
“Mau apa dia menemui kamu?” tanya Oma sambil menatap Arya. Arya hanya diam saja. Dia menoleh sekilas tidak melihat Savitri dan Reno. Arya lalu menceritakan pada Oma.
Flashback on
Setelah selesai sidang perceraian Savitri Arya segera berjalan menuju ke mobilnya yang terparkir. Dengan segera dia membuka pintu mobil lalu menyalakan mesin mobil setelah dia duduk di jok kemudi dan sudah menutup pintu dengan sempurna. Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Banyak pekerjaan sudah menantinya.
Tidak lama kemudian mobil sudah sampai di perusahaan milik almarhum Kakaknya. Arya segera memarkir mobilnya. Dia berjalan dengan cepat agar segera sampai ke dalam ruangannya. Akan tetapi saat di depan resepsionis, petugas resepsionis memanggilnya.
“Pak Arya Pak Arya... ada orang mencari Pak Arya katanya kekasih Pak Arya. “ ucap Petugas Resepsionis saat Arya sudah mendekatinya. Arya mengeryitkan dahinya.
“Saya suruh menunggu di lobby tadi maunya menunggu di ruangan Pak Arya akan tetapi Bu Nuning dan Pak Bagas tidak mengijinkan.” ucap petugas resepsionis lagi.
“Katanya siapa namanya?” tanya Arya yang dia juga penasaran ada orang mengaku ngaku sebagai kekasihnya.
“Helena.” jawab petugas resepsionis sambil membuka buku tamu untuk memastikan nama tamu tersebut. Arya lalu segera berjalan meninggalkan bagian resepsionis dan menuju ke ruang lobby. Tidak lama kemudian Arya sudah sampai di depan ruang lobby, ruang yang berdinding dan pintu terbuat dari kaca tebal itu dari dalam juga bisa melihat apa yang ada di luar ruangan begitupun sebaliknya. Arya melihat sekilas ada seorang perempuan duduk di sofa.
Arya membuka pintu kaca itu dan saat melangkah baru satu langkah. Seorang perempuan cantik sudah berlari mendekatnya.
“Arya, I miss you...” ucap perempuan cantik itu sambil berusaha memeluk Arya, namun Arya memundurkan tubuhnya dan tangannya menepis agar tangan perempuan cantik itu tidak menyentuhnya.
“Silahkan duduk.” ucap Arya sambil terus berjalan menuju sofa di ruang lobby itu. Arya menatap ada seorang anak laki laki seusia Reni. Anak itu tersenyum menatap Arya. Arya pun membalas dengan senyuman. Saat di luar ruangan tadi Arya tidak melihat tubuh anak kecil itu sebab tertutup oleh tubuh perempuan cantik yang tidak lain adalah Helena mantan kekasih Arya.
“Arya apa kamu tidak kangen aku. Aku tahu kamu masih mencintaiku. Aku sudah tanya tanya katanya setelah kepergianku kamu belum pernah punya pacar dan sampai sekarang kamu masih melajang.” ucap Helena sambil menatap Arya dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
“Apa urusanmu, sekarang segera katakan apa mau kamu?” ucap Arya dengan ketus, dia teringat bagaimana dulu Helena pergi begitu saja saat dia sedang sayang sayangnya.
“Aku banyak kerjaan.” ucap Arya kemudian.
“Arya aku mau minta maaf, aku mengakui apa yang sudah aku lakukan adalah sebuah kesalahan meninggalkan kamu yang sangat baik dan sangat mencintai aku. Aku meninggalkan kamu demi karirku, aku berpikir kalau kamu mencintai aku kamu pasti akan menungguku. Dan aku dengar kamu masih sendiri. Bagaimana kalau kita balik saja kita mulai lagi hubungan kita.” ucap Helena sambil terus menatap Arya, dia kagum dengan Arya yang semakin tampan dan tubuhnya menjadi lebih gagah dan atletis.
“Itu namanya kamu egois, kamu pergi semaunya dan sekarang datang semaunya dan seenaknya minta balik. Aku sudah punya kehidupan sendiri.” jawab Arya dengan nada dingin.
