
Mbak Lastri lalu turun dari mobil. Sedangkan Arya hanya mematikan mesin mobilnya dan tetap duduk di kursi kemudinya, menunggu Mbak Lastri mengeluarkan barang barangnya.
“Sudah Om, terimakasih ya.” ucap Mbak Lastri, Arya menganggukkan kepalanya. Lalu menyalakan lagi mesin mobilnya dan kemudian berlalu meninggalkan Mbak Lastri Mbak Lastri berjalan menuju ke pintu pagar. Saat masih berusaha membuka kaitan pintu pagar terdengar suara langkah kaki yang mantap menuju ke arah Mbak Lastri.
“Mbak... Mbak... bagaimana kabar Bu Vitri?” teriak Pak Satpam sambil terus mendekat pada Mbak Lastri.
“Baik Pak, alhamdulillah sudah boleh pulang..” jawab Mbak Lastri dengan senyum lebarnya.
“Lha mana Bu Vitrinya?” tanya Pak Satpam.
“Oooo sementara tinggal di rumah Opa Oma dulu, nanti kalau di sini takutnya sibuk lagi dengan ikan ikannya tuh lihat untung Bu Vitri tidak jadi ke sini. Coba kalau lihat kondisi kolam nya seperti itu pasti langsung sibuk mengurus kolam dan ikannya. Suaminya mana kok tidak kelihatan.. lampu masih menyala semua, sampah dimana mana.” jawab Mbak Lastri dilanjut dengan ngedumel melihat kondisi rumah.
“Sepertinya masih tidur Mbak, atau sedang di luar, kalau di rumah sepertinya banyak orang membeli ikan, setelahnya Pak Gandi keluar. Padahal banyak yang membeli ikan Bu Vitri tapi kok Pak Gandi membiarkan banyak ikan yang loncat tidak sayang uang hanya menjadi bangkai.” ucap Pak Satpam saat melihat ada beberapa ikan yang terkapar di luar kolam sudah menjadi bangkai.
“Orang dianya ga keluar modal mana tahu Pak, ya sudah saya masuk Pak, mau bersih bersih itu rumah..” ucap Mbak Lastri lalu membuka pagar dan masuk ke dalam. Mbak Lastri merasa mual mual saat berjalan di dekat kolam, karena bau bangkai ikan ikan yang terkapar. Dengan segera Mbak Lastri mengambil kunci cadangan dari dalam tas. Saat mau memasukkan kunci tersebut tidak dapat masuk ke lobang kunci.
“Dikunci dari dalam, berarti orangnya ada.” gumam Mbak Lastri. Lalu Mbak Lastri menekan bel tamu berkali kali. Sengaja Mbak Lastri melakukan agar Gandi berisik yang mendengarkan. Akan tetapi tetap saja pintu tidak segera terbuka.
“Apa orangnya mati di dalam kok tidak segera keluar.” gumam Mbak Lastri sambil terus menekan bel.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kamar tamu Savitri, Gandi tertidur pulas karena habis minum beberapa botol minuman beralkohol, dia membeli dengan uang dari hasil penjualan ikan. Lama lama matanya terbuka saat mendengar suara berisik bunyi bel.
“Siapa bikin berisik itu.” teriak Gandi lalu dengan segera dia berjalan menuju ke pintu depan. Dengan kasar Gandi membuka segera kunci dan daun pintu. Setelah dibuka kedua manusia itu sama sama kaget dan emosi. Mbak Lastri kaget dengan penampilan Gandi yang acak acakan dengan kedua mata memerah dan aroma alkohol yang sangat menyengat, emosi karena pintu lama sekali dibuka. Sedangkan Gandi kaget melihat Mbak Lastri sudah pulang dan emosi karena sudah mengganggu tidurnya. Mbak Lastri dengan segera masuk ke dalam rumah, tidak mau ribut dengan Gandi. Sedangkan Gandi yang masih tidak begitu sadar lalu kembali melanjutkan tidurnya di sofa ruang keluarga.
Mbak Lastri segera membersihkan seluruh rumah Savitri. Lalu dia teringat akan pesan Nenek untuk mengecek lemari yang berada di kamar Savitri.
