
Waktu yang dinanti nanti pun tiba. Sejak pagi seluruh penghuni yang ada di rumah Oma dan Opa sudah terlihat sibuk. Tukang rias atau istilah kerennya make up artist pun juga didatangkan untuk merias mereka semua. Sungguh berbeda saat dengan Gandi, di saat menikah pun Savitri hanya merias wajahnya secara mandiri. Kini baru acara lamaran saja semua anggota keluarga dirias oleh make up artist.
“Aku sudah cantik kayak Mama ya...” ucap Reni sambil duduk di depan meja rias saat sudah selesai dirias. Dia memakai baju kebaya couple dengan baju kebaya Savitri.
“Iya sudah cantik kayak Mama.” ucap perias sambil tersenyum. Savitri yang sudah selesai di rias pun sudah duduk manis di sofa. Kini tinggal Oma yang belum selesai. Sedangkan kaum pria di rias di kamar Arya.
Dan tidak lama kemudian muncul sosok Reno yang sudah ganteng dengan memakai tuxedo.
“Ma aku Papa Arya dan Opa sudah selesai.” ucap Reno saat masuk ke dalam kamar, dia sambil tersenyum menatap Mamanya dan adiknya Reni secara bergantian.
“Mama dan Adik cantik.” puji Reno sambil terus memandang kagum pada Mamanya dan Reni.
“Oma, cantik tidak Kak?” tanya Oma tidak mau kalah. Reno lalu terlihat menoleh ke arah Oma yang masih dirias. Tampak Reno berpikir pikir.
“Cantik juga sih.. tapi sudah tua ha...ha...” ucap Reno sambil tertawa dan terlihat Oma cemberut menatapnya.
“Reno coba dilihat di depan Pak Slamet dan Pak Harun sudah datang belum.” ucap Savitri pada Reno. Mereka memang menyuruh Pak Slamet dan Pak Harun yang mengantar mereka semua. Reno akhirnya berlari keluar dari kamar untuk menuju ke depan. Dia segera membuka pintu saat sudah berada di ruang tamu.
“Ooo Pak Harun sudah datang.” ucap Reno saat melihat Pak Harun sudah duduk di teras dengan kemeja batik lengan panjang. Pak Harun terlihat tersenyum dan memuji kegantengan Reno.
__ADS_1
Dan sesaat kemudian mobil yang dikendarai oleh Pak Slamet juga sudah memasuki halaman rumah Opa dan Oma. Pak Slamet segera menghentikan mobilnya. Setelah Pak Slamet mematikan mesin mobilnya, dia segera membuka pintu mobil, Pak Slamet segera turun dari mobil. Akan tetapi dia tidak langsung berjalan menuju ke rumah Opa dan Oma, dia berjalan memutari mobil bagian depan lalu membuka pintu depan satunya, dia menggandeng tangan seorang anak laki laki kecil dan membantunya turun dari mobil, namun terlihat anak laki laki itu geleng geleng kepala, tidak mau untuk diajak turun.
“Pak Slamet aku takut, aku tunggu di sini saja.” ucap anak laki laki itu dengan ekspresi takut.
“Tadi katanya Keynan mau ikut, sampai nangis nangis sekarang kok tidak mau turun.” ucap Pak Slamet pada anak kecil itu yang tidak lain adalah Keynan. Tadi memang Keynan ingin ikut Pak Slamet saat tahu Pak Slamet akan ke rumah Arya dan Savitri.
“Tapi aku takut Pak, takut kalau diusir tidak boleh masuk dan disuruh pergi.” ucap Keynan dengan pelan dan matanya sudah memerah. Dia trauma saat diusir oleh orang tua Helena saat akan datang ke rumah orang tua Helena.
“Ayo ikut Pak Slamet, ada Pak Slamet di sini. Mereka baik kok.” ucap Pak Slamet kemudian lalu dia mengendong Keynan. Reno masih berdiri dan memandang ke arah Pak Slamet. Pak Slamet terus saja berjalan sambil mengendong Keynan.
“Pak Slamet bawa siapa?” teriak Reno sambil menatap Pak Slamet dan melihat anak laki laki yang digendong oleh Pak Slamet.
“Ini namanya Keynan, Kak Reno, teman Pak Slamet di mess.” ucap Pak Slamet lalu menurunkan Keynan dari gendongannya.
