STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
RENCANA ALICIA.


__ADS_3

Kesibukan masih tampak di Lab ketika Leon meminta ijin pada James untuk membawa Alicia pulang, setelah mendapatkan ijin dari calon ayah mertuanya, Leon pun meminta waktu kepada James untuk berbicara nanti malam.


Lirikan Leon pada putrinya membuat James mengerti apa yang ingin dibicarakan calon menantunya itu, ia mengangguk menyetujui permintaan Leon tersebut.


Melihat anggukan James tanpa menunggu lama Leon pun mengajak Alicia pergi meninggalkan Lab, sementara Dr. Mark tetap tinggal untuk menunggu hasil pemeriksaan Alicia yang belum keluar.


***


Di dalam mobilnya yang melaju kembali pulang, Leon melirik Alicia, kekasih kecilnya itu sedang memperhatikan jalanan dengan tatapan kosong seperti tengah memikirkan sesuatu, tidak ada senyum maupun wajah cemberut hanya wajah datar dengan kening yang sesekali tampak berkernyit.


"Ada apa?" tanyanya sambil menyentuh pipi Alicia dengan lembut, tetapi Alicia tidak menjawabnya sama sekali, wajah gadis kecil yang duduk di sampingnya itu bahkan terlihat cemas, "Apa yang sedang dipikirkan gadisku ini?!" lanjutnya lagi ketika melihat kecemasan di wajah kekasih kecilnya itu.


"Ini bukan jalan menuju ke rumah!" lontar Alicia dingin.


Sesaat Leon terpaku mendapat jawaban dingin dari kekasihnya itu.


"Masih marah?!" tanyanya.


Pertanyaan Leon membuat Alicia berpaling menatap wajah Leon yang sedang tersenyum lembut padanya.


"Apakah aku berhak marah?!" tukasnya sinis.


"Bukankah tadi baik-baik saja sebelum pulang? Mengapa sekarang marah lagi?"


"Haruskah aku menjelaskannya?! Bukankah Mr. Leon Vald yang sedang berhutang sebuah penjelasan padaku?!"


Leon mencoba tersenyum menanggapi pertanyaan sinis kekasihnya itu.


"Aku akan menjelaskannya setelah kita tiba nanti, bagaimana?!" bujuknya.


"Tergantung... Sebesar apa kebohonganmu padaku!" Alicia kembali menatap jalanan di luar mobil.


Leon menghela nafas, dan mengalihkan pandangannya ke depan lalu melarikan mobilnya dengan lebih cepat lagi.


Mobil berhenti di sebuah rumah mewah yang berada di kawasan Beverly Hills, dengan wajah cemberut Alicia mengikuti ajakan Leon untuk turun dari mobil.

__ADS_1


Seorang Butler muda dan beberapa pelayan tampak menyambut di pintu masuk sambil menunduk hormat.


"Selamat datang Tuan! Nona!" sambut sang Butler.


Leon menganggukkan kepalanya dan melirik Alicia yang sedikit menjauhinya, sikap kekasih kecilnya itu yang menjaga jarak darinya membuatnya gusar, ia meraih tangan ramping Alicia dan menariknya memasuki rumah.


Dan Alicia menarik kembali tangannya yang berada di genggaman Leon ketika telah berada di dalam rumah.


"Kalau aku tidak salah, bukankah ini seharusnya adalah rumah temanmu?!" ia kembali melontarkan kata-kata sinis pada Leon.


Leon hanya menghela nafas melihat kekerasan hati kekasihnya itu.


"Apakah aku boleh menjelaskannya terlebih dahulu?! Dan setelah itu... Aku akan menerima apapun keputusanmu!"


"Baik." Alicia menghempaskan pantatnya di sofa yang berada di ruang tamu rumah di mana ia dan Leon berada saat ini, "Sekarang Mr. Leon bisa menjelaskannya padaku!" ia menatap Leon dengan tajam.


Sebelum menjelaskan tentang siapa dirinya, Leon menghempaskan tubuhnya di samping Alicia, tetapi lagi-lagi kekasih kecilnya itu menggeser tubuhnya, kembali menjaga jarak darinya, dan hal itu membuat Leon menggeleng dengan perasaan bersalah, ia sadar tidak seharusnya ia menyembunyikan tentang siapa dirinya pada Alicia, karena gadis kecil ini sama sekali tidak terlihat tertarik pada kekayaannya.


Setelah menarik nafas panjang, akhirnya Leon menceritakan tentang siapa dirinya dan apa saja yang dimiliki olehnya selain rumah mewah ini, juga alasan mengapa ia menyembunyikan hal itu dari Alicia, bukan hanya itu... Bahkan Leon terpaksa mengungkapkan acara pertunangan yang sedang diaturnya saat ini.


