STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
DIA MILIKKU!


__ADS_3

Pagi ini pagi yang cukup sibuk bagi Leon, karena setelah berhasil membujuk kekasihnya Alicia untuk menikah, ia masih harus mengurus beberapa persiapan untuk pernikahannya besok, atas permintaan kekasihnya itu mereka tidak akan melakukan pernikahan ini secara besar-besaran karena kedua orang tua Alicia tidak bisa menghadirinya, jadi pernikahan kilat ini hanya akan dilakukan di sebuah gereja kecil saja.


Walau terpaksa menyetujuinya, tetapi Leon telah berjanji di dalam hatinya bahwa ketika semua telah baik-baik saja, ia akan memberikan sebuah pernikahan yang sangat indah untuk kekasihnya itu.


Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan semuanya bersama Dr. Mark, sahabatnya ini dihubungi oleh bawahannya yang sedang diminta olehnya untuk mengurus sesuatu.


"Leon, wanita yang telah menjebakmu dan para pembelot itu menghilang di bandara!" sahut Dr. Mark setelah menutup panggilannya.


Leon hanya menyeringai sinis mendengar hal itu, ia sudah menduga bahwa hal ini akan terjadi.


"Ini seperti harapanku, Marino berpikir kalau aku tidak mengetahui bahwa selama 6 tahun ini ia telah memata-matai semua gerakanku, ternyata pria tua itu belum menyerah." Ia tersenyum dingin, "Mark, panggil Anton kembali hari ini juga! Pria bodoh itu sudah terlalu lama beristirahat, aku membutuhkannya besok untuk menghadapi Marino jika pria tua itu berani mengacaukan pernikahanku!"


"Eh Leon, tentang itu... Sebenarnya aku telah memanggilnya kemarin, mungkin hari ini ia akan tiba di Paris!"


"Oh?? Ternyata otak kecilmu ini sudah mengalami kemajuan!" Leon menepuk pundak Dr. Mark sambil tertawa kecil.


"Hahaha... Otakku baik-baik saja jika kamu tidak selalu memukul kepalaku!" sungut Dr. Mark dengan kesal, "Jika suatu hari nanti aku menjadi bodoh bukankah itu semua karenamu?!" rutuk hatinya.


Leon hanya tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkan sahabatnya itu padanya.


"Oh ya Mark, katakan pada Anton untuk menemuiku setelah mendarat nanti, ada beberapa hal yang harus kujelaskan padanya tentang Marino, sebagai senjata rahasia Vald Corporation... Dengan identitasnya sebagai Pembunuh berdarah dingin nomor satu, seharusnya menghadapi Marino dan semua yang berhubungan dengannya bukanlah hal yang sulit bagi Anton."


"Baiklah... Hari ini aku lelah sekali, apakah aku boleh beristirahat sebentar?"


"Tentu saja, setelah semua persiapan selesai kamu boleh beristirahat."


"I... Ini artinya aku masih harus bekerja hingga malam hari?! Kamu tidak adil padaku! Aku adalah Sekretaris Pusat Vald Corporation, tetapi pekerjaan ini mengapa harus aku yang melakukannya?!" protes Dr. Mark, ia mendengus kesal.


"Itu karena ini adalah pernikahanku, apakah hal sepenting ini harus kuserahkan pada orang biasa?! Tetapi jika merasa lelah dan ingin beristirahat, baik... Aku akan memberikanmu istirahat yang panjang! Serahkan surat pengunduran dirimu satu jam lagi padaku."

__ADS_1


"Hahaha... Aku hanya bercanda, aku sama sekali tidak lelah, tenagaku masih cukup untuk bekerja padamu selama puluhan tahun lagi."


"Kalau begitu... Semua persiapan hari ini kuserahkan padamu! Aku harus menemui kekasihku dan putraku sekarang." Leon melambaikan tangannya pada Dr. Mark yang sedang menemaninya mengambil gaun pengantin, "Jangan lupa, tunggu gaun kekasihku itu hingga selesai dan bawa segera!"


Dr. Mark menatap kepergian sahabatnya itu sambil merutuk di dalam hati.


"Dasar pria arogan!!" jerit hatinya.


***


Siang harinya Leon menyambut kedatangan Alice dan Julian di kamar hotel miliknya, keberadaan Alicia dan putranya di kamar Leon membuat Julian sangat terkejut, bahkan ia lebih terkejut lagi ketika Leon memberitahukan tentang rencana pernikahannya dengan Alicia yang akan diselenggarakan keesokan harinya.


