STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
MENGUJI KEKUATAN SANG ISTRI


__ADS_3

Di dalam kamarnya beberapa saat kemudian, Alicia mendengarkan semua penjelasan suaminya dengan wajah serius, sesekali matanya melebar bahkan alisnya bertaut mendengar cerita Leon tentang dirinya yang lain, tidak hanya itu ia juga memalingkan wajahnya ketika suaminya ini menjelaskan bagaimana perlakuannya terhadap Julian saat Leon menemukannya.


"Pantas saja Julian memperlakukanku dengan sangat aneh," bisik hatinya, "Tunggu!" ia menyela ucapan suaminya yang ingin melanjutkan penjelasannya, "Kamu... Melakukan hal itu dengannya?" tanyanya dengan kening berkernyit.


Leon mengangguk pelan, ia ingat malam itu ketika Sang Regina menggodanya, pada malam itu ia tanpa sadar mengikuti keinginan Sang Regina melakukan pergulatan hingga pagi tiba.


"Aku pikir aku melakukannya denganmu, yang kupeluk adalah tubuhmu! Yang kucium itu bibirmu."


"Tetapi saat itu bukan aku yang mengendalikan diriku, lalu mengapa kamu melakukannya?!"


"Mengapa? Karena malam itu adalah kali kedua kamu berinisiatif padaku, tentu saja kali pertama adalah ketika kamu memanfaatkanku agar bisa pergi menjauh dariku!"


"Lalu saat kamu melihatnya jatuh dari atap gedung, pernahkah kamu menyesali apa yang telah kamu lakukan padanya?"


"Aku..." Leon terpaku sesaat, kata-kata Sang Regina ketika ia menangkap tubuhnya masih terus ia ingat hingga hari ini, kata-kata yang tidak pernah sempat dijawab olehnya.


Mungkinkah aku memang sedikti menyukainya? Sifat liarnya dan dinginnya di saat yang sama memang sangat menggodaku malam itu, tetapi selain itu sebenarnya wajahnya lah yang membuatku ingin melakukannya, wajah istriku yang sedang digunakan olehnya.


"Ternyata kamu memang menyukainya," cetus Alicia ketika melihat wajah suaminya yang kebingungan menjawab pertanyaannya, entah mengapa ia merasa sangat cemburu mengetahui hal ini, walau ia sadar apa yang dilakukan suaminya ini tidak bisa dikatakan sebagai selingkuh karena tubuh yang disentuh suaminya ini adalah tubuhnya, selain itu ia juga menyadari satu hal bahwa apa yang dirasakannya terhadap Leon ketika ia tersadar saat itu adalah kekecewaan miliki Sang Regina terhadap suaminya ini, pria yang telah dipercaya olehnya sepenuh hati.


Mengapa aku memiliki rasa sakitnya? Apakah ini karena aku dan dirinya berbagi tubuh yang sama? 


"Aku tidak pernah mencintai wanita itu, ini adalah jawaban yang ingin kuberikan padanya saat itu, karena yang kucintai hanya kamu, hatimu dan tubuhmu aku menyukai keduanya, karena itu saat ayahmu mengatakan ada peluang untuk membawamu kembali, aku langsung menyetujuinya!" ucap Leon tiba-tiba, ia yang tadinya bersandar di balkon perlahan menghampiri Alicia, "Aku tidak membutuhkan seorang Regina, yang kubutuhkan adalah istriku!" lanjutnya lagi sembari meraih tubuh ramping di hadapannya dan memeluknya erat, ia mengecup kening itu yang tadi pagi sempat membuatnya terpesona saat melihat istrinya ini berdiri di balkon kamarnya.


"Kamu mengambil resiko yang sangat besar untuk membawaku kembali, lalu jika kemarin aku masih tidak kembali apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan melakukan apapun agar kamu kembali padaku, lagipula... Aku rindu penolakanmu dan wajah cemberutmu!" Leon menyentuh hidung mungil istrinya sambil tersenyum lembut.


"Rindu penolakanku? Bukankah kamu lebih menyukai sisi liar wanita itu?!" tukas Alicia dingin.

__ADS_1


"Penolakanmu jauh lebih baik dari itu, membuatku sedikit tertantang untuk menaklukanmu!" cetus Leon sembari tertawa kecil.


"Hahaha... Alasanmu sangat lucu." Alicia merutuk dalam hati mendengar kata-kata suaminya ini, "Aku baru tahu jika selama ini dia hanya menganggapku sebagai sebuah tantangan yang harus bisa dia taklukan!" ia mendengus sebal pada Leon.


"Sayang... Bagaimana jika minggu depan kita kembali ke Los Angeles? Kita harus memeriksa kondisimu di Lab ayahmu setelah kamu menerima penawar itu!'


Ucapan suaminya ini membuat Alicia mengingat sesuatu.


"Bukankah tadi kamu mengatakan aku tersadar setelah efek serum di dalam tubuhku dibersihkan?" tanyanya, ia menengadah menatap Leon yang masih memeluknya.


"Benar." Leon mengangguk.


"Itu artinya... Saat ini seharusnya aku sudah tidak lagi memiliki kekuatanku bukan?"


"Seharusnya seperti itu! Ada apa?"


"Itu tidak mungkin! Karena aku telah melihat hasil darahmu bersama ayahmu."


"Bagaimana jika kita mengujinya?"


"Mengujinya? Apa kamu bermaksud menahan sebuah mobil lagi? Atau ingin mengangkat mobil dengan tanganmu?" tanya Leon dengan wajah bingung.


"Tidak perlu sebuah mobil untuk mengujinya, aku hanya perlu seseorang untuk melakukan hal ini." Alicia tersenyum penuh arti pada suaminya ini yang semakin bingung melihat tingkahnya.


Tak lama kemudian, di taman Rumah Pusat yang luasnya hampir seukuran lapangan sepak bola, Alicia yang telah berada di taman ini meminta Leon untuk memanggil Anton, tanpa perlu menunggu lama pria muda berambut putih itu telah tiba di taman dengan senyum ceria menghias bibir tipisnya.


"Bos, Nyonya," sapanya.


"Maksudmu mengujinya dengan Anton?" lontar Leon tak percaya dengan pilihan istrinya ini, bagaimanapun Anton ini bukanlah seseorang yang bisa diajak bermain seenaknya apalagi dalam kondisi istrinya saat ini yang telah kehilangan kekuatannya, kemungkinan besar pria ini bisa membuat istrinya terluka.

__ADS_1


"Tentu saja!" jawab Alicia optimis.


Sementara pria muda yang dijadikan bahan perdebatan malah melihat suami istri ini dengan wajah bingung.


"Bos, ada apa?" tanya Anton polos.


"Nyonya ingin berlatih bersamamu!"


"Tetapi Bos... Bukankah Nyonya..."


"Jelaskan sendiri padanya! Dan tolong jangan memakai seluruh tenagamu untuk menghadapinya!" bisik Leon sambil menepuk pundak Anton.


Walau sedikit khawatir atas permintaan Nyonyanya ini, tetapi Anton juga tidak akan menolak sedikit bermain-main dengan Sang Nyonya, sebab ia masih sedikit penasaran dengan kemampuan Alicia.


"Nyonya, aku tidak akan menggunakan seluruh tenagaku padamu!" teriaknya ketika melihat Sang Bos telah melangkah ke pinggir taman.


"Tidak perlu sungkan, jika kamu tidak menggunakan seluruh tenagamu lalu bagaimana caranya aku menguji kemampuanku?" Alicia tersenyum pada Anton, "Majulah!" serunya masih dengan senyum di bibirnya.


Melihat Alicia berdiri menantang dirinya, sembari tertawa kecil Anton pun melayangkan pukulannya, jab kiri dan kanannya bahkan bisa dihindari Alicia dengan mudah, tidak hanya itu satu tendangan atasnya juga dapat ditahan Sang Nyonya dengan kakinya.


"Nyonya cukup lumayan, tetapi aku masih memiliki jab bawah!" Anton mengayunkan tinjunya dari bawah ke atas.


Tetapi lagi-lagi itu di hadang Alicia dengan telapak tangannya, melihat ia memiliki kesempatan untuk menyerang Anton ketika menahan jab bawah Anton, Alicia pun menggunakan kesempatan ini untuk menangkap pergelangan tangan Anton dan melemparkan tubuh itu beberapa meter ke depan, hanya saja apa yang dilakukannya ini sudah biasa dihadapi pria berambut putih ini, sehingga ia masih bisa mendarat sempurna di rumput taman setelah Alicia melemparkan dirinya.


"Lihat? Bukankah aku masih bisa melemparnya?!" lontar Alicia pada Leon yang sedang memperhatikan pertarungannya.


Leon tidak segera menjawab ucapan istrinya ini karena ia merasa sangat kebingungan saat ini, selain tidak kehilangan kekuatannya, kecepatan istrinya ini sekarang bahkan berada di atas Anton.


"Bagaimana bisa?!" bisik hatinya.

__ADS_1


__ADS_2