
Setelah kepindahan Leon ke rumah yang berada di sebelah tempat tinggalnya, Alicia terlihat kembali ceria, wajahnya yang terlihat bahagia saat makan malam membuat kedua orang tuanya bingung, tetapi Alicia enggan menjelaskan kepada ayahnya apa yang telah membuatnya sangat bahagia ketika ayahnya itu bertanya padanya.
Ini semua karena permintaan Leon yang tidak ingin Alicia mengatakan apapun pada kedua orang tuanya hingga ia menjelaskannya sendiri.
Dan tengah malam, seperti janjinya pada Leon, gadis kecil itu diam-diam keluar dari rumahnya dan menghampiri Leon yang telah menunggunya di teras rumahnya, hal ini terjadi beberapa hari sampai suatu ketika Leon melihat gadis kecil itu terlihat lelah selalu datang padanya di tengah malam dan kembali ke rumahnya pagi-pagi sekali, karena hal itu Leon memutuskan untuk menemui orang tua Alicia di saat weekend.
Sementara itu, perubahan sikap Alicia di kampus selama beberapa hari ini membuat ketiga sahabatnya ikut senang, walaupun Alicia menyembunyikan alasan dari kebahagiaannya dari ketiga sahabatnya itu.
Hingga di hari jum'at siang ketika Gwen mengajaknya untuk menikmati weekend berempat, dan Alicia menolaknya tanpa alasan, Gwen yang merasa penasaran memaksa Alicia untuk menjelaskan alasan penolakannya tersebut, tetapi Alicia terus menghindar dan tidak ingin menjelaskannya.
"Ayolah... Aku tidak akan memaksamu untuk menjelaskannya lagi, tetapi kita sudah lama tidak jalan-jalan berempat," bujuk Gwen sambil menatap Alicia dan mengerjapkan matanya dengan manja.
"Gwen, aku..." Alicia tampak ingin menolak ajakan sahabatnya itu, tetapi pada akhirnya ia terpaksa menyetujuinya ketika melihat Josh dan Aaron menghampirinya dan menatapnya curiga.
"Bagaimana jika Josh menjemputmu nanti malam?!" usul Gwen.
"Eh Gwen, tentang itu... Bagaimana jika kamu saja yang menjemputku?!" pinta Alicia sambil menarik lengan sahabatnya itu dan menatapnya dengan wajah memohon.
Melihat tingkah Alicia yang mencurigakan, Aaron pun mendekati Josh.
"Josh, apakah menurutmu pria itu telah kembali?" bisiknya.
Josh memperhatikan wajah Alicia.
"Sepertinya begitu, tingkah Alicia beberapa hari ini terlihat jelas sekali, tetapi yang membuatku bingung mengapa Alicia menyembunyikan hal ini dari kita?" gumam Josh.
"Mungkinkah pria itu yang memintanya melakukannya? Karena Alicia yang kukenal tidak akan melakukan hal ini pada kita bertiga!" bisik Aaron lagi.
Josh mengangguk setuju.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan rencanamu untuk menembak Alicia setelah pertandingan lusa?" tanya Aaron sambil menatap sahabatnya itu.
"Aku tetap akan melakukannya! Aku tidak akan menyerahkan Alicia pada pria itu yang belum cukup lama mengenalnya! Bukankah seharusnya akulah yang berada di sisinya? Dan bukan pria itu!" jawab Josh dengan suara pelan.
Aaron mengangguk setuju dan menepuk pundak sahabatnya itu.
"Aku mendukungmu teman!" sahutnya sambil tersenyum.
"Alicia tunggu aku!" bisik Josh dalam hati.
***
Malam hari pukul 8 malam, seperti janjinya pada Alicia, Gwen menjemput sahabatnya itu.
Dan Alicia yang telah mendapat ijin dari Leon, akhirnya pergi bersama Gwen.
Di ruang tamu rumahnya, Checille dan James tampak bingung dengan maksud kedatangan Leon yang terlihat formal, pria berambut putih keperakan dan bermata biru itu terlihat tampan dengan setelannya yang terlihat mewah.
"Leon apa ini?!" tanya Checille bingung sambil menunjuk beberapa bingkisan yang dibawa oleh Leon.
"Ini sedikit hadiah buat paman dan bibi, kebetulan ada sesuatu yang ingin Leon minta dari paman dan bibi," ucap Leon sopan.
"Oh, apa itu?!" tanya James dingin.
"Itu..." Leon melirik sahabatnya, meminta bantuan sahabatnya itu untuk berbicara.
