STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
REUNI SAHABAT LAMA.


__ADS_3

Waktu hampir menunjukkan pukul 10 malam ketika Leon mengajak istrinya dan putranya untuk meninggalkan rumah mertuanya, di dalam mobil yang sedang bergerak kembali ke Beverly Hills, Alicia yang sedang memangku buah hatinya yang terlihat mengantuk membahas beberapa hal bersama Leon, dua buah kardus mewah berukuran agak besar tersusun rapi tak jauh dari tempat ia duduk.


"Eh Leon, kedua pakaian ini..." Alicia menggantungkan kalimatnya sembari menunjuk kedua kardus tersebut.


"Masih ingat ketika aku membawamu ke sebuah Butik untuk mengukur pakaian 6 tahun yang lalu?"


"Tentu saja, bagaimana mungkin aku melupakan hari itu," cetus Alicia dengan wajah cemberut, "Bukankah hari itu adalah pertama kalinya aku mengetahui kalau sebelumnya kamu telah memiliki tunangan seorang Model yang sangat cantik, menyebalkan!!"


Leon tersenyum tipis melihat wajah istrinya yang cemberut padanya.


"Sayang... Kamu masih cemburu padaku?" godanya.


"Siapa yang bilang aku cemburu padamu?!" lontar Alicia sambil menatap suaminya dengan kesal.


Tidak lagi bisa menahan senyumnya Leon akhirnya tertawa kecil dan mencubit hidung istrinya.


"Kamu ini... Selalu saja keras kepala! Padahal aku masih ingat apa yang kamu lakukan saat itu, kamu menghalangi Nathalia mendekatiku bahkan mengucapkan kata-kata kasar padanya."


"Aku tidak..." Alicia sebenarnya tidak ingin mengakui hal itu, tetapi wajah Leon yang perlahan mendekat padanya membuat wajahnya bersemu merah, "Huh!" ia memalingkan wajahnya sebelum jantungnya yang berdetak cepat semakin tidak terkendali di hadapan suaminya ini.


"Cantik sekali," bisik Leon.


Wajah Alicia semakin merona atas kata-kata suaminya ini.


"Berisik!" sahutnya, sengaja berbicara ketus pada suaminya untuk menyembunyikan rasa malunya.


"Sayang... Tadi sepertinya ayah dan ibumu sangat gembira ketika mengetahui tentang kehamilanmu."

__ADS_1


Ucapan ini sengaja dilontarkan Leon untuk mengalihkan pembicaraan, karena ia hampir tidak bisa lagi menahan keinginannya untuk menyentuh istrinya ini ketika melihat wajah istrinya yang terlihat merona di sampingnya dan membuatnya sedikit tergoda.


"Hmmm..."


"Bahkan ayah dan ibumu bersedia membantu persiapan pesta pernikahan kita."


"Hmmm..."


"Bibi juga berkata padaku untuk selalu memperhatikanmu dan anak-anak kita, kalau hanya kamu dan Leonardo tentu bisa kutemui setiap saat, tetapi yang di dalam sini..." Leon menyentuh perut istrinya, "Apakah aku boleh menemuinya nanti malam?"


Baru saja ia menyelesaikan ucapannya ini, ia langsung dibuat tertegun oleh Alicia yang tiba-tiba memalingkan wajahnya dan menatapnya tajam.



"Hahaha..." Leon tertawa canggung dan mengangkat tangannya dari perut Alicia karena istrinya itu mengepalkan tangannya, "Dasar wanita dingin," sungutnya dalam hati.


Sehari sebelum keberangkatannya ke Roma, Alicia meminta ijin pada Leon untuk pergi menemui Gwen yang telah menghubunginya dan mengajaknya bertemu sekaligus reuni kecil bersama ketiga sahabatnya, hal ini dilakukan Gwen karena kebetulan Josh juga sedang berada di Los Angeles, dan pertemuan ini dilakukan di sebuah restoran mungil di kawasan Santa Fe Ave, walau harus sedikit memohon pada suaminya akhirnya ia berhasil membuat Leon agar mengijinkannya pergi.


"Josh telah menceritakan padaku kemarin kalau Leon suamimu ternyata adalah Pemilik Vald Corporation yang sangat misterius itu." Gwen membuka pembicaraan dengan sangat antusias, "Menurutku kamu sangat beruntung!" lanjutnya lagi pada Alicia.


"Gwen benar, siapa di antara kita yang pernah mengira kalau pria itu sangat berkuasa, dari segi penampilan ia terlihat biasa saja, yah... Walau saat di pesta ulang tahun Wesley ia tampil sedikit berbeda tetapi saat itu aku juga sama sekali tidak pernah mengira kalau ia adalah Pemilik Vald Corporation," timpal Aaron.