“Ayo ikut aku, bilang ke Mama kalau Pak Slamet dan Pak Harun sudah datang.” ucap Reno sambil menggandeng tangan Keynan. Keynan terlihat memandang wajah Pak Slamet meminta persetujuan.
“Iya, sana ikut Kak Reno dia anak baik.” ucap Pak Slamet sambil mengusap usap pundak Keynan. Tangan Keynan yang masih terasa dingin terus digandeng oleh Reno masuk ke dalam.
“Ma.. Pak Slamet dan Pak Harun sudah datang. Pak Slamet datang dengan Keynan katanya teman Pak Slamet di mess. Ini anaknya.” ucap Reno sambil membawa masuk Keynan ke dalam kamar.
__ADS_1
“Keynan kamu sudah sehat, tanganmu sudah sembuh. Sini Tante lihat...” ucap Savitri saat melihat Keynan masuk digandeng oleh Reno.
“Tante Peri cantik sekali.” puji Keynan saat melihat Savitri. Keynan lalu dengan senang hati mendekat pada Savitri dan menunjukkan tangannya yang sudah sembuh. Keynan juga mengucapkan terima kasih atas mainan yang diberikan buat dirinya.
Mereka semua lalu keluar dari kamar untuk menuju ke depan. Tetangga yang akan mengantar pun sudah datang. Anisa dan Mbak Lastri juga sudah datang diantar oleh suami Anisa.
“Pak Slamet kenapa juga membawa anak itu.” bisik Oma pada Savitri.
“Biar saja Ma, kasihan Keynan, dia anaknya pintar dan baik. Kasihan tidak punya ayah dan ibunya seperti itu. Semoga kalau dia dekat dengan orang orang yang baik kelak dia menjadi anak yang baik.” ucap Savitri. Dan terlihat Keynan sudah mulai akrab dengan Reno dan Reni.
Mereka semua akhirnya masuk ke dalam mobil. Cincin dan semua perlengkapan dan bingkisan sudah mereka bawa. Savitri ditemani Oma dan Reni masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Pak Slamet. Arya ditemani oleh Opa masuk ke dalam mobil yang dikemudikan oleh Pak Harun. Reno dan Keynan terlihat masih bingung akan ikut ke mana. Akhirnya mereka berdua pun ikut masuk ke mobil yang dikemudikan oleh Pak Slamet. Beberapa tetangga yang tidak membawa mobil ikut masuk ke dalam mobil mereka. Dan selanjutnya mobil Pak Slamet berjalan paling depan kemudian diikuti oleh mobil yang dikemudikan oleh Pak Harun dan dibelakangnya mobil Anisa dan selanjutnya mobil tetangga. Mobil beriring iringan menuju ke rumah Nenek dan Kakek.
Reno, Reni dan Keynan terlihat sangat bahagia apalagi mobil yang mereka naiki berada di tempat yang paling depan.
“Untung ya Key kita ikut Pak Slamet jadi paling depan.” ucap Reno yang duduk satu jok dengan Keynan di samping Pak Slamet. Keynan terlihat tersenyum senang.
Mobil terus berjalan membelah jalan raya. Savitri pun terlihat tersenyum senang. Dan beberapa menit kemudian mobil sudah memasuki halaman rumah Nenek dan Kakek. Di rumah Kakek dan Nenek pun terlihat sudah ada beberapa orang tamu kerabat yang datang.
“Selamat datang.” ucap Kakek dan Nenek pada mereka semua sambil menyalami para tamu yang datang.
__ADS_1
Savitri digandeng oleh Oma dan Nenek lalu masuk ke dalam rumah. Anak anak selalu ikut di dekat Savitri. Arya di dampingi oleh Opa dan Pak Er te juga masuk ke dalam rumah Nenek dan Kakek yang sudah disiapkan. Selanjutnya para pengantar masuk sambil membawa bingkisan bingkisan.
Acara lamaran pun berjalan dengan lancar. Kakek dan Nenek dengan senang hati menerima lamaran Arya, cincin pun segera disematkan pada jari Savitri dan Arya. Dan hasil dari keputusan mereka, pernikahan Arya dan Savitri akan dilaksanakan satu bulan lagi.