STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
BERTEMU GWEN.


__ADS_3

"Leon, aku..." Alicia menunduk dengan rasa bersalah.


"Hei..." Leon menyentuh wajah Alicia yang tampak sedih, "Aku tidak marah padamu, aku hanya harus menghentikan hal ini sebelum terlambat! Dan jika gadisku ini tidak keberatan, sekarang aku butuh ke kamar mandi," selorohnya.


Alicia turun perlahan dari pangkuan Leon sambil menunduk lesu.


"Sepertinya aku telah merusak salah satu kemeja favoritmu lagi!" ucap Alicia pelan.


"Hei Alicia, tolong jangan salah paham! Ini bukan tentang kemeja! Tetapi ini lebih tentang aku dan kamu! Aku hanya takut jika kita melanjutkan hal ini, kita berdua akan menjadi tidak terkendali! Seterusnya mungkin bukan hanya kemeja, mungkin aku akan merobek pakaianmu, dan kamu akan merobek celanaku, lalu kita akan menghabiskan sepanjang malam bermandikan keringat hingga lelah dan tertidur, oh ya aku lupa, karena kita tidak akan pernah lelah, kamu sangat kuat dan aku seorang Drakula, mungkin kita akan melakukan hal ini berhari-hari, dan aku... Aku belum siap untuk melakukan hal itu padamu! Tidak sampai hari di mana kamu menjadi Pengantinku, atau... Itu hanya akan terjadi karena keinginanmu dan bukan karena dorongan pesonaku! Jadi... Kemeja ini hanya sebagai pengingat untukku agar berhenti!" Leon menghela nafas, dan beranjak dari sofa melangkah menuju kamar mandi.


Sementara itu Alicia hanya terpaku di tempatnya berdiri saat ini karena mendengar ucapan Leon.


Dan di saat yang sama, Leon tiba-tiba menghentikan langkahnya di depan pintu kamar mandi.


"Aku... Sebenarnya juga sangat ingin melakukannya! Hal ini membuatku gila setiap kali berada di dekatmu! Tetapi... Untuk melakukan ini, sebaiknya aku memintamu terlebih dahulu dari kedua orang tuamu, dan mengucapkan janji pernikahan bersamamu! Dan aku harap, kita bisa menahannya hingga hari itu tiba!" Leon melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar mandi setelah menyelesaikan kata-katanya.


Alicia yang sedang terpaku setelah mendengar semua ucapan Leon padanya, menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan menarik nafas panjang, sekali lagi Leon membuat jantungnya berdebar keras dengan ucapannya yang sangat terus terang, dan hal itu cukup untuk membuat tubuh dan wajahnya terasa panas.


"Aku hampir terkena serangan jantung mendengar semua ucapannya itu!" gumam Alicia sambil menyentuh dadanya yang masih berdegup kencang.


***


Keesokan paginya, Leon mengantar Alicia untuk mengambil bagasinya di rumah sahabatnya Gwen, Gwen menyambut kedatangan sahabatnya itu dengan sebuah pelukan hangat di ruang tamu rumahnya.


"Akhirnya aku melihatmu kembali, apa yang terjadi setelah aku pergi? Dan... Bagaimana rambut dan wajah ini bisa kembali?" tanya Gwen, menatap sahabatnya dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Itu semua karena kutukan Transylvania! Aku mendapat kutukan itu ketika aku menyelamatkanmu, Josh dan juga Aaron bersama para polisi itu! Kutukan itu membuatku tidak bisa meninggalkan Transylvania, kecuali aku membawanya bersamaku!" Alicia melirik Leon yang sedang menunggunya di teras rumah.


"Mengapa tidak mengatakan hal ini padaku?! Aku sahabatmu, jika aku mengetahui hal ini aku tidak akan meninggalkanmu sendiri di sana!" tukas Gwen kesal, "Apalagi meninggalkanmu bersama pria itu!"


"Ayolah Gwen..." Alicia meraih tangan sahabatnya, "Leon tidak seperti apa yang kamu pikirkan! Dia baik, dia yang telah membantuku untuk mematahkan kutukanku, dan dia juga menepati janjinya dengan membawaku kembali ke Los Angeles agar aku bisa kembali pada keluargaku dan juga sahabatku."


"Hahaha... Aku bisa lihat itu, salah satu kebaikannya adalah mencuci otakmu!" sahut Gwen sinis, "Aku pikir ada yang aneh pada pria itu! Dia juga tidak cocok untukmu! Bergaul dengannya hanya membuatmu tampak aneh, aku bisa melihatnya dari penampilanmu hari ini, kamu mengenakan syal di cuaca panas terik!" ia menarik syal yang melingkar di leher Alicia, dan tampak terkejut ketika melihat leher sahabatnya itu.


