STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.

STRONG GIRL AND DRACULA PRINCE.
REGINA.


__ADS_3

Dua pasang mata yang menatapnya curiga membuat Dr. Mark menarik Leon untuk meninggalkan kamar, setelah meminta ijin kepada kedua orang tua Alicia, ia pun membawa Leon pergi.


Di dalam ruang kantornya beberapa saat kemudian, Leon yang tengah duduk di sofa menghela nafas melihat sahabatnya Dr. Mark terus saja mondar-mandir di hadapannya.


"Di mana Anton?!" tanyanya.


Dr. Mark menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan ini, ia melirik Leon yang sedang menatapnya lalu menghampiri sahabatnya itu.


"Hei Leon, tolong jangan mengalihkan pembicaraan!" protesnya, "Kamu telah mengubah seorang wanita baik menjadi Drakula, bagaimana jika hal ini sampai diketahui oleh kedua orang tuanya?!"


"Aku terpaksa melakukannya! Lagipula cepat atau lambat aku tetap harus mengubahnya! Dia adalah Pengantinku, dan dia harus menemaniku menjalani kehidupan selama ratusan tahun, sebagai manusia biasa menurutmu apakah Alicia bisa melakukan itu?!"


"Tetapi bukankah hal ini bisa menunggu sampai kedua orang tuanya pergi terlebih dahulu!"


"Saat itu aku tidak memiliki pilihan! Aku tidak menyadari sebelumnya jika Victor telah meningkatkan kekuatannya dengan memangsa puluhan orang, dan Alicia... Walaupun kekuatannya cukup besar, di hadapan seorang pemangsa berumur ratusan tahun seperti Victor istriku itu bukanlah apa-apa, daripada melihatnya berubah menjadi anak Sang Dewi Malam dengan tenaganya yang sebesar itu, maka aku lebih memilih untuk mengubahnya menjadi sepertiku saat itu juga!"


"Lalu bagaimana jika ia terbangun nanti?! Bukankah ia akan membutuhkan darah?!"


"Tenanglah... Aku telah memikirkannya, saat terbangun nanti jika ia telah berubah sempurna seperti diriku, orang pertama yang akan dicari olehnya adalah aku, seperti aku yang tertarik pada darahnya... Setelah ia merasakan darahku itu, ia akan segera mencariku! Darah pertama yang ia butuhkan adalah darahku! Selain memerlukan darahku, mulai dari saat ia terbangun sebagai pengantinku yang sesungguhnya ia bahkan akan tergila-gila padaku dan mematuhi semua ucapanku!"


"Pria kejam, kamu mengubah istrimu menjadi budakmu!"


"Aku tidak mengubahnya agar menjadi budakku!! Tetapi darah bangsawanku yang memaksanya untuk tunduk di hadapanku! Dasar bodoh! Jika kemarin Victor tidak menggigitnya apakah menurutmu aku rela mengubahnya secepat ini?! Terus terang aku suka Alicia yang dulu, caranya menantangku, menatapku dengan wajah cemberut, menurutku itu sangat manis." Leon tersenyum tipis mengingat wajah cemberut Alicia yang marah padanya ketika ia memaksa istrinya itu untuk melayaninya, "Tetapi lupakan dulu ini, katakan padaku apakah Jenderal Pasukan Rahasia telah membersihkan sisa pertempuran semalam?! Dan bagaimana dengan tugasmu bersama Anton?!" tanyanya sambil menatap Dr. Mark.


Dokter muda ini tidak segera menjawab, tetapi justru menghempaskan pantatnya di samping Leon.

__ADS_1


"Semua telah dibersihkan! Untung saja Manajer Bar ikut bekerja sama dan memberitahu pada pihak kepolisian bahwa yang terjadi semalam di Bar miliknya hanyalah perkelahian dari beberapa tamu Bar yang mabuk, sementara rumah yang telah disewa Dimitri telah dibersihkan oleh semua pekerja pembersihan Vald Corporation, jadi... Ketika Pemilik rumah tersebut datang maka ia tidak akan menemukan bekas apapun di sana! Lagipula semua mayat di rumah itu telah menghilang begitu saja dan hanya menyisakan debu hitam di mana-mana," lapornya, sejenak ia diam dan menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, "Hei Leon, apakah menurutmu ini telah berakhir?" tanyanya kemudian sembari menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Musuh ratusan tahun dan Dimitri telah selesai, sementara keluarga Brown dan Marino... Aku telah memerintahkan semua bawahan yang mengawasi kota kecil itu agar menghabisi kedua keluarga itu jika berani meninggalkan kota tersebut, masalahku sekarang hanya tinggal Julian, tadi pagi pria itu pergi dengan wajah marah ketika aku membawa Alicia kembali dalam keadaan terluka dan tak sadarkan diri, aku takut ia akan mengambil langkah yang salah nantinya dengan mencoba merebut Alicia dari tanganku."


