STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
MENGEJAR MANGSA.


__ADS_3

Sang Dewi Malam dengan bentuknya yang bulat sempurna bertahta dengan anggun di langit malam ketika seorang wanita cantik dengan rambut hitamnya yang tergerai lepas telah berada di antrian masuk sebuah pintu Klub, sebuah kerlingan nakal ia berikan kepada para penjaga Klub yang menanyakan kartu identitasnya dan membuat para penjaga itu membiarkannya masuk begitu saja.


"Terlalu mudah!" gumamnya seraya melangkahkan kakinya memasuki Klub malam tersebut, sesaat ia mengedarkan pandangannya setelah berada di dalam Klub, netra biru jernih miliknya tampak memperhatikan beberapa pria yang melintasinya dan berkali-kali kepala itu menggeleng pelan ketika beberapa pria menyapanya, “Darah buruk!” umpatnya dalam hati, ia kembali melanjutkan pencariannya setelah para pria itu meninggalkan dirinya, tiba-tiba seraut senyum terbit di sudut bibirnya di saat netra biru itu jatuh  pada sosok pria elegan yang baru saja memasuki Klub.


Mangsa sempurna!


Dengan senyum  merekah ia mendekati pria itu yang telah menarik perhatiannya.


“Datang sendiri?” sapanya, ketika telah sampai di hadapan pria itu.


Julian sang pria yang ditegur oleh wanita ini sedikit terkejut melihat kehadirannya.


“Alicia?? Di mana Leon? Di mana suamimu itu?” tanyanya sembari melirik ke belakang wanita ini yang baru saja menyapanya, “Apakah Leon tidak bersamamu?”


Alis Alicia berkernyit mendengar pertanyaan itu.


“Leon??”


“Maksudku Leon Vlad, suamimu itu! Di mana dia?”


Ternyata Pangeran Kecil.


Alicia tertawa renyah, tawa ini bahkan mampu membuat pria di hadapannya itu terjatuh dalam pesonanya.


“Ada apa dengannya? Mengapa ia terlihat sangat berbeda malam ini? Dan mata itu… Mengapa mata itu terlihat sama seperti milik pria itu?” bisik hati Julian bingung dengan wajah yang sedikit merona, “Bagaimana lukamu?” tanyanya mencoba menghindari senyum itu yang membuat jantungnya berdetak dengan cepat.


“Lukaku? Apakah aku terluka? Pantas saja aku merasa sedikit sakit, bagaimana jika kamu membantuku untuk memeriksanya?” lontar Alicia dengan nada manja sembari menyentuh dasi Julian.


“Apa yang dipikirkan suamimu itu?! Bagaimana mungkin ia membiarkan istrinya yang terluka pergi seorang diri!” rutuk Julian, “Jika suamimu itu tidak mampu untuk menjagamu, aku pikir lebih baik kamu tinggal bersamaku saja! Dan sekarang sebaiknya kita obati dulu lukamu di kantorku!” sahutnya sembari dengan lembut meraih lengan Alicia dan mengajak wanita yang disukainya ini menuju kantornya.


Tak lama setelah berada di dalam kantornya, Julian pun meminta Alicia untuk duduk di sofa sementara ia mengambil kotak p3k miliknya.


Sepeninggal Julian, Alicia yang sedang duduk santai di sofa mulai memperhatikan ruang kantor yang memiliki design mewah tersebut, dan netra biru cerah itu terpaku sesaat ketika melihat sebuah lukisan yang tergantung di belakang meja kerja Julian.


Penampilannya mirip seorang Count,tetapi sayang sekali ia hanya seorang manusia biasa!

__ADS_1


“Perlihatkan lukamu!” cetus Julian yang telah kembali dengan sebuah kotak kecil di tangannya, ia meletakkan kotak tersebut di atas meja dan duduk di samping Alicia yang spontan berpaling padanya.


“Di mana lukaku?”


“Bukankah seharusnya itu ada di bahumu? Aku melihat luka itu tadi pagi.”


“Bahu? Kalau begitu mengapa tidak memeriksanya sendiri?”


Julian tertegun dengan ucapan Alicia ini yang terdengar seperti menggoda dirinya.


“Kamu ingin aku membuka pakaianmu dengan tanganku?” tanyanya canggung.


Pertanyaan itu hanya dijawab Alicia dengan anggukan pelan dan senyuman nakal.


