STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
TEMAN-TEMAN BARU.


__ADS_3

Terdengar bunyi bel, Sang Profesor yang memberi mata kuliah pun meninggalkan ruangan, Alicia memasukkan semua bukunya ke dalam tas miliknya, seorang pria tanpa sengaja menabraknya membuat beberapa buku miliknya terjatuh ke lantai. 


"Maaf," pria itu membantunya mengambil kembali buku-buku miliknya dan memberikan padanya. 


"Terima kasih," sahut Alicia saat menerima buku-buku miliknya. 


"Sama-sama," 


"Josh, ayo! Pertandingan akan dimulai!" teriak teman pria itu, pria itu pergi menghampiri temannya. 


"Josh??" Alicia memperhatikan pria itu yang bergerak pergi, "Ah tidak mungkin, Josh temanku sangat lucu," bisik hatinya, Alicia melangkah meninggalkan ruangan, setelah menyelesaikan makannya di kantin kampus, Alicia bermaksud untuk duduk di taman kampus, tetapi saat melewati lapangan basket tampak Para Mahasiswi berkumpul di sana sambil berteriak, sebagian dari Mahasiswi itu adalah teman sekelasnya, "Apakah ada pertandingan basket hari ini?" pikirnya, Alicia menghampiri lapangan basket. 


"Hei, Mahasiswi baru?" seorang gadis dengan wajah cerianya menyapa Alicia, Alicia mengangguk, "Aku juga, perkenalkan! Namaku Gwen," Gadis itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum. 


"Alicia," Alicia menyambut uluran tangan Gwen. 


"Hari ini, Mahasiswa di kelas kita melakukan pertandingan persahabatan dengan para senior," sahut Gwen, "Lihat itu! Bintang kelas kita, dia telah berhasil melakukan tiga kali slam dunk," Gwen menunjuk seorang pria yang sedang menguasai lapangan basket, "Namanya Josh, aku mendengar saat para pria itu meneriakkan namanya ketika dia melakukan slam dunk pertamanya, bukankah dia tampan sekali?" Gwen tertawa kecil. 


"Iya benar," Alicia tersenyum melihat wajah Gwen yang ceria, "Teman keduaku," bisik hatinya, Alicia melemparkan pandangannya pada lapangan basket, seorang pria tampak akan melakukan tembakan di lapangan basket. 


"Yess, Josh berhasil lagi," Gwen melompat senang, "Hei, aku tidak mengenal siapapun di sini, bagaimana jika kita berteman?" bisik Gwen pada Alicia, Alicia mengangguk, Gwen melirik Alicia, "Apakah kamu memang seperti ini?" tanyanya. 


"Apa?!" 


"Maksudku, kamu sedikit pendiam, jangan marah! Maksudku diam itu baik, aku membutuhkan seorang teman sepertimu," Alicia tertawa kecil mendengar ucapan Gwen. 


"Aku tidak marah," 


"Aku sangat ingin berkenalan dengannya! Temani aku saat pertandingan berakhir untuk mendekatinya, bagaimana?" Gwen kembali melihat ke tengah lapangan basket. 


"Baiklah," Alicia mengangguk. 


"Alicia, terima kasih, kamu baik sekali," Gwen memeluk Alicia, Alicia tersenyum. 


"Ternyata seperti ini rasanya memiliki seorang teman wanita," bisik hati Alicia senang, setelah pertandingan basket berakhir, seperti janjinya Alicia menemani Gwen mendekati Josh yang sedang berkumpul bersama team basketnya. 


"Hai!" Gwen menyapa Josh, Josh menatap kedua gadis yang mendekatinya, teman-teman basketnya tampak bersorak. 


"Pergilah!!" teriak Josh pada teman-temannya. 


"Huu.." sahut teman-temannya, meninggalkan lapangan basket sambil tertawa. 


"Ada apa?!" tanya Josh pada gadis yang menyapanya. 


"Namaku Gwen, permainanmu bagus sekali," 


"Terima kasih," 


"Oh ya, dan namamu?" Josh melirik Gwen dan gadis yang berada di sisinya. 

__ADS_1


"Josh," 


"Senang berkenalan denganmu Josh, ini temanku Alicia," Gwen menarik tangan Alicia, Alicia menggeleng pada Gwen. 


"Alicia?" tanya Josh sambil memperhatikan Alicia, Gwen mengangguk, "Apakah.. Dia Alicia teman kecilku? Tetapi, tidak mungkin! Gadis ini memiliki wajah yang sexy, dan teman kecilku itu wajahnya polos sekali," bisik hati Josh, "Hai Alicia!" Josh melambaikan tangannya. 


"Hai," Alicia mengangkat tangannya dengan canggung. 


"Aku harus pergi mengganti pakaianku!" sahut Josh. 


"Baiklah, sampai bertemu lagi!" Josh meninggalkan lapangan basket setelah mendengar jawaban Gwen. 


"Josh," Aaron berlari kecil menghampiri sahabatnya. 