"Apa kalian pikir aku juga mengetahuinya?" lontar Alicia, kata-katanya ini membuat ketiga sahabatnya menatapnya dengan wajah bingung, "Kalian mungkin bingung mengapa 6 tahun yang lalu aku memilih pergi dan tidak melanjutkan kuliahku?" tanyanya sembari membalas tatapan ketiga sahabatnya, "Sebelum kepergianku itu aku memiliki sedikit masalah dengan tubuhku dan saat itu aku juga baru tahu tentang identitas Leon, karena itu aku memutuskan untuk menjauhinya, tetapi... 6 tahun ini ternyata ia tidak pernah melupakanku dan selalu mencariku, ketulusannya itu yang telah mengubah pendirianku, lagipula... Putraku Leonardo membutuhkan ayahnya, oleh sebab itu aku menerima lamarannya di Paris dan menikah dengannya di sebuah Gereja kecil."


"Menikah di Gereja kecil? Seorang Pemilik Vald Corporation hanya menikahimu di sebuah Gereja kecil?!" tanya Gwen dan Aaron tak percaya.


Alicia mengangguk.

__ADS_1


"Itu adalah permintaanku dan kedua orang tuaku, saat itu aku belum siap sepenuhnya untuk dikenal sebagai Nyonya Leon Vald, jadi... Aku hanya bisa meminta ia melakukan pernikahan itu di sebuah Gereja kecil, walaupun malam harinya ia tetap mengadakan Garden Party di hotel miliknya, tetapi karena yang menghadirinya hanya beberapa kenalannya saja, aku bisa menyetujuinya."


"Lalu apa yang kamu lakukan selama 6 tahun ini sebelum bertemu dengannya? Oh ya, Josh juga telah menceritakan bahwa kamu telah memiliki seorang putra yang sangat tampan, apakah putra tampanmu itu miliknya?"


Alicia kembali mengangguk mendengar pertanyaan yang dilontarkan Gwen padanya.


"Benar, putraku itu adalah putra Leon, aku... Memberikan diriku padanya sebelum meninggalkannya!"


"Wow, ternyata Alicia kecil kita sangat berani," celetuk Aaron yang segera menerima sebuah cubitan dari Gwen sebagai isyarat agar menghentikan kata-katanya itu, karena raut wajah Josh tampak berubah ketika mendengar kata-katanya itu.


Di sisi lain ucapan Aaron ini hanya ditanggapi Alicia dengan tersenyum tipis.


"Aku... Aku melakukannya karena mencintainya, saat itu aku berpikir hanya itu kenangan yang bisa kutinggalkan untuknya juga untuk diriku jika suatu saat aku tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi," gumamnya pelan sembari menundukkan wajahnya dari ketiga sahabatnya.


Wajah Alicia yang tampak sedih di hadapannya membuat Gwen mengulurkan tangannya untuk menyentuh tangan sahabatnya itu.


"Alicia??" ucapnya lembut, "Sebenarnya ketika kamu pergi, aku, Aaron dan juga Josh pernah beberapa kali mengunjungi kedua orang tuamu, kami bertiga sangat mencemaskanmu tetapi sayangnya orang tuamu mengatakan kalau mereka juga tidak mengetahui keberadaanmu, dan sekarang... Tolong katakan padaku, beberapa tahun ini kamu berada di mana dan apa yang kamu lakukan?"


Alicia mengangkat wajahnya dan menatap ketiga sahabatnya satu-persatu, senyum yang diperlihatkan ketiga sahabatnya ini untuk menghibur dirinya terasa sangat menenangkan baginya, karena itu akhirnya ia pun menceritakan kepada ketiga sahabatnya ini apa saja yang telah dilaluinya sebelum kembali bertemu Leon.


Josh, Aaron maupun Gwen mendengarkan cerita sahabatnya ini dengan serius, sesekali kekhawatiran terlihat di wajah mereka.


"Mengapa tidak meminta bantuanku? Bukankah aku pernah mengatakan bahwa aku akan selalu ada untukmu?!" celetuk Josh dengan nada kesal, sebenarnya ia bukan kesal pada Alicia tetapi kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa melindungi wanita yang pernah dan bahkan masih mengisi hatinya hingga hari ini.


"Maaf Josh, aku tidak bisa merepotkanmu! Tetapi aku tahu kamu satu-satunya yang pasti mengerti mengapa aku harus menyembunyikan diriku." Alicia menatap Josh.


Dan Josh, ia sangat mengerti arti tatapan itu bahkan mengapa sahabatnya ini memilih untuk bersembunyi selama ini, karena sebelumnya sahabatnya ini juga pernah menyembunyikan dirinya selama sebelas tahun dan itu semua karena...

__ADS_1


Dia bersembunyi mungkinkah karena kemampuannya?


__ADS_2