Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 93. Sesi 2. Mengantar Helena 2


__ADS_3

Keynan terus berlari setelah turun dari mobil sambil memeluk mainannya dia berteriak teriak memanggil nama nama temannya yang juga tinggal di hunian kumuh itu. Dan tidak lama kemudian muncul anak anak kecil keluar dari pintu kamar kamar kontrakan.


“Keynan kamu dari mana saja?” tanya mereka secara bersamaan


“Wah keren punya mainan bagus kayak punya Naro.” ucap salah satu dari mereka.


“Aku dari rumah sakit, aku didatangi Tante Peri terus aku dikasih mainan mainan ini sama Tante Peri.” Jawab Keynan sambil menunjukan mainannya.


“Boleh aku pinjam mainannya Keynan?” tanya mereka


“Boleh ayo kita ke kamar Mamiku.” ucap Keynan sambil menganggukan kepalanya lalu berjalan menuju ke kamar kontrakan Maminya.


Saat Keynan masuk ke dalam kamar, terlihat Helena sudah meringkasi barang barangnya. Dan Pak Slamet pun juga turut membantu.


“Keynan kamu itu disuruh membantu malah mengajak teman teman untuk bermain.” teriak Helena sambil meringkasi barang barangnya.


“Sebentar Mam, mereka ingin pinjam sebentar.” ucap Keynan lalu mereka semua jongkok di lantai untuk bermain dengan mainan baru Keynan. Tiba tiba salah satu teman Keynan itu berbisik bisik di telinga Keynan.


“Apa dia adalah Daddy mu?” bisiknya sambil menoleh menatap sosok Pak Slamet.


“Bukan, jangan lagi bilang seperti itu kalau Mami ku dengar pasti dia akan marah ke kamu.” bisik Keynan pula. Mereka lalu melanjutkan dengan kegiatan bermainnya. Sementara Helena dan Pak Slamet masih terus beres beres hingga tanpa mereka sadari kini kamar sudah bersih tinggal tempat tidur dengan kasur tipis tanpa sprai.


Pak Slamet dan Helena lalu membawa barang barang yang sudah diringkas menuju ke mobil. Saat Helena sudah kembali lagi masuk ke dalam kamar, dia akan menyuruh Keynan berhenti bermainnya dan akan disuruh membantu membawa angkat angkat barang.

__ADS_1


“Key, kamu berhenti bermainnya dan bantu Mami.” teriak Helena sambil menoleh menatap sosok Keynan yang masih asyik bermain dengan teman temannya di lantai kamar itu.


“Biarkan saja Bu, kasihan Keynan..” ucap Pak Slamet yang sudah berada di belakang Helena. Pak Slamet tidak sampai hati mengusik Keynan dan teman temannya yang tengah bahagia dengan mainan pemberian dari Savitri itu. Pak Slamet juga terharu dengan sikap Keynan yang tidak seperti Helena. Dia juga terharu Keynan mau meminjamkan mainannya meskipun dulu dia mau pinjam mainan tidak boleh.


“Key, aku besok akan bilang Naro, kalau kamu juga punya mainan seperti miliknya.” ucap salah satu teman Keynan. Namun tiba tiba ....


“Wah hebat ya, menghilang beberapa hari ternyata sudah dapat suami kaya punya mobil bagus, tua tidak masalah yang penting kaya.” teriak ibu pemilik kontrakan berdiri di depan pintu kamar Helena. Helena memang tidak bercerita pada tetangga dan pemilik kontrakan kalau Keynan di rawat di rumah sakit. Dia hanya sempat pulang sebentar untuk mengambil baju ganti, dan Keynan dititipkan pada perawat.


“Heiii bayar utang utang kamu yang masih ada.” teriak pemilik warung yang sudah berdiri di belakang pemilik kontrakan.


Keynan yang mendengar suara teriakan dari pemilik kontrakan dan pemilik warung, dengan segera dia mengambil dua mainannya dan dipeluknya dengan erat. Dia kuatir jika mainannya akan diambil untuk membayar utang utang Maminya. Keynan lalu berdiri di pojok kamar, teman temannya pun ikut mendekati Keynan


“Key, aku masih ingin main.” bisik teman Keynan.