“Kamu sekarang kok berubah, Arya tolong aku, jika kamu tidak mau balik tidak apa apa, tapi tolong beri aku pekerjaan aku sudah melamar kerja ke sana ke mari aku belum berhasil. Padahal aku butuh uang untuk biaya hidupku dan ini anakku Keynan.” ucap perempuan cantik yang bernama Helena itu. Helena lalu menarik tubuh Keynan yang sejak tadi duduk tenang sambil memandangi wajah Arya.
“Kamu sudah punya anak dan suami kok masih mau balik ke aku. Mana Bapak anak itu.” ucap Arya sambil menatap anak laki laki itu.
“Tidak ada bapaknya.” jawab Helena, Arya mengeryitkan dahinya bagaimana mungkin punya anak tidak ada bapaknya begitu gumam Arya dalam hati.
“Karirku berantakan setelah kejadian itu. Aku memang sudah tidak pantas buat kamu Arya. Aku pikir kamu benar benar mencintai aku.” ucap Helena selanjutnya sambil memandang Arya dengan tatapan sendu.
“Sudahlah Hel masa lalu biar jadi masa lalu. Maaf pekerjaanku banyak, aku tidak ada banyak waktu menemui kamu. Ini hanya ada sedikit rejeki untuk jajan anakmu.” ucap Arya sambil memberikan uang seratusan ribu sepuluh lembar dan diberikan kepada Keynan.
“Thank you Daddy..” ucap Keynan sambil tersenyum lebar.
“Maaf Arya, anakku selalu memanggil daddy pada laki laki dewasa yang dia suka.” ucap Helena sambil mengusap usap kepala anaknya.
“Terimakasih ya, tapi tolong beri aku pekerjaan aku tidak mau hanya mendapat uang karena rasa kasihan.” ucap Helena kemudian.
__ADS_1
Flashback off
Arya memegang lagi pelipisnya, mungkin pengaruh obat penghilang rasa sakit sudah mulai habis berada di dalam tubuh.
“Ya, kamu baik baik saja kan? Apa masih sakit nanti biar diantar ke rumah sakit. Kamu tidak usah masuk kerja lagi.” Ucap Oma sambil ikut mengusap usap kepala Arya.
“Kalau kamu sudah tidak mencintai Helena ya sudah jangan kamu pikirkan, jangan membebani pikiranmu. Sudah bertahun tahun kamu tidak tahu bagaimana kehidupan dia selama ini.” ucap Oma selanjutnya
“Aku ke kamar Opa dulu biar ngantar kamu ke rumah sakit.” ucap Oma lalu dia bangkit berdiri akan meninggalkan kamar kedua cucunya.
Sementara itu Savitri yang menjauh dari tempat tidur Arya, dia segera mengurus kedua anaknya. Membantu Reno menyiapkan diri untuk pergi ke sekolah dan membangunkan Reni. Setelah Savitri mendengar kalau Helena cinta pertama Arya muncul lagi di depan mata Arya. Savitri semakin bertekat akan belajar untuk mengurus perusahaan almarhum suaminya.
“Mumpung Arya sakit dan tidak ke perusahaan nanti aku akan datang ke perusahaan. “ gumam Savitri dalam hati sambil menyiapkan keperluan kedua anaknya untuk berangkat ke sekolah.
“Vit kalau sudah selesai mengurus Reno dan Reni, tolong bantu Arya ya.. katanya kepalanya sakit lagi.” ucap Oma saat akan meninggalkan kamar kedua cucunya.
“Ooo aku suruh Mbak Lastri saja yang melanjutkan mengurus Reno dan Reni, sekarang tolong itu Arya dia minta apa.” ucap Oma lagi lalu dia melangkah meninggalkan kamar kedua cucunya.
“Aku sudah bisa sendiri kok Ma. Mama bantu Papa Arya saja.” ucap Reno yang mulai memakai baju seragam sekolahnya.
“Aku juga kok Ma, sudah pintar mandi sendiri.” ucap Reni ikut ikut Kakaknya.
“Mama bantu Papa Arya saja.” ucap Reno sambil menatap Mamanya.
__ADS_1
“Iya iya.” ucap Savitri yang akan melangkah meninggalkan mereka berdua, dan tidak lama kemudian Mbak Lastri muncul dari balik pintu dan segera meraih tubuh Reni untuk dibawa ke kamar mandi. Sementara Savitri berjalan menuju ke tempat tidur Arya.