
Arya pelan pelan bangkit dari tidurnya, Savitri melihatnya sambil berjaga jaga jika Arya meminta bantuannya.
“Sudah tinggalkan aku Kak, nanti saja datang lagi saat makan malam.” ucap Arya lalu dia pelan pelan berjalan menuju ke kamar mandinya. Sementara Savitri berjalan keluar dari kamar Arya. Saat Savitri baru beberapa langkah keluar dari kamar Arya, terlihat Oma juga sedang berjalan tampaknya baru saja dari dapur atau dari teras belakang.
“Arya masih tidur Vit?” tanya Oma.
“Sedang mandi Ma.” jawab Savitri
“Kalau sedang mandi kamu tungguin di dalam kamar saja, takutnya nanti pusing lagi saat mandi butuh pertolongan. Sudah kamu balik lagi sana.” ucap Oma yang memang sengaja agar Savitri semakin dekat dengan Arya.
“Hmmm anu itu Ma..”
“Aku yang ke kamar Reni dan Reno, aku siapkan mandi buat Reni. “ ucap Oma lalu Oma membalikkan badan yang berjalan menuju ke kamar Reno dan Reni. Savitri pun membalikkan langkahnya kembali ke kamar Arya. Savitri duduk di kursi kerja di dalam ruang Arya, dia keluarkan berkas berkas yang tadi dia bawa, dia buka buka dan dia baca baca berkas berkas tersebut.
“Hmmm tak apalah menunggu di sini sekalian belajar. Namanya juga sedang magang.” gumam Savitri lalu terus membaca baca isi berkas berkas itu.
Sementara itu Arya yang kemarin dan pagi tadi hanya di lap oleh Oma, kini merasa tubuhnya segar setelah mandi dengan air hangat. Arya mengelap sisa guyuran air di tubuhnya yang atletis itu dengan handuk yang sudah disiapkan oleh Savitri. Setelah tubuhnya sudah tidak ada tetesan air lagi, Arya menutupi tubuh bagian bawahnya dengan handuk yang dililitkan begitu saja. Arya lalu pelan pelan membuka pintu dan berjalan ke luar dari kamar mandi saat sudah berjalan keluar dari kamar mandi, betapa kagetnya Arya saat melihat Savitri sedang duduk di kursi kerjanya.
“Kak Vitri buat apa di situ?” tanya Arya. Savitri yang sedang serius membaca lalu menoleh ke arah Arya, kini Savitri yang terlihat sangat kaget karena melihat tubuh polos Arya di bagian atasnya dan bagian bawah hanya dililit handuk apa kadarnya. Sejenak Savitri terdiam dan tanpa dia sadari dia menelan salivanya. Dan dengan cepat cepat Savitri kembali melihat berkas berkas di atas meja. Akan tetapi dia sudah tidak bisa lagi membaca tulisan tulisan yang tertera di berkas berkas itu, bayangan tubuh Arya kini yang ada di pelupuk matanya.
Sedangkan Arya terlihat tersenyum senang karena melihat Savitri yang pipinya marona merah dan terlihat semakin cantik. Arya sengaja berjalan mendekat ke meja kerjanya dengan penampilan yang belum berubah.
__ADS_1
“Kak Vitri sedang buat apa?” tanya Arya saat dekat di tempat duduk Savitri. Aroma sabun di tubuh Arya masih harum dan tercium di hdung Savitri. Savitri masih fokus pandangan matanya pada kertas kertas di atas meja kerja Arya.
“Aku kan sudah bilang Kak Vitri keluar dulu, sekarang aku mau pakai baju apa Kak Vitri masih ingin di dalam kamar ini.” ucap Arya sambil tersenyum.
“Hmm tadi Oma yang menyuruh aku ke sini lagi, untuk nunggu kamu mandi , kuatir kalau kamu mendadak pusing dan butuh bantuan . Sambil menunggu kamu aku baca baca ini.” ucap Savitri sambil terus fokus pada lembar lembar kertas di depannya. Arya yang mendengar ucapan Savitri bibirnya kembali tersenyum dan Savitri yang masih fokus pada kertas kertas tidak melihat bibir Arya yang sedang tersenyum.
