Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 61. Sesi 2. Niat Savitri


__ADS_3

“Ya, apa masih sakit kepala?” tanya Savitri saat sudah berada di dekat Arya. Tampak Arya masih mengurut urut pelipisnya. Savitri terlihat berjalan mengambil minyak angin yang berada di nakas dekat tempat tidur Reno.


“Aku gosok gosok dulu ya, minum obatnya nanti sehabis makan.” ucap Savitri lalu dia mulai menggosok dan memijit pelipis Arya. Arya hanya diam sambil memejamkan mata menahan sakit.


“Ya kamu tengkurap saja coba aku pijit pundak dan punggungmu, biar rileks dan tidak kaku.” ucap Savitri dengan hati hati sebab dulu almarhum Ardi kalau capek kerja minta dipijit pundak dan punggungnya. Arya hanya menurut saja, dia membalikkan tubuhnya lalu tidur tengkurap. Savitri memijit sambil duduk di tepi tempat tidur Reno.


Savitri menoleh ke arah tempat tidur Reni yang bisa dilihat dari sela sela lemari rak mainan penyekat. Tampak Reni dan Reno sudah selesai memakai baju seragam. Reno dan Reni juga sudah disisir rambutnya oleh Mbak Lastri. Reni tampak cantik rambutnya diikat dua dan diberi hiasan pita.Reno dan Reni lalu terlihat berjalan menuju ke tempat Savitri.


“Ma aku makan dulu ya, aku nanti diantar siapa?” ucap Reno sambil menatap Mamanya.


“Coba tanya Kakek bisa ngantar tidak, atau Pak Harun. Opa mau antar Papa Arya le dokter.” Jawab Savitri yang masih memijit punggung Arya sambil melihat kedua anaknya. Reno dan Reni lalu berjalan meninggalkan mereka.


Tidak lama kemudian asisten rumah tangga Oma masuk ke dalam kamar sambil membawa satu mangkok bubur untuk Arya.


“Bu ini sarapan buat Pak Arya, saya taruh sini ya.” ucap asisten rumah tangga Oma sambil menaruh mangkok bubur di meja yang ada di kamar itu.


“Ya, makan dulu ya terus minum obat.” ucap Savitri.


“Nanti Kak, lanjut di pijit dulu saja. Lumayan berkurang sakitnya.” ucap Arya masih tidur tengkurap. Savitri terus memijit Arya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit kemudin Reno dan Reni masuk ke dalam kamar lagi mereka sudah selesai makan pagi.


“Ma, Pa salim.. mau berangkat sekolah.” ucap Reno sambil mengulurkan tangannya dan juga diikuti oleh Reni.


“Tidak usah dicium tangan Mama, nanti hidungmu panas.” ucap Savitri setelah salim dengan anaknya segera menarik tangannya lalu mencium kening dan pipi kedua anaknya.


“Ma, bedakku nanti hilang..” ucap Reni saat dicium kedua pipinya oleh Mamanya, Savitri tersenyum. Dan terlihat Arya membalikkan badannya sambil mengulurkan tangannya pada kedua keponakannya.


“Yang ngantar siapa?” tanya Savitri sambil menatap Reno dan Reni yang masih salim pada Arya.


“Kakek dan Nenek, katanya sekalian mau pulang. Tante Nisa dan Om Tedy juga mau mengantar tadi tapi sekarang mereka sudah pulang. Mau aku panggil Mama katanya ga usah.” jawab Reno.


“Ya, aku nanti mau ke perusahaan. Oma sudah setuju, katanya aku disuruh menemui Ibu Nuning dan Pak Bagas. Aku mau membantu kamu Ya, agar kamu tidak terlalu capek.” ucap Savitri sambil mengulurkan mangkok bubur kepada Arya. Kini Arya sudah bisa makan bubur sendiri meskipun pelan pelan. Arya hanya diam saja dan tampak sambil makan bubur dia berpikir pikir.


“Kamu istirahat saja dulu dan sampaikan pada aku jika kamu ada pesan apa.” ucap Savitri yang duduk di tepi tempat tidur.


