STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
SANG PANGERAN KEGELAPAN.


__ADS_3

Kata-kata sindiran yang diucapkan dengan nada sinis itu membuat pria paruh baya yang sedang menikmati lukisan tersebut membalikkan tubuhnya, tidak tampak kemarahan di wajah itu malah seraut senyum ramah ia sunggingkan pada Leon.


"My Lord," sapanya sambil meletakkan tangannya di dada dan membungkukkan tubuhnya.


Tetapi penghormatan yang diberikan pria paruh baya itu pada dirinya hanya disambut Leon dengan senyum sinis di sudut bibirnya.


"Ternyata paman sangat menyukai lukisan, menurut paman... Bagaimana dengan The Raft of the Medusa?!" lontarnya, lagi-lagi dengan nada sindiran yang terdengar sedikit pedas di telinga.


Mendengar sindiran tersebut, pria paruh baya itu pun menegakkan tubuhnya dan kembali tersenyum ramah.


"The Raft of the Medusa karya Géricault, Karya ini menampilkan tentang keputus asaan 10 orang awak kapal yang selamat dari 147 orang awak Kapal Fregat Medusa yang tenggelam di Mauritinia, keputus asaan yang berasal dari kelaparan, kehausan, kegilaan, dan... Kanibalisme."


"Itu artinya paman tahu apa yang kurasakan saat itu bukan?! Saat semuanya dihancurkan oleh ketamakanmu dan hanya menyisakan aku seorang diri bersama seorang pelayan setia!!" bentak Leon sambil menggertakkan giginya.


Pria paruh baya itu tidak segera menjawab, ia hanya memberi isyarat pada pria berseragam yang telah mengantarkan Leon agar membawa Dr. Mark juga semua bawahan Leon ke tempat lain.


Isyarat itu dipatuhi pria berseragam itu dengan hormat, tetapi berbeda dengan Dr. Mark, Dokter muda ini merasa keberatan kalau harus meninggalkan Leon bersama pria paruh baya itu yang menurutnya sangat menakutkan, hanya anggukan dari Leon saja yang mampu membuatnya pergi walau terpaksa.


Galeri hening beberapa saat karena sekarang hanya ada Leon dan pria paruh baya itu yang saling beradu pandang dalam kemarahan yang berbalut kebencian.


"Paman adalah darah buruk dari Bunica Mea, gen cacat yang meminum darah saudaranya sendiri, Raja dari segala kelicikan, Lord Victor!!"



Ucapan Leon ini kembali membuat suasana menjadi hening, bahkan terasa mulai sedikit membeku ketika pria paruh baya yang berdiri di hadapannya itu menggertakkan giginya karena menahan kesal, tetapi hanya sesaat kekesalan Victor itu seperti mencair begitu saja ketika ia perlahan-lahan menarik nafasnya.

__ADS_1


"Vlad, bukan! Seharusnya aku memanggilmu Sang Pangeran Kegelapan! Mengapa kamu tidak melupakan saja semua yang terjadi pada saat itu?!! Atau mungkin kamu belum menyadarinya jika pembantaian itu berawal dari kesalahan ayahmu?"


"Itu tidak mungkin!! Count Drakula tidak akan mungkin mencabik tubuh seseorang hanya untuk meminum darahnya, karena Kaum Drakula sudah memiliki perjanjian dengan manusia sejak ratusan tahun sebelum pembantaian itu terjadi, bahwa Kaum Drakula sebagai makhluk beradab hanya akan menerima darah manusia yang diberikan secara suka rela!"


"Masalah mencabik mungkin memang kesalahanku, tetapi paman melakukan itu demi menyadarkan ayahmu! Dan ayahmu yang keras kepala itu lebih memilih kehancuran Kaumnya dari pada membuat pasukan baru dari Para Manusia lemah itu!! Kita adalah Penguasa Kegelapan, dan para manusia itu hanyalah makanan! Budak!! Lalu untuk apa bersusah payah untuk membuat perjanjian bersama mereka!!"


Leon tiba-tiba tertawa keras mendengar hal itu, kemarahan yang meluap dan kesedihan mengingat kehancuran kedua orang tuanya juga Kaumnya yang disebabkan oleh pria yang berada di hadapannya ini terdengar dalam tawa itu yang bernada lirih juga menyayat hati.


"Benar-benar gen yang buruk," timpalnya di sela-sela tawanya, "Gen seperti milik paman tidak pantas berdiri bersama Anggota Kerajaan!!"


"Hei Leon, kamu..."


