Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 31. Uang Dirampas Hape Disita Gandi


__ADS_3

Mbak Lastri berjalan meninggalkan Savitri. Akan tetapi saat dia sampai di depan pintu kamar Reno dia berbalik lagi, ingat akan gunting yang sudah dia lemparkan ke kolong tempat tidur. Dia segera mencari dan mengambil gunting tersebut. Mbak Lastri kuatir jika Savitri khilaf dan berusaha mengakhiri hidupnya dengan menggunakan benda itu.


“Sebentar ya Bu.” ucap Mbak Lastri lagi. Savitri hanya diam saja dengan mata yang masih terpejam. Dengan segera Mbak Lastri membuatkan teh hangat dan menyalakan kompor untuk merebus air. Setelah teh sudah jadi Mbak Lastri segera berjalan lagi ke kamar Savitri untuk memberikan teh manis hangat agar tubuh Savitri tidak dingin dan lemas lagi.


Sementara Mbak Lastri mondar mandir dari dapur menuju ke kamar Reno. Gandi masih tertidur pulas dengan suara denguran yang keras mengalahkan suara teve yang bervolume tinggi. Meskipun tidur namun jika teve itu dimatikan atau dikecilkan volumenya pasti Gandi akan terbangun dan marah marah.


“Biarlah dia tidur saja seumur hidup malah tidak membikin takut dan masalah.” gumam Mbak Lastri dalam hati sambil membawa satu mangkok besar mie instan pesanan Savitri.


“Ini Bu, mie instan istimewa buatan Mbak Lastri.” Mbak Lastri menaruh nampan mangkok mie instan di nakas. Terlihat Savitri membukakan matanya. Mbak Lastri membantu Savitri membetulkan posisi tidurnya agar punggungnya bjsa bersandar di sandaran tempat tidur. Mbak Lastri memasang bantal bantal di bagian punggung Savitri.


“Mbak, aku mau mie instan saja tidak pakai sayuran dan lain lain itu.” ucap Savitri saat melihat mangkok yang dipegang Mbak Lastri mie instan lengkap dengan sayur, telur dan bakso.


“Bu Vitri terlihat lemas sekali, ini penuh gizi Bu, biar Bu Vitri cepat sehat. Bukannya Bu Vitri yang sering bilang begitu pada saya dan anak anak?” ucap Mbak Lastri sambil bertanya mengingatkan Savitri. Savitri terlihat hanya diam saja dan mau makan sampai habis.


“Bu Vitri apa tidak belanja dan masak ya hari ini?” tanya Mbak Lastri hati hati setelah Savitri selesai makan. Sebab Mbak Lastri saat membuka kulkas hanya sisa sisa belanjaan kemarin. Savitri diam sesaat namun akhirnya menangis dan terisak isak. Mbak Lastri menjadi kuatir.

__ADS_1


“Bu, ada apa, apa kata kata ada yang salah?” tanya Mbak Lastri. Savitri menggelengkan kepalanya dan masih terisak. Mbak Lastri menaruh lagi mangkok kosong ke nampan di nakas. Lalu dia mengusap usap punggung Savitri.


“Mbak.... uangku dirampas Gandi hiks.... hiks... Aku tidak pegang uang sekarang....hiks hiks..” ucap Savitri sambil menghapus air matanya.


“Hapeku juga dibawa dia hiks...hiks... katanya dia yang akan membeli makan tapi buktinya dia malah beli minuman haram hiks... hiks...”


“Haduh Bu, bagaimana kalau Pak Gandi mengambil uang Bu Vitri di rekening.” ucap Mbak Lastri dengan kesal dan kuatir.


“Dia tidak tahu pass word ku, saldo juga sudah tidak banyak. Tapi aku tidak bisa menghubungi siapa siapa. Hape Bang Ardi juga dibawa, aku takut kalau dijual Mbak.” ucap Savitri sambil menghapus air mata yang terus meleleh.


“Kok bisa uang dirampas dan hape semua disita to Bu...”


