
Bis terus berjalan, karena pintu sudah ditutup dan tidak mendengar teriakan Helena.
“Mami... Mami .... “ teriak Keynan dengan sangat keras, semua penumpang di dalam bis melihat ke arah dia. Sementara bis terus berjalan.
“Siapa Mami anak ini?” tanya salah seorang penumpang sambil melihat ke arah penumpang yang lain. Tampak tidak ada yang mengaku memang bukan anaknya.
“Jangan jangan orang yang tadi masih di halte .” ucap yang lain dengan nada kuatir
“Mami... Mami... Mami... kenapa Mamiku ditinggal hua... hua... hua...” teriak Keynan dengan sangat keras dan sekarang dia mulai menangis kejer, dia benar benar takut karena terpisah dari Mami nya dan tidak tahu mau turun di mana.
“Mami.. Mami...Mami...” teriak Keynan terus menerus tanpa henti.
“Pak, berhenti dulu kasihan anak ini.” ucap salah satu penumpang.
“Tidak bisa kita dijadwal ini, nanti berhenti di halte berikutnya saja. Anak ini ditaruh di halte kita titip pada petugas halte saja.” jawab Pak sopir. Sedangkan Keynan terus menangis.
Sementara itu Helena yang ketinggalan bis tampak panik, dia tidak mungkin berlari mengejar bis, untuk menunggu bis lainnya juga lama dan dia ber mikir pasti Keynan sudah menangis.
“Anak itu kenapa selalu bikin masalah.” gumam Helena dengan kesal, akhirnya Helena mengambil hapenya lalu mengusap usap benda pipih persegi empat itu, dia memesan ojek online untuk menuju ke halte berikutnya. Tidak lama kemudian ojek sudah datang.
“Untung cepat datang.” gumam Helena. Motor ojek lalu segera berjalan. Helena meminta tukang ojek agak cepat dan mengejar bis kota. Benar ojek bisa mendahului bis itu. Dan tidak lama kemudian sudah sampai di halte Helena segera turun dan menuju ke halte.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian bis yang tadi di kejar sudah berhenti di halte. Helena berada di barisan paling depan. Saat pintu terbuka terlihat Keynan anaknya masih menangis sambil digandeng petugas bis.
“Mami...” teriak Keynan saat melihat Mamanya ada di depannya, dia langsung memeluk kali Maminya.
“Ayo masuk lagi.” ucap Helena sambil menggandeng tangan Keynan.
“Mami kenapa Mami sudah ada di situ tadi, apa Mami lari?” tanya Keynan dengan mata berbinar sudah hilang wajah takut dan kuatirrnya namun kini tubuhnya terus menempel ke tubuh Helena. Tampak para menumpang melihat ke arah mereka dan masih banyak penumpang yang membicarakan tragedi yang baru saja menimpa mereka.
Bus terus berjalan dan tidak lama kemudian bis sampai di halte yang paling dekat dengan lokasi perusahaan Arya. Helena dan Keynan turun, Keynan tampak trauma berpisah lagi dengan Maminya kini dia terus memegang tangan Maminya.
“Meskipun Mami galak aku tidak mau kehilangan Mami. Aku takut sendiri.” ucap Keynan sambil berjalan di samping Helena. Sedangkan Helena hanya diam saja. Dia masih berpikir bagaimana caranya agar bisa bekerja di perusahan Arya. Saat masuk ke pintu gerbang perusahan Helena yang berjalan sambil berpikir tidak melihat jika pintu masuk untuk pejalan kaki di tempat yang paling pinggir, dia langsung saja menyelonong sambil menggandeng tangan Keynan. Di saat yang bersamaan mobil yang dikendarai oleh Pak Slamet yang baru saja mengambil berkas berkas Arya dan Savitri masuk ke dalam gerbang itu. Dan..
“Auwwwwwhhhhh.” teriak Keynan dengan sangat keras dan selanjutnya tubuhnya terjatuh sebelum Helena bisa menopangnya.
“Pak bawa ke rumah sakit saja.” ucap pak satpam. Pak Slamet lalu cepat cepat mengendong Keynan dan dimasukkan ke dalam mobilnya. Helena mengikuti dari belakang dan turut masuk ke dalam mobil. Saat Pak Slamet duduk di jok kemudi dia melihat berkas berkas yang tadi dia bawa. Lalu dia memamggil Pak Satpam agar membawa berkas berkas itu di taruh ke dalam ruangan Pak Arya.
Helena memangku Keynan sambil telinganya mendengarkan pembicaraan Pak Slamet dan Pak Satpam. Telinganya langsung melebar jika ada nama Arya disebut. Sedangkan Keynan masih terus mengaduh kesakitan. Pak Slamet terlihat sangat panik dan kuatir. Dia mengambil kotak PPPK dan diserahkan pada Helena. Mobil terus melaju menuju ke rumah sakit.
“Ibu tadi kenapa tidak lewat di pintu masuk pejalan kaki.” gumam Pak Slamet menyesali yang sudah terjadi. Sementara Helena hanya diam saja sambil mengusap usap luka memar pada tubuh Keynan dengan minyak oles. Helena pun sangat kesal dengan apa yang sudah terjadi.
“Keynan tadi Mami sudah minta kamu tinggal di kamar kontrak saja tetapi tidak mau, jadi begini akhirnya. “ suara lirih Helena yang ditujukan pada Keynan.
__ADS_1
“Sakit Mam... sakit...” rintih Keynan. Pak Slamet semakin panik mendengar rintihan Keynan yang terus menerus dia menambah laju kemudi mobilnya agar segera sampai ke rumah sakit.
Sementara itu di rumah Oma dan Oma, Savitri sudah mulai bekerja di dalam kamar Arya. Savitri disuruh oleh Arya membuka email email yang masuk.
“Pak Arya ada banyak email masuk, aku tidak bisa membalasnya.” ucap Savitri yang duduk di kursi Arya sambil menghadap lap top di depannya.
“Coba lihat.” ucap Arya lalu dia berdiri di belakang agak samping tempat duduk Savitri dengan kepala dia sejajarkan dengan kepala Savitri, Arya juga ikut membaca email yang ada di layar lap top tersebut. Lalu Arya memberikan arahan pada Savitri dalam membalas email tersebut.
Jarak dua kepala anak manusia yang begitu dekat, menyebabkan hembusan nafas Arya menyapu wajah Ssvitri di bagian pipi, Savitri merasa dadanya berdetak lebih kencang. Demikian juga aroma harum Savitri pun membuat jantung yang berada di dalam dada Arya mau melompat. Lama lama Arya tidak bisa lagi berkonsentrasi dalam memandu Savitri dalam membalas email.
“Sudah itu dulu saja, nanti dilanjutkan lagi. Kak Vitri buka data tentang klien dan pelajari itu.” ucap Arya lalu dia menegakkan tubuhnya. Dan beberapa saat kemudian terdengar hape Arya berdering, Arya segera mengambil hapenya, tampak kontak nama Dimas tertera di layar hape nya. Arya dengan cepat menggeser tombol hijau.
“Hallo.” ucap Arya setelah menggeser tombol hijau
“Pak Arya, berkas sudah saya terima, ini ada berkas Bu Vitri apa harus saya serahkan ke divisi HRD?” tanya Dimas
“Ya.” jawab Arya.
“Tadi Pak Satpam yang mengantar, katanya sedang ada tragedi, Pak Slamet nabrak anak kecil...”
“Ha bagaimana bisa terus bagaimana anak itu, dimana kecelakaan itu?” tanya Arya dengan ekspresi kaget dan kuatir.
__ADS_1
“Itulah Pak, kecelakaannya di pintu masuk, menabrak anak seorang dari tamu yang akan masuk.” jawab Dimas yang tidak tahu jika yang ditabrak Keynan anak Helena.