STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
PEKERJAAN BARU.


__ADS_3

Sore hari, tak jauh dari Musium Louvre di sebuah Apartemen mungil yang hanya memiliki satu kamar, Alicia tampak bersiap-siap untuk pergi bekerja, tubuh rampingnya mengenakan seragam keamanan sebuah Klub Malam, sebuah wig pria menyembunyikan rambut panjangnya, sementara untuk dadanya yang indah, Alicia terpaksa menyembunyikannya dengan membalutnya dengan beberapa potong kain, dengan penampilannya saat ini tidak ada seorangpun yang akan berpikir jika ia seorang wanita.


Alicia telah sering kali melakukan hal ini untuk menyembunyikan identitasnya, ia bahkan memiliki kartu identitas palsu dengan nama seorang pria untuk dipergunakannya dalam mencari pekerjaan.


"Padahal ibu sangat cantik, tetapi mengapa ibu selalu melakukan hal ini pada dirinya!" gumam Leonardo yang memperhatikan kesibukan sang ibu.


Sebuah ketukan di pintu Apartemennya membuat bocah lelaki kecil ini berpaling dan berlari cepat, dengan langkah-langkah kecilnya ia menghampiri pintu dan membukanya.


"Tante Biana, ibu telah menunggumu," sapanya pada seorang gadis muda yang berdiri di depan pintu.


Gadis muda itu bernama Biana, dua hari yang lalu ia baru saja mendapatkan pekerjaan sebagai pengasuh Leonardo, ia adalah seorang Mahasiswi tingkat pertama yang sedang memerlukan uang untuk meneruskan kuliahnya, dan dua hari yang lalu ia bertemu dengan Alicia yang sedang mencari sebuah Apartemen untuk tinggal di sebuah taman, saat itu Biana sedang putus asa dan menangis di taman tersebut.


Dan Alicia yang saat itu tengah kebingungan, perlahan mendekati gadis muda itu, ia melihat Biana seperti dirinya ketika pertama kali melarikan diri, ia bertanya pada Biana mengapa gadis itu terlihat sangat sedih, dan Biana yang telah putus asa menceritakan kesulitannya pada Alicia.


Melihat kegigihan Biana untuk meneruskan kuliahnya, Alicia menawarkan bantuan pada gadis muda itu untuk membiayai kuliahnya dengan syarat Biana bersedia membantunya mencari sebuah Apartemen yang jarang dikunjungi orang dan bersedia menjadi pengasuh Leonardo selama ia bekerja, dan hal itu tentu saja disetujui oleh Biana.


Selain membantu mencari Apartemen, Biana bahkan membantu Alicia untuk mengatur isi Apartemennya dan bermain bersama Leonardo, ia sangat menyukai Leonardo kecil, karena selain tampan bocah kecil ini juga sangat ramah dan sopan, dan Biana yang sebelumnya merasa bahwa kehidupannya sangat menyedihkan perlahan-lahan menjadi ceria setelah menemukan keluarga kecil ini, karena Alicia memperlakukannya layaknya seorang kakak pada adiknya.


"Kamu sudah datang?" sapa Alicia yang baru saja keluar dari kamarnya ketika melihat Biana sedang bermain dengan Leonardo.


Biana mengangguk, ia memperhatikan Alicia, ibu muda itu terlihat tampan dengan seragam keamanan yang dikenakannya, walau ia sedikit bingung tentang mengapa Alicia lebih memilih menyembunyikan dirinya sebagai laki-laki dalam bekerja, tetapi ia tidak berani menanyakan hal itu.


"Aku akan pergi sekarang, oh ya, di dalam kulkas ada makanan, kamu bisa memanaskannya jika ingin makan! Dan di dekat meja tv ada amplop berisi uang, pergunakan uang itu jika Leonardo ingin membeli sesuatu," pesan Alicia.


"Kakak tenang saja, aku akan menjaga Leonardo dengan baik agar kakak bisa bekerja dengan tenang."


Alicia tersenyum pada gadis muda itu yang sedang duduk di sofa bersama buah hatinya, setelah mengecup kening putranya dengan lembut, ia pun pergi.


***


Jalanan di sekitar tempat tinggal Alicia, adalah jalanan kecil yang jarang sekali dilewati orang, daun-daun kering yang berjatuhan karena tertiup angin hampir tampak di setiap jalan yang dilewati Alicia menuju perhentian bus.

__ADS_1


"Sudah masuk musim gugur," bisik hatinya, ketika melihat daun-daun yang terus berjatuhan, ia mempercepat langkahnya saat melihat bus yang akan dinaikinya tampak akan berhenti, dengan sigap ia naik ke atas bus tersebut sesaat sebelum bus tersebut menutup pintunya.