"Ada apa?!" 


"Kamu sudah bertemu dengan gadis sexy kelas kita, katakan padaku siapa namanya?" 


"Maksudmu Gwen?" 


"Gwen? Apakah gadis yang memiliki rambut hitam itu bernama Gwen?" 


"Oh, dia? Namanya Alicia," 


"Alicia? Namanya secantik wajahnya, tetapi nama ini di mana aku pernah melihatnya?" Aaron tampak berpikir, "Aku ingat! Bukankah nama ini yang selalu ada di dalam buku pelajaranmu?! Teman kecilmu itu!!" teriak Aaron. 


"Hahaha.. Maaf aku masih suka wanita," Aaron meninggalkan sahabatnya, "Hei Josh! Alicia ini, kamu tidak menyukainya kan?!" teriak Aaron. 


"Tidak," jawab Josh dingin. 


"Kalau begitu aku akan mengejarnya!" sahut Aaron senang. 


***


Saat bel berbunyi, Alicia dan Gwen berlari memasuki kelasnya dan duduk. 


"Apakah kursi ini kosong?" tanya seorang pria pada Alicia, Alicia mengangkat wajahnya. 


"Itu Josh dan teman basketnya," bisik Gwen senang. 


"Seperti yang kamu lihat," sahut Alicia. 


"Apakah aku dan temanku boleh duduk di sini?" tanya pria itu lagi, Alicia mengangguk ragu, pria itu duduk di samping Alicia bersama temannya, "Perkenalkan, namaku Aaron, dan ini sahabatku Josh," 


"Aku sudah mengenalnya, namaku Alicia dan ini temanku Gwen!" Alicia memperkenalkan Gwen pada Aaron. 


"Hai Gwen!" Aaron melambaikan tangannya. 


"Hai!" Gwen tersenyum. 

__ADS_1


"Alicia nama yang bagus," bisik Aaron. 


"Terima kasih," Alicia mengeluarkan buku catatannya.


"Apakah kamu tinggal di Los Angeles?" tanya Aaron, Alicia mengangguk, "Jum, at ada acara?" tanyanya lagi sambil tersenyum, Alicia melirik Aaron. 


"Jum, at tidak ada acara," sahut Gwen. 


"Bagus, boleh aku mengajakmu keluar?" Aaron menatap Alicia. 


"Apakah Josh akan ikut bersamamu?" bisik Gwen, Aaron mengangguk. 


"Tentu saja, dia sahabatku," 


"Kalau begitu, aku akan membawa Alicia untukmu," 


"Gwen," Alicia tampak tidak setuju dengan ucapan Gwen. 


"Deal!!" teriak Aaron. 


"Siapa itu yang berbicara di dalam kelasku?!" teriak Profesor, Aaron dengan cepat menutup mulutnya.


"Ingin mendekati seorang gadis mengapa harus membawa namaku?" protes Josh. 


"Ayolah teman, bantu aku!" bisik Aaron dengan wajah memelas, Josh menghela nafas.


***


Malam hari di rumah keluarga Stone Heart.


"Alicia, bagaimana kuliah hari pertamamu?" tanya James yang baru selesai mandi pada putrinya. 


"Baik ayah, aku bahkan telah memiliki seorang teman wanita dan dua orang teman pria," 


"Awal yang baik, bagaimana teman-temanmu itu?"


"Gwen seorang gadis yang ceria, aku senang mengenalnya, sedangkan Aaron terlalu banyak bicara, dan Josh agak dingin," 


"Josh? Apakah dia Josh itu? Teman masa kecilmu?" tanya Checille sambil menghampiri suaminya, Alicia menggeleng. 


"Sepertinya bukan ibu, Josh ini memiliki tubuh dan wajah yang cukup lumayan, dan juga seorang bintang lapangan basket, mereka berdua sama sekali tidak mirip!" sahut Alicia, "Oh ya ibu, jum'at malam Gwen ingin mengajakku jalan-jalan, apakah aku boleh pergi?" Alicia menatap ibunya, Checille dan James saling pandang. 


"Sudahlah, Alicia sudah besar, sudah bisa menjaga dirinya sendiri, dan Alicia.. Kamu harus ingat! Jangan pernah menunjukkan kekuatanmu di hadapan orang lain!" pesan James pada putrinya. 


"Baik Ayah," Alicia mengangguk, "Terima kasih Ayah, Ibu," Checille tersenyum pada putrinya, "Kalau begitu aku tidur dulu," Alicia mencium pipi ayah dan ibunya.


"Apakah kamu yakin membiarkan Alicia meninggalkan rumah?" tanya Checille pada suaminya, ketika Alicia telah memasuki kamarnya. 


"Alicia hanya gadis biasa, bagaimanapun dia membutuhkan pergaulan, lagipula selama 11 tahun ini bukankah Alicia belum pernah menunjukkan kekuatannya? Aku pikir, ini akan baik-baik saja!" James mengelus kepala istrinya. 

__ADS_1


__ADS_2