
"Bersenang-senang dengan teman baru?!"
Sebuah sindiran membuat Alicia dan ketiga sahabatnya berpaling, di hadapannya tampak Caitlin yang sedang berdiri dengan segelas wine di tangannya.
"Orang-orang kelas bawah memang cocok bergaul dengan sesamanya! Tetapi gaunmu lumayan... Mungkinkah kamu mendapatkannya dari hasil mencuri di suatu tempat?!" Caitlin melanjutkan sindirannya pada Alicia.
Josh dan Aaron yang kesal tampak ingin maju, tetapi Alicia menahan kedua sahabatnya ini, di saat yang sama handphone miliknya berbunyi, tidak ingin menjawab telponnya karena kesal, Alicia terburu-buru mematikannya tanpa menyadari ia telah memencet tombol terima.
"Aku telah bersabar cukup lama padamu, kalau ingin menghinaku silakan lakukan saja! Tetapi jangan menghina teman-temanku!" balas Alicia pada Caitlin.
Caitlin tampak tertawa sumringah, ia mendekati Alicia perlahan.
"Seharusnya kamu dan teman-temanmu itu tidak menghadiri pesta ini!" bisiknya sembari melangkah.
Memperhatikan hal itu Aaron yang semakin kesal mendekati Josh.
"Josh, wanita ini sudah keterlaluan! Apakah kita hanya diam saja melihatnya mengganggu Alicia?!" protesnya dengan suara pelan.
Josh tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu, ia hanya memperhatikan reaksi Alicia.
"Kamu benar, mungkin seharusnya aku tidak berada di sini mendengarkan mulut baumu itu berbicara!" tukas Alicia.
Mendengar ucapan Alicia tersebut, Caitlin yang ingin meninggalkan Alicia dan ketiga sahabatnya itu berbalik sambil menyiramkan wine miliknya pada Alicia, tetapi seorang pria dengan tiba-tiba memeluk Alicia, dan wine milik Caitlin mendarat dan membasahi punggung jas yang dikenakan pria tersebut.
Alicia mengangkat wajahnya menatap pria yang telah menolong dirinya.
"Leon?? Kamu di sini?" tanyanya dengan wajah bingung.
"Pemilik rumah ini adalah sahabatku, ia mengundangku dan aku terpaksa menghadirinya! Bagaimana denganmu? Apakah kamu baik-baik saja?!" Leon menatap Alicia dengan cemas, tadi setelah mengantar Alicia, Bastian Anderson sang pemilik rumah mewah ini mengundangnya karena mengetahui ia berada di Los Angeles dan ketika ia baru saja sampai di pesta ini, ia sengaja menghubungi Alicia, dan gadis kecil di hadapannya ini hanya mengangkat telponnya tetapi tidak berbicara, Leon bahkan tanpa sengaja mendengar pertengkaran kecil Alicia dengan seorang wanita, karena itu ia tergesa-gesa memasuki ruang pesta, dan ketika ia tiba... Seorang gadis tampak ingin mempermalukan Alicia, karena itu Leon dengan cepat menarik Alicia ke dalam pelukannya.
"Aku baik, tetapi jasmu..."
"Tidak perlu dipikirkan! Gadis itu yang harus mencemaskan hal ini!" Leon tersenyum lembut.
Perlakuan Caitlin pada Alicia dan kehadiran Leon yang menolong Alicia membuat Bastian Anderson sang pemilik rumah mewah itu terburu-buru mendekatinya.
"Mr. Leon Vald, maaf atas sambutannya yang kurang mengenakkan!" sapa Bastian Anderson dengan wajah takut.
Melihat ketakutan di wajah sang pemilik rumah, semua yang hadir tampak terkejut begitu juga dengan Caitlin, kecuali seorang wanita berpakaian mewah yang tampak tersenyum.
"Apa identitas pria ini hingga membuat ayah Wesley yang seorang Milyuner terlihat sangat takut padanya?!" bisik hati Caitlin, ia memperhatikan Leon yang masih membelakanginya.
__ADS_1
Sementara Leon, perlahan melepaskan Alicia dari pelukannya, dan berpaling pada Bastian Anderson sang pemilik rumah.
"Tuan Anderson, apakah begini cara keluarga Anderson menyambut kekasihku di pestamu?!" tukasnya dingin.
"Ke... Kekasih?" Bastian Anderson tergagap.
"Dan Nona Brown, apakah kamu akan mengganti jas milikku?!" Leon beralih pada Caitlin dan menatapnya dengan tajam.
"Hei Gadis kecil, kamu terlalu berani, apakah kamu tahu berapa harga satu set jas yang dipakai oleh Mr. Leon itu?! Itu adalah keluaran terbaru Alexander Amosu, harganya mencapai 100 ribu dolar!" sindir sang wanita berpakaian mewah yang menjadi tamu kehormatan Bastian Anderson malam ini.
"Apa?!!" semua yang hadir tampak terkejut mendengar ucapan wanita tersebut, terutama Caitlin yang terlihat sangat shock.
"Nona Brown?? Aku bertanya padamu, apakah kamu akan mengganti jas ini?!!" hardik Leon.
