STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
KECEMBURUAN LEON.


__ADS_3

Siapa Gadis ini sebenarnya?


Dimitri memperhatikan Alicia, rambut hitamnya yang tadinya tergelung rapi tampak terurai berantakan karena siraman air, Gaun indahnya yang basah menampilkan lekuk tubuhnya yang membayang di antara bunga-bunga brokat, dan yang lebih menarik perhatian Dimitri adalah kekuatan yang diperlihatkan Alicia.


Di sisi lain Anton yang telah mengetahui keistimewaan Nyonyanya ini masih tidak bisa mengendalikan kekagumannya pada Alicia.


"Lepaskan sahabat suamiku atau terima akibatnya!" lontar Alicia dingin.


"Hanya seorang wanita apakah aku harus takut?!"


Dimitri terkekeh.


"Sebaiknya takutlah! Karena aku sama sekali tidak bisa mengendalikan diriku."


Alicia meraih bawahan Dimitri yang berdiri di sampingnya, dalam satu kali ayunan ia membuat bawahan itu menabrak Dimitri hingga membuat pria paruh baya ini terjengkang.


Tidak hanya sampai di situ, ia bahkan hanya perlu mengibaskan tangannya berkali-kali untuk membuat bawahan Dimitri yang berlari ke arahnya agar terpental menghantam tembok kamar.


Hal ini membuat Anton tersenyum tipis.


"Ternyata aku tidak salah menilai Nyonya, Nyonya benar-benar wanita yang luar biasa! Bersamanya aku tidak perlu cemas terhadap pria tua ini!" bisiknya dalam hati.


"Hei, bagaimana? Bisa berdiri?" tanya Alicia sambil membungkuk setelah sampai di hadapan Anton.


"Bisa Nyonya." Anton mengangguk cepat.


"Balikkan badanmu! Aku akan membantumu untuk melepaskan ikatanmu itu!"


Ucapan yang terdengar seperti perintah itu membuat Anton membalikkan tubuhnya, seperti yang sudah-sudah hanya dalam satu tarikan Alicia telah berhasil memutuskan tali yang mengikat pergelangan tangan Anton.


"Terima kasih Nyonya, sisanya serahkan padaku!" sahut Anton, ia bangkit berdiri sambil menggerakkan pergelangan tangannya yang sedikit kebas akibat ikatan tali yang terlalu erat.


"Ayo selesaikan ini bersama lalu pulang," bisik Alicia sambil bersandar di belakang Anton.


Anton tertawa kecil mendengar hal itu.


"Baik Nyonya."


Perkelahian pun terjadi di dalam kamar ini, beberapa bawahan Dimitri yang baru saja di lemparkan ke dinding oleh Alicia bangkit kembali dan menyerang, keributan di dalam kamar ini membuat beberapa bawahan Dimitri yang berjaga di depan kamar mendobrak masuk dan membawa kabur Dimitri.


"Jangan dikejar Nyonya!" Anton menahan lengan Alicia yang ingin mengejar Dimitri, "Semua yang kita hadapi di sini bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang akan menunggu kita di luar sana jika mengejarnya."


Larangan Anton dijawab Alicia dengan dengusan sebal, ia mengayunkan tinjunya ke dinding kamar untuk meredakan amarahnya, lalu melemparkan pandangannya pada para pria bertubuh kekar yang telah tergeletak di lantai kamar karena ulahnya dan Anton.


"Kita pulang!" sungutnya, dengan wajah cemberut ia membalikkan tubuhnya dan ingin melangkah pergi.


Tetapi lagi-lagi Anton menahan lengannya.


"Tunggu Nyonya!"

__ADS_1


Anton membuka kemeja miliknya dan menutup tubuh Alicia yang tampak membayang di gaun yang dikenakannya.


"Sekarang kita pulang!" tukasnya, suaranya terdengar sedikit bergetar karena detak jantungnya sedang berpacu cepat saat ini, penampilan Alicia dengan gaun basahnya membuat Anton gugup, bahkan wajahnya mulai bersemu merah ketika menutup tubuh itu dengan kemeja miliknya.


"Terima kasih, ayo pulang!"


"Eh Nyonya!!"



Wajah pria muda berambut putih ini semakin memerah ketika Alicia menarik tangannya dan mengajaknya meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu di ruangan lain dari hotel di mana Alicia dan Anton berada saat ini, Dimitri tampak tersenyum melihat layar monitor.


"Mengapa melepaskan mereka begitu saja?!" protes Marino yang berdiri di sampingnya.


"Karena inilah rencanaku yang sebenarnya! Aku akan membuat Leon Vald membenci Anton, rekaman ini akan kuubah dalam bentuk photo dan mengirimkannya pada Leon Vald setelah mengeditnya, selanjutnya kita hanya perlu menyaksikan bagaimana pria pencemburu itu mengamuk saat mengetahui bahwa istri dan bawahan setianya memiliki hubungan yang tidak biasa!"


***


Pagi hari, kembalinya Alicia dan Anton yang bertelanjang dada ke hotel milik Leon menjadi pusat perhatian Karyawan Hotel, apalagi di tambah dengan keadaan rambut Alicia yang terlihat sedikit berantakan dan juga kemeja Anton yang dikenakannya, hal ini membuat beberapa Karyawan Hotel mulai bergosip ketika melihat ia dan Anton memasuki lift bersama.


Di dalam kamar Leon saat ini, kedatangan Alicia dan Anton disambut Leon dengan muka masam, Pemilik Vald Corporation itu duduk di sofa sambil menekuk wajahnya dan melipat tangannya di depan dada, sementara Dr. Mark yang tengah duduk di sampingnya tampak memberi kode pada Anton.


"Dari mana kalian semalam?!"


"Seperti perkiraanku Bos, pria itu yang berada di belakang Marino," cetus Anton dengan wajah polos, bahkan ia melangkah mendekati Leon dengan santainya.


"Diam di sana!!"


Anton menghentikan langkahnya mendengar bentakan itu yang di tujukan padanya.


Tidak hanya Anton, Alicia yang ingin mengganti pakaiannya ke kamar mandi bahkan menarik kembali tangannya yang hampir menyentuh kenop pintu.


"Jelaskan tentang photo-photo ini padaku!!" Leon melemparkan puluhan lembar photo ke hadapan Anton.


Dengan sedikit bingung Anton membungkuk memungut semua photo yang telah berserakan di lantai, lalu memperhatikannya satu persatu, photo-photo itu adalah photo saat Alicia membungkuk padanya, dan beberapa photo saat ia menahan lengan Alicia, bahkan ada photo yang menampilkan wajahnya yang sedang tampak kemerahan, juga saat ia memberikan kemejanya pada Alicia, semua photo itu memiliki latar belakang kamar hotel, lengkap dengan ranjang yang berantakan.


"Bos, ini tidak seperti yang terlihat!!" protes Anton.


Melihat kemarahan di wajah Leon dan kekesalan di wajah Anton, Alicia dengan cepat menghampiri Anton dan merebut photo-photo itu dari tangannya.


"Nyonya, ini..."


Anton menatap Alicia dengan cemas, wajah cantik itu berdekik sambil menggertakkan giginya ketika melihat photo-photo tersebut.


"Nyonya??"


"Tidak perlu dijelaskan!!"

__ADS_1


Alicia melemparkan tatapan tajamnya pada Leon.


"Apakah aku serendah itu di matamu?!" ucapnya dingin sambil melemparkan semua photo itu ke udara.


"Nyonya??"


"Sudah kukatakan tidak perlu dijelaskan!!"


Suara keras Alicia membuat Anton tercekat.


"Tidak ingin menjelaskannya?!"


"Bukankah penjelasanku tidak ada artinya karena kamu telah memiliki pemikiranmu sendiri?!" sindir Alicia sinis, hatinya merasa terluka atas kecurigaan Leon pada dirinya, bahkan harga dirinya serasa diinjak-injak oleh Leon karena secara tidak langsung Leon telah menuduhnya berbuat tidak senonoh dengan Anton.


Ternyata sampai hari ini dia tidak pernah percaya padaku, lalu untuk apa pernikahan ini dilakukan?


"Persiapkan saja suratnya, aku akan menanda tanganinya!" putus Alicia.


"Surat?!"


"Bukankah itu maumu?! Aku akan mengabulkannya."


Leon tertawa sinis, sikapnya ini membuat Alicia kembali menatapnya tajam.


"Ingin bercerai denganku agar bisa bersamanya?!"


"Bos..."


Alicia mengangkat tangannya di hadapan wajah Anton agar Anton berhenti bicara.


"Bukankah di dalam pikiran Mr. Leon Vald aku adalah seorang istri yang tidak setia?! Apakah Mr. Leon Vald masih ingin mempertahankanku?! Atau sudah tidak sabar ingin menendangku pergi?!"


"Alicia!!!" bentak Leon kesal, ia bahkan bangkit dari duduknya karena terlalu emosi, "Jika kamu pikir semudah itu untuk meninggalkanku, kamu salah! Karena aku tidak akan pernah menceraikanmu!!" teriaknya.


"Kamu..."


Alicia yang emosi mendengar ucapan Leon mengepalkan tangannya dengan keras hingga kuku-kukunya menusuk dan melukai kulitnya.


"Mark, kunci Alicia di dalam kamar ini! Jika dia berani melarikan diri aku akan membalaskannya pada Leonardo! Dan Anton... Ikutlah bersamaku!!" perintah Leon, walau tampak keberatan dengan perintah Leon, Anton dan Dr. Mark terpaksa mematuhinya.


"Leon!!! Jika berani menyakiti putraku, percayalah aku tidak akan melepaskanmu!!" teriak Alicia histeris setelah Dr. Mark mengunci kamarnya secara otomatis.


Walau kamar ini bertempat di hotel, tetapi kamar ini hanya dikhususkan untuk Leon, karena itu kamar ini lebih spesial dan memiliki kunci sendiri yang tidak akan bisa dibuka dari luar atau dalam setelah Leon mengaktifkannya, kecuali atas keinginannya sendiri.


"Leon!!!"


Teriakan Alicia kembali terdengar dari dalam kamar, mendengar hal itu Dr. Mark pun menghela nafas.


"Pasangan ini benar-benar keras kepala!!" rutuk hatinya.

__ADS_1


__ADS_2