
Melihat tingkah kakak tertuanya dan sikap Leon yang terlalu posesif pada kekasihnya membuat Alice segera membawa Julian pergi setelah terlebih dahulu meminta maaf pada Leon tentang apa yang sudah dilakukan saudaranya itu pada Leon.
Dan karena mengingat kebaikan Alice, Leon dengan senang hati menerima permintaan maaf tersebut.
Setelah meninggalkan hotel Leon, di dalam mobil yang melaju kencang kembali ke rumah saudara lelakinya ini Alice terus memperhatikan Julian yang sedang menyetir, tanpa ingin membahas apa yang telah terjadi tatapan Julian hanya tertuju pada jalanan di hadapan matanya, tetapi Alice mengerti bahwa itu hanyalah sebuah tatapan kosong karena pikiran saudaranya ini telah teralihkan.
"Kakak, ada orang di tengah jalan!!" teriak Alice.
Dengan reflek Julian menekan rem mobil dan membanting setirnya ke kiri, hingga membuat mobil berhenti mendadak di sisi kiri jalan.
"Kakak, ada apa denganmu?!!" protes Alice setengah berteriak, ia sangat ingin marah pada saudara lelakinya ini, tetapi melihat Julian menundukkan wajahnya dan juga mendengar saudaranya itu menghela nafas berat Alice pun mengurungkan niatnya, "Kakak??" ia menyentuh pundak Julian dengan wajah iba.
Sentuhan sang adik membuat Julian berpaling, ia menatap Alice dan mencoba tersenyum pada adiknya itu.
"Apakah menurutmu kakakmu ini sangat bodoh?" tanyanya lirih.
Alice menggeleng pelan.
"Kakakku adalah pria yang baik, kakak humoris, setia kawan, sukses dan satu lagi kakakku ini adalah pria yang sangat tampan," pujinya.
Julian tertawa kecil mendengar pujian sang adik, tetapi itu hanya sebentar karena ia kembali memperlihatkan wajahnya yang tampak sedih dan putus asa, dengan lesu ia meletakkan kedua tangannya pada setir dan menyembunyikan wajahnya.
"Kesuksesan atau wajah yang tampan itu sama sekali tidak berguna bagiku jika tidak bisa melindungi wanita yang aku suka!"
__ADS_1
Alice hanya diam, ia sangat mengerti perasaan Julian saat ini karena bagi Alice sendiri Alicia memang gadis yang menawan, bahkan ia sendiri sebagai wanita sangat menyukai kepribadian Alicia ketika ia pertama kali bertemu dengannya, bukan hanya itu... Alicia bahkan berhasil menarik perhatian Leon sahabatnya yang sangat dikenalnya sebagai pribadi yang sukar untuk disentuh, dan hari pertama ia bertemu Alicia juga merupakan pertama kalinya ia melihat Leon mencium seorang wanita, bahkan Leon melakukan hal itu tanpa sungkan di hadapan semua tamu undangan Bastian Anderson.
"Mengapa harus dia?!" tanya Alice tanpa sadar, ucapannya ini sebenarnya ditujukan Alice untuk dirinya sendiri, tetapi ucapan yang telah ia lontarkan tersebut menarik perhatian Julian dan membuat saudaranya itu mengangkat wajahnya, bibir Julian tampak menyunggingkan senyum ketika melihat dirinya.
"Bukankah Alicia seorang wanita yang menarik?"
Pertanyaan ini sebenarnya bisa dijawab Alice dengan mudah, tetapi yang ingin ia ketahui adalah kapan dan bagaimana saudaranya ini mengenal Alicia? Jika hanya dengan alasan Alicia adalah bawahannya dan mereka mengenal satu sama lain semua karena hubungan kerja saja, maka saudaranya ini tidak akan memperlihatkan wajah terpuruk seperti saat ini padanya.
"Aku melihatnya pertama kali di bus, dia berdiri di sampingku dengan mengenakan seragam keamanan Klub milikku, saat itu aku sempat berpikir sejak kapan Klub milikku memiliki seorang keamanan berwajah cantik? Dan saat itu juga aku baru menyadari kalau dia adalah seorang wanita ketika melihat kancing seragam yang dikenakannya terbuka, wanita itu bekerja keras untuk menutupi tubuh wanitanya dan aku tahu itu tidak mudah, menurutku... Itu sangat disayangkan, karena dengan wajah dan tingginya saja seharusnya Alicia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sekedar menjadi seorang petugas keamanan depan, dan ketika aku mengusulkan padanya untuk menjadi Asistenku, dia menolaknya dengan wajah dingin dan tanpa memikirkannya sama sekali, wajah itu juga diperlihatkannya di bus ketika aku memperkenalkan diriku dan itu sangat menarik!" Julian tertawa kecil mengingat pertemuannya dengan Alicia, "Hari pertama aku mengenalnya adalah pertama kalinya aku ditolak oleh seorang wanita, dia membuatku sangat tertarik dan penasaran." Ia kembali menghela nafas.
