
"Siapa yang memintamu untuk menciumku?!" dengus Dr. Mark.
"Bagaimana aku mengajarimu jika tidak menunjukkannya padamu?" Leon kembali mengisi gelasnya.
"Cium saja gadis itu di hadapanku!"
"Bukankah itu menjijikkan untukmu?!" sindir Leon sambil melirik sahabatnya.
"Hahaha." Dr. Mark tertawa canggung, "Sebenarnya... Itu tidak menjijikkan! Tetapi itu terlihat sangat panas dan sexy! Kamu tahu? Itu membuatku merasa sangat ingin berada di posisimu saat itu dan merobek pakaian gadis kecil itu! Sedikit membuatku iri." Dr. Mark menghela nafas dan menenggak minumannya.
"Kalau begitu, ikutlah bersamaku pindah ke Los Angeles! Aku membutuhkanmu untuk menyediakan darah untukku!"
"Hei Leon, apakah kamu yakin akan meninggalkan Transylvania demi gadis itu?!" protes Dr. Mark.
"Tentu saja, aku telah berjanji akan menjaganya! Dan juga... Alicia tidak mungkin tinggal di sini bersamaku, gadis itu memiliki keluarga dan teman-temannya di Los Angeles! Aku tidak ingin Alicia melepaskan mereka semua hanya untuk tinggal bersamaku!"
Dr. Mark tertawa keras mendengar ucapan Leon.
"Lihatlah siapa yang sedang berbicara sekarang?! Seorang pria tampan dan sukses yang berumur ratusan tahun rela meninggalkan semua miliknya demi mengejar cinta sejati! Aku kagum padamu teman!" ucapnya sambil menepuk pundak Leon.
"Aku tidak butuh pendapatmu!" Leon menepis tangan sahabatnya, "Aku lebih membutuhkan kehadiranmu di sana bersamaku!" tukasnya.
"Lalu bagaimana dengan Istanamu ini?" Dr. Mark menatap Leon.
"Seseorang akan mengurusnya untukku!"
"Hmmm..." Dr. Mark memicingkan matanya, "Kalau begitu baiklah! Aku akan menyusulmu setelah menitipkan Rumah Sakitku dan puluhan pasienku pada Asistenku, lagipula... Kamu telah banyak membantuku dengan menyelamatkan nyawa kecilku ini dan membangun sebuah Rumah Sakit yang besar untukku!"
"Bagus!" Leon tersenyum pada sahabatnya, "Jangan khawatir, aku akan memberikan sebuah Rumah Sakit baru untukmu!"
"Aku percaya itu! Karena membahas tentang ini... Aku ingin tahu, apakah gadis kecil itu tahu jika dirinya sedang menjalin hubungan dengan seorang Drakula yang memiliki kekayaan melebihi kekayaan seorang Raja Inggris?"
"Dia tidak perlu mengetahuinya! Cukup simpan ini sampai aku menikahinya!"
"Itu memang terlihat seperti dirimu! Selalu tampil sederhana, aku suka itu!" Dr. Mark tertawa kecil, "Kita harus bersulang untuk ini, karena akhirnya sahabatku ini memutuskan untuk meninggalkan Transylvania apapun alasannya!" Dr. Mark mengangkat gelasnya.
"Cheerrs!" Leon tersenyum sambil mengangkat gelasnya.
***
__ADS_1
Pagi hari di bandara Transylvania, Leon memenuhi janjinya untuk membawa Alicia kembali ke Los Angeles.
Setelah berada di dalam pesawat, Leon melirik Alicia yang duduk di sampingnya, bawah mata Alicia tampak sedikit menghitam.
"Apakah gadisku ini kurang tidur semalam?" goda Leon.
Mendengar ucapan Leon, Alicia melirik pria itu yang sedang tersenyum padanya.
"Ini semua karenamu, setelah kamu menciumku... Aku sama sekali tidak bisa menutup mataku ini! Bibirmu itu membuatku ingin berlari menghampirimu!" gumam Alicia.
Leon kembali tersenyum mendengar gumaman Alicia.
"Hei, aku ingin tinggal di rumahmu sebelum aku menemukan tempat tinggal untukku!" bisik Leon.
"Apa?!!" Alicia menatap Leon dengan wajah tak percaya, ia terpaku sesaat ketika menatap mata biru Leon dan bibir merah miliknya, Alicia menelan ludah saat pandangannya jatuh di bibir Leon.
"Hei, haruskah aku menciummu di depan semua orang ini?" Leon kembali berbisik ketika melihat wajah Alicia perlahan mendekatinya.
"Apa?" Alicia tersentak.
"Apakah aku harus mengulangi ucapanku atau kita lakukan saja?!"
