkanku akan menghancurkan persahabatanku dengannya!" gumam Alicia sambil menunduk lesu.


"Hei!" Leon mengangkat dagu Alicia, "Apakah aku harus menemanimu menghadirinya?" tanyanya lembut.


Alicia menggeleng pelan.


"Gwen tidak ingin melihatmu di pesta itu! Dia masih sedikit membencimu! Tenanglah! Aku akan baik-baik saja!" sahutnya sambil tersenyum.


Leon menarik pundak Alicia perlahan dan memeluknya.


"Kalau begitu, ijinkan aku untuk mengantar dan Menjemputmu!" bisiknya.

__ADS_1


Alicia kembali mengangguk.


***


Malam hari di rumah keluarga Stone Heart, setelah kedua orang tuanya pulang bekerja, Alicia berlari menyambut kedua orang tuanya dan memeluknya, ia menceritakan kepada kedua orang tuanya pengalamannya di Transylvania, dan apa yang telah membuatnya terlambat kembali ke Los Angeles, tetapi ia menyembunyikan apa yang terjadi padanya dan juga Leon, begitu juga dengan identitas Leon sebagai Drakula.


Alicia menutupi semua tentang Leon apalagi setelah melihat ibunya sangat senang ketika ia memperkenalkan Leon kepada kedua orang tuanya.


Hanya sang ayah yang terlihat sedikit tidak menyukai Leon yang terlihat lebih dewasa.


"Pria yang sangat tampan!" goda Checille pada putrinya yang menemaninya mencuci piring, sementara suaminya sedang berbicara dengan Leon di ruang tamunya.


Alicia hanya tersenyum mendengar ucapan ibunya.


"Apakah pria itu pacarmu? Karena ini pertama kalinya putri kecilku ini membawa seorang pria untuk menginap di rumah!" goda Checille lagi.


"Ibu..." Wajah Alicia bersemu merah.


Checille tertawa kecil melihat reaksi putrinya.


"Tenanglah... Ibu sangat menyukainya, dan tentu saja jika itu benar ibu akan menyetujui pilihanmu itu!"


"Eh."


"Eh apa?! Jangan membohongimu ibumu! Ibu bisa melihatnya dari matamu ketika sedang menatapnya!"


"Tapi..."


Alicia hanya diam mendengar ucapan ibunya.


"Ibu benar, hanya Leon satu-satunya yang tidak takut padaku,setelah melihat apa yang bisa aku lakukan! Bahkan setelah aku memukulnya," bisik hati Alicia.


Satu jam kemudian Checille telah meninggalkan putrinya untuk beristirahat, sementara James menunggu hingga Leon berada cukup lama di kamarnya untuk meninggalkan putrinya yang tampak telah masuk ke kamarnya.


Baru saja Alicia akan memejamkan matanya, ia tiba-tiba merasakan nafas hangat menyentuh lehernya, hal itu membuat Alicia membalikkan tubuhnya dengan cepat.


"Leon!!" bisiknya kesal, ketika melihat Leon berada di ranjangnya sambil tersenyum.


"Aku ingin tidur bersamamu! Kamarku terlalu sepi," ucap Leon pelan.


"Di mana ayahku? Apakah ayahku melihatmu menyelinap ke sini?!" tanya Alicia cemas.


Leon menggeleng pelan.


"Sepertinya kedua calon mertuaku itu sudah tidur dengan nyenyak!" sahutnya santai.


"Bagaimana jika ayahku menemukanmu berada di sini besok?!"

__ADS_1


"Aku sudah mengunci pintumu!" Leon tertawa kecil, "Tolong ijinkan aku tidur bersamamu! Aku tidak akan mengganggumu atau menggigitmu!"


Alicia menghela nafas melihat Leon yang tampak memelas.


"Sudahlah... Kamu boleh tidur di sini, tetapi tolong jaga gigimu itu agar tidak menyentuh leherku lagi! Dan kembalilah ke kamarmu besok sebelum ayahku bangun!" bisik Alicia.


"Siap Tuan Putri!" kelakar Leon.


Alicia menggelengkan kepalanya melihat tingkah Leon, ia membalikkan kembali tubuhnya membelakangi Leon, bersiap-siap untuk tidur, tetapi ketika Alicia mencoba memejamkan matanya, tangan kekar Leon tiba-tiba memeluknya.


"Leon!!" protesnya.


"Tidurlah! Aku hanya ingin memelukmu!" bisik Leon.


Alicia kembali menghela nafas.


"Aku harus banyak bersabar pada pria ini!" gumamnya sambil memejamkan matanya.


"Selamat malam gadisku, aku mencintaimu."


Ucapan Leon membuat Alicia kembali membuka matanya, sesaat kemudian ia tampak tersenyum.


"Selamat malam Leon," bisiknya.


***


Keesokan harinya, setelah kedua orang tuanya pergi untuk bekerja, Leon meninggalkan rumah Alicia hingga sore hari, pria itu kembali dengan membawa beberapa paperback di tangannya.


"Sepertinya ada yang baru selesai belanja besar di sini!" celetuk Alicia.


Leon hanya tertawa kecil menanggapi ucapan Alicia.


"Maaf aku meninggalkanmu, itu karena aku harus mencari makan untuk mengisi perutku selama Mark belum berada di sini! Dan kebetulan tadi aku melihat sebuah gaun, aku pikir kamu akan membutuhkannya untuk pesta nanti malam!" Ia menyerahkan dua buah paperback pada Alicia.


"Apa ini?" tanya Alicia bingung, ia melirik isi kedua paperback yang diberikan Leon padanya.


"Cobalah! Aku juga membelikanmu sepasang sepatu yang cocok dengan gaun itu! Aku tahu ukuran sepatumu adalah 38," tukas Leon.


"Darimana kamu mengetahui ukuran kakiku?!" Alicia tampak semakin bingung.


"Aku melihat sepatu yang berada di sana!" Leon menunjuk rak sepatu yang berada di ruang tamu rumah Alicia, "Kaki ibumu tampak sedikit lebih besar, itu artinya satu-satunya sepatu yang kecil di rumah ini adalah milikmu!"


"Hmmm... Ternyata Mr. Leon Vald adalah seorang Detektif sepatu!" seloroh Alicia sambil tertawa geli.


"Hahaha... Sangat lucu," dengus Leon dengan wajah cemberut.


Melihat Leon duduk dengan menekuk wajahnya, Alicia pun menghampirinya.

__ADS_1


"Leon, terima kasih!" bisiknya sambil mencium pipi Leon.


Apa yang dilakukan Alicia itu membuat wajah Leon bersemu merah karenanya.


__ADS_2