Dan tiba tiba...
“Aduh.. aduh...” rintih Arya sambil memegang kepalanya. Savitri lalu menoleh dan terlihat kaget saat melihat Arya memegang kepalanya
“Ya... Ya.. kamu kenapa?” tanya Savitri lalu bangkit berdiri dan memegang tubuh Arya. Savitri lalu memapah tubuh Arya di bawa ke tempat tidur. Akan tetapi saat tubuh Arya sudah sampai di tempat tidur..
“He.... he.... he...” Arya tertawa kecil.. Sambil memegang handuk.yang melilit di tubuh bagian bawahnya yang akan terlepas. Savitri lalu memukul lengan Arya lalu dia berjalan dengan cepat ke luar dari kamar Arya. Sedangkan Arya masih saja tertawa.
“Kak Vitri sudah janda dua kali tetapi kenapa masih malu malu ya.. hm.. memang tidak semua janda itu penggoda he.. he... malah aku yang menggoda janda.” gumam Arya sambil memakai bajunya sambil tertawa.
Setelah memakai bajunya Arya berjalan menuju ke meja kerjanya dan mengerjakan tugas tugasnya agar nanti tidak terlalu malam selesainya, sebab nasehat dari dokter tidak boleh terlalu larut tidurnya.
Sementara itu Savitri setelah dari kamar Arya dia menuju ke ruang makan lalu mengambil gelas dan mengisinya dengan air mineral dari dispenser, Savitri meminumnya sampai tuntas satu gelas penuh air mineral itu, untuk menenangkan dirinya, dadanya berdetak kencang antara kesal dengan ulah Arya dan karena entahlah...
Savitri lalu berjalan menuju ke kamar ke dua anaknya, dengan pelan pelan dia membuka pintu aroma harum parfum anaknya tercium di hidung Savitri terlihat Reni sudah terlihat cantik duduk di tempat tidur dan Reno terlihat duduk di karpet sedang sibuk dengan mainannya.
__ADS_1
“Ma, aku mau diajak jalan jalan Oma, Oma sedang mandi di dalam.” ucap Reni sambil menunjuk ke kamar mandi di dalam kamarnya.
“Mau ke mana?” tanya Savitri sambil menatap wajah Reni.
“Mau beli es krim Ma, habis tadi Reni bangun tidur rewel ga mau dimandiin Oma maunya dimandiin Mama, padahal kan sekarang Mama kerja. Itu anak masih saja manja.” ucap Reno
“Habisnya aku tuh bangun tidur pengen ketemu Mama.”
“Heleh.. manja” ucap Reno sambil melihat Adiknya, sedang Reni hanya tersenyum
Waktu terus berlalu malam hari pun tiba. Meja makan di ruang makan sudah lengkap menunya. Semua sudah siap di meja makan kecuali Arya.
“Vit kamu siapkan makan malam buat Arya.” ucap Oma .
“Sebentar Ma saya tanya Arya dulu.” ucap Savitri lalu dia bangkit dari kursinya dan berjalan menuju ke kamar Arya. Savitri mengetuk pelan pelan pintu kamar Arya, terdengar Arya hanya menjawab dengan deheman. Savitri pelan pelan memutar handel pintu lalu mendorong daun pintu itu. Terlihat Arya masih duduk di kursi kerjanya.
“Ya ayo makan ke ruang makan, kamu kan sudah baikan sudah bisa bercanda.” ucap Savitri saat sudah di dalam kamar Arya.
“Tapi aku masih sibuk.” ucap Arya
“Kenapa sekretaris memanggil hanya nama saja lagi.” ucap Arya kemudian
__ADS_1
“Ayo sekarang bukan jam kantor, sekarang makan di ruang makan dulu. Nanti dilanjut kerja. Kalau tidak mau makan di ruang makan nanti malam tidak akan ada sekretaris yang membantu.” ucap Savitri lalu dia berjalan keluar dari kamar Arya.
“Hmmm itu jandanya muncul.” gumam Arya lalu dia mau tak mau mengikuti langkah kaki Savitri.