STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
KEKUATAN ALICIA.


__ADS_3

"Alicia??" panggil Leon ketika melihat kekasih kecilnya itu hanya diam.


Alicia tersentak mendengar Leon memanggil namanya, dan saat ia tersadar dari hipnotis mata biru kekasihnya itu, wajah Leon telah berada sangat dekat dengannya, bahkan jarak bibirnya dan bibir Leon hanya dua jari saja.


Dengan sedikit gugup ia mencoba memalingkan wajahnya, tetapi hal itu justru membuat sudut bibirnya menyentuh ujung bibir Leon, hal itu membuatnya spontan menggerakkan kepalanya ke belakang dan menutup mulutnya dengan tangannya.


Leon tertawa kecil melihat reaksi kekasih kecilnya itu yang terlihat sangat menggemaskan.


"Sekarang kamu takut padaku?!" tanyanya.


Alicia menggeleng cepat.


"Lalu apa itu?!" Leon menunjuk tangan Alicia yang berada di depan mulut gadis kecil itu.


Alicia menurunkan tangannya perlahan sambil melirik Leon.


"Maaf, aku tidak bermaksud menciummu!" gumamnya pelan.


"Maaf??" tanya Leon bingung.


Alicia mengangguk cepat.


"Bukankah Leon tidak suka jika aku melakukan hal itu?! Saat itu... Ketika aku ingin menciummu di mobil atau di rumahmu, kamu selalu menghindariku, tetapi kamu... Kamu selalu menciumku setiap kali kamu menginginkannya, bukankah itu sedikit tidak adil untukku?" ia menunduk sambil memainkan tali tasnya.


"Tetapi aku melakukan itu karena..." Leon menghentikan ucapannya dan memperhatikan Alicia, gadis kecil itu menunduk dengan wajah cemberut, "Ternyata semua keraguanmu itu hanya karena hal ini?!" selidiknya.


Alicia kembali mengangguk, tetapi sesaat setelah menyadari pertanyaan yang dilontarkan Leon padanya, ia menggeleng cepat.


"Ini tidak seperti yang kamu pikirkan!" elaknya dengan wajah yang mulai bersemu merah.


"Oh... Kalau begitu... Bukankah tidak ada masalah dengan hal ini?!"


"Itu terlalu egois! Kamu adalah kekasihku, mengapa aku tidak boleh melakukan hal itu padamu sementara kamu boleh melakukannya padaku," protes Alicia.


"Karena jika kamu melakukan hal itu padaku, kamu tidak akan pernah berhenti untuk melakukannya!"

__ADS_1


"Itu tidak mungkin! Aku hampir 18 tahun, aku tahu caranya mengendalikan diriku!"


"Apakah aku perlu membuktikannya padamu?!"


"Eh??" Alicia mengangkat wajahnya menatap Leon, yang saat ini juga sedang menatap dirinya.


"Lakukanlah! Jika gadisku ini tidak percaya padaku!" bisik Leon.


"Siapa takut?!" Alicia menggerakkan kepalanya perlahan mendekati Leon, tetapi ia berhenti ketika bibirnya hampir menyentuh bibir merah kekasihnya itu, Alicia tertegun di hadapan bibir Leon yang terlihat lembut dengan warna merah yang menyegarkan.


Leon tersenyum tipis melihat kekasih kecilnya itu hanya diam.


"Hanya i... Umm..." Kata-katanya terhenti karena gadis kecil yang berada di hadapannya, menutup mulutnya dengan bibir mungilnya, "Gadis Kecil ini benar-benar melakukannya?!" bisik hatinya.


Kecupan kecil dari bibir mungil Alicia membuat jantung Leon berdetak kencang, tadinya ia hanya ingin menikmati tingkah kekasih kecilnya ini, tetapi Leon mengangkat wajahnya dengan cepat ketika Alicia menggigit bibirnya.


"Hei Gadis Kecil, apa kamu ingin memakanku?" tukasnya sambil tersenyum nakal.


"Aku ingin lagi..." Desis Alicia dengan suara pelan.


"Bukankah Gadisku ini sangat pintar mengendalikan dirinya?"


"Aku ingin lagi!" ucapnya tegas sambil mendorong Leon, dan membuat kekasihnya itu tersandar ke pintu mobil, Alicia melepaskan seatbell miliknya dan naik ke atas tubuh Leon perlahan.


Keberanian Alicia membuat Leon terpaku, hampir saja Alicia berhasil membuat Leon tergoda dengan apa yang dilakukannya sampai sekelompok pria mengetuk kaca mobil.


"Wow!! Gadis cantik yang sangat berani, hei cantik! Bagaimana jika melayani kami juga?" ucap seorang pria yang mengintip dari kaca jendela mobil.


Mendengar hal itu, Alicia yang ingin kembali menyentuh Leon mengurungkan niatnya, ia mengedarkan pandangannya sebelum akhirnya menatap pria yang telah berbicara padanya.