Di dalam bus yang hampir penuh, Alicia hanya bisa berdiri.


"Seharusnya aku naik kereta saja tadi," gumamnya pelan, hatinya sedikit merutuk karena harus berdiri bersama sekumpulan pria yang terus memperhatikan seragam yang dikenakannya, bahkan seorang pria yang duduk di kursi yang berada di sampingnya turut memperhatikan dirinya.


"Paris memang kota yang indah, bahkan petugas keamanannya saja memiliki wajah yang cantik," celetuk pria di kursi tersebut sambil tersenyum.


Alicia menyeringai pada pria itu dan menatapnya tajam, tetapi pria itu hanya membalasnya dengan senyuman.


"Pria aneh!" bisiknya dalam hati, diam-diam ia memperhatikan pria itu, pria itu berpenampilan rapi dan bersih, bahkan wajahnya terlihat cukup tampan bagi Alicia, karena jika dibandingkan dengan Leon, kekasihnya itu jauh lebih baik menurutnya, "Sepertinya pria ini seorang pelancong!" bisik hatinya lagi.


"Namaku Julian." pria itu memperkenalkan dirinya pada Alicia yang terus memperhatikannya.


"Aku tidak bertanya," tukas Alicia sambil memalingkan wajahnya.


Di saat yang sama supir bus meneriakkan nama sebuah jalan di mana ia akan berhenti sekarang.


Mendengar nama jalan tersebut Alicia bersiap-siap untuk segera turun.


"Aku hampir terlambat," gumamnya sambil melirik pergelangan tangannya, ia berlari-lari kecil menyusuri trotoar dan berhenti di depan sebuah Klub Malam yang mewah.


"Terlambat di hari pertama bekerja?! Gajimu akan dipotong!!" teriak seorang pria paruh baya yang berjaga di depan pintu masuk dan mengenakan seragam yang hampir mirip dengannya.


Alicia menghela nafas mendengar hal itu.


"Maaf," sahutnya sambil menundukkan kepalanya.


"Jangan memotong gajinya! Ia terlambat karena menemaniku."


Seseorang terdengar sedang membela dirinya, dan hal itu membuat Alicia melirik ke arah asal suara tersebut.

__ADS_1


"Pria tadi?!" ia terkejut ketika melihat pria yang duduk di bus tadi saat ini telah berdiri di belakangnya.


Sementara pria paruh baya yang berdiri di depan pintu masuk dengan cepat menunduk ketika melihat siapa yang sedang berbicara padanya.


"Selamat datang Bos!" sapa pria paruh baya itu dengan hormat.


"Bos??" Alicia mengangkat kepalanya menatap Julian.


"Hei anak baru, sopanlah sedikit! Tunjukkan hormatmu pada Pemilik Klub!" bentak sang pria paruh baya tersebut.


"Pe... Pemilik??" Alicia terpaku.


"Hmmm... Ternyata ini hari pertamamu bekerja, kalau begitu... Ikut denganku ke kantor sekarang!" perintah Julian pada Alicia sambil melangkahkan kakinya memasuki Klub Malam tersebut.


"Eh??" Alicia yang bingung hanya diam di tempatnya berdiri sekarang, "Gawat gawat... Aku telah menyinggung Pemilik tempat ini di hari pertamaku bekerja," bisik hatinya cemas.


Di tengah-tengah kecemasannya, pria paruh baya itu kembali berteriak padanya.


"Hei anak baru, tunggu apa?! Bos telah memintamu untuk menemuinya! Cepat pergi!!" bentak sang pria paruh baya.


"Matilah aku," rutuk Alicia dalam hati, ia mengangguk pelan dan terburu-buru memasuki Klub.


***


Di depan kantor Klub Malam di mana Alicia bekerja saat ini, Alicia menunggu cukup lama hingga akhirnya dipersilakan masuk ke dalam kantor tersebut.


Alicia masuk dengan takut-takut, matanya sesekali melirik interior di dalam kantor, tidak hanya luas kantor ini bahkan terlihat mewah, lukisan seorang pria tergantung di dinding belakang di mana Julian duduk saat ini.


Sementara Julian tampak telah mengganti pakaiannya, setelan branded tampak sempurna di tubuhnya yang kekar dan memiliki tinggi 189cm.


"Duduklah!" perintahnya pada Alicia yang hanya diam terpaku di hadapannya.

__ADS_1


Sambil menunduk, Alicia meraih kursi yang berada di hadapannya dan duduk.


"Apakah kamu tahu jika lowongan keamanan yang tersedia bukan untuk seorang wanita?!" tanya Julian dingin sambil melirik Alicia.


__ADS_2