Hinaan yang dilontarkan Leon pada dirinya membuat Victor tidak bisa melanjutkan kata-katanya, pria paruh baya ini hanya mengepalkan tangannya dengan gusar, bahkan setiap kata-kata yang diucapkan Leon untuknya itu menghilangkan semua kesabaran yang sejak tadi berusaha ditahan olehnya.


"Itu bukan salahku! Tetapi salah ayahmu dan seluruh Bangsawan Drakula!! Mereka yang lebih memilih mati dari pada merusak kesepakatan mereka dengan para manusia!!"


"Semua salah ayahku dan Kaumku?!!" Leon menatap Victor dengan wajah dingin, "Paman jangan lupa, Sang Pelayan mengetahui siapa yang telah berbuat curang! The Card Sharp With The Ace Of Diamonds!! Pahami makna yang tersirat di dalamnya sebelum mengagumi suatu lukisan, karena mungkin saja yang makna itu justru diperuntukkan bagi orang-orang seperti dirimu!"


Setelah menyelesaikan kata-katanya ia pun membalikkan tubuhnya dan melangkah pergi.


"My Lord, tolong jangan ulangi kesalahan ayahmu! Kita bisa memiliki Dunia ini jika melakukannya bersama-sama!! My Lord!!" teriak Victor.


Tetapi Leon sama sekali tidak mempedulikannya bahkan ia terus saja melanjutkan langkahnya meninggalkan pria paruh baya ini dalam kemarahannya.


Leon Vlad!!!

__ADS_1


Victor menggeram kesal melihat keacuhan Leon pada dirinya.


Sementara itu Leon yang terus melangkah menuju pintu keluar, dengan cepat menghubungi Dr. Mark agar segera menemuinya di parkiran Musee De Louvre.


"Tarik semua pasukan kembali, kita akan mengatur ulang rencana karena musuh utama kita telah hadir, pria itu... Adalah musuh terbesarku dan Kaumku!" ucap Leon pada Dr. Mark yang berada di seberang sana, usai memberitahu hal itu ia pun langsung memutuskan panggilan ponselnya.


***


Dini hari, di rumah mewah yang ditempati oleh Dimitri bersama bawahannya, di aula rumah tersebut saat ini tengah dipenuhi dengan kengerian dan kekejaman yang dilakukan oleh Victor pada bawahan Dimitri.


Sebelumnya, ketika telah mengakhiri pertemuannya dengan Leon dan kembali ke rumah ini, Victor meminta Dimitri untuk mengumpulkan semua bawahannya di aula rumah, walau tidak mengerti apa yang diinginkan pria paruh baya menakutkan ini, tetapi Dimitri mematuhi perintahnya begitu saja.


Dan ketika puluhan pria muda itu telah berada di dalam aula, tanpa menunggu lagi dan dalam kemarahannya yang telah meluap Victor pun menyantap para pria muda itu dan hanya menyisakan beberapa orang untuk menemani Dimitri.


Raungan kesakitan bahkan jerit ketakutan memenuhi ruangan selama hampir satu jam hingga Victor mengakhiri aksinya.


"Mereka adalah pasukan baru yang telah kujanjikan padamu, tetapi mereka semua rentan terhadap cahaya matahari dan hanya bisa bertarung di malam hari, walau begitu... Itu cukup bagiku untuk menghadapinya!! Dan aku... Akan menunjukkan padanya bagaimana sikap para manusia yang ingin dilindunginya itu setelah mengetahui siapa dirinya?!!" ketus Victor, mata pria paruh baya ini dipenuhi dendam ketika mengingat kembali bagaimana Leon Vlad memperlakukan dirinya padahal ia adalah saudara tiri dari ayah Leon, "Jika Sang Darah Murni tidak bersedia untuk menjadi Pemimpin Kegelapan, maka biarkan aku yang akan melakukannya!!" rutuknya dalam hati.


Di saat yang sama di hotel milik Leon, Leon tengah mengadakan pertemuan tertutup dengan Dr. Mark, Anton, Julian dan Alicia istrinya di kantor miliknya, setelah menjemput istrinya itu dari area Sungai Seine.


Dalam pertemuan ini ia menceritakan tentang Victor yang telah ditemuinya beberapa jam yang lalu pada ketiga sahabatnya ini dan juga istrinya, bahkan ia mengungkapkan dengan jelas tentang siapa Victor dan bagaimana sifat pria paruh baya itu.


Penjelasannya yang di luar logika ini membuat kening Julian dan Anton berkernyit, kedua pria muda ini bahkan tidak mengerti apa maksud dari semua ucapan Pimpinan Vald Corporation itu.


"Musuh kita adalah seorang Vampir?!!" teriak Julian dan Anton bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2