
Mbak Lastri dengan cepat menuju ke ruang depan. Panci mie instan dia taruh di meja. Dia lalu mengintip keadaan di luar rumah dengan mengintip di jendela. Mbak Lastri menarik sedikit gorden jendela. Di lihatnya Gandi sudah mematikan motornya dan menaruh helm di spion motor. Terlihat Gandi berjalan menjauh dari rumah. Arahnya menuju jalan ke rumah Pak Erte.
“Apa dia akan melihat CCTV komplek ya.”gumam Mbak Lastri lalu dia mendudukkan pantatnya di kursi tamu dan mengambil panci mie instan yang ditaruh di meja dan selanjutnya menghabiskan mie instan di dalamnya sambil menunggu perkembangan berita Gandi. Mbak Lastri yang capek karena masalah masalah hari ini akhirnya tertidur di kursi tamu.
Sementara itu Gandi berjalan menuju ke rumah Pak Erte. Dia melaporkan sudah kehilangan tiga hape. Dia sudah mendatangi orang yang dicintainya namun tidak mendapatkan bukti. Maka Gandi ingin melihat CCTV komplek untuk melihat siapa yang datang ke rumah Savitri.
“Maaf Pak Gandi tadi siang Pak Satpam menyampaikan informasi kalau CCTV rusak jadi sekarang sedang di tukang service. Untuk mengganti keamanannya kami minta Pak Satpam lebih ketat dalam menjaga komplek. Dan kami sudah memginformasikan pada warga akan hal ini agar warga untuk sementara waktu menjaga keamanan secara mandiri. Besok CCTV nya sudah jadi.” jawab Pak Erte sesuai saran Anisa dan Bu Erte, mereka mempunyai ide itu karena Gandi tidak masuk di group warga kompleks.
“Komplek tidak bermutu.” ucap Gandi lalu segera melangkah meninggalkan rumah Pak Erte. Dia segera berjalan menuju ke pos satpam. Gandi menginformasikan hal yang sama dia lakukan tadi.
“Pak apa kamu melihat orang yang mencurigakan masuk komplek apa kamu melihat seorang wanita masuk komplek?” tanya Gandi selanjutnya setelah menceritakan telah kehilangan tiga buah hape.
“Selain hape apa yang hilang Pak?” tanya Pak Satpam selanjutnya.
“Aku belum ngecek. Tapi yang jelas tiga buah hape. Saat aku tidur hape di dalam kantong baju dan celanaku.” jawab Gandi dengan nada serius.
“Kenapa juga semua hape dikantongi.” ucap Pak Satpam sambil tersenyum.
__ADS_1
“Suka suka aku. Jangan jangan kamu yang ngambil.” ucap Gandi sambil tersenyum licik sambil menatap tajam wajah Pak Satpam.
“Sembarangan menuduh.” suara Pak Satpam dengan nada tinggi.
“Kalau kamu bisa memberi tahu siapa orang yang mengambil hapeku. Aku kasih kamu uang.” ucap Gandi lalu tangannya mengambil lima lembar uang seratusan ribu. Uang itu dipegang dan dikipas kipaskan di depan wajah Pak Satoam. Pak Satpam memandang uang uang yang berada di depan matanya. Dia sedikit tergiur dengan tawaran Gandi. Sebab Pal Satpam sudah tahu kalau hape yang mengambil Mbak Lastri dan hape sekarang berada di rumah Anisa.
“Katakan siapa orangnya. Apa masih kurang uangnya.” ucap Gandi yang melihat wajah Pak Satpam tergoda dengan tawarannya. Gandi lalu mengambil dua lembar lagi uang seratusan ribu.
“Ehmmm saya tidak tahu kok Pak, tadi sih ada beberapa orang memang masuk ke komplek. Tetapi orang orang yang sudah beberapa kali masuk komplek.” ucap Pak Satpam dia tidak jadi tergoda sebab teringat takut kalau di PHK malah buntung sebab kehilangan pekerjaannya.