Melihat reaksi Gwen, Alicia dengan cepat menutup lehernya dengan tangannya.


"Katakan padaku apa itu?! Apa yang sedang kamu coba tutupi dan tidak ingin aku melihatnya?!" Gwen menarik tangan Alicia, dan melihat dua titik merah di leher sahabatnya, "Alicia, katakan padaku apa itu?!" teriaknya kesal.


"Gwen... Itu... Itu hanya bekas gigitan nyamuk, beberapa hari lagi juga akan hilang!" Alicia mencoba memberi alasan pada sahabatnya, karena ia tidak ingin sahabatnya itu mengetahui jika Leon adalah seorang Drakula yang telah menggigitnya semalam agar ia bisa tertidur dengan nyenyak, setelah sebelumnya ia terus mencoba mendekati Leon yang terus menghindarinya dan hal itu sangat memalukan baginya.


"Jangan berbohong padaku! Itu terlihat seperti bekas gigitan bagiku! Siapa yang telah melakukannya?! Siapa yang melukaimu?! Apakah ini ulah pria itu?!"


"Apa itu benar?!" Gwen menatap Alicia dengan wajah tak percaya.


"Tentu saja itu benar, aku tidak akan berbohong padamu!" Alicia mengerjapkan matanya dengan wajah memohon, walaupun di dalam hati kecilnya ia merasa sangat bersalah karena telah membohongi sahabatnya.


"Apakah itu sudah diobati dengan benar? Maksudku apakah itu tidak akan infeksi?!"


"Tenanglah, aku sudah mengobatinya! Dan aku pikir ini akan segera sembuh setelah istirahat beberapa hari! Jadi... Aku akan membawa semua barangku hari ini dan pulang ke rumah untuk beristirahat!"


Gwen menghela nafas melihat wajah Alicia yang saat ini sedang tersenyum padanya sambil bergelayut manja di lengannya.

__ADS_1


"Mungkin itu bagus untukmu beristirahat hari ini! Tetapi besok malam aku akan menjemputmu!"


"Besok malam? Ada apa dengan besok malam?" tanya Alicia bingung.


Gwen menarik lengannya dari Alicia, dan melangkah masuk ke ruangan dalam rumahnya, 5 menit kemudian ia kembali dengan sebuah undangan di tangannya.


"Wesley mengundangku dan juga dirimu untuk menghadiri pesta ulang tahunnya yang sangat mewah di rumahnya! Aku pikir ini baik untuk kita sedikit bersenang-senang setelah semua yang terjadi di Transylvania!" Gwen menyerahkan undangannya pada Alicia.


"Apakah menurutmu kita harus menghadirinya? Maksudku setelah semua ini, aku pikir itu masih membuatmu takut," tukas Alicia, ia mengambil undangan dari tangan sahabatnya dan membukanya.


"Kamu benar, hal itu membuatku terus bermimpi buruk beberapa hari ini, tetapi... Karena kita telah berhasil melewatinya, sebaiknya kita merayakannya! Lagipula... Aku tidak ingin menghabiskan seumur hidupku hanya untuk merasa takut! Jadi... Apakah sahabatku ini akan membantuku untuk melupakan hal itu?" tanya Gwen sambil merangkul lengan Alicia.


Alicia menutup undangan yang sedang dibaca olehnya dan melirik Gwen yang sedang memohon padanya.


"Sepertinya aku tidak punya pilihan selain menyetujuinya!"


"Bagus." Gwen memeluk Alicia sambil tertawa senang, "Dan tolong jangan bawa pria itu bersamamu! Karena aku ingin menghabiskan malam hanya bersama sahabat-sahabatku saja!" bisik Gwen.


"Itu artinya Josh dan Aaron akan berada di sana?"


"Benar, aku akan meminta Josh untuk menjemputmu dan membawamu ke pesta..."


"Aku pikir tidak perlu!" sela Alicia yang dengan cepat memotong ucapan Gwen, "Aku akan pergi sendiri!" lanjutnya canggung, Alicia terpaksa menolak keinginan sahabatnya itu, karena ia tidak ingin Josh bertemu dengan Leon yang akan tinggal di rumahnya untuk sementara waktu.


Sebelumnya, ketika dalam perjalanan dari hotel menuju rumah Gwen, Alicia telah menghubungi kedua orang tuanya dan meminta ijin agar Leon bisa tinggal di rumahnya selama beberapa hari sampai Leon menemukan tempat tinggal untuk dirinya sendiri, dan walau ia tahu ayahnya tampak sedikit keberatan dengan hal itu, tetapi Alicia cukup beruntung karena ibunya menyetujuinya.

__ADS_1


"Alicia??" Gwen menatap Alicia yang tampak berpikir dengan wajah curiga.


__ADS_2