
Di ruangan Dr. Mark saat ini, Dr. Mark membawa Alicia ke ruangannya ketika melihat Alicia meninggalkan ruang perawatan.
"Mr. Leon, aku telah membawa gadismu kembali," selorohnya ketika membuka pintu ruangannya dan melihat Leon yang duduk dengan wajah cemberut.
Leon menghampiri Alicia dengan cepat setelah melihat Alicia memasuki ruangan Dr. Mark.
"Pria itu... Siapa dia?!" tanya Leon kesal sambil memegang bahu Alicia .
Dr. Mark menepis tangan sahabatnya itu ketika melihat Alicia meringis.
"Hei Leon! Kamu menyakitinya, ayolah... Tolong bicarakan hal ini dengan baik-baik," bujuk Dr. Mark sambil menepuk pundak sahabatnya.
Leon yang masih kesal melirik Alicia yang tampak mengelus bahunya, ia menghela nafas perlahan mencoba menghilangkan kekesalannya lalu berjalan mendekati Alicia.
"Maafkan aku, aku... Aku sedikit cemburu melihat kedekatanmu dengan pria itu," bisiknya pada Alicia setelah berada di hadapan gadis itu.
"Cemburu padaku?" Alicia menatap Leon, "Tetapi aku bukan milikmu!"
Mendengar ucapan Alicia, Leon meraih sebuah kursi dan membantingnya dengan keras.
"Hei hei..." Dr. Mark mendekati Leon dan berusaha menenangkannya, "Jangan marah padanya! Aku pikir Mr. Leon Vald yang sangat luar biasa ini belum menegaskan apa yang kamu rasakan padanya! Dan untuk catatanmu, bukan seperti ini caranya menaklukan seorang gadis!" bisik Dr. Mark pada sahabatnya.
"Tetapi gadis ini dan ketiga sahabatnya itu benar-benar membuatku sangat kesal!" protes Leon.
"Hei Leon, apakah perjalanan hidupmu selama ratusan tahun ini tidak mengajarimu bagaimana seharusnya memperlakukan seorang gadis agar ia tertarik padamu?!" bisik Dr. Mark lagi.
"Kamu mengenalku dengan baik, aku tidak pernah tertarik pada gadis manapun selain mereka yang terikat perjanjian dengan kaumku! Dan selama ratusan tahun ini hanya ada dua gadis yang pernah dekat denganku, yang satu telah aku kuburkan! Dan yang satu lagi saat ini sedang berdiri di sini dan berkata dia bukan milikku! Sekarang katakan padaku, pelajaran apa yang bisa kuambil dari kedua gadis ini?!" rutuk Leon.
"Hanya ada dua gadis dalam ratusan tahun? Wow... Aku tidak bisa membayangkannya! Untuk seorang pria tampan dan sukses sepertimu aku anggap itu sebuah record untuk kesetiaan tanpa batas." Dr. Mark tertawa kecil, "Gadis kecil apa kamu mendengar itu?! Pria ini adalah pria langka yang hanya ada satu di Dunia! Sebaiknya pikirkanlah tawarannya untuk menjadikanmu Calon Pengantinnya, karena pria ini tidak akan pernah menduakanmu!" sahut Dr. Mark.
Alicia hanya diam mendengar ucapan Dr. Mark, ia menatap Leon yang masih tampak sedikit marah.
"Maaf aku tidak bisa! Walau aku sedikit menyukainya, tetapi aku harus kembali ke Los Angeles hari ini bersama teman-temanku!" ucap Alicia pelan.
"Dan maaf juga karena hal itu tidak akan terjadi!" Leon menatap Alicia tajam.
"Leon, apa maksudmu?!" tanya Alicia dingin.
"Kamu tidak bisa meninggalkanku, karena kamu memiliki perjanjian darah denganku!"
__ADS_1
"Tidak, kamu tidak bisa membuatku selalu tinggal bersamamu! Aku tidak ingin tinggal bersamamu! Aku harus kembali ke kota asalku! Melanjutkan hidupku, bertemu orang tuaku dan teman-temanku!" protes Alicia.
"Baik, ingin ke luar dari Transylvania? Maka kamu harus membawaku bersamamu! Karena perjanjian darah yang telah kita lakukan itu akan membuatmu tidak bisa pergi jauh dariku! Jika kamu memaksa untuk pergi dariku, perjanjian itu akan mengutukmu dan memakan umurmu!" timpal Leon.
"Apakah kamu pikir aku akan mempercayai ucapanmu?!" Alicia tersenyum sinis, "Aku akan pulang hari ini bersama teman-temanku, karena apa? Karena aku tidak percaya pada ucapanmu!!" teriak Alicia, ia pergi meninggalkan ruangan Dr. Mark dengan kesal.
"Hebat sekali Count Leon Vald!" Dr. Mark bertepuk tangan, "Dan sekarang kamu benar-benar akan kehilangan Calon Pengantinmu itu!"
"Dia akan kembali!" sela Leon.
"Ucapan yang sangat optimis, tetapi melihat kemarahannya aku percaya gadis itu akan pergi meninggalkanmu!" lontar Dr. Mark.