“Berapa utangku?” tanya Helena sambil menatap wajah pemilik warung. Lalu pemilik warung menunjukkan buku catatan hutang yang sudah dibawanya. Setelah melihat nominal hutangnya di warung Helena berjalan mendekati Keynan. Keynan pun semakin menempel di dinding karena takut dan masih memeluk erat mainannya.


“Mam.. jangan Mam..” teriak Keynan sambil semakin menempel ke dinding kamar. Pak Slamet yang melihat hal itu tidak terasa berkaca kaca matanya.


“Mami tidak mengambil mainan tapi.... ‘ ucap Helena sambil meraih saku celana Keyan lalu dia mengambil uang yang ada di dalam saku celana Keynan.


“Mami... jangan itu uang Keynan dari Daddy Tampan. “ teriak Keynan. Namun tangan Helena sudah mengambil semua uang yang ada di dalam saku celana Keynan.


“Wow uang Keynan banyak.” teriak teman teman Keynan dengan mata melotot melihat lembaran lembaran seratusan ribu dari saku celana Keynan. Sedangkan Helena segera menyerahkan uang itu pada pemilik warung.

__ADS_1


“Kamu tidak kasih aku tip aku sudah memberikan kontrakan pada kamu dan anakmu selama ini.” ucap pemilik kontrakan dengan senyuman.


“Tidak ada, sudah kalian semua pergi. Aku juga akan pergi .” teriak Helena lalu dia segera menarik bahu Keynan. Mereka semua keluar dari kamar kontrakan Helena. Teman teman Keynan terlihat wajahnya sangat sedih mereka terus berjalan mengikuti Keynan.


“Key, kamu mau kemana, kamu sudah punya rumah gedong ya?” tanya salah satu dari mereka


“Key, sekolah kamu juga pindah?” tanya yang lainnya.


“Aku tidak tahu mau kemana, aku hanya ikut Pak Slamet saja.” jawab Keynan sambil terus berjalan di belakang Helena dan Pak Slamet untuk menuju le tempat mobil.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di tempat mobilnya terparkir. Teman teman Keynan kini ekspresi wajahnya terlihat sangat kagum pada mobil yang berada di depan mereka. Pak Slamet lalu membuka lagi bagasi mobil untuk menaruh barang barang Helena dan Keynan. Setelahnya Pak Slamet berjalan ke depan untuk membukakan pintu buat Keynan. Pak Slamet menggendong tubuh Keynan dan di dudukkan di jok depan.


“Wuih Keynan keren.” Teriak teman Keynan saat melihat Keynan duduk di mobil bagian depan, Keynan hanya tersenyum bangga.


“Key, besok kami dijemput ya ajak kami main ke tempat baru mu.” ucap mereka


“Kamu bilang Pak Slamet.” ucap Keynan sambil menatap Pak Slamet. Pak Slamet tersenyum lalu menutup pintu mobil di samping Keynan dengan rapat rapat Pak Slamet lalu segera berjalan memutari bagian depan mobil kemudian dia masuk ke dalam mobil. Setelah menyalakan mesin mobil, Pak Slamet menjalankan mobilnya dengan pelan pelan. Dia tadi sudah bertanya pada orang orang sekitar di mana harus putar. Pak Slamet terus menjalankan mobil nya di gang sempit itu. Teman teman Keynan berlarian mengikuti mobil Pak Slamet.


Setelah mendapatkan tempat untuk putar balik, mobil kembali berjalan di gang sempit itu dan teman teman Keynan terus mengikuti. Keynan tertawa senang sambil melambai lambaikan tangannya. Dan teman teman Keynan berhenti saat mereka berada di dekat warung sambil berteriak teriak.


“Keynan jangan lupa ya.. jemput kamu.” teriakan mereka dan Keynan tentu saja sudah tidak bisa mendengar.


Mobil terus melaju, Keynan terlihat sangat bahagia sedangkan Helena sejak tadi sibuk berusaha menghubungi Arya akan tetapi tidak bisa.

__ADS_1


“Kenapa susah sekali dihubungi, apa hand phone dia dibawa oleh perempuan itu.” gumam Helena masih terus menatap layar hapenya.


__ADS_2