Suami Turun Level

Suami Turun Level
Bab. 46. Berkumpul dengan Anak


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Savitri sudah boleh pulang. Semua biaya administrasi rumah sakit dilunasi oleh Arya.


“Kak Vitri mau pulang ke mana? Ke Rumah Nenek Kakek atau ke rumah mana?” tanya Arya saat semua urusan sudah beres. Nenek kemarin yang mempunyai usul agar untuk sementara Savitri tinggal dulu di rumah Opa Oma atau di rumah Kakek Nenek. Karena Nenek sebagai Ibu belum tega melihat Savitri jika di rumahnya Savitri karena tingkah laku Gandi.


“Ke rumah Bang Ardi saja, Ya. Rumah itu pasti berantakan dan ikan ikanku pasti tidak terawat.” jawab Savitri, yang sudah memikirkan ikan ikannya sebab baginya ikan ikan itu bisa menambah penghasilannya. Dia berniat akan mengganti biaya rumah sakit yang sudah ditanggung oleh Arya. Modal untuk bisnis ikannya juga lumayan banyak sayang jika ikan ikannya mati semua.


“Bu, kalau Bu Vitri tinggal di rumah Oma Opa atau Kakek Nenek untuk sementara waktu, biar rumah saya yang urus Bu. Kolam biar saya yang kuras. Saya nanti pulang pakai taxi online atau ojek juga tidak apa apa.” ucap Mbak Lastri sambil menatap Savitri. Savitri terlihat bingung. Jika ikut di rumah Oma Opa dia tidak enak dengan Oma sebab selama di rumah sakit, Oma belum pernah menjenguknya. Kalau di rumah orang tuanya dia akan merasa sepi karena pasti pikirannya pada kedua anaknya dan ikan ikannya di rumah. Kalau anak anaknya diajak ke rumah Kakek dan Nenek kasihan Reno sekolahnya jauh.


“Ke rumah Bang Ardi saja. Aku juga ingin ke makam Bang Ardi.” jawab Savitri. Arya dan Mbak Lastri tidak bisa omong apa apa lagi. Akan tetapi tiba tiba....


“Mama..........” teriak Reno dan Reni berlari masuk ke dalam kamar rawat Savitri yang sudah rapi karen akan ditinggal pergi. Kedua anak itu langsung memeluk tubuh Savitri.


“Adik jangan kencang kencang peluk perut Mama nanti adik kecil kesakitan.” ucap Reno melonggarkan tangan Reni.


“Enggak kok.” ucap Reni tidak mau disalahkan. Savitri tersenyum sambil menciumi kepala kedua anaknya. Namun tidak lama kemudian terdengar suara langkah kaki memasuki ruang rawat Savitri.


“Sudah siap Ya?” suara Oma mengagetkan Savitri. Savitri lalu mendongakkan kepalanya menoleh ke arah sosok Oma.

__ADS_1


“Oma.” gumam Savitri. Oma lalu berjalan mendekati Savitri, Oma lalu memeluk pundak Savitri dan mencium ujung kepala Savitri. Oma sudah bisa menerima anak di dalam kandungan Savitri, setelah melihat kedua cucunya yang sangat bahagia dan senang akan mendapatkan adik bayi. Sampai meminta Arya untuk membelikan box bayi dan ditaruh di kamar meraka.


“Vit, maafin Mama baru bisa datang sekarang.” ucap Oma sambil menghapus air matanya yang mulai meleleh.


“Vitri yang minta maaf Ma, selalu merepotkan.” ucap Savitri yang air matanya juga sudah mulai meleleh.


“Ma, ayo pulang.. kan sudah boleh pulang. Nanti Mama boleh tidur di tempat tidur Reno. Reno tidur di karpet juga tidak apa apa, kalau ditanya buat tidur Oma.” ucap Reno.


“Bos kan bisa tidur sama aku.” saut Arya sambil tersenyum menatap Reno. Reno memandang Arya dengan terapan bingung


“Aku kan pengen tidur di kamar sama Mama, Papa Arya yang tidur di karpet sama aku.” usul Arya. Opa yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut tertawa mendengar ucapan Reno.


“Pakai kursi roda saja Pa, sana Ya kamu ambilkan. Terus nanti kamu yang antar Mbak Lastri pulang ke rumah Savitri. Savitri biar ikut di mobil Opa.”


“Asyik......” teriak Reno dan Reni bersamaan sambil bertepuk tangan.