"Ini bukan hanya sekedar optimis, aku tahu dia akan kembali, karena perjanjian darah itu telah mengikatnya padaku!" Leon tersenyum pada sahabatnya.
"Hei sobat, melihat senyum licikmu ini aku sedikit merasa kasihan pada gadis itu!" bisik Dr. Mark.
***
Malam hari di bandara Transylvania, Alicia bersama ketiga sahabatnya tampak mengantri untuk chek in pesawat, setelah bertengkar dengan Leon, Alicia menelpon kedua orang tuanya, dan ia berhasil mendapatkan tiket penerbangan malam ke Los Angeles bersama ketiga sahabatnya dari ibunya.
Ketika akan menaiki pesawatnya Gwen menarik tangan Alicia menjauhi pesawat.
"Apa maksudmu?" Alicia terlihat sedikit bingung dengan ucapan sahabatnya itu.
"Tunggu! Berikan tasmu!"
Alicia memberikan tas yang sedang disandangnya pada Gwen, Gwen membukanya dan tampak mencari sesuatu.
"Dapat!" Gwen mengambil sebuah cermin kecil, "Ini lihatlah!" sahut Gwen, ia memberikan cermin itu pada Alicia.
Alicia mengambil cerminnya dari Gwen dan melihat wajahnya di cermin, sebagian rambutnya tampak memutih, dan beberapa kerutan halus muncul di sekitar matanya.
"Apa ini? Apa yang telah terjadi padaku?" gumamnya takut, Alicia seketika mengingat ucapan Leon tadi siang padanya.
"Jika kamu memaksa untuk pergi dariku, perjanjian itu akan mengutukmu dan memakan umurmu!"
"Ternyata Leon tidak berbohong padaku!" bisik hati Alicia, "Gwen, maaf... Aku tidak bisa kembali bersamamu! Karena aku tidak bisa pergi darinya! Aku hanya ingin kamu membantuku, tolong ambil bagasiku setelah tiba di Los Angeles, aku akan kembali ke Los Angeles besok! Jika ibuku bertanya tentangku, tolong katakan aku menginap di rumahmu, bisa lakukan ini untukku?!" Alicia menatap Gwen dengan wajah memohon.
"Alicia..." Gwen tampak keberatan dengan permintaan Alicia padanya.
__ADS_1
"Kumohon Gwen... Aku tidak bisa kembali seperti ini! Karena ibuku pasti akan sangat sedih!" bujuk Alicia.
Gwen menghela nafas melihat wajah sahabatnya.
"Oke oke... Aku akan melakukan hal ini untukmu, tetapi kapan kamu akan kembali ke Los Angeles?" tanya Gwen khawatir.
"Secepatnya! Aku hanya perlu membujuk pria itu dan membawanya bersamaku!" gumam Alicia.
Gwen memeluk sahabatnya dengan perasaan sedih karena harus meninggalkan sahabatnya ini sendiri di Transylvania.
"Jaga dirimu dan cepatlah kembali!" pintanya.
"Tenanglah! Aku akan kembali!" sahut Alicia.
Setelah mengantar kepergian ketiga sahabatnya, Alicia memanggil taksi dan kembali ke Kastil Leon.
***
Di kastil Leon saat ini, Leon tampak tersenyum di dalam kastil miliknya ketika seorang gadis menghampirinya dengan wajah marah sambil melempar tas yang disandangnya ke lantai kastil.
"Bukankah sudah kukatakan dengan jelas bahwa kamu tidak bisa meninggalkanku?!"
Mendengar ucapan Leon, Alicia menatap pria itu dengan tajam.
"Aku tidak ingin bermain-main denganmu, kedatanganku untuk memintamu agar mengambil kembali perjanjian darah ini! Aku harus kembali!!" teriak Alicia marah.
"Mengambil kembali perjanjian darah?" Leon melangkah mendekati Alicia, "Maaf, aku tidak tahu cara membatalkan perjanjian ini! Dan satu lagi nona, perjanjian yang telah kamu lakukan padaku, itu akan membuatmu terikat padaku seumur hidupmu!"
"Kalau begitu, kembalilah ke Los Angeles bersamaku! Bukankah kamu bisa melakukan hal itu?!" tukas Alicia pada Leon yang saat ini telah berada di hadapannya.
Leon tertawa kecil mendengar permintaan Alicia yang sedikit memaksa.
"Maaf lagi, aku tidak ingin meninggalkan Transylvania! Menurutku... Sebaiknya kamu tinggal saja di sini bersamaku, selamanya!" bisik Leon.
"Tetapi aku tidak ingin tinggal di sini bersamamu seumur hidupku!!" teriak Alicia kesal.
"Hei Alicia, apakah orang tuamu tidak pernah mengajarkanmu bagaimana caranya membujuk seorang pria?!" Leon mengangkat dagu Alicia dan menatap mata indah yang sedang menatapnya dengan marah, "Lihatlah rambutmu dan wajahmu ini! Untuk membuat ini kembali seperti semula, cara satu-satunya yang bisa kamu lakukan adalah kamu harus menciumku!"
"Apa?!!" Alicia terpaku.
__ADS_1