“Kamu juga bisa kasih aku saran saran. Aku memang akan belajar dari nol. Aku nanti mungkin hanya lihat lihat saja dulu sambil silaturahmi pada karyawan karyawan.” ucap Savitri selanjutnya.


“Iya Kak, itu bagus juga. Kak Vitri temui Bu Nuning dan Pak Bagas. Kalau Kak Vitri ke perusahaan sekalian saja nanti Kakak bawa berkas berkas yang ada di mejaku.” ucap Arya yang setuju dengan niat Savitri.

__ADS_1


“Kak Vitri bisa minta dijemput sopir kantor, mobil Kak Vitri kan ada di sana. Nanti saya telpon dia agar ke sini menjemput Kak Vitri. Kak Vitri akan berangkat jam berapa.” ucap Arya selama ini memang mobil Savitri peninggalan almarhum Ardi ditaruh di kantor perusahaan sebab Arya membeli memakai uang perusahaan jadi sementara mobil digunakan untuk keperluan perusahaan.


“Sekalian menjemput Reni saja. Bukannya Opa akan mengantarmu ke rumah sakit.” ucap Savitri sambil menerima mangkok kosong dari tangan Arya. Savitri bangkit berdiri akan mengembalikan mangkok kosong dan akan mengambilkan obat buat Arya.


“Kak Vitri tolong ambilkan hapeku ya..” pinta Arya sambil menatap wajah Savitri. Savitri menganggukkan kepalanya.


“Maaf ya Kak, aku merepotkan. “ ucap Arya selanjutnya.


“Arya, ini tidak seberapa dibanding aku dan anak anakku yang sudah merepotkan kamu.” ucap Savitri sambil tersenyum lalu dia melangkah meninggalkan Arya. Saat sampai di depan pintu. Terlihat Oma datang dengan membawa perlengkapan pribadi Arya.


“Sudah selesai Arya makannya Vit? Kamu sekarang sarapan yang lain sudah semua. Arya biar aku lap tubuhnya, kalau kamu yang lap nanti malu malu kalian berdua.” ucap Oma sambil melirik ke arah Savitri dan selanjutnya masuk ke dalam kamar Reno dan Reni untuk mengurus Arya.


“Bagaimana Ya sudah baikan setelah dipijit dan makan?” tanya Oma setelah mendekat pada Arya.


“Makanya segera cari isteri agar Helena tidak menganggu kehidupanmu. Pergi datang datang bawa buntut minta mau balikan. Bener bener Kepedean level sepuluh. Dikira tidak ada wanita lain apa.” ucap Oma sambil menaruh perlengkapan pribadi Arya di tempat tidur. Oma lalu berjalan menuju ke kamar mandi yang ada di kamar itu, untuk mengambilkan air hangat buat ngelap tubuh Arya.


“Kalau Savitri punya buntut dua kan darah daging Kakakmu sendiri. Cucu cucuku. Kalau kamu tidak tertarik dengan wanita lain ya sudah sama Savitri saja. Kamu harus agresif dan memberi keyakinan pada Savitri.” ucap Oma lagi saat sudah membawa air hangat dan wash lap.. Oma lalu melepas baju yang menempel di tubuh Arya. Oma mengamati baju yang dipakai Arya adalah baju almarhum Ardi, Oma tersenyum sebab dia tahu Savitri sudah mengganti baju Arya.


Tiba tiba saat Oma masih mengelap tubuh Arya, Savitri datang dengan membawa hape dan obat untuk Arya. Savitri langsung membuang mukanya menatap dinding agar tidsk menatap tubuh bagian atas Arya yang polos sedang di lap Oma.

__ADS_1


“Kenapa kamu malu Vit, bukannya tadi kamu sudah mengganti baju Arya.” ucap Oma sambil tersenyum tanpa melihat Savitri. Sedangkan Savitri tertunduk dengan pipi bersemu merah karena malu dua kali. Sedangkan Arya hanya diam sambil menatap tajam ke arah Oma.


__ADS_2