"Aku... Aku tidak bermaksud mengotori jas milikmu, aku hanya ingin membalas perkataan gadis itu padaku!" sahut Caitlin gugup.
"Gadis kecil ini terlihat seperti wanita kelas atas tetapi pengetahuannya tentang mode sangat minim, apakah kamu tahu gaun yang hampir dirusak olehmu itu memiliki harga yang sama dengan jas yang telah kamu kotori?! Gaun itu adalah edisi terbatas Valentino!" lanjut wanita berpakaian mewah tersebut.
"Apa?!!" Caitlin terhenyak, "Bagaimana mungkin Alicia bisa memiliki gaun itu dan siapa pria ini sebenarnya?!" jerit hatinya.
"Ini akan kutagih pada ayahmu Lewis Brown! Dia harus membayar perbuatan putrinya!" tekan Leon.
"Habislah aku..." Caitlin terhuyung.
"Bukankah sudah kukatakan agar jangan membuat keributan?!" bisik Wesley kesal, "Aku sudah tahu ini akan terjadi!" tambahnya lagi, Wesley membawa Caitlin menjauhi Leon setelah melihat kode dari ayahnya.
"Mr. Leon, aku minta maaf atas hal ini!" Bastian Anderson membungkuk di hadapan Leon.
Leon mendekati Bastian Anderson dan membisikkan sesuatu, wajah pria paruh baya itu terlihat sangat takut mendengar apa yang dikatakan Leon padanya, ia mengangguk pelan ketika Leon menepuk pundaknya.
Setelah selesai dengan Bastian, Leon membuka jasnya dan meletakkannya di lengannya sambil mendekati Alicia.
"Ikutlah! Aku akan memperkenalkanmu dengan seorang teman." Leon menarik tangan Alicia yang sedang diam terpaku.
Alicia benar-benar tidak menyadari jika gaun yang diberikan Leon padanya berharga selangit, ia bahkan menganggap itu hanya gaun biasa.
"Alicia perkenalkan sahabatku Alice!" sahut Leon.
Tetapi Alicia hanya diam, ia masih tampak terkejut.
"Alicia??" Leon kembali memanggil namanya.
__ADS_1
"Apa?" Alicia yang baru tersadar menatap Leon dengan wajah bingung.
"Apa yang sedang dipikirkan otak kecilmu ini?" Leon mencubit hidung Alicia pelan, "Perkenalkan ini sahabatku Alice!" ulangnya.
Alicia berpaling pada wanita berpakaian mewah yang sedang mengulurkan tangannya sambil tersenyum ramah.
"Hai, aku Alice sahabat Leon!" sapa wanita itu.
"A... Alicia." Alicia menyambut uluran tangan Alice dengan canggung.
"Hmmm... Leon, kekasih kecilmu ini cantik sekali!" goda Alice, "Bagaimana kamu membuat gadis secantik ini menerima dirimu?! Bahkan namanya hampir mirip denganku, jangan katakan kalau selama ini kamu sangat tertarik padaku!" selorohnya.
Leon tertawa kecil mendengar ucapan Alice, ia memeluk sahabatnya itu.
"Bagaimana kabarmu? Sudah berapa tahun tidak bertemu, mulutmu masih saja pedas seperti dulu!" ucap Leon.
"Hahaha... Bukankah aku mempelajari hal ini darimu?! Sekarang lepaskan aku sebelum kekasih kecilmu itu cemburu!" Alice mendorong Leon.
Mendengar ucapan Alice, Leon dengan cepat melepaskan pelukannya dan melirik Alicia yang menatapnya dengan wajah cemberut.
"Dan sekarang kekasihmu sedang cemburu padaku, ini semua salahmu! Selesaikan sendiri dan jangan melibatkanku!" Alice menjauhi Leon sambil melambaikan tangannya pada Alicia.
Alicia membalas lambaian tangan Alice sambil tersenyum.
"Alice, Mark akan tiba di Los Angeles besok!" tukas Leon.
Alice menghentikan langkahnya mendengar hal itu.
"Bagaimana kabar Dokter gila itu?" tanyanya.
"Masih seperti dulu, tidak berubah sama sekali!"
"Seperti perkiraanku, untung saja aku sudah putus dengannya! Sampaikan saja salamku padanya, mungkin lain waktu kita bisa berkumpul bersama!" Alice melambaikan tangannya dan melanjutkan langkahnya.
Alicia yang sedang memperhatikan Alice menarik kemeja Leon.
"Siapa wanita itu?!" tanyanya bingung.
"Dia sahabatku, mantan kekasih Mark! Ayahnya adalah seorang Chairman ternama, jika dibandingkan dengannya, kekayaan keluarga Anderson ini bukan apa-apa."
"Lalu bagaimana kamu bisa mengenalnya? Dan ayah Wesley, mengapa ayah Wesley sangat takut padamu?!" berondong Alicia.
__ADS_1
"Ini..." Leon melirik Alicia yang sedang menatapnya dengan wajah curiga, "Bagaimana aku harus menjelaskan ini padanya? Tadi aku hanya ingin melindunginya!" bisik hati Leon.