"Tolong jangan bertindak padanya, pria itu kelak akan menjadi iparku!"


PLAKKK!!


"Hei!!!!" teriak Dr. Mark kesal sambil mengelus kepalanya yang baru saja dipukul oleh Leon, "Aku belum memeriksa kepalaku kemarin, mengapa hari ini memukulku lagi?!"


"Sembuhkan dulu kebodohanmu jika ingin aku berhenti melakukannya!" sahut Leon acuh tak acuh, dengan santai ia beranjak dari sofa, "Sekarang aku harus melihat keadaan istriku terlebih dahulu, jika bertemu Anton katakan padanya untuk menemuiku!" lanjutnya lagi, lalu pergi begitu saja meninggalkan Dr. Mark yang menatap kepergiannya dengan wajah cemberut.


"Dasar pria arogan!!!" umpat Dokter muda ini dalam hati ketika melihat Leon keluar dari kantor miliknya.


Suara pintu lift yang terbuka membuat Leon mengangkat wajahnya, tak jauh dari lift di mana ia berada saat ini ia bisa melihat pintu kamarnya, di depan pintu tersebut tampak kedua orang tua Alicia bersama putranya juga Biana sedang berdiri dengan wajah bingung sambil menatap ke arah pintu, dengan pandangan tak mengerti Leon meninggalkan lift dan menghampiri keluarga kecilnya ini.


"Paman, ada apa?" tanyanya pada James ketika ia telah berada di hadapan kedua mertuanya itu.


"Ayah, Ibu.... Ibu telah bangun dan terlihat aneh, bahkan ibu mengusirku juga kakek dan nenek dan tante Biana! Sepertinya ibu tidak mengenalku!" celetuk Leonardo kecil.


"Berbeda? Tidak mengenal keluarganya? Bagaimana mungkin? Apakah ada sesuatu yang salah?!" pikir Leon, ia menatap pintu kamar dengan kening berkernyit, sesaat kemudian ia mengalihkan pandangannya pada James yang sedang melihatnya dengan marah juga Checille yang terlihat sangat cemas, dengan perlahan ia mencoba membujuk kedua mertuanya ini agar kembali ke kamar mereka terlebih dahulu bersama Leonardo, sementara ia akan memeriksa keadaan istrinya.


Walau harus mendengarkan kemarahan James sebelumnya, tetapi akhirnya mertuanya ini mau mengikuti ucapannya, setelah melihat kedua mertuanya telah memasuki lift bersama Biana dan putra kecilnya, Leon pun membuka pintu kamarnya, dan di dalam kamarnya ia melihat Alicia tengah duduk melamun di atas ranjang.


__ADS_1


"Sayang..." Sapanya lembut.


Wajah itu berpaling padanya dan menatapnya, tetapi tatapan itu terlihat sangat asing tidak seperti istrinya yang biasa, tatapan mata itu yang telah berubah menjadi biru cerah memperhatikannya dari ujung rambut hingga ujung kaki seperti tidak mengenal dirinya, juga sangat mendominasi.


Regina??


Leon tertegun melihat netra biru jernih itu.


"Kamu seorang Vlad?!" tanya suara itu dingin.


"Satu-satunya!" jawab Leon, ia menghampiri Alicia dengan wajah bingung, "Apa yang terjadi? Mengapa istriku terbangun sebagai seorang Ratu Drakula?! Apakah istriku ini memiliki darah Vrajitor Intunecat? Regina, legenda Ratu Drakula yang hanya hadir satu kali dalam ratusan tahun?!" bisik hatinya.


"Berikan darahmu padaku!!"


Ini jelas bukan permintaan, tetapi sebuah perintah, istri yang dipikirnya akan terbangun dan tunduk padanya justru memerintah dirinya, Leon berjongkok di hadapan Alicia setelah tiba di hadapan istrinya itu.


"Sayang... Apakah kamu tidak mengenalku?" tanyanya sedikit gusar, ia menarik pinggang ramping itu agar mendekat padanya dan memeluknya.


"Aku tahu kamu adalah suamiku, tetapi kamu hanyalah seorang Vlad! Jika ingin mendampingiku... Kukuhkan kedudukanmu sebagai Count!" jawab Alicia ketus.


Dia benar-benar tidak mengenalku?!



Leon semakin gusar melihat wajah dingin wanita yang sedang dipeluknya ini yang menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


__ADS_2