“Ayo Pa kita ambilkan kursi roda buat Mama.” teriak Reno kemudian sambil menarik tangan Arya. Arya tidak bisa menolak keinginan Papanya dan keponakannya. Akhirnya mereka semua pergi meninggalkan rumah sakit. Oma dan Reno mendorong kursi roda Savitri, sedangkan Opa menggendong Reni sementara Arya dan Mbak Lastri membawa barang barang Savitri dan barang Mbak Lastri sendiri.

__ADS_1


Di sepanjang perjalan Reno dan Reni selalu berceloteh terlihat mereka berdua tampak bahagia. Savitri, Reno dan Reni dudukdi jok belakang kemudi. Oma duduk di depan di samping Opa yang mengemudikan mobil, berulang kali menoleh ke arah ke belakang untuk ikut melihat tingkah laku lucu kedua cucunya. Mereka berdua saling berebut perhatian dari Savitri.


“Ma... Ma... lihat aku dong, dengerin ceritaku.. Aku tuh sudah sekolah loh Ma... dianter Opa dan Oma aku juga jadi juala..” ucap Reni sambil memegang wajah Savitri agar menoleh ke arah dirinya di saat Savitri sedang mendengarkan cerita Reno yang sekarang menjadi juara kelas.


“Eleh celat lagi.” saut Reno, dan Reni hanya membalas dengan senyum malunya. Savitri tersenyum lalu mencium gemas pipi Reni. Tidak lama kemudian mobil sudah masuk ke halaman rumah Opa dan Oma. Oma cepat cepat membuka pintu mobilnya lalu berjalan menuju ke arah pintu bagian belakang, dia membantu Savitri turun dari mobil. Reno dan Reni lalu juga segera turun dari mobil lalu mereka berdua segera berlari menuju ke kamar mereka.


“Kakak box tempat tidur adik di taruh dekat tempat tidurku ya.” teriak Reni saat membuka pintu.


“Iya.” jawab Reno lalu dia berjalan menuju ke tempat tidurnya untuk melihat apakah sudah ada bantal untuk Mamanya. Dia sudah berpesan pada Arya agar menyiapkan bantal dan selimut buat Mamanya. Tidak lama kemudian pintu kamar mereka terbuka dan Savitri Masuk melangkah didampingi oleh Oma dan Reni


“Kok Ada box bayi?” tanya Savitri saat melihat ada box bayi di dekat tempat tidur Reni. Savitri lalu tersenyum karena melihat box itu dengan nuansa warna biru dan pink. Dia sudah bisa mengira pasti kedua anaknya itu berebut tentang warna buat box bayi akhirnya dua warna yang dipakai.


“Adiknya besok kan juga tidur di sini Ma, biar tidak kaget dengan teriakan Papa Gandi.” Jawab Reno, sambil menuntun Savitri agar melangkah menuju ke tempat tidurnya. Savitri terharu mendengar ucapan Reno.


“Iya Ma kalau adik bayi sedang nangis juga agar tidak dibentak bentak oleh Papa Gandi. “ saut Reni. Tiba tiba mata Savitri melelehkan air, Savitri teringat saat Reni nangis yang sering dibentak bentak oleh Gandi. Apalagi jika Reno yang nangis selain dibentak juga diumpat umpat hingga Reno selalu menahan diri agar tidak menangis. Tingkah laku Gandi teenyata sangat membekas pada ingatan Reni.


“Sudah ayo kamu istirahat dulu. Orang hamil sering gerah kebetulan Reno dan Reni sukanya juga suhu rendah. Aku kadang menggigil saat mereka tidur aku matikan AC nya he...he...” ucap Oma sambil menuntun Savitri menuju ke tempat tidur Reno. Reno sudah menata rapi tempat tidurnya untuk Mamanya, dia sudah menaruh bantal guling miliknya di karpet.

__ADS_1


Sementara itu, mobil Arya yang mengantar Mbak Lastri juga sudah sampai di rumah Savitri. Tadi Mbak Lastri meminta Arya mengantarkan dulu ke swalayan untuk membeli segala kebutuhannya.


“Heleh rumah kayak apa itu Om.” ucap Mbak Lastri saat melihat rumah tampak berantakan dari jalan, kursi teras tidak beraturan banyak sampah, ada beberapa ikan loncat dari kolam dan sudah menjadi bangkai.


__ADS_2