
Rumah Leon menjelang sore hari, Nathalia mengedarkan pandangannya di komplek perumahan untuk kalangan medium di mana Leon membawanya saat ini, wanita yang terbiasa dengan gaya hidup kalangan atas itu memandang sekitar dengan wajah sinis.
"Leon, apa maksudmu membawaku ke tempat seperti ini?!" tukasnya kesal.
"Aku seperti mendengar suara yang cukup familiar!" celetuk Dr. Mark yang telah menunggu di depan pintu rumah, ia sengaja menunggu kedatangan Leon, karena sahabatnya itu telah mengirimkan chat sebelum pulang yang mengatakan bahwa ia akan kembali bersama Nathalia, "Mengapa Leon ingin aku bersandiwara di hadapan wanita ini dan mengatakan bahwa dirinya telah bangkrut?" bisik Dr. Mark dalam hati, sambil memperhatikan Nathalia.
"Mark? Apa yang kamu lakukan di sini? Bagaimana dengan Bever..."
"Sebaiknya masuk dulu, aku akan menjelaskan semuanya!" sela Dr. Mark, ia terburu-buru menarik lengan Nathalia dan membawa wanita itu masuk ke dalam rumah karena takut Nathalia akan membuka identitas Leon di hadapan Alicia yang saat ini sedang menatap Leon dengan wajah cemberut.
"Mark ada apa?!" Nathalia menatap Dr. Mark dengan tatapan protes.
Melihat tingkah Dr. Mark yang tampak mencurigakan, Alicia merasa sangat bingung.
"Leon, apakah Mark sedang mencoba menyembunyikan sesuatu dariku?!" tanyanya.
"Jangan terlalu banyak berpikir!" Leon memeluk Alicia dan mengangkat tubuh kekasih kecilnya itu, "Sayangku... Bagaimana jika kita melanjutkan hal yang telah tertunda saat di Butik tadi?" godanya, ia menatap wajah Alicia sambil tersenyum nakal.
"Om genit, bukankah kamu berhutang satu penjelasan padaku tentang wanita yang sedang bersama Mark saat ini?!" tukas Alicia dingin.
"Itu...??" Leon menatap Alicia dengan kening berkernyit.
Alicia mengangguk cepat.
"Baiklah... Aku akan menjelaskannya! Tetapi sebelum itu aku ingin tahu mengapa kekasihku ini terlihat sangat marah di Pusat Perbelanjaan tadi?"
"Eh??" wajah Alicia bersemu merah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Leon padanya, "Aku sama sekali tidak marah!" elaknya sambil memalingkan wajahnya, ia tidak ingin menjelaskan pada kekasihnya ini bahwa saat itu ia merasa sangat cemburu melihat para wanita itu menyentuh Leon.
"Tidak marah?? Apakah itu artinya sayangku sedang cemburu padaku?" Leon mencoba menahan senyumnya.
"Aku tidak..." Kata-kata Alicia terhenti ketika melihat wajah kekasih tampannya itu telah berada sangat dekat dengannya, ia kembali memalingkan wajahnya yang semakin memerah, "Le... Leon, tolong jangan lakukan itu! Kita masih berada di teras rumahmu!"
"Kalau begitu, apakah aku boleh melakukannya di sofa?" Leon kembali menggoda Alicia, ia sangat senang melihat wajah yang diperlihatkan kekasihnya itu seharian ini ketika ia menggodanya.
__ADS_1
"Bukankah ada tamu saat ini di rumah?"
"Aku akan mengusirnya!"
"Tetapi Mark juga berada di rumah!"
"Aku juga akan mengusirnya!"
"Leon! Seriuslah!" sungut Alicia, wajahnya terasa sangat panas saat ini mendengar semua ucapan Leon.
"Sayangku manis sekali... Wajahmu itu membuatku sangat ingin merobek pakaianmu, dan membuatmu berteriak di sofa milikku agar semua orang yang mendengarnya berharap bahwa merekalah yang melakukan hal itu!"
Alicia tertegun mendengar ucapan Leon yang sangat menggoda baginya.
Di saat yang sama setetes cairan berwarna merah tampak jatuh di kemeja Leon.
Melihat hal itu, Leon menurunkan Alicia dengan cepat dan menyentuh kening kekasihnya itu dengan punggung tangannya, "Hei Gadis Kecil, apakah kamu sakit?" tanyanya cemas, "Tubuhmu panas sekali!"
"Drakula bodoh!" Alicia menepis tangan Leon dan berlari memasuki rumah dengan wajah memerah dan jantung yang berdebar kencang.
Di ruang tamu, ia bertemu dengan Nathalia yang menatapnya dengan wajah mencemooh, wanita itu tampak berjalan ke arahnya.
"Leon, aku beruntung kita telah putus! Mark telah menjelaskan segalanya padaku, bahwa kamu telah kehilangan kedudukanmu! Saat ini kamu hanyalah pria biasa yang memiliki wajah cukup tampan, walau begitu... Aku bersedia membantumu untuk mendapatkan pekerjaan yang lumayan asalkan kamu bisa memuaskanku malam ini, bagaimana?"