Dengan wajah sedih ia menatap Alicia yang tampak cantik hari ini dengan penampilannya sebagai wanita, bahkan wajah yang pernah ditemuinya dalam keadaan polos itu hari ini menggunakan sedikit make up tipis yang mempertegas matanya, kelopak mata Alicia yang lebar terlihat seperti mawar yang indah karena warna peach yang digunakan Alicia pada kelopak matanya itu.


"Apakah dia adalah kekasihmu yang telah menghilang itu?"


Leon menjawab pertanyaan Julian ini dengan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja, jika tidak... Aku tidak akan seperti orang gila mencarinya selama 6 tahun ini!" jawab Leon santai.


"Lalu... Apakah dia juga mencintaimu?"


Semua pertanyaan Julian ini membuatnya menatap pria itu dengan wajah curiga.


"Apakah kamu tahu bagaimana putraku itu bisa berada padanya?! Semoga ini bisa memuaskan keingin tahuanmu itu!"


Julian menghela nafas mendengar jawaban Leon, sementara Alice menatap Leon dan Julian secara bergantian dengan wajah bingung.


"Kakak ada apa ini?" tanyanya cemas, karena ini pertama kalinya Alice melihat saudara lelakinya itu menunjukkan perhatiannya pada seorang wanita, "Jangan katakan padaku kalau..."

__ADS_1


"Sepertinya kakakmu tertarik pada Calon Pengantinku, karena itu ia menghancurkan semua berkas milik kekasihku ini ketika aku memintanya, Julian tidak ingin aku menemukan Alicia, bukankah ucapanku ini benar, Julian?" Leon melemparkan tatapan tajamnya pada Julian.


Di sisi lain, perkataan Leon ini membuat Alicia sangat terkejut.


"Julian tahu aku menghindari Leon, karena itu ia tidak memberikan berkasku pada Leon, dia... Dia menepati janjinya untuk melindungiku," bisik hatinya resah, ia melirik Julian yang duduk di hadapan Leon, pria bossy itu tampak menunduk dengan wajah putus asa, "Leon..." Alicia menarik lengan kemeja Leon sambil berbisik, "Itu bukan kesalahannya, aku... Aku yang telah memintanya melakukan hal itu!"


"Oh..." Leon mengalihkan pandangannya pada Alicia yang duduk di sampingnya, "Apakah kamu telah lama mengenalnya?!"


Alicia menggeleng perlahan.


"Tetapi Julian telah bertemu Leonardo dan ia tahu bahwa aku menghindarimu! Aku juga yang telah memintanya untuk menyembunyikan hal ini darimu! Jadi... Seharusnya hal ini adalah tanggung jawabku."


"Sayang... Kamu membelanya apakah karena ini memang permintaanmu atau karena kalian memiliki hubungan yang sangat dekat?!" Leon menyentuh dagu Alicia dan menatap mata bulat kekasihnya itu dengan tajam.



"Aku..." Alicia tertegun di hadapan mata biru itu yang menatapnya dengan tatapan curiga, ia menghela nafas melihat hal itu lalu menepis tangan Leon perlahan, "Aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu sebagai bosku, jika saja malam itu aku tidak bertemu denganmu, mungkin ia tidak akan mengejarku sampai ke apartemenku! Julian merasa bertanggung jawab padaku sebagai bawahannya, hanya itu!"


"Benar, aku hanya mengkhawatirkannya sebagai bawahanku!" timpal Julian, ia sangat tidak rela melihat Leon menindas Alicia di hadapannya.


"Aku harap itu benar, dan semoga kamu bisa mengingat ucapanmu hari ini!" lontar Leon, ia kembali melirik pria yang duduk di hadapannya itu.


Dan Julian, ia sama sekali tidak menghindari mata tajam itu yang tampak seperti ingin membelah dua dirinya, baginya janji yang telah diucapkannya pada Alicia untuk selalu melindungi wanita ini harus ia tepati, karena tanpa ia sadari Alicia telah berhasil masuk ke dalam hatinya dan tinggal di sana, walau hanya sebentar mengenal Alicia, Julian merasa wanita ini pantas untuk mendapatkan perhatiannya.


Apalagi sekarang... Julian kembali melirik Alicia.


"Dia sangat cantik dan polos dalam penampilan wanitanya," bisik hatinya resah.


Melihat pandangan Julian beralih pada kekasihnya, Leon pun merangkul pinggang Alicia di hadapan Julian.

__ADS_1


"Dia milikku! Jangan menatapnya terlalu lama!"


__ADS_2