Itu karena Alicia telah bisa menebak tentang siapa Leon, bukan hanya hari ini, bahkan ia telah curiga sebelumnya ketika ia dan Leon memesan sepasang pakaian mewah di Butik.


Saat itu, ia telah melihat betapa setiap orang yang bertemu dengan Leon selalu tampak menghormati kekasihnya ini.


"Ayah dan ibuku mengetahui hal ini?"


Pertanyaan itu dijawab Leon dengan menganggukkan kepalanya.


"Itu artinya... Sebagai kekasihmu aku justru orang terakhir yang mengetahui hal ini?! Apakah aku serendah itu di matamu?!"


"Aku tidak pernah berpikiran seperti itu padamu! Aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskannya padamu!" sanggah Leon.


"Oh ya?!" Alicia menatap mata Leon, ia mencoba mencari jawaban di dalam mata biru kekasihnya itu, dan ia menyadari bahwa Leon tidak sedang menutupi kebohongannya dengan kebohongan lainnya, karena kekasihnya itu tidak menghindari tatapannya, bahkan mata biru itu menunjukkan rasa bersalah terhadapnya, "Apakah kamu menggunakan identitasmu untuk mengancam ayah dan ibuku agar menyetujui lamaranmu?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya.


"Sedikit, tetapi demi melindungimu aku bersedia mengancam siapapun menggunakan identitasku!" jawab Leon tegas.

__ADS_1


Alicia tersenyum sinis.


"Ternyata Identitas ini yang membuat ayah Wesley takut padamu, karena itu... Kamu dengan sangat percaya diri mengatakan padaku bahwa sebagai kekasihmu seharusnya aku tidak perlu takut padanya?!"


"Benar." Leon kembali mengangguk.


"Dan karena identitasmu ini juga kamu selalu menolakku?! Karena aku tidak pantas untukmu?!"


"Itu tidak benar!" bantah Leon, ia menyentuh bahu Alicia dan meremasnya sambil membalas tatapan kekasih kecilnya itu, wajahnya tampak sedikit kesal atas ucapan Alicia, karena sebelumnya ia telah berulang kali menjelaskan alasan mengapa ia menghindari kekasihnya itu, tetapi gadis kecil yang tengah duduk di sampingnya ini selalu saja salah paham pada dirinya.


"Tidak benar?! Kalau begitu... Jika aku memintamu melakukannya sekarang padaku apakah kamu akan menyetujuinya?!"


Wajah Leon bersemu merah mendengar permintaan kekasih kecilnya itu.


"Gadis Kecil... Bersabarlah sebentar lagi, aku akan mempersiapkan pernikahan kita secepatnya! Dan setelah itu..."


"Aku tidak ingin menunggu!" Alicia menyingkirkan tangan Leon dari pundaknya dan beranjak dari sofa, "Jika tidak ingin melakukannya sekarang, sebaiknya jangan pernah menemuiku lagi!"


Ucapan Alicia membuat Leon bangkit dengan cepat, ia meraih tubuh Alicia dan mengangkatnya ketika gadis itu tampak ingin melangkahkan kakinya, kemudian membawanya menaiki tangga ke sebuah kamar mewah yang berada di lantai dua rumahnya.


Perlahan Leon meletakkan tubuh kekasihnya itu ke atas tempat tidurnya yang beralaskan sprei putih, dan menahan tubuh mungil itu dengan tubuhnya, ia menatap mata bulat Alicia yang masih menatapnya dengan tajam.


"Sebelum aku melakukannya, berjanjilah padaku, bahwa kamu akan menikah denganku setelah kita melakukannya!" pintanya.


Alicia memalingkan wajahnya tanpa menjawab permintaan Leon tersebut, karena gadis kecil ini telah berniat menjauh dari kehidupan Leon sejak meninggalkan Lab tadi, apalagi hari ini ia telah melihat betapa Leon sangat mencemaskan dirinya, hal itu membuatnya mengerti bahwa kehadirannya akan membahayakan Leon juga kedua orang tuanya, dan Alicia tidak ingin Leon menikahinya hanya karena ingin melindungi dirinya, ia tidak ingin menjadi beban bagi kehidupan Leon ataupun orang tuanya.


"Leon... Anggap saja ini sebagai hadiah perpisahan dariku untukmu!" bisik hatinya lirih.


"Alicia??"


Suara lembut Leon yang memanggil namanya membuat Alicia kembali menatap mata biru kekasihnya itu, ia mengangguk pelan.


"Aku berjanji padamu!" ucapnya pelan sambil tersenyum, setetes butiran bening yang tidak sempat ditahan olehnya karena sedih harus meninggalkan kekasihnya ini nantinya, tampak turun perlahan dari sudut matanya.


Melihat hal itu Leon tentu saja merasa curiga pada kekasih kecilnya ini.

__ADS_1


"Apa yang ingin dilakukan Gadis Kecil ini?!" bisik hatinya resah.


__ADS_2