Semua penjelasan Julian membuat Alice mengagumi sikap Alicia.
"Sekarang aku mengerti mengapa Leon sangat posesif pada kekasihnya itu, wanita itu terlalu menarik untuk diabaikan, bahkan aku juga mengagumi sikapnya itu, tetapi sayang sekali dia adalah wanita milik Pimpinan Vald Corporation yang arogan itu, jika tidak... Mungkin sedikit menyenangkan jika Alicia bisa menjadi kakak iparku," gumamnya pelan.
"Benar, sangat disayangkan," bisik Julian lirih, ia melemparkan pandangannya pada jalanan yang terlihat sepi saat ini, "Andai saja aku masih memiliki kesempatan..."
Malam hari, setelah menghabiskan makan malam bersama Alicia dan putranya di kamar miliknya, Leon yang sedang mencoba segelas darah yang baru saja diberikan Dr. Mark padanya menawarkan darah tersebut pada Leonardo putranya, tetapi Leonardo melihat hal itu dengan wajah jijik.
"Ibu... Mengapa ayah memberikan darah itu padaku dan memintaku untuk meminumnya?!" teriak Leonardo kecil, ia berlari menjauhi Leon dan menghampiri ibunya.
Melihat hal itu Alicia sangat marah pada Leon karena telah menakuti putranya.
"Putraku itu seorang Bangsawan Drakula, ia harus makan untuk mempertahankan tubuhnya!" cetus Leon.
__ADS_1
"Tetapi bukan seperti ini caranya! Leonardo membenci bau darah!"
"Apa?! Mengapa?! Bukankah seharusnya putraku ini sangat menyukai darah?!" tanya Leon bingung.
Alicia menghela nafas melihat wajah bingung kekasihnya tersebut.
"Leonardo hanya mengkonsumsi daging setengah matang, sisa darah yang masih tersisa di daging tersebutlah yang membuatnya bertahan, putraku hidup dari darah hewan yang telah dipanaskan terlebih dahulu."
"Itu penghinaan!! Aku tidak bisa menerimanya!!" protes Leon, baginya sebagai Bangsawan Drakula meminum darah hewan itu adalah penghinaan terbesar, walau dulu ia pernah melakukannya, tetapi ia tidak ingin putranya ini juga harus merasakannya.
"Itu bukan penghinaan! Sadarlah kalau putramu ini hanya setengah Drakula!"
"Ucapan apa itu?! Tidak ada yang namanya setengah Drakula jika dia terlahir dari rahim Calon Pengantin Drakula, dia... Adalah Bangsawan Drakula seutuhnya!"
"Tetapi dia putraku, dan aku hanya seorang manusia biasa!"
"Jangan lupa kalau kamu adalah Calon Pengantinku, darahmu sangat istimewa! Mungkin kamu belum mengetahui jika Ibuku juga adalah seorang wanita biasa sebelum ayahku mengubahnya! Dan itu tidak membuatku menjadi setengah Drakula! Katakan padaku, apakah Leonardo bisa mengubah wujudnya?!"
Alicia melirik putranya dan mengangguk perlahan.
"Itu artinya dia adalah Drakula terpilih yang telah mewarisi darahku sepenuhnya! Putraku ini adalah seorang Bangsawan Drakula."
"Tetapi Leon..."
__ADS_1
"Putraku ini bukan Vampir! Dia membutuhkan darah manusia untuk pertumbuhannya! Ajari Leonardo untuk meminum darah dari kantong darah ini sebelum tubuhnya itu menyadari wanginya darah di tubuh manusia hidup! Karena jika hal itu sampai terjadi... Putraku ini akan berubah menjadi seorang pemangsa!! Dan ketahuilah bahwa itu sangat buruk untuk dibayangkan karena aku telah pernah melalui hal itu."
"Apa?! Mengapa tidak pernah memberitahukan hal ini padaku?!!" teriak Alicia cemas, kebenaran tentang Leon membuatnya merasa takut sekarang, pria yang selalu lembut padanya ini ternyata pernah memangsa manusia, dan itu kelak juga akan terjadi pada putranya.