"Paman..." Sela Dr. Mark, "Maksud kedatangan kita hari ini adalah ingin melamar Alicia untuk menjadi tunangan Leon!" lanjutnya menjelaskan.
"Melamar?! Putriku bahkan belum cukup umur untuk bertunangan!!" teriak James kesal.
__ADS_1
"Leon ini... Tolong jelaskan mengapa hal ini harus terburu-buru? Karena sejujurnya bibi cukup mendukung hubunganmu dan Alicia, tetapi masalah pertunangan ini... Bisakah kita menunggu hingga Alicia berumur 18 tahun?" bujuk Checille, ia menyentuh lengan suaminya yang terlihat marah untuk menenangkannya.
Melihat kebingungan di wajah Checille, Leon pun tersenyum.
"Bibi... Ini hanya pertunangan! Aku tidak akan memaksa Alicia untuk menikah secepatnya, bahkan Alicia boleh menyelesaikan kuliahnya terlebih dahulu setelah pertunangan ini, ini semua aku lakukan karena Aku adalah seorang yang pria yang kolot, hubungan yang aku jalani bersama Alicia bagiku bukan hanya hubungan sebatas kekasih saja! Aku ingin menjalin hubungan yang serius padanya! Bahkan kelak aku ingin Alicia bisa mengandalkanku, karena itu... Mungkin ini sedikit keegoisanku dan ketakutanku yang ingin segera mengikatnya menjadi milikku!" papar Leon menjelaskan.
Checille terenyuh mendengar alasan Leon melamar putrinya, di dalam hatinya ia mengakui bahwa pilihan putrinya itu tidak salah, Leon adalah sosok pria bertanggung jawab yang bukan hanya ingin bermain-main saja dengan putrinya, bahkan pria muda tampan itu telah merencanakan masa depan putrinya dengan baik.
"Ingin putriku mengandalkanmu?! Apa yang telah kamu miliki hingga dengan sombongnya berani mengucapkan kata-kata ini?!" tukas James sinis.
"Masalah itu paman jangan khawatir!" timpal Dr. Mark, "Mungkin paman belum mengenal sahabatku ini dengan baik, memang sudah terlalu banyak orang yang salah paham melihat kesederhanaannya, tetapi sebagai jaminan... Aku akan memberitahu hal ini pada paman, bahwa pria muda sederhana ini adalah Pemilik Vald Corporation! Apakah paman pernah mendengar nama ini?" Dr. Mark menatap ayah Alicia.
"Vald Corporation?" mendengar nama tersebut, James tampak berpikir, ia pernah mendengar seorang Jenderal menyebutkan nama ini.
"Vald Corporation adalah sebuah perusahaan induk yang memiliki bisnis di bidang kesehatan, perhotelan, perbankan dan beberapa perusahaan besar lainnya, bahkan saham lab milikmu ini sebagian besar di miliki oleh Vald Corporation!" penjelasan sang Jenderal terngiang-ngiang di telinga James.
Tetapi James tentu saja tidak akan percaya begitu saja dengan ucapan Dr. Mark, ia menantang Dr. Mark untuk membuktikan kebenaran ucapannya itu, karena menurutnya mustahil bahwa Leon adalah Pemilik Vald Corporation yang terkenal sangat misterius itu.
Demi membuktikan ucapannya, Dr. Mark pun menghubungi atasan James, dan meminta James menjawab telpon tersebut setelah ia berbicara sebentar dengan pria yang menjawab telponnya.
Dan alangkah terkejutnya James ketika mengetahui siapa yang telah dihubungi oleh Dr. Mark, pria yang menjawab telpon itu adalah Sang Jenderal yang mendanai proyek miliknya, Sang Jenderal mengatakan padanya bahwa nomor yang menghubunginya saat ini adalah nomor dari Sekretaris Pusat Vald Corporation, bahkan Sang Jenderal terdengar sedikit terkejut ketika James menjelaskan bahwa Pemilik nomor handphone itu sedang berada di rumahnya saat ini.
"Profesor, kamu cukup beruntung bisa bertemu dengannya! Sekretaris Pusat ini dan juga Majikannya adalah dua pria Misterius yang sangat sulit untuk ditemui! Bagaimana kamu bisa menemukan Sekretaris Pusat ini?!" tanya suara di seberang sana penasaran.
James tertegun mendengar penjelasan Sang Jenderal, ia menatap Dr. Mark dan Leon bergantian.
"James, ada apa?" tanya Checille yang bingung melihat tingkah suaminya.
"Ternyata pria aneh itu bukan pria biasa!" gumam James.
__ADS_1