“Apakah dia benar-benar ingin aku melakukannya? Tetapi mengapa? Apakah dia sudah menyerah dengan suaminya? Atau… Jangan-jangan sebenarnya selama ini dia tertarik padaku, tetapi kehadiran pria posesif itu yang membuatnya tidak bisa mengungkapkan perasaannya padaku?” bisik hati Julian resah ketika melihat senyum itu.


“Aku tidak bisa menggerakkan tanganku dengan bebas karena bahuku terluka.”


Ternyata karena ini ia memintaku untuk melakukannya!


Sementara Julian berusaha untuk meredakan debar jantungnya, di sisi lain Alicia telah menyeringai ingin segera menyantap pembuluh darah itu yang berdesir di hadapan matanya, hampir saja ia berhasil mendapatkan mangsanya ini jika saja sebuah benda tidak tiba-tiba masuk ke dalam mulutnya, benda itu adalah sedotan yang terhubung dengan sebuah kantong darah, ia mengendus benda itu sebelum kemudian menghisapnya dengan semangat.


“Hampir saja!”


Leon menghela nafas lega ketika melihat istrinya itu mendorong Julian dan mulai menikmati apa yang telah ia berikan.


Sedangkan Julian hanya terpaku melihat apa yang sedang terjadi di depan matanya.


“Apa itu kantong darah?” tanyanya dengan wajah berdekik menahan jijik.


“Benar, jika aku terlambat memberikan itu padanya, maka tubuhmu yang berharga itu akan menjadi kantong darahnya!” tukas Leon.


“Apa?! Apakah maksudmu istrimu ini sekarang adalah seorang Vampir?!” lontar Julian.


“Aku bukan Vampir! Makhluk rendahan itu tidak pantas disandingkan dengan namaku!” celetuk Alicia yang telah meminum habis isi kantong darahnya, lalu melemparkan bungkusan kosongnya begitu saja, “Aku wanita terkuat di Kaumku, aku adalah Regina!”

__ADS_1


Leon mengangguk pada Julian ketika pria ini melemparkan tatapan bingung padanya.


“Kamu yang telah mengubahnya bukan? Wanita baik itu… Mengapa kamu melakukan hal ini padanya!!” bentak Julian kesal.


“Aku tidak punya pilihan!” Leon menghempaskan tubuhnya di samping Alicia, lalu membersihkan sisa darah yang tampak di sudut bibir istrinya itu dengan sapu tangan miliknya, “Saat itu ia terluka karena gigitan Victor, jika aku tidak mengubahnya… Maka saat ini yang akan kamu temui adalah seorang Vampir yang haus darah dan tidak memiliki akal, karena semua Vampir baru biasanya akan mengalami hal itu,” paparnya mencoba menjelaskan semua yang terjadi pada Julian.


“Lalu apa bedanya? Istrimu ini bahkan baru saja ingin mencoba memangsaku!”


“Itu tidak akan terjadi sebelum ia mendapatkan ijinmu! Mungkin untuk pertama kali ia akan mencobanya, tetapi ketika ia mengetahui hal itu tidak bisa ia lakukan maka ia akan menghipnotismu agar kamu bersedia memberikan darahmu dengan suka rela padanya! Itu yang menjadikan Kaumku berbeda dengan Vampir.”


“Lalu bagaimana kamu bisa masuk ke dalam kantorku?” tanya Julian yang baru menyadari jika pintu kantornya telah ia kunci sebelumnya.


“Jendelamu terbuka!” Leon menunjuk jendela yang berada di sisi kiri meja kerja Julian.


Julian menghela nafas lega melihat hal itu, karena ia memang telah membuka jendela tersebut ketika ia mencari kotak p3k tadi, setidaknya ia tahu bahwa Leon tidak hadir begitu saja di dalam kantornya.


“Kita pulang?”


Pertanyaan lembut yang ditujukan Leon pada Alicia ini membuat Julian berpaling, dan entah mengapa ia sedikit berharap Alicia akan menolaknya, tetapi yang terjadi Alicia justru tersenyum pada Leon suaminya.


“Apa yang akan kudapatkan jika aku ikut bersamamu?” tanya suara itu yang terdengar sedikit menggoda.


“Aku memiliki semua yang kamu butuhkan!” jawab Leon.


“Makanan?”


“Untuk seumur hidupmu!”


“Kekuasaan?”


“Walau aku tidak memiliki sebuah Negara, tetapi aku memiliki Kerajaan Bisnis yang tersebar di Sepertiga Belahan Dunia, seharusnya itu lebih dari cukup!”


“Pria?”


Leon menarik pinggang ramping itu agar mendekat padanya.

__ADS_1


“Apakah aku belum cukup untukmu?!” sahutnya dingin.


__ADS_2