STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
AKU SUDAH SIAP.


__ADS_3

Malam hari angin bertiup sedikit kencang saat Leon mengantar kekasih kecilnya itu kembali pulang, ia mengancing jaket yang dikenakan Alicia agar kekasihnya itu tidak masuk angin.


Sore ini ketika Leon memasuki kamarnya, ia menemukan Alicia di bawah shower dengan seluruh tubuh beserta pakaiannya turut basah bersamanya.


Semua itu terjadi karena candaannya yang sedikit berlebihan, ia membuat kekasih kecilnya yang polos itu merasa sangat kepanasan, dan reaksi pertama yang diambil Alicia adalah membasahi seluruh tubuhnya di bawah shower untuk meredakan rasa panas di tubuhnya.


Menemukan kekasihnya itu dalam kondisi basah tentu saja membuat Leon sangat terkejut, bahkan walau tubuh kecilnya telah menggigil kedinginan, rona merah masih tampak di wajah kekasihnya itu.


"Apakah aku sangat keterlaluan hari ini?" bisiknya dalam hati, ia melirik tubuh Alicia yang membentuk di kaos basah yang sedang dikenakannya, dada kencang dan indah dengan pinggang yang ramping membuat Leon menelan salivanya, "Bolehkah aku memakan gadis ini sekarang? Aku benar-benar tidak sanggup menahannya lagi!" jerit hatinya, Leon menarik nafas perlahan untuk menenangkan api yang membara di dalam tubuhnya, lalu meraih jubah mandi miliknya dan menutup tubuh kekasih kecilnya itu.


Alicia mengangkat wajahnya ketika Leon memeluk dirinya, rasa hangat menjalar di seluruh tubuhnya yang dingin.


"Leon, aku..."


"Jangan bicara dulu! Sebaiknya ganti dulu pakaianmu, aku tidak ingin melihatmu sakit!" Leon mengangkat tubuh kecil itu yang meringkuk di pelukannya, "Gadis Kecil ini... Apa dia sedang menyerah padaku?! Di mana perlawanannya yang manis itu?!" bisik hatinya, ketika melihat Alicia bersandar di dadanya, "Alicia... Ada apa denganmu?" tanya Leon lembut.


Alicia tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Leon padanya, hanya suara detak jantungnya yang terdengar nyaring mengisi kesenyapan di dalam kamar Leon.


Ketika Leon akan menurunkan tubuh mungil itu ke atas tempat tidurnya, sebuah tarikan pada kemejanya membuat bibir Leon tanpa sengaja menyentuh bibir kekasihnya yang hampir sedingin es, sesaat Leon tertegun di hadapan wajah kekasih kecilnya itu, tetapi beberapa saat kemudian Leon telah mencium bibir itu yang tampak pasrah dengan lembut.


KREKKK!!

__ADS_1


Biasanya suara ini sangat mengganggu dirinya, tetapi saat ini Leon mengabaikannya begitu saja, keinginannya untuk menyentuh kekasihnya itu yang selalu ditahannya selama ini telah sampai pada puncaknya, Leon merobek pakaian yang dikenakan Alicia dan tampak terpaku saat melirik tubuh kekasihnya itu, sebelumnya ia telah melihat punggung bersih kekasih kecilnya itu, tetapi dua benda menonjol indah yang padat berisi di hadapannya ini baru pertama kali dilihat olehnya, Leon mengangkat wajahnya dan kembali menelan salivanya saat melihat keindahan tubuh Alicia dengan lebih jelas.


"Bagaimana aku menahan ini?!" hatinya kembali menjerit keras ketika merasakan sang juniornya telah tergoda.


Sementara itu, Alicia tampak sedang berusaha mengatur nafasnya setelah Leon melepaskan bibirnya, tubuhnya yang dingin kembali memanas karena sentuhan Leon di bibirnya.


"Alicia, apakah aku boleh memakanmu?" ucap Leon pelan, nafas dan detak jantungnya saat ini bahkan sedang berlomba melihat wajah manis kekasihnya yang tampak pasrah di hadapannya.


"Eh?? Makan??" Alicia mengangkat wajahnya menatap Leon, "Apa kamu akan menggigitku sekarang?" tanyanya polos dengan wajah yang bersemu merah.


"Aarrgghht, dia benar-benar menggoda, aku sudah tidak tahan!!" Leon mendorong tubuh Alicia perlahan dan mulai mencium leher jenjang gadis kecil itu yang terlihat seperti memanggil dirinya.


Mendengar hal itu Leon spontan menghentikan aksinya, ia menatap wajah Alicia.


"Gadis ini..." Leon tertegun melihat wajah lega kekasih kecilnya itu, "Aku bahkan belum menggunakan milikku! Mengapa tubuhnya ini sangat sensitif?!!" teriak hatinya, ia ingin sekali marah dan menangis sambil menghancurkan sesuatu saat ini, karena miliknya sudah sangat ingin merasakan tubuh kekasihnya itu, tetapi hal itu terpaksa ia urungkan, dengan wajah sedikit kesal Leon bangkit perlahan, meninggalkan Alicia dan pergi ke kamar mandi.


BLAMM!!


Suara pintu tertutup yang terdengar keras membuat Alicia sangat terkejut, hal itu membuatnya bangkit perlahan dan melangkah mendekati pintu kamar mandi.


"Leon..." Alicia mengetuk pintu dengan sangat hati-hati sambil memanggil nama Leon, tetapi tidak ada jawaban dari kekasihnya itu, hanya suara air shower yang terdengar olehnya, suara air yang sangat nyaring seakan-akan pria yang berada di dalam sana ingin menenggelamkan tubuhnya di bawah curahan air tersebut, "Apakah aku telah membuatnya marah?" bisik hatinya sedih saat tidak mendapatkan jawaban Leon, dengan tubuh lemas Alicia bersandar di pintu kamar mandi yang baru selesai diperbaiki siang ini, tubuh kecil itu merosot perlahan bergerak turun hingga jatuh dalam posisi duduk, Alicia menundukkan kepalanya di antara kedua lututnya menunggu Leon membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


CEKLEKK!!


Akhirnya pintu itu terbuka setelah beberapa saat kemudian, pria tampan yang berada di dalam sana keluar dengan jubah mandinya, aroma segar shampo dan sabun tercium dari tubuhnya, dan alangkah terkejutnya pria itu mendapati kekasih kecilnya sedang duduk menunggunya di depan pintu masih dengan pakaiannya yang basah.


"Alicia??" Leon mengangkat tubuh kecil itu dengan cepat, dan membawanya ke dalam kamar mandi, setelah menurunkannya ia membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh kekasihnya itu, walau tubuh mungil itu hampir membuatnya kembali tergoda, Leon menekan semua keinginan liarnya karena tidak ingin kekasih kecilnya ini sakit.


"Keluarlah... Aku akan mandi sendiri," gumam Alicia masih dengan kepala tertunduk, ia sama sekali tidak berani menatap wajah Leon.


"Baik... Aku akan keluar, kamu harus mandi air hangat agar tidak masuk angin! Aku telah mengaturkan air hangat untukmu!" Leon mengelus rambut Alicia dan mencium kening gadis kecil itu dengan lembut, kemudian pergi meninggalkan kekasih kecilnya itu dan menutup pintu kamar mandi.


Lima belas menit kemudian Alicia telah keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk melingkar menutup tubuhnya, Leon yang telah berpakaian rapi menghampiri kekasihnya itu sambil tersenyum dengan setumpuk pakaian di tangannya.


"Pakailah! Aku akan mengantarmu pulang setelah makan malam," ucapnya sambil memberikan pakaian tersebut pada Alicia.


Alicia mengangguk pelan dan mengambil semua yang diberikan Leon padanya.


"Leon, aku... Aku sudah siap!" celetuknya tiba-tiba.


Ucapan Alicia hampir membuat Leon menghancurkan pertahanannya dan menarik tubuh mungil itu kembali ke atas tempat tidurnya, tetapi mata bulat mungil yang sedang menatapnya dengan serius itu akhirnya hanya membuatnya menggeleng sambil tersenyum.


"Kamu belum siap! Dan aku juga masih harus menunggu! Mari lakukan ini perlahan," Leon menyentuh wajah mungil di hadapannya dan kembali mencium kening Alicia, "Aku mencintaimu, hanya itu yang perlu kamu tahu!" bisiknya, lalu membawa tubuh mungil itu ke dalam pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2