“Aku kok lupa ya tadi waktu membersihkan tidak mengecek lemari Bu Vitri. Sepertinya sih tidak ada yang mencurigakan.” gumam Mbak Lastri lalu segera melangkah ke kamar Savitri. Mbak Lastri dengan teliti melihat seluruh bagian lemari Savitri terlihat masih utuh dan rapat.
“Aman.” gumam Mbak Lastri lalu dia keluar dari kamar Savitri. Gandi memang tidak jadi membuka lemari Savitri sebab dia akan mencari surat surat tanah akan tetapi setelah dipikir pikir dia akan mencari cara halus untuk membujuk Savitri agar mau menjual tanah itu. Kalau Gandi mengambil dan menjualnya dia akan kesulitan karena bukan atas namanya.
Waktu terus berlalu, Gandi yang selama ini hanya diam saja lama lama curiga karena Mbak Lastri terus di rumah dan tidak pergi lagi ke rumah sakit. Kemarin kemarin dia mengira Savitri masih di rumah sakit dan Mbak Lastri hanya pulang untuk membersihkan rumah.
“Dimana Savitri?” tanya Gandi dengan nada tinggi.
“Hmmm anu di rumah Oma Opa. “ jawab Mbak Lastri jujur. Jawaban Mbak Lastri membuat kaget Gandi, tampak dia emosi dan bingung. Bingung akan menghubungi Savitri menyuruhnya pulang akan tetapi dia tidak tahu bagaimana cara menghubungi. Setahu dia hape Savitri sudah hilang lenyap dengan hapenya dia dulu. Mau menghubungi Arya dia enggan. Gandi lalu pergi keluar rumah. Dia mengambil motornya dan selanjutnya menuju ke tempat nongkrongnya, di warung penjual minuman kesukaannya.
“Tumben wajahmu murung, tidak ada ikan terjual ya?” tanya salah satu teman nongkrongnya.
“Bukan, bini pulang ke rumah mantan mertuanya.” jawab Gandi.
__ADS_1
“Tumben Bang Gandi sedih mungkin sudah rindu dengan hot hotnya.” ucap Leli perempuan sexy penjaga warung sambil memberikan minuman kepada Gandi. Melihat dan mendengar ucapan Leli muncul akal licik Gandi.
“Hmmm aku bisa ajak Leli ke rumah, pasti Mbak Lastri akan laporan ke Savitri dan dia akan pulang.” gumam Gandi dalam hati sambil tersenyum licik. Gandi terus nongkrong di warung itu sampai malam sampai menunggu warung tutup.
“Bang Gandi mau nginap di sini karena di rumah tidak ada isteri?” tanya Leli dengan senyum genitnya. Gandi lalu membisikkan sesuatu di telinga Leli. Setelah Gandi membisikkan sesuatu tampak Leli tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ajakan Gandi. Mereka berdua lalu berboncengan menuju ke rumah Savitri.
Motor terus melaju dan tidak lama kemudian motor memasuki komplek perumahan Savitri. Pak Satpam yang melihat Gandi membawa perempuan sexy di malam hari langsung terlihat kaget dan memasang mode siaga.
“Wah bahaya ini.” gumam Pak Satpam lalu segera memberikan informasi kepada pengurus komplek.
Gandi mematikan mesin motornya sebelum berada di depan rumah Savitri. Tidak seperti biasanya yang gerakanannya srudak sruduk kali ini Gandi pelan pelan dalam membuka pintu pagar, dia berharap tidak ada tetangga komplek yang mendengar dan melihatnya.
“Rumahnya bagus Bang.” ucap Leli sambil melangkah masuk.
“Hustttt jangan berisik.” ucap Gandi dengan suara pelan. Gandi dan Leli terus melangkah menuju ke pintu utama rumah Savitri. Gandi pelan pelan membuka kunci pintu rumah Savitri.
Sementara itu di dalam kamar Mbak Lastri, Mbak Lastri tidur dengan sangat nyenyak karena dia begitu capek beberpa hari bekerja keras membersihkan rumah Savitri dan membersihkan kolam dan aquarium Savitri.
KLEK
__ADS_1
Gandi berhasil membuka pintu rumah Savitri. Dia menyuruh Leli segera masuk lebih dulu, karena dia akan memasukan motornya yang masih berada di jalan.