
Opa terus melangkah mendekati tempat tidur Arya.
“Bu Vitri aku pusing mungkin karena bangun terlalu pagi dan belum minum obat siang harinya. Juga karena ancaman Helena untuk meminta bantuan pada organisasi masyarakat. Bukan teringat pada masa lalu di kampus.. moment romantis apa lagi.. “ ucap Arya saat Savitri sudah menanyakan penyebab pusing Arya apa teringat memori manisnya dengan Helena. Sebelumnya mereka berdua membahas masalah ancaman Helena.
“Apa Bu Vitri sudah mulai cemburu..” ucap Arya selanjutnya sambil tersenyum menatap pada pada wajah Savitri yang kini mulai meronta merah jambu karena malu.
“Ehmmm .. ehmmm.. ehm...” deheman Opa saat berada di dekat mereka. Opa mendengar kalimat terakhir Arya.
“Pa..” ucap Arya dan Savitri bersamaan sambil menoleh ke arah Opa yang sudah berdiri di dekat mereka.
“Mulai jam berapa kalian berduaan di kamar ini, apa tadi Savitri setelah berganti baju langsung menjaga Arya di sini?” tanya Opa sambil menatap tajam ke arah wajah Savitri.
“Berarti kita harus segera datang ke rumah orang tua Savitri aku akan melamarkan Savitri buat kamu Ya. Dan sekarang sudah tidak boleh ada penolakan lagi dari kamu Vitri. Selama ini aku selalu menurut dan menyerahkan segala keputusan kepada kalian berdua.” ucap Opa kemudian sambil menatap wajah Arya dan Savitri secara bergantian.
”Dan kini kalian berdua yang harus menuruti aku. Tunggu waktunya saja..” ucap Opa lalu dia segera berjalan meninggalkan kamar Arya.
__ADS_1
“Pa.. saya belum lama berada di kamar Arya.. Pa.. saya baru saja di kamar Arya ..Pa..“ teriak Savitri lalu bangkit berdiri dan melangkah mengikuti langkah kaki Opa. Sedangkan Arya terlihat tersenyum senang, karena dia memang sudah benar benar jatuh cinta dengan Savitri dan sudah melupakan Helena.
Savitri terus berjalan untuk mencari Opa, tetapi Opa sudah masuk ke dalam kamarnya dan sudah menutup pintunya rapat rapat bahkan sudah menguncinya.
“Pa, tolong buka pintunya, akan saya jelaskan kenapa saya di kamar Arya Pa, kalau Opa tidak percaya Reno sebagai saksinya Pa .. , saya belum lama di kamar Arya, Arya yang meminta saya untuk datang untuk membahas masalah ancaman Helena.” ucap Savitri sambil mengetuk ngetuk pintu kamar Opa dan Oma, akan tetapi Opa tetap tidak membukakan pintu buat Savitri dan Opa tidak menjawab satu patah kata pun. Savitri lalu diam, dia akan melangkah menuju ke kamar Arya untuk meminta bantuan Arya menjelaskan pada Opa.
Saat Savitri masih terlihat bingung. Tampak Oma berjalan dari belakang karena sayup sayup mendengar suara Savitri memanggil manggil suaminya.
“Ada apa Vit?” tanya Oma yang sedang berjalan mendekat pada Savitri.
“Opa salah paham Ma. Saya akan menjelaskan pada Opa. “ jawab Savitri sambil menatap Oma terlihat ekspresi wajahnya masih terlihat bingung.
“Aku percaya pada penjelasan kamu Vit, tetapi aku juga sudah paham benar dengan sifat Opa, kalau dia sudah bilang akan melamar kamu buat Arya itu sudah tidak bisa diganggu gugat lagi. Tinggal menunggu saja orang tua kamu menerima lamaran kami tidak.” ucap Oma sambil terus mengusap usap pundak Savitri.
“Ma, saya baru mau fokus dulu untuk bekerja di perusahaan.” ucap Savitri dengan jujur, di samping dia akan fokus dulu bekerja dan belajar tentang perusahaan dia juga akan melihat apa Arya sudah benar benar melupakan Helena.
__ADS_1
“Itu bisa sambil jalan.” ucap Oma
“Sudah ya, aku mau mandi.” ucap Oma kemudian dan terlihat Oma mengetuk ngetuk pintu kamarnya sambil memanggil Opa.
Savitri lalu berjalan ke kamar Arya. Savitri dengan segera membuka pintu kamar Arya akan tetapi tidak terlihat sosok Arya di tempat tidur. Savitri lalu berjalan masuk ke dalam kamar.
“Ya.. Arya.. Kamu harus menjelaskan pada Opa ya.. kita harus menyelesaikan dulu masalah Helena.” teriak Savitri. Savitri lalu berjalan menuju ke kamar mandi dan mengetuk ngetuk pintu kamar mandi.
“Ya.. kamu cepat jelaskan pada Opa sebelum beliau menghubungi orang tuaku.. Ya....” teriak Savitri. Dan sesaat kemudian pintu kamar mandi terbuka dan muncul sosok Arya yang masih memegang handel pintu kamar mandi. Akan tetapi Savitri langsung terdiam dan membalikkan tubuhnya.
“Arya kamu kalau membuka pintu kamar mandi pakai baju dulu.” ucap Savitri karena melihat Arya hanya memakai G String nya saja. Dan Savitri pun dadanya berdebar debar dan langkah kakinya terasa berat tidak bisa untuk melangkah pergi.
“Aku kira Bu Vitri akan ikut masuk ke dalam untuk menyiapkan air hangat buat mandi aku.” ucap Arya sambil tersenyum senang lalu dia menutup lagi pintu kamar mandi nya.
Savitri tampak lega saat mendengar pintu kamar mandi Arya sudah ditutup lagi.
__ADS_1
“Haduh kenapa jadi sial begini.” gumam Savitri sambil memegang dadanya yang masih berdegup kencang lalu menoleh pelan pelan ke belakang ke arah pintu kamar mandi. Akan tetapi betapa kagetnya Savitri karena tiba tiba pintu kamar mandi terbuka lagi akan tetapi hanya sedikit terbuka namun ada kepala Arya melongok sambil tersenyum menggoda.
“Arya...” teriak Savitri dan sekarang dia berjalan pergi meninggalkan kamar Arya. Sedangkan Arya yang sudah menutup pintu kamar mandinya terdengar tertawa senang