“Daripada pulang disuruh beli makanan, mending aku pergi beli hape baru sebelum toko tutup dan senang senang. Biarlah mereka berdua kelaparan.” gumam Gandi dalam hati sambil memanasi motor lalu pergi meninggalkan rumah Savitri.
Mbak Lastri yang tertidur di ruang tamu terbangun mendengar suara motor di depan rumahnya. Mbak Lastri lalu mengintip lagi keadaan luar luar di balik gorden jendela.
“Sudah pergi orang itu semoga pergi untuk selamanya.” gumam Mbak Lastri yang melihat sudsh tidak ada motor di depan rumah Savitri.
“Haduh tapi motor Ibu Vitri dibawa kabur,bagaimana kalau Ibu Vitri mau pergi pergi.” gumam Mbak Lastri lalu dia berjalan menuju ke dapur untuk menaruh panci.
__ADS_1
Setelah dari dapur Mbak Lastri dengan mata terkantuk kantuk berjalan menuju ke kamar Reno dia bermaksud untuk memberi tahu tentang kabar terkini Gandi. Mbak Lastri membuka pelan pintu kamar Reno, dengan pelan pelan dia berjalan mendekat Savitri. Dilihatnya Savitri sudah tertidur pulas. Mbak Lastri merasa kasihan jika akan membangunkan Savitri. Lalu dia pelan pelan berjalan meninggalkan kamar Reno. Mbak Lastri menutup pintu dengan sangat perlahan dan hati hati agar tidak membunyikan suara. Mbak Lastri lalu berjalan menuju ke kamarnya.
Sekarang meskipun ngantuk Mbak Lastri namun tidak bisa tidur. Meskipun dia sudah membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Mbak Lastri hanya membolak balikkan tubuhnya berganti ganti posisi namun tetap saja tidak bisa tidur meskipun sudah berusaha memejamkam mata. Dia kembali berpikir tentang pekerjaannya tentang nasib Savitri dan tentang Gandi yang kabur membawa uang dan motor Savitri.
Mbak Lastri lalu bangkit dari tidurnya dan mengambil hapenya dia mengusap usap hapenya mencari nama kontak Arya.
“Hallo Om Arya sudah tidur?” tanya Mbak Lastri saat Arya sudah menerima panggilan suara dari Mbak Lastri.
“Ada apa Mbak?” tanya Arya yang sudah pesan ke Mbak Lastri kalau ada apa apa agar segera memberi tahu padanya. Mbak Lastri lalu menceritakan semua kejadian hari ini termasuk dia yang sudah diphk Savitri dan seharian mencari kerja di sekitar komplek tidak mendapatkan. Arya sejenak terdiam mendengar cerita dari Mbak Lastri, tidak menyangka kejadian justru semakin memburuk dan mengancam jiwa Savitri.
“Om.. Om, Om Arya masih mendengar suara saya apa sudah tertidur?” tanya Mbak Lastri karena dia sudah mengakhiri ceritanya tetapi Arya masih diam saja tidak ada komentar apapun.
“Mbak, aku bicarakan sebentar dengan Oma. Mbak Lastri jangan tidur dulu ya. Nanti aku hubungi lagi setelah aku bicara dengan Oma.” ucap Arya kemudian
“Tapi jangan lama lama ya Om, saya sudah ngantuk sekali capek saya hari ini jalan kaki keliling komplek tapi pusing mikir masa depan saya , saya tidak bisa tidur.. saya...” ucap Mbak Lastri Lalu dia sadar sambungan telponnya sudah diputus oleh Arya.
“Woeleh tiwas ngecepres curhat sudah diputus.” gumam Mabk Lastri sambil menatap hapenya. Mbak Lastri lalu tetap duduk di tempat tidur sambil menyandarkan punggung di sandaran tempat tidur dengan memangku hapenya agar jika mendapat panggilan dari Arya dia mendengarkan dan merasakan getaran hape karena sudah dimode getar juga.
__ADS_1