Alicia mengangguk pelan, sesaat kemudian ia menggeleng keras.
"Kamarmu?"
Pertanyaan Leon kembali membuat Alicia tersentak.
"Itu... Maksudku rumahku!" sahut Alicia canggung.
"Itu artinya kamu mengijinkanku untuk tinggal di rumahmu karena kamu sangat ingin menciumku?" goda Leon.
"Benar." Alicia mengangguk, "Tidak, bukan itu maksudku!" sanggah Alicia setelah sadar dengan ucapannya, "Ada apa denganku?!!" jerit hatinya, ia memalingkan wajahnya yang mulai bersemu merah.
Leon tertawa kecil melihat Alicia yang terlihat salah tingkah di hadapannya.
"Gadis bodoh!" gumamnya sambil mengelus kepala Alicia dengan lembut, "Alicia alicia... kepolosanmu ini membuatku sangat ingin menciummu!" bisik hati Leon.
***
__ADS_1
Malam hari pukul 1 malam, pesawat yang ditumpangi Alicia dan Leon mendarat di Los Angeles.
"Haruskah kita kembali ke rumahmu malam ini? Atau kita bisa mencari sebuah hotel untuk beristirahat!" tanya Leon ketika sedang memasukkan tas miliknya ke bagasi taksi yang baru saja didapatkan olehnya.
"Sudah terlalu malam, aku tidak ingin membangunkan ayah dan ibuku yang harus bekerja pagi!"
"Aku sudah tahu jawabanmu!" Leon menutup bagasi taksi dan menarik Alicia ke dalam taksi.
Di dalam taksi, yang bergerak menuju sebuah hotel mewah di Los Angeles, Leon tampak memesan sebuah kamar secara online.
Alicia tertegun ketika melihat di mana taksi tersebut berhenti.
"Apakah kamu akan menghabiskan malam dengan hanya berdiri di sana?" celetuk Leon, saat melihat Alicia hanya berdiri terpaku di depan hotel.
"Tapi Leon, Hotel ini terlalu mahal!" bisik Alicia.
"Tenang saja, aku mendapatkan kamar di sini secara gratis karena Pemilik Hotel ini adalah temanku! Ayo masuk!" Leon menarik tangan Alicia memasuki lobby hotel.
Beberapa Karyawan Hotel tampak menunduk hormat ketika melihat Leon, tetapi Leon memberi kode dengan tangannya agar semua bersikap biasa saja.
"Selamat datang Big..." Resepsionis menghentikan ucapannya ketika Leon meletakkan telunjuknya di depan bibirnya, dan tampak tersenyum saat melihat Leon melirik Alicia yang berdiri di hadapannya, "Selamat datang Mr. Leon, senang melihat anda kembali mengunjungi hotel ini!" sahutnya sambil menyerahkan kunci hotel pada Leon.
"Terima kasih, aku juga sangat senang bisa kembali ke Los Angeles." Leon melemparkan senyum pada Resepsionis itu yang telah membantunya menyembunyikan identitasnya.
Leon menarik tangan Alicia mengikuti pelayan Hotel yang membawa tas miliknya ke kamar yang telah dipesannya.
"Leon, apakah menurutmu Karyawan di Hotel ini terlihat sangat aneh?!" tanya Alicia sambil berbisik.
"Aneh??" Leon menggelengkan kepalanya, "Aku tidak berpikir ada yang aneh di sini!" ucapnya santai.
"Mr. Leon, kamar anda!" Pelayan Hotel membukakan pintu kamar untuk Leon dan meletakkan tas milik Leon dan Alicia di dalam kamar, "Selamat malam," pamitnya sambil menunduk hormat dan menutup pintu kamar.
"Lihatlah pelayan itu!" tunjuk Alicia bingung.
"Berhentilah memikirkan hal itu!" Leon menghempaskan tubuhnya ke sofa, "Aku pikir daripada memikirkan hal itu, lebih baik saat ini kita membahas semua percakapan di atas pesawat tadi!" tukas Leon sambil melirik Alicia.
Alicia membalikkan tubuhnya menatap Leon, ia menggigit bibirnya ketika melihat bibir Leon yang sedang tersenyum padanya.
"Kemarilah!" Leon menggerakkan kepalanya.
__ADS_1
Melihat hal itu, Alicia melangkah cepat menghampiri Leon dan duduk dipangkuan Leon yang menarik pinggang rampingnya dan mencium bibirnya dengan lembut, tetapi sentuhan panas itu tidak berlangsung lama karena Alicia kembali merobek kemeja yang sedang dikenakan oleh Leon.
"Are u kidding me?!" lontar Leon setelah mengangkat wajahnya dan melihat kemeja miliknya.