“Aku harus mengambilnya, kasihan Bu Vitri. Tapi bagaimana kalau dia bangun. Aku tutup mukanya dengan mangkok ini he.. he... “ gumam Mbak Lastri. Lalu Mbak Lastri pelan pelan berusaha mengambil hape di saku kaos Gandi. Namun tiba tiba tangan Gandi berubah posisi dengan mendekap dadanya, hingga sakunya tertutup oleh tangan.


“Apa dia tahu kalau akan aku ambil.” Gumam Mbak Lastri lalu berusaha ganti untuk mengambil hape di saku celananya. Tangan Mbak Lastri pelan pelan berusaha menarik hape itu. Dan dengan cepat Mbak Lastri menariknya dengan sukses. Mbak Lastri terlihat lega. Namun saat jarinya menyentuh hape itu, terlihat wall paper nya wajah Gandi yang menyeringai. Mbak Lastri kaget dan kesal. Sebab yang sudah diambil hape Gandi. Mbak Lastri tidak mau menyerah dia membuat tangan Gandi berpindah posisinya. Namun hasilnya malah Gandi merubah posisi tidurnya menghadap sandaran sofa dan meringkuk tubuhnya. Mbak Lastri semakin sulit untuk mengambil hape yang berada di kantong kaos Gandi.

__ADS_1


“Susah sekarang ditutupi tubuhnya. Apa ganti aku sita saja hape Pak Gandi ini.” Gumam Mbak Lastri sambil membawa hape Gandi. Namun saat dia mau melangkah pergi, Gandi merubah lagi posisi tidurnya. Mbak Lastri menoleh melihat saku kaos Gandi. Terlihat sekarang kempes tidak ada hape di kaos nya.


“Ha.. itu pasti hape hapenya jatuh di sofa.” gumam Mbak Lastri sambil melangkah berjingkat jingkat mendekat lagi. Benar hape hape itu terjatuh dari kantong kaos Gandi dan berada di sofa terjepit antara tubuh Gandi dan sandaran sofa. Mbak Lastri dengan hati hati berusaha untuk mengambil hape itu.


HUPS.......


Mbak Lastri sukses mengambil kedua hape itu dengan segera Mbak Lastri membawa ketiga hape yang sudah bisa diambilnya. Mbak Lastri dengan segera menyimpan hape hape itu di dalam kamarnya.


“Eh mangkok dan nampan ketinggalan.” ucap Mbak Lastri lalu berjalan cepat untuk mengambil nampan dan mangkalnya sebelum Gandi bangun. Setelah Mbak Lastri mengambil mangkok dan nampan Mbak Lastri pergi ke kamar Reno untuk melihat Savitri. Dan dilihatnya Savitri tertidur pulas. Mbak Lastri lalu berjalan menuju ke kamarnya.


“Aku harus beri tahu Om Arya perkembangan terkini. Baru aku tinggal sehari saja Bu Vitri sudah teraniaya bagaimana jika Bu Vitri hanya sendirian dengan orang gila itu.” gumam Mbak Lastri dalam hati. Namun saat dia akan menghubungi Arya.


KRUCUK KRUCUK KRUCUK


Mbak Lastri memegang perutnya sambil tersenyum. Dia lalu pergi ke dapur untuk membuat mie instan untuk mengisi perutnya.

__ADS_1


“Kalau begini setiap hari aku bisa jadi langsing. Sampai aku lupa makan seharian karena mikir cari pekerjaan dan ngurusi Bu Vitri yang sedang teraniaya oleh suami gilanya.” Mbak Lastri bergumam sambil membuat mie instan di dapur. Namun tiba tiba terdengar suara Gandi berteriak teriak memanggil Savitri. Mbak Lastri gemetaran. Gemetar karena lapar juga gemetar Gandi akan ngamuk karena hapenya hilang.


“Vit.. Vit... kamu jangan macam macam. Kamu sudah berani melawan aku sudah berani mengambil hapeku.” teriak Gandi yang sekarang suaranya semakin jelas di telinga Mbak Lastri.


__ADS_2