"Leon... Bukankah jalan ini jarang sekali dilewati orang?" tanyanya.


"Aku pikir begitu, Gadis Kecil... Apa yang ingin kamu lakukan?!" sahut Leon cemas, ketika melihat kekasih kecilnya itu tersenyum mendengar ucapannya.


Tanpa menghiraukan pertanyaan Leon, Alicia turun dari atas tubuh kekasihnya itu.

__ADS_1


"Belakangan ini... Seiring pertambahan umurku, kekuatan yang berada di dalam tubuhku seakan-akan ingin meledak, aku pikir... Sebaiknya mulai hari ini aku mencari tempat untuk menyalurkannya sebelum hal ini membuatku menjadi gila karena harus selalu menahannya!"


"Jangan lakukan!" Leon menahan tangan Alicia yang ingin membuka pintu mobil, "Para pria itu terlihat sangat berbahaya!" bisiknya.


"Apakah mereka jauh lebih berbahaya dari Vandren?!" Alicia menyingkirkan tangan Leon perlahan dan membuka pintu mobilnya lalu keluar, ia menatap para pria yang mengelilingi mobil Leon, ada lima pria bertubuh cukup besar di hadapannya saat ini, dari pakaian yang dikenakan para pria tersebut yang terlihat serampangan, Alicia mengerti bahwa para pria ini adalah sekelompok preman yang suka mengganggu orang-orang.


"Hei cantik, hanya melayani seorang pria bukankah kurang menarik? Bagaimana jika melayani kita juga?!" ejek seorang pria yang berdiri di sebelah kanannya.


Alicia tersenyum mendengar ejekan tersebut.


"Apakah kalian tahu mengapa ayahku bekerja sangat keras untuk menciptakan sebuah serum di labnya?!" tanyanya sambil melirik pria yang baru saja berbicara padanya, "Itu demi membersihkan Dunia ini dari orang-orang seperti kalian!" Alicia melemparkan tas sekolahnya dan menarik rompi seorang pria yang bertubuh paling besar lalu mengangkat pria itu dan melemparnya ke jalanan yang sedang kosong saat ini, membuat pria bertubuh besar itu jatuh dengan keras dan berguling di jalan.


Dengan wajah meringis pria bertubuh besar tersebut bermaksud berdiri kembali, melihat hal itu Alicia berlari dengan cepat kembali menarik rompi pria tersebut dan melayangkan beberapa pukulan hingga pria itu tak sadarkan diri dengan wajah penuh memar.


Sementara itu keempat pria yang bersama pria tersebut tampak sangat terkejut melihat hal itu.


"Apakah gadis ini seorang Super Hero?" bisik salah seorang pria tersebut pada temannya.


"Kita tidak akan tahu jika tidak mencobanya!" jawab temannya sambil menghampiri Alicia dan menyerangnya.


Tetapi pukulannya dengan mudah ditahan oleh tangan kecil Alicia, ia menggenggam tangan pria itu dan memutarnya dengan cepat membuat tubuh pria itu juga turut berputar, dalam satu gerakan Alicia menggerakkan tubuhnya ke belakang pria tersebut dan melayangkan tendangannya.


Dan lagi-lagi ia berhasil membuat seorang pria bergulingan di jalan.


Tanpa membuang kesempatan, ketika melihat Alicia membelakangi mereka ketiga pria yang masih berdiri tegak menyerangnya bersamaan, perkelahian yang tidak seimbang itu membuat Leon keluar dari mobilnya.


Tetapi alangkah terkejutnya dirinya ketika berada di luar mobil, kekasih kecilnya itu telah menyelesaikan ketiga pria yang menyerangnya, bahkan Alicia tampak meletakkan tangannya pada bagian belakang mobilnya dan membuat mobilnya terangkat dengan mudahnya.


Leon berlari cepat menghampiri kekasih kecilnya itu yang sedang terbawa emosi.


"Cukup! Apa kamu ingin melemparkan mobil ini pada mereka?!" bentaknya.


Bentakan Leon menyadarkan Alicia dari kemarahannya.


"Leon?? Apa yang telah kulakukan?" gumamnya dengan wajah takut, saat melihat kelima pria yang baru saja dihajar olehnya bukan hanya itu bahkan sebuah mobil berada di tangannya saat ini.

__ADS_1


Mendengar ucapan takut kekasih kecilnya itu, Leon meminta Alicia untuk kembali meletakkan mobilnya, setelah Alicia mengembalikan mobilnya pada tempatnya, Leon menarik kekasih kecilnya itu untuk kembali ke dalam mobil dan meninggalkan tempat tersebut.


Di dalam perjalanan kembali ke rumahnya, sambil melirik Alicia benak Leon dipenuhi oleh berbagai pertanyaan tentang siapa kekasih kecilnya itu sebenarnya, dan bagaimana seorang gadis kecil seperti dirinya memiliki kekuatan yang sangat besar.


__ADS_2