Leon menyeringai mendengar hal itu.
"Maaf, walau saat ini aku hanya seorang pria biasa, aku tidak tertarik untuk melayanimu! Karena jujur... Tubuh kekasihku itu lebih baik darimu! Dan sekarang, tolong Nona Nathalia meninggalkan rumahku! Pintu keluar hanya berjarak beberapa meter di hadapanmu!" tukas Leon dingin.
"Masih bersikap sombong?! Aku akan lihat sampai kapan kesombonganmu ini bisa bertahan! Sebagai mantan tunanganmu, jika kamu menginginkannya, kamu masih bisa meminta bantuan padaku! Dan tentu saja..." Nathalia menyentuh dada Leon dengan jari telunjuknya, "Sebagai imbalannya, kamu bisa memberikan tubuhmu yang tidak pernah disentuh wanita ini padaku!"
"Pergilah!" Leon menepis tangan Nathalia yang telah menyentuhnya, "Wanita sepertimu tidak pantas menyentuhku!" lontarnya.
"Leon kamu..."
__ADS_1
"Pintu rumahku telah terbuka!"
"Kamu akan menyesali hal ini! Suatu hari nanti aku akan membuatmu berlutut di hadapanku!" teriak Nathalia kesal, ia meninggalkan Leon dengan marah.
"Pertunjukan bagus!" cetus Dr. Mark sambil bertepuk tangan saat melihat Nathalia pergi, "Leon... Leon... Bukankah telah kukatakan sejak awal bahwa wanita itu tidak baik untukmu?!"
Leon hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan sahabatnya itu.
"Mark, kamu mengetahuinya dengan baik alasan aku menjalin hubungan dengannya! Itu hanya karena ayahnya adalah salah satu Pemegang Saham terbesar setelah diriku, dan juga... Karena saat itu aku sedikit putus asa, kamu tahu... Aku telah lama mencari Calon Pengantinku tetapi tidak juga menemukannya!" dengus Leon, "Dan sekarang... Bagiku mereka hanyalah sebuah gangguan!"
"Apakah kamu ingin aku menjatuhkan ayahnya saat Pertemuan Dewan Direksi nanti?"
"Belum saatnya! Aku ingin menyaksikan pertunjukan menarik apa yang akan dilakukan wanita itu padaku terlebih dahulu!" ucap Leon sinis.
"Bukankah itu artinya kamu memberikan kesempatan pada wanita itu dan ayahnya untuk mempermalukanmu?!" protes Dr. Mark, ia sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan sahabatnya ini, Leon bahkan memintanya berbohong pada Nathalia bahwa ia telah jatuh miskin, "Leon... Katakan apa rencanamu sebenarnya?! Jika hanya ingin meninggalkan wanita itu, bukankah kamu hanya perlu menendangnya saja?! Tidak perlu memintaku untuk mengatakan kebohongan yang akan membuat wanita itu memiliki kesempatan untuk menghinamu!"
"Aku melakukan ini untuk melindungi Alicia, dan juga untuk menjebak ayah Nathalia! Mark... Tentang identitas ini, sepertinya aku harus menjelaskan pada Alicia secepatnya! Aku tidak ingin gadis kecil itu mendengarnya dari mulut orang lain!"
Dr. Mark mengangguk setuju.
"Oh ya, berbicara tentang kekasih kecilmu itu... Tadi aku melihatnya berlari ke kamarmu! Wajah Gadis Kecil itu terlihat sangat merah, aku bahkan melihatnya mimisan!" celoteh Dr. Mark, mencoba menahan senyumnya.
"Alicia dia... Aku pikir Gadis Kecil itu sedang sakit, wajahnya merah dan tubuhnya panas sekali!"
Ucapan Leon yang terdengar khawatir justru disambut Dr. Mark dengan tawa kerasnya, ia tidak lagi bisa menahan gelinya melihat wajah polos sahabatnya itu.
Dan apa yang dilakukan Dr. Mark tentu saja membuat Leon tersinggung, ia menghampiri sahabatnya itu dengan wajah gusar.
Melihat Leon mendekatinya, Dr. Mark spontan menghentikan tawanya.
"Jangan marah!" bujuknya sambil merangkul pundak Leon, "Aku ingin mengatakan satu rahasia padamu tentang kekasih kecilmu itu, menurutku... Gadis Kecil itu tidak sakit! Tetapi ia membutuhkanmu untuk menidurinya!" Dr. Mark berlari cepat menjauhi Leon setelah menyelesaikan ucapannya.
"Siall!!" Leon melempar sahabatnya itu dengan sandal rumah miliknya.
__ADS_1
"Hei Leon, jangan membuatnya menunggu lagi!" goda Dr. Mark sambil tertawa kecil.
"Keluar dari rumahku!!" teriak Leon kesal, ia kembali melemparkan sandalnya pada sahabat tengilnya itu.