
Pagi hari di Los Angeles, James tampak sudah memulai kesibukannya di Lab, bahkan Jenderal Albert juga telah datang mengunjunginya sepagi ini.
Di dalam kantor James saat ini, Jenderal Albert tampak sedang menanyakan tentang keadaan Alicia pada James sekaligus memberitahu James bahwa atasannya telah mengetahui tentang Alicia, dan ia ingin James menyembunyikan Alicia dengan baik, karena... Sebagai orang yang selalu bekerja sama dengan James hampir di separuh hidupnya, Jenderal Albert sendiri telah menganggap Alicia sebagai keponakannya.
"Beberapa orang telah merekam tentang aksi putrimu itu selama 6 tahun ini, dan beberapa pihak tampak sangat ingin menggunakan keahliannya itu dalam perang," terangnya pada James.
"Tetapi Jenderal... Alicia sama sekali belum bisa mengendalikan kekuatannya!" protes James.
"Aku tahu." Jenderal Albert mengangguk, "Dan aku tahu bagaimana keadaan mereka yang tidak mampu mengendalikan kekuatannya itu, karena aku telah pernah pergi berperang bersama sekelompok orang ini, mereka adalah momok menakutkan untuk lawan ataupun atasannya sendiri, karena mereka tidak akan pernah bisa mematuhi perintah dan selalu menyerang membabi buta hingga membuat banyak korban berjatuhan dari masyarakat sipil, karena itu... Sebaiknya sembunyikan Alicia dengan baik, jangan sampai tangan-tangan jahat menggunakan kemampuannya itu untuk memicu perang nantinya!"
"Tentang putriku Jenderal tidak perlu khawatir, ia berada di tangan yang tepat! Putriku hari ini telah menikah dengan Pemilik Vald Corporation, jadi Mr. Leon pasti akan melindunginya."
"Oh??" Jenderal Albert menatap James dengan mata berbinar, "Benar-benar di luar dugaan kalau gadis kecil itu mampu menarik perhatian pria sekelas Mr. Leon Vald." Ia tertawa senang.
"Jenderal benar, aku bahkan baru mengetahui 6 tahun yang lalu kalau pria yang dibawa pulang oleh putriku itu adalah Pemilik Vald Corporation, pria itu berhasil menipuku dan istriku dengan penampilannya yang sederhana!" rutuk James.
Sekali lagi Jenderal Albert tertawa keras mendengar rutukan James.
"Semua orang mengenalnya sebagai pria aneh yang sukar ditemukan, siapa sangka selain senang menyembunyikan dirinya, bahkan ia juga tidak terlihat seperti rumor yang beredar tentang dirinya yang mengatakan bahwa dia adalah pria arogan yang berwajah sadis, seandainya aku tidak bertemu dirinya 6 tahun yang lalu, mungkin aku tidak akan pernah tahu kalau dia masih sangat muda dan tampan sekali, wajah itu bahkan tampak seperti seorang Pangeran dari negeri dongeng saja!"
"Jenderal benar, pria itu memang sangat menarik, aku sendiri tidak mengerti bagaimana putriku bisa menemukannya dan membuatnya tertarik pada putriku."
"Itu karena putrimu itu sangat cantik." Jenderal Albert menepuk pundak James, "Dan karena sekarang putrimu telah bersamanya, aku juga tidak perlu khawatir lagi pada mereka yang ingin memanfaatkan putrimu untuk kepentingan pribadinya, karena Leon Vald ini... Hanya orang yang telah bosan hidup saja yang berani berhadapan dengannya! Apalagi jika pria itu telah kembali ke sisinya."
"Pria itu??" tanya James bingung.
Jenderal Albert mengangguk.
"Seorang Grim Reaper yang selalu berada di sisinya dan sangat sulit untuk dihadapi, jika ia dan Leon Vald bersama maka semua orang harus berlari menjauhi mereka, mereka berdua ini memiliki julukan pasangan dari neraka! Yang satu adalah Bos bertangan dingin dan yang satu lagi adalah bawahan pencabut nyawa, keberadaan mereka 8 tahun yang lalu sangat ditakuti semua orang, tetapi sejak Leon Vald menyembunyikan dirinya, bawahannya ini juga seperti lenyap ditelan bumi."
James terpaku mendengar penjelasan Jenderal Albert.
"Ternyata Leon adalah seorang pria yang kejam! Apakah aku telah melakukan kesalahan dengan memberikan putriku padanya?" bisik hatinya resah.
__ADS_1
Sementara itu di Paris, Anton yang telah di minta Leon untuk menjaga istri dan putranya, mendatangi kamar Leon di mana Alicia tengah bersiap untuk acara malam ini.
Lima menit setelah ia memencet bel kamar, pintu pun terbuka.
"Hai paman Anton!" Leonardo kecil menyapanya dengan ramah.
"Halo Bos Junior! Di mana ibumu? Sudah saatnya untuk turun." Anton mengusap kepala Leonardo dengan lembut.
"Ibu sudah siap masuklah!"
"Leonardo, dengan siapa kamu berbicara?"
Teguran lembut pada Leonardo kecil membuat Anton mengangkat wajahnya, tak jauh dari tempatnya berdiri Alicia tampak telah rapi dengan Gaun Chanel keluaran terbaru.
"Cantik sekali..." gumam Anton tanpa sadar dengan wajah yang mulai bersemu merah.
"Paman Anton telah datang untuk menjemput bu!"
"Wanita ini memang pantas menjadi Nyonya Bos, haizzzz... Mengapa selama ini aku tidak pernah bertemu wanita secantik ini sebelumnya?!" rutuknya dalam hati.
"Anton??"
"Anton??!"
"Ya Nyonya." Anton yang baru menyadari teguran Alicia dengan spontan menjawab.
"Apakah Leon yang telah memintamu untuk datang menjemputku?"
"Benar Nyonya, Bos ada sedikit kesibukan karena itu... Aku yang akan menggantikan Bos untuk menjemput Nyonya." Tanpa berani menatap Alicia, Anton menjawab semua pertanyaan itu sambil menundukkan kepalanya.
"Masuklah, tolong ambilkan sepatuku!"
__ADS_1
Anton mengangguk pelan mendengar perintah tersebut, ia melangkah masuk ke dalam kamar dan mengambil sepatu Alicia yang berada di tangan Biana dan membawanya ke hadapan Alicia.
"Nyonya, berikan kaki anda padaku!"
Alicia mengangkat kakinya perlahan di hadapan Anton yang sedang berjongkok, dan memasukkan kakinya ke dalam sepatu yang di sodorkan Anton padanya sambil berpegangan pada pundak pria itu.
"Sudah selesai Nyonya." Anton mendongakkan kepalanya, dan ia dibuat tertegun oleh wajah Alicia yang berada tepat di hadapannya.
"Terima kasih." sahut Alicia sambil tersenyum.
Senyum itu membuat Anton kembali memalingkan wajahnya.
"Bahaya sekali, aku hampir lupa kalau wanita ini adalah milik bosku!" lagi-lagi ia merutuk dalam hati dengan menutup sebagian wajahnya yang terasa memanas dengan tangannya.
"Kita pergi sekarang?" teguran lembut itu kembali menyentakkan Anton.
"Ba... Baik Nyonya," jawabnya tergagap, kemudian dengan cepat berdiri.
"Tolong perhatikan Leonardo untukku," Pesan Alicia sebelum melangkahkan kakinya.
Anton mengangguk pelan.
Setelah melihat anggukan Anton, Alicia pun melangkah.
Sementara Anton tergesa-gesa membukakan pintu yang telah ditutup kembali oleh Leonardo setelah ia masuk.
"Silakan Nyonya," ucapnya sopan sambil menundukkan kepalanya.
"Tadinya aku berpikir kamu cukup gila, tetapi hari ini... Kamu sedikit mengubah pandanganku padamu!" lontar Alicia ketika melewati Anton.
Ucapannya ini membuat Anton merasa bahagia, pria yang selalu tampil kekanakan ini tersenyum tipis dan hal itu tak luput dari perhatian Biana yang mengikuti Alicia bersama Leonardo.
"Baru kali ini dalam seumur hidupku bisa melihat pria tampan berkali-kali dalam hitungan hari," bisik hatinya senang, "Alangkah senangnya menjadi kakak, semua pria tampan ini berada di sekitarnya tanpa ia perlu memintanya, benar-benar membuat orang iri," gumam Biana sambil menghela nafas.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, ketika Alicia dan putranya keluar dari lift bersama Anton dan Biana, tampak hotel tempat ia tinggal saat ini mulai dipenuhi oleh tamu-tamu undangan, bahkan ia melihat Alice dan Julian baru saja memasuki lobby hotel dan tampak berjalan ke arahnya.