
Leonardo yang sedari tadi hanya diam dan menundukkan kepalanya di bahu ibunya sangat merasa kesal dengan suara dingin dan ucapan ketus yang di tujukan pada ibunya itu, ia mengangkat kepalanya menatap pria yang berdiri di hadapan Biana dan membuka hodienya.
"Paman tidak berhak menahan ibuku!" lontarnya.
"Leonardo??" Alicia tertegun mendengar ucapan buah hatinya itu.
Dan begitu juga Leon, ia tertegun menatap wajah bocah lelaki kecil itu yang sangat mirip dengannya.
"Ternyata dia benar-benar mirip denganku," bisik hatinya, tanpa sadar ia mendorong Biana dan melewati gadis muda itu untuk menghampiri Leonardo, "Kamu... Drakula kecilku." Ia mengangkat tangannya ingin menyentuh wajah Leonardo, tetapi Leonardo kecil menepisnya.
"Leonardo Stone Heart, jaga sikapmu pada ayahmu!" tegur Alicia.
"Tetapi ibu... Dia bukan ayahku! Ayahku telah mati!"
"Eh??" Alicia terpaku mendengar jawaban putranya.
"Aku telah mati?!"
Pertanyaan bernada kesal itu membuat bulu kuduk Alicia berdiri, udara dingin seakan-akan sedang berhembus di sekitarnya dan membuatnya menggigil, dengan gerakan perlahan ia membalikkan tubuhnya dan melirik Leon yang sedang berdiri di hadapannya, kekasih tampannya itu sedang menatapnya tajam, bahkan wajah Leon tampak memerah menahan marah.
"Aku... Aku tidak pernah mengatakan hal itu padanya!" ucapnya canggung.
"Hmmm... Tidak pernah?! Lalu mengapa aku merasa itu seperti ucapanmu?!" sindir Leon tanpa mengalihkan pandangannya.
"Leonardo, tolong bantu ibu menjelaskannya pada ayahmu!" bisik Alicia cemas, karena tatapan Leon padanya seperti ingin menghisap kering semua darah di tubuhnya.
"Aku tidak akan mengakui dia sebagai ayahku! Karena aku telah melihat semua perbuatannya pada ibu saat ibu mengganti baju tadi, paman ini pasti telah menyiksa ibu semalam bukan?! Aku melihat tubuh ibu penuh bercak kemerahan!"
"Eh??" Alicia dengan cepat menutup mulut putranya.
Sementara itu Dr. Mark yang berdiri di samping Biana tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan cadel dari mulut Leonardo kecil.
Di saat yang sama, Alicia, Leon bahkan Biana justru tersipu mendengar hal itu.
"Mark!!" bentak Leon.
Dr. Mark menghentikan tawanya dan mencoba untuk menahan senyumnya.
Di sisi lain Leon hanya bisa menghela nafas ketika melihat tatapan bingung putranya itu.
__ADS_1
"Ikutlah denganku! Kita harus menjelaskan hal ini padanya!" gumam Leon, ia merebut tas milik Alicia dan menarik tangan kekasihnya itu.
***
Saat ini di dalam kamar Leon yang memiliki design seperti sebuah townhouse dengan luas 26mx10m dan berada di lantai paling atas hotel, Alicia tampak duduk di sofa dengan memangku putranya dan menundukkan wajahnya.
Ia sangat takut untuk menatap Leon yang sedang duduk di hadapannya, karena kekasihnya itu hanya diam dan ia tahu mata tajam itu saat ini tengah memperhatikannya.
"Kamu merawatnya dengan baik."
Ucapan Leon memecah keheningan yang terjadi di antara mereka.
"Tentu saja ibu merawatku dengan baik, tidak seperti seseorang yang hanya bisa melepaskan tanggung jawabnya bahkan masih terus menyiksa ibuku!"
"Leonardo!" Alicia menatap putranya dan menggeleng.
"Bukankah aku benar ibu? Paman ini mengabaikan aku dan ibu, karena itu ibu selalu ingin menjauhinya."
"Sangat cerdas!" Leon tersenyum bangga mendengar kata-kata cadel dari mulut putranya itu, "Tetapi sayang sekali tebakanmu itu salah! Ayah tidak mengabaikanmu, tetapi ibumu yang tidak pernah memberi ayah kesempatan untuk mengenalmu!"
"Aku tidak percaya pada ucapan paman! Dan jangan pernah menganggapku sebagai putramu! Karena paman hidupku dan ibu selama bertahun-tahun ini sangat sulit! Apa paman tahu seberapa berat pekerjaan yang harus dilakukan ibu untuk menghidupiku?!" Leonardo kecil membalas tatapan Leon padanya, ia sama sekali tidak merasa takut pada pria ini yang sudah pasti adalah ayahnya, karena ia tidak bisa mengingkari kemiripan wajah pria ini dengannya, tetapi pria ini pastinya telah membuat hidup ibunya sangat menderita dan karena itu ibunya selalu ingin menjauhi pria ini, bahkan ketika ia bertanya tentang ayahnya ini ibunya selalu mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Sayang... Pergilah ke balkon dan tunggu di sana! Aku membutuhkan waktu untuk berbicara berdua saja dengan putraku ini, jika tidak keberatan pesanlah makanan agar kita bisa sarapan pagi bersama!" pintanya pada Alicia.
Alicia mengangguk pelan, ia mencium kening Leonardo dan meminta buah hatinya itu agar mendengarkan penjelasan ayahnya dengan baik, setelah melihat anggukan putranya ia pun meletakkan putranya di sofa dan melangkah menuju balkon.
Ketika Alicia telah menjauh dari ruang tamu, Leon pun mulai menjelaskan pada putranya yang keras kepala ini alasan mengapa ibu putranya ini selalu menjauhinya, ia juga menjelaskan bahwa selama 6 tahun ini ia selalu berusaha mencari mereka karena ia sangat mencintai ibu putranya ini.
"Paman benar-benar mencintai ibuku?" tanya Leonardo ragu, setelah Leon mengakhiri penjelasannya.
Leon lagi-lagi menghela nafas dengan panggilan yang diberikan putranya pada dirinya.
"Tentu saja, ibumu adalah satu-satunya wanita yang kucintai, dan... Bisakah kamu mengganti panggilan paman ini?!"
Leonardo menggeleng pelan.
"Maaf paman, sebelum paman membuktikan ucapan paman padaku, aku akan tetap memanggilmu dengan sebutan paman!"
"Mengapa sifatmu ini mirip dengannya? Sangat keras kepala!" sungut Leon, "Baiklah..." Akhirnya ia mengalah, "Ayah berjanji padamu, jika kamu bisa membujuk ibumu agar tidak pergi lagi, ayah akan menjagamu dan ibumu dengan baik, bagaimana?"
Leonardo kecil tampak berpikir sejenak.
__ADS_1
"Aku tidak bisa berjanji pada paman, tetapi aku akan mencobanya! Dan semua keputusannya ada di tangan ibu!"
"Itu sudah cukup bagi ayah, yang penting kamu mau mencobanya." Leon tersenyum, "Kemarilah! Beri pelukan pada ayah!" bujuknya sambil menarik tangan kecil Leonardo.
"Aku tidak suka dipeluk siapapun, hanya ibu yang boleh memelukku!"
Leon tertawa kecil mendengar ucapan putranya itu, ia beranjak dan mengangkat putra kecilnya itu kemudian memeluknya erat.
"Aku ayahmu, apakah aku juga tidak boleh memelukmu?" bisiknya lembut.
Leonardo hanya diam, ia sama sekali tidak menolak pelukan hangat ayahnya itu, bahkan ia merasa bahwa pelukan itu sama sekali tidak buruk sama seperti ketika ibunya memeluk dirinya.
"Ayah..." Bisik hatinya lirih.
"Apakah telah selesai?! Aku telah meminta Biana memesan makanan, dan ia akan naik sebentar lagi bersama Mark untuk mengantar makanannya!!" teriak Alicia dari balkon kamar.
***
Setelah menyelesaikan sarapan pagi bersama, Dr. Mark mengajak Leon untuk berbicara di balkon, sementara Alicia bersama Biana tengah menemani Leonardo di sofa.
"Calon Pengantinmu itu terlihat lebih cantik sekarang, aku tidak pernah berpikir bahwa gadis kecil itu bisa tumbuh tinggi!" ucap Dr. Mark sambil memperhatikan Alicia dari balkon.
Leon mengangguk dan tersenyum.
"Benar, wajahnya seperti malaikat! Polos, dewasa, dan sangat cantik!"
"Lalu apa rencanamu sekarang setelah menemukannya?!" Dr. Mark mengalihkan pandangannya pada Leon.
"Tentu saja menikahinya! Aku tidak ingin menunda hal ini lagi!"
"Dan serum itu? Maksudku serum yang berada di dalam tubuhnya itu?"
"Alicia masih merasakan serum itu berkembang di dalam tubuhnya, dan aku ingin kita menemukan penawar serum itu secepatnya! Aku tidak ingin Calon Pengantinku itu menjauhiku lagi karena takut melukaiku!"
"Jika serum itu masih berkembang di dalam tubuhnya, lalu bagaimana selama 6 tahun ini ia menyembunyikannya?!"
"Kekasihku itu tidak menyembunyikan kekuatannya, apa kamu lupa perkataan pelayan toko pakaian itu? Ia menahan sebuah mobil yang hampir menabrak seseorang dengan tangannya!"
"Aku ingat hari itu, tetapi bukankah semua informasi tentang kejadian hari itu telah kita hapus dari semua media sosial?!" tukas Dr. Mark.
"Apakah menurutmu selama 6 tahun ini hanya itu yang telah dilakukannya?! Bagaimana jika selama 6 tahun ini telah banyak orang yang menyaksikan kemampuannya itu?! Bagaimana jika di antara orang-orang itu ada yang tertarik dengan kemampuannya?!" Leon menatap Dr. Mark yang tampak terpaku